KISAH CINTA TUAN PUTRI

KISAH CINTA TUAN PUTRI
TELAH DIMULAI


__ADS_3

...***...


Raden Jatiya Dewa saat ini sedang berhadapan dengan Pangeran Abinaya Bena?. Tidak, Raden Jatiya Dewa saat ini sedang diserang makhluk halus yang dikendalikan oleh Pangeran Abinaya Bena. Mereka semua terlihat sangat menyeramkan, sangat kuat?.


"Kau boleh mengendalikan mereka semua pangeran busuk!." Raden Jatiya Dewa sedikit kewalahan menghadapai mereka semua.


"Kau tidak usah banyak bicara. Jika rasanya kau tidak sanggup untuk berhadapan dengan mereka, sebaiknya kau pergi dari sini." Pangeran Abinaya Bena sangat meremehkan kemampuan Raden Jatiya Dewa.


"Kau boleh saja sombong pangeran busuk. Tapi kesombongan hanya milik Allah SWT. Manusia tidak berhak untuk untuk sombong, sebaiknya kembali ke asalmu. Kau telah salah dalam memilih kerajaan ini sebagai kerajaan taklukkan mu." Raden Jatiya Dewa mencoba untuk memperingatkan Pangeran Abinaya Bena.


"Kau tidak usah banyak bicara!. Sebaiknya kau menyerah saja. Jadilah pelayan setiaku, maka aku akan mengampunimu!." Pangeran Abinaya Bena tersenyum lebar. Benar-benar terlihat sangat menyeramkan.


"Aku hanya meminta ampun kepada Allah SWT. Mahkluk halus yang kau pikat ini tidak akan berdaya jika berhadapan dengan kekuatan Allah SWT." Raden Jatiya Dewa tidak mau berlama-lama lagi, ia harus segera menghentikan kejahatan yang telah dibuat oleh Pangeran Abinaya Bena. Raden Jatiya Dewa melompat ke atas pohon yang ada di belakanganya, setelah itu ia melantunkan azan dengan suara yang sangat keras. Tentunya makhluk gaib, serta Pangeran Abinaya Bena terkejut, mereka berteriak kesakitan?.


...***...


Sementara itu di Istana Kerajaan Suka Damai. Prabu Asmalaraya Arya Ardhana dan Sukma Naga Hitam telah berhasil membebaskan Putri Andhini Andita dari jurus pemikat kegelapan yang mematikan itu.

__ADS_1


"Astaghfirullah hal'azim ya Allah. Sungguh sangat kejam sekali dia menanamkan jurus itu padaku rayi." Putri Andhini Andita tidak menyangka jika ia akan dikendalikan seperti itu.


"Tenang lah yunda. Karena yunda telah berhasil bebas. Namun kita harus segera membantu raden jatiya dewa. Akan berbahaya jika ia bertarung sendirian berhadapan dengan pangeran abinaya bena." Prabu Asmalaraya Arya Ardhana tentunya tidak akan melupakan Raden Jatiya Dewa yang saat ini mungkin sedang berjuang berhadapan dengan seseorang.


"Baiklah rayi prabu. Mari kita hentikan pangeran jahat itu. Rasanya aku ingin mengulitinya dengan pedangku." Putri Andhini Andita masih marah, ternyata ia bisa dikendalikan melalui jurus yang ia pelajari?.


"Mari yunda." Prabu Asmalaraya Arya Ardhana mempersilahkan kakaknya mengikutinya.


"Mari rayi." Putri Andhini Andita mencoba untuk menahan gejolak yang ada di dalam dirinya saat ini. "Jika terjadi sesuatu pada raden jatiya dewa, aku tidak akan mengampunimu abinaya bena. Akan aku habisi kau." Dalaj hati Putri Andhini Andita merasakan gejolak yang membuncah. Ia mengetahui jika pangeran Abinaya memiliki niat yang tidak baik pada kerajaan ini, namun ia tidak menyangka jika pangeran Abinaya Bena malah mengendalikan dirinya melalui jurus yang ia pelajari?. Apakah yang akan terjadi selanjutnya?. Temukan jawabannya.


...***...


