
...***...
Putri Andhini Andita dan Raden Jatiya Dewa telah sampai di Kerajaan Suka Damai. Kedatangan mereka tentunya membuat keluarga istana Buana Dewa terkejut.
"Mohon ampun ayahanda prabu. Maaf jika kami datang tanpa memberitahu terlebih dahulu." Raden Jatiya Dewa memberi hormat pada ayahandanya.
"Memangnya ada masalah apa?. Sehingga kau datang bersama nimas andhini andita ke sini?. Tentunya ada suatu masalah yang terjadi bukan?." Prabu Lingga Dewa memang pernah bertemu dengan Putri Andhini Andita sekali di kerajaan Suka Damai, ketika hendak melamarnya.
"Mohon ampun ayahanda prabu. Mungkin ini sedikit ada kaitannya dengan masalah istana." Raden Jatiya Dewa sedikit bingung cara menjelaskannya.
"Katakan saja jatiya dewa. Di sini hanya keluarga inti saja." Prabu Lingga Dewa tentunya ingin mendengarkan apa yang hendak dikatakan oleh anaknya.
"Tapi sebelum itu, apakah paman patih rangga prahaja ada di istana ayahanda prabu?." Raden Jatiya Dewa bertanya dengan hati-hati.
"Saat ini memang ada di istana. Kenapa kau bertanya keberadaan patih rangga prahaja?." Prabu Lingga Dewa balik bertanya.
"Memangnya apa yang terjadi rayi?. Jelaskan pada kami semua." Raden Antajaya Dewa bingung dengan sikap adiknya itu.
"Sebenarnya, nimas rara saraswati telah berbuat kerusuhan di kerajaan suka damai." Jawabnya sedikit keberatan. Apalagi melihat reaksi mereka semua yang hadir di ruang keluarga.
Tentunya mereka heran. Siapa yang tidak terkejut mendengar kabar itu?. Bukankah itu artinya memancing masalah besar?.
"Benar ayahanda prabu. Nimas rara saraswati bahkan menuduh gusti putri andhini andita telah mengajarkan nanda mantram sihir yang menyesatkan. Bahkan telah menghina gusti putri andhini andita. Itu sudah sangat keterlaluan ayahanda prabu." Raden Jatiya Dewa mengatakan semuanya?.
__ADS_1
"Demi dewata yang agung. Kenapa nimas rara saraswati berani sekali berbuat seperti itu?. Lalu bagaimana tanggapan dari nanda prabu asmalaraya arya ardhana?. Apakah beliau sangat marah?. Katakan padaku Jatiya dewa." Prabu Lingga Dewa terlihat sangat khawatir sekali.
"Gusti prabu sangat marah sekali pada nimas rara saraswati. Karena nimas rara saraswati telah menghina yunda beliau." Jawab Raden Jatiya Dewa.
"Apakah karena itu nanda prabu memberi perintah untuk menangkap nimas rara saraswati?." Prabu Lingga Dewa kembali bertanya.
"Sebenarnya tidak seperti itu ayahanda prabu. Meskipun gusti prabu sangat marah, namun beliau hanya memerintahkan nimas untuk kembali ke kerajaan buana dewa. Tapi nimas rara saraswati malah pergi begitu saja. Sangat tidak sopan sekali tindakannya ayahanda prabu." Jawab Raden Jatiya Dewa.
"Lalu apakah kalian menemukan keberadaannya?." Prabu Lingga Dewa terus bertanya.
"Mungkin kami belum bertemu dengan nimas rara saraswati. Tapi kami yakin ia kembali ke kerajaan buana dewa ayahanda prabu." Raden Jatiya Dewa telah memastikan itu.
"Baiklah kalau begitu. Ayahanda akan memerintahkan prajurit untuk mencari keberadaannya, serta memanggil patih rangga prahaja untuk menangkap anaknya yang telah mempermalukan aku dihadapan nanda prabu." Prabu Lingga Dewa sangat menyayangkan sikap itu. "Maafkan sikap kurang ajar yang ditunjukkan nimas rara saraswati padamu nimas andhini andita." Prabu Lingga Dewa meminta maaf pada Putri Andhini Andita.
"Tidak apa-apa gusti prabu. Kedatangan hamba ke sini hanya memastikan jika ia tidak berbuat hal aneh lagi." Putri Andhini Andita memberi hormat pada Prabu Lingga Dewa.
