
...***...
Putri Andhini Andita telah berhasil mengejar Raden Jatiya Dewa. Sepertinya mereka kembali menuju ke arah Kerajaan Buana Dewa. Tapi apakah mereka akan terus berlari seperti ini sampai ke kerajaan Buana Dewa?.
"Si tuan putri kurang ajar itu memang gila. Bisa-bisanya dia lari tanpa henti-hentinya ke kerajaan buana dewa dalam keadaan seperti itu!." Kesabaran Putri Andhini Andita telah habis, dan ia sangat kesal. Sedangkan Raden Jatiya Dewa hanya tertawa kecil saja.
"Jika kita telah mengetahui tujuannya adalah kerajaan buana dewa. Maka kita tidak perlu khawatir." Raden Jatiya Dewa menghentikan larinya. Begitu juga dengan Putri Andhini Andita.
"Kenapa kau tidak terlihat cemas?. Apakah kau tidak takut jika dia berkata yang tidak-tidak nantinya?." Putri Andhini Andita sedikit khawatir.
"Dari pada mencemaskannya, kenapa kita tidak mengambil air wudhu saja. Karena telah memasuki waktu zuhur." Raden Jatiya Dewa mengamati matahari yang telah melewati kepala mereka. "Seperti yang kau katakan andhini andita. Nimas rara saraswati memang gila. Dia berlari sejauh itu tanpa henti, dan kita hampir saja meninggalkan sholat Zuhur hanya karena mengejar wanita hilang akal itu." Entah kenapa Raden Jatiya Dewa malah kesal sendiri mengingatnya. Sudah berapa lama mereka berlari hanya untuk mengejar Putri Rara Saraswati yang melarikan diri?.
"Astaghfirullah hal'azim ya Allah." Putri Andhini Andita menyadari kebodohannya. "Ya, kau benar jatiya dewa. Kalau begitu mari kita mencari tempat untuk berwudhu, atau bisa tayamum jika tidak ada air." Putri Andhini Andita segera mencari tempat yang berlawanan arah dengan Raden Jatiya Dewa. Tentunya mereka tidak ingin meninggalkan Sholat Zuhur.
Sementara itu, Putri Rara Saraswati masih terus berlari sambil mengingat perkataan dari Prabu Asmalaraya Arya Ardhana. Ia sangat tidak terima, dan merasa sangat terhina atas apa yang dikatakan oleh Prabu Asmalaraya Arya Ardhana. "Tunggu saja kau raja bodoh!. Kau pikir kau bisa menghina aku begitu saja?." Dalam hatinya sangat mengutuk itu. "Aku akan kembali padamu. Namun sebelum itu aku akan menyembuhkan dahulu wajahku ini. Aku akan meminta bantuan dari guruku. Aku yakin guruku bisa mengatasi masalah ini." Dalam hatinya mengingat siapa yang bisa membantunya. Di saat yang bersamaan, hatinya kembali memanas mengingat apa yang telah dilakukan oleh Putri Andhini Andita. "Andai saja aku tidak bertemu dengan perempuan laknat itu, pasti wajahku saat ini masih cantik. Aku bisa memikat raden jatiya dewa. Tapi wanita bedebah itu telah mengajari raden jatiya dewa dengan mantram yang sangat menyakitkan!. Sehingga aku tidak bisa memikat raden jatiya dewa!. Benar-benar wanita laknat!." Ia terus mengumpat sambil terus berlari kencang. "Awas saja kalian semua!. Akan aku bunuh kalian semua dengan jurus andalanku!." Teriaknya dengan suara yang sangat keras. Ia mengeluarkan rasa sakit yang ia rasakan saat ini. Sungguh, ia sangat membenci keadaannya saat ini.
__ADS_1
Kembali ke Raden Jatiya Dewa dan Putri Andhini Andita. Keduanya melaksanakan sholat Zuhur. Cukup membutuhkan beberapa menit, setelah itu mereka selesai. Putri Andhini Andita dan Raden Jatiya sedikit berunding.