"Kalian tidak akan bisa menguasai kerajaan ini dengan cara jahat seperti ini." Syekh Asmawan Mulia terus menyerang Barja. Ia tidak menyangka, jika musuh akan menggunakan mahkluk gaib untuk melakukan apa yang mereka inginkan?. Tapi Prabu Asmalaraya Arya Ardhana telah memberikan perintah untuk mengaji sampai tengah malam nanti. Sehingga roh-roh yang berniat jahat menyerang rakyat dapat di atasi dengan membacakan ayat-ayat suci Al-Qur'an.


"Kegh!. Kau tidak usah banyak bicara!. Takluk, tunduk, dan patuh lah pada junjungan kami gusti prabu suaka abinaya. Aku yakin kalian akan aman jika kalian tidak melakukan perlawanan apapun pada kami." Dengan percaya diri Barja berkata seperti itu, sesekali ia menyerang Syekh Asmawan Mulia.


Namun sepertinya Syekh Asmawan Mulia belum terlalu tua hanya sekedar menghindari semua serangan yang datang padanya. "Hanya kepada Allah SWT kami takluk, hanya kepada Allah SWT kami tunduk, dan hanya kepada Allah SWT kami patuh. Bukan pada manusia yang menyesatkan seperti kalian." Syekh Asmawan Mulia sedikit terbawa amarah. Ia menggunakan jurus yang ia gunakan untuk memberikan rasa sakit melalui terpaan angin. Dan benar saja, saat Barja terkena jurus itu, ia mundur beberapa langkah. Kulitnya benar-benar terasa sangat sakit, seperti dibakar sesuatu.

__ADS_1


"Lahaula walakuata illabillahilaliyila'zim. Kekuatan Allah lebih besar dari manusia, bahkan dari mahkluk gaib yang kalian gunakan untuk menyakiti kami." Lingga dengan suara keras berkata seperti itu. Ia juga menyerang mereka semua dengan mengucapakan kalimat takbir, tidak henti-hentinya ia membacakan kalimat takbir agar lebih mudah mengusir mereka semua.


"Allahu akbar!." Barka, Mulni, dan Purna juga melakukan hal yang sama. Mereka semua membacakan kalimat takbir, sehingga mereka dengan mudahnya mengalahkan makhluk gaib yang menyerang mereka semua. Sungguh malam ini pekerjaan mereka semua sangat berat, karena mereka berhadapan dengan yang tidak biasa. Apakah mereka akan baik-baik saja?. Temukan jawabannya.


...***...


Kembali ke Raden Jatiya Dewa.


Setelah mengumandangkan adzan dengan suara yang keras, Raden Jatiya Dewa turun ke bawah. Tempat itu benar-benar telah bersih dari mahkluk gaib yang menyeramkan. Sedangkan Pangeran Abinaya Bena masih di tempat. Tapi sayangnya keadaannya tidak baik-baik saja.


"Kurang ajar kau!. Kau telah bermain curang!." Pangeran Abinaya Bena mengerang kesakitan. "Kalau kau berani!. Jangan main sihir, menggunakan mantram yang sama sekali tidak aku ketahui maksudnya!." Ada gejolak amarah yang muncul dari dirinya. Ia tidak terima sama sekali jika dirinya telah dikalahkan oleh musuhnya dengan cara seperti itu?.


"Justru kau lah yang telah berbuat curang!."


Bukan Raden Jatiya Dewa yang menjawab itu, tapi yang menjawabnya adalah Putri Andhini Andita. Ia datang bersama Prabu Asmalaraya Arya Ardhana, tentunya membuat Raden Jatiya Dewa dan Pangeran Abinaya Bena terkejut.


"Kau?. Bagaimana mungkin kau bisa bebas dari jurus pengendali jiwa yang aku tanamkan padamu?." Pangeran Abinaya Bena sangat terkejut dengan apa yang telah ia lihat?. Bagaimana mungkin Putri Andhini Andita datang dalam keadaan baik-baik saja?.

__ADS_1


"Aku akan menghukum mu!." Prabu Asmalaraya Arya Ardhana dan Putri Andhini Andita secara bersamaan berkata seperti itu. Membuat Raden Jatiya Dewa dan Pangeran Abinaya Bena terkejut. Sepertinya kedua kakak beradik itu saat ini sedang marah. Sangat marah, sehingga udara sekitar terasa lebih mendominasi, lebih menyeramkan dari makhluk halus yang mencoba menyakiti Raden Jatiya Dewa. Apakah yang akan dilakukan kedua kakak beradik itu pada Pangeran Abinaya Bena?. Simak terus ceritanya ya.


...***...


__ADS_2