"Ia telah bersekutu dengan jin pemikat ayahanda prabu. Itulah kenapa ia bisa memikat siapa saja yang ia inginkan. Gusti putri andhini andita, serta gusti prabu telah memastikannya. Itulah alasan kenapa ia kembali ke istana ini dalam keadaan marah. Wajahnya rusak parah karena telah bermain-main dengan hal yang gaib ayahanda prabu." Raden Jatiya Dewa menjelaskan pada ayahandanya.
"Kalau begitu, masalah ini harus segera diselesaikan dengan cepat." Prabu Lingga Dewa tidak mau berlama-lama dalam menanggapi masalah ini. "Untuk sementara waktu, kalian berdua beristirahat lah terlebih dahulu. Aku akan memanggil patih rangga prahaja untuk mendiskusikan masalah ini dengannya." Prabu Lingga Dewa mempersilahkan keduanya untuk beristirahat.
"Terima kasih ayahanda prabu."
"Terima kasih gusti prabu."
__ADS_1
Putri Andhini Andita dan Raden Jatiya Dewa memberi hormat pada Prabu Lingga Dewa, setelah itu mereka meninggalkan ruangan keluarga istana Buana Dewa.
"Antajaya putraku. Panggil patih rangga prahaja untuk segera menghadap padaku. Aku ingin membicarakan masalah ini dengannya." Prabu Lingga Dewa memerintahkan anaknya untuk memanggil Patih Rangga Dewa.
"Baiklah ayahanda prabu." Raden Antajaya Dewa juga meninggalkan ruangan keluarga.
"Aku akan menyelesaikan masalah ini dengan cepat. Bersyukurlah karena nanda prabu tidak memperbesar masalah ini." Prabu Lingga Dewa sedikit lega.
"Tapi tetap saja ini masalah kanda prabu. Bagaimana pun juga, nanda prabu telah berjasa pada kita. Jangan sampai kita mengecewakan nanda prabu, hanya karena tindakan nimas rara saraswati yang telah menghina nimas andhini andita." Ratu Mayang Sari berkata pada suaminya.
"Benar kanda prabu. Kita harus tetap waspada, karena nimas andhini andita sendiri yang datang untuk mengejar nimas rara saraswati. Bisa jadi ia merasa tersinggung setelah apa yang terjadi. Mungkin karena merasa sungkan, ia hanya diam saja untuk sementara waktu." Ratu Anjani Dahayu juga ikut bersuara.
"Aku harap nimas andhini andita tidak memperbesar masalah ini pada kerajaan. Bagaimanapun juga kita memiliki hubungan yang baik dengan nanda prabu." Memang ia merasa cemas dengan kabar yang dibawa anaknya. Apakah yang akan terjadi?. Hanya waktu yang akan menjawab semuanya.
...***...
Sementara itu, Raden Jatiya Dewa mengantar Putri Andhini Andita ke wisma tamu Kerajaan. Namun saat itu mereka berpas-pasan dengan Putri Dewi Anjarwati.
"Yunda?." Raden Jatiya Dewa sangat gugup melihat kakaknya.
"Akhirnya kau kembali juga rayi. Sudah cukup lama juga kau berada di istana kerajaan suka damai." Putri Dewi Anjarwati tersenyum kecil, matanya menatap ke arah Putri Andhini Andita. "Apakah kau betah menatap tuan putri yang cuek ini, sehingga lupa jalan pulang ke istana ini rayi?." Ia berusaha menahan tawanya karena ia menggoda adiknya.
"Ja-jangan berkata seperti itu yunda." Raden Jatiya Dewa semakin gugup dengan ucapan kakaknya itu. "Lebih baik aku pergi saja." Raden Jatiya Dewa langsung mengambil langkah seribu. Sungguh ia tidak tahan jika digoda oleh kakaknya itu.
__ADS_1
"Nanti aku mau mendengarkan cerita dari mu lagi. Jika kau tidak mau mendengarkan ucapanku, maka aku akan menghabisi mu jatiya dewa." Putri Dewi Anjarwati sengaja mengeraskan suaranya sambil mengancam adiknya itu.
"Jangan berkata yang aneh-aneh di depan gusti putri andhini andita!." Sungguh rasanya Raden Jatiya Dewa sangat kesal sekali pada kakaknya itu. Kakaknya selalu mengancam dirinya. Apakah yang akan terjadi selanjutnya?. Temukan jawabannya. Jangan lupa dukungannya ya.