
...***...
Raden Jatiya Dewa masih bersama Patih Rangga Prahaja yang mendengarkan cerita mengenai putrinya Putri Rara Saraswati.
"Raden tadi mengatakan jika gusti prabu, juga gusti putri andhini andita telah mengusir jin pemikat yang ada di dalam putri hamba?. Tapi kenapa mereka melakukan itu?. Kenapa mereka mengusir jin pemikat itu dari tubuh putri hamba?. Apa salah jin itu diusir oleh mereka?." Itulah menjadi pertanyaan dari Patih Rangga Prahaja.
"Maaf sebelumnya paman patih. Itu jelas sangat salah. Karena jin pada dasarnya adalah makhluk yang sangat menyesatkan. Meskipun tidak semuanya sesat. Tapi yang ada di dalam tubuh nimas rara saraswati sangat jelas menyesatkan. Serta nimas rara saraswati menggunakan untuk memikat semua para pemuda untuk memuaskan hasratnya dalam hal batin. Tentunya paman patih mendengarkan itu semua bukan?." Raden Jatiya Dewa sendiri pernah mendengarkan kabar itu.
Patih Rangga Prahaja sedikit berpikir mengenai apa yang dikatakan oleh Raden Jatiya Dewa. "Misalnya putra dari senopati rangka manep. Restu manep menjadi salah satu korban dari apa yang telah dilakukan nimas rara saraswati. Saat ini ia sama sekali tidak mau didekati oleh wanita manapun, bahkan oleh ibundanya sendiri. Apakah menurut paman patih, jin pemikat itu memberi manfaat pada banyak orang?. Coba paman pikirkan dampak yang ditumbulkan atas apa yang telah dilakukan oleh nimas rara saraswati selama ini?." Raden Jatiya Dewa memberikan gambaran pada Patih Rangga Prahaja. "Contoh lainnya yang dirugikan bersekutu dengan jin. Contoh yang sangat nyata atas apa yang menimpa kerajaan ini sebelum dibantu oleh gusti prabu asmalaraya arya ardhana. Tentunya paman patih menjadi saksinya bukan?. Bukti nyata jika kita tidak bisa bersekutu dengan jin. Tolong pertimbangkan kembali apa yang saya katakan pada paman patih. Jika nyawa nimas rara saraswati masih ingin diselamatkan dari cengkraman jin yang menyesatkan. Maka sebaiknya kita harus mencari keberadaan nimas putih, dan mengobatinya dengan baik." Raden Jatiya Dewa mengatakannya dengan tegas.
"Baiklah, jika memang itu yang akan terjadi. Maka hamba bersedia untuk menangkap putri hamba. Kita harus segera menyelamatkan nyawanya. Jangan sampai ia menjadi korban atas keserakahan batin yang selalu ia lakukan pada pemuda manapun." Bukannya ia tidak mengetahui apa yang telah dilakukan oleh anaknya itu. Hanya saja ia tidak mampu menghentikan anaknya yang berbuat seperti itu. Apakah yang akan terjadi selanjutnya?. Simak terus ceritanya.
...***...
Putri Andhini Andita dan Putri Dewi Anjarwati saat ini berada di kaputren. Dimana hanya ada tuan putri serta istri raja saja yang mendiami tempat tersebut. Kebetulan, ada Ratu Mayang Sari dan Ratu Anjani Dahayu berada di sana.
"Hormat hamba ibunda ratu." Putri Dewi Anjarwati memberi hormat pada kedua ibundanya. Meskipun ibunda kandungnya adalah Ratu Mayang Sari, namun ia tetap menghormati Ratu Anjani Dahayu sebagai ibundanya.
__ADS_1
"Hormat hamba gusti ratu." Begitu juga dengan Putri Andhini Andita.
"Mari duduk di sini. Mari kita berbincang-bincang barang sejenak, nimas andhini andita." Ratu Mayang Sari tersenyum kecil, sambil mempersilahkan Putri Andhini Andita duduk bersamanya.
"Mari duduk di sini nimas. Saya ingin mendengar sedikit cerita tentang nimas. Pasti ada kisah seru yang nimas lakukan selama ini." Ratu Anjani Dahayu juga mempersilahkan Putri Andhini Andita untuk bergabung dengan mereka.
"Mari nimas." Bahkan Putri Dewi Anjarwati juga mengajak Putri Andhini Andita untuk bergabung dengan kedua ibundanya.
"Terima kasih gusti ratu." Entah karena terpaksa, atau perasaannya yang gugup, Putri Andhini Andita mengiyakan ajakan mereka.
...***...
Patih Rangga Prahaja dan Raden Jatiya Dewa saat ini sedang mencari keberadaan Putri Rara Saraswati. Mereka tidak mengetahui dimana keberadaan Putri Rara Saraswati saat ini. Namun entah karena kebetulan, atau karena nasib yang mempertemukan mereka. Putri Rara Saraswati sendirilah yang datang, ketika mereka hendak meninggalkan perbatasan kota raja.
"Ayahanda?. Kenapa ayahanda bisa bersama raden jatiya dewa?." Putri Rara Saraswati sedikit heran. "Kapak dia sampai ke kerajaan buana dewa?. Apakah ia mengikuti ku sampai ke sini?." Dalam hati Putri Anjarwati mewaspadai kedatangan Raden Jatiya Dewa.
"Sepertinya wajahmu telah pulih kembali nimas." Raden Jatiya Dewa menyadari, jika wajah Putri Rara Saraswati telah sembuh seperti sedia kala. Bahkan kali ini wajahnya lebih bersinar dari yang sebelumnya.
__ADS_1
"Ya, aku telah memasukkan kembali jin pemikat yang lebih hebat dari yang sebelumnya." Balasnya dengan sangat percaya diri.
"Putriku rara saraswati. Katakan pada ayahanda. Apakah benar kau telah menghina yunda dari prabu asmalaraya arya ardhana?. Kenapa kau melakukan itu?. Katakan pada ayahanda alasannya." Patih Rangga Prahaja ingin mendengarkan penjelasan dari anaknya.
"Jadi raden telah mengatakan masalah itu pada ayahandaku?." Matanya menatap nyalang ke arah Raden Jatiya Dewa.
"Aku telah mengatakan apa yang kau katakan pada gusti putri andhini andita. Jadi katakan yang sebenarnya pada paman patih. Kau tidak usah berbohong lagi nimas rara saraswati." Raden Jatiya Dewa merasa muak atas apa yang telah dilakukan oleh Putri Rara Saraswati selama ini.
"Ya, aku memang telah menghina wanita busuk itu!." Amarahnya memuncak. Ia tidak bisa menghindar lagi, jika memang Raden Jatiya Dewa telah menceritakan semuanya pada ayahandanya. "Aku sangat tidak menyukai apa yang telah diajarkan wanita rendahan itu padamu raden. Karena itulah aku ingin mencari perhitungan dengannya." Lanjutnya lagi dengan penuh amarah. "Akan aku buat dia menyesal karena telah salah berurusan dengan rara saraswati!."
"Cukup!. Kau tidak usah banyak bertingkah lagi!. Serahkan dirimu, meminta maaf lah pada gusti prabu asmalaraya arya ardhana serta yundanya!. Jangan sampai kau mencoreng nama baik diriku lagi dengan sikap kurang ajarmu itu!." Patih Rangga Prahaja kali ini sangat marah. Sepertinya ia tidak akan meminta penjelasan lebih lanjut dari anaknya. Karena telah jelas, jika anaknya telah mematik api permusuhan dengan seorang raja terhormat.
"Ayahanda tidak usah terlalu merendahkan diri pada mereka. Aku tidak sudi meminta maaf ataupun pengampunan dari mereka!. Akan aku habisi mereka semua!." Sungguh sikap tidak baik yang ia tunjukkan kali ini.
"Kau telah sangat keterlaluan. Kali ini aku tidak akan sungkan lagi menangkapmu!. Kau akan aku serahkan pada gusti prabu lingga dewa untuk diadili atas apa yang telah kau lakukan selama ini!." Patih Rangga Prahaja telah kehilangan kesabarannya. Ia tidak lagi peduli, apakah wanita muda itu adalah anaknya. Siapa saja yang telah melakukan kejahatan, harus diberi hukuman yang sesuai atas apa yang telah ia lakukan. Apakah yang akan terjadi selanjutnya?. Bisakah mereka melumpuhkan Putri Rara Saraswati?. Bagaimana pertarungan mereka?. Temukan jawabannya. Jangan lupa dukungannya ya pembaca tercinta.
...***...
__ADS_1