"Masih satu hari setengah hari lagi, jika kita berjalan menuju istana kerajaan buana dewa." Raden Jatiya Dewa masih ingat dengan jelas jalan menuju Kerajaan Buana Dewa.
"Ya. Kau lebih mengetahuinya dari aku." Putri Andhini Andita tidak menyangkalnya.
"Tapi sepertinya akan agak lama, karena kita harus melaksanakan sholat di perjalanan. Atau kita kodho saja. Sama seperti yang dilakukan gusti prabu asmalaraya arya ardhana menuju istana kerajaan buana dewa." Raden Jatiya Dewa masih ingat ketika mereka terus berhenti karena Prabu Asmalaraya Arya Ardhana memintanya.
"Sholat bukanlah suatu halangan untuk kita berhenti. Jika telah masuk waktunya sholat, sebaiknya kita kerjakan. Jika kodho diperlukan karena keadaan mendesak, barulah kita lakukan." Putri Andhini Andita tidak mau terburu-buru, meskipun ia tadinya sangat cemas karena Putri Rara Saraswati telah jauh berada di depan mereka bukan.
"Kalau begitu mari kita teruskan perjalanan. Tidak baik berlama-lama berduaa di tempat sepi. Aku takut imanku akan goyah hanya karena pikiran buruk yang tiba-tiba saja melintas dalam pikiran ku." Putri Andhini Andita segera bangkit, ia segera pergi bersembunyi di balik pohon besar. Melepaskan mukena yang ia bawa, setelah itu ia mengenakan pakaian yang agak tertutup untuk menjaga pandangan Raden Jatiya Dewa.
"Baiklah. Aku mengerti." Raden Jatiya Dewa juga begitu. Ia tidak mau merusak imannya hanya karena terpesona dengan penampilan Putri Andhini Andita selama di perjalanan.
Kita tinggalkan sejenak keduanya yang sangat sulit untuk mengungkapkan perasaan cinta yang mereka rasakan. Mari kita simak Putri Rara Saraswati yang telah sampai di sebuah tempat yang tak jauh dari perbatasan wilayah kerajaan Buana Dewa. Di sana ada sebuah rumah tua gaib yang hanya bisa didatangi oleh orang-orang tertentu saja.
__ADS_1
"Tuan putri rara saraswati?." Seorang wanita tua sangat terkejut melihat kedatangan Putri Rara Saraswati dalam keadaan seperti itu.
"Ya, ini aku. Rara Saraswati."
"Memangnya apa yang terjadi pada tuan putri?. Sehingga wajah tuan putri seperti ini?." Wanita tua itu merasa bingung dengan apa yang terjadi.
"Nanti saja aku jelaskan guru. Saat ini wajahku sangat sakit sekali. Aku ingin wajahku kembali seperti semula. Aku ingin guru guru melakukan sesuatu pada wajahku." Ia sangat memohon pada gurunya itu.
"Baiklah kalau begitu tuan putri. Mari kita lakukan persiapan. Dan kebetulan malam ini malam yang sangat baik untuk melakukan ritualnya." Wanita itu tersenyum lebar. Ia juga sedang menguji ilmu baru yang ia dapatkan dari seseorang. Mungkin saja ia bisa memperagakannya pada Putri Rara Saraswati.
"Terima kasih karena guru mau membantuku. Akan aku jelaskan semuanya pada guru jika wajahku telah kembali ke bentuk semula." Putri Rara Saraswati berjanji untuk itu.
"Aku akan selalu membantu tuan putri. Selain sebagai guru, anggap saja ini adalah ucapan terima kasih ku karena tuan putri telah memberikan aku tempat tinggal yang bagus selama ini." Ia tidak akan menolak permintaan Putri Rara Saraswati. Karena Putri Rara Saraswati lah yang telah membantu dirinya melarikan diri dari kejaran serta hukuman dari kerajaan buana dewa atas kejahatannya di masa lalu. Tapi Putri Rara Saraswati malah menolongnya dengan memberikan tempat persembunyian yang bagus padanya. Itulah alasan kenapa ia tidak bisa menolak permintaan dari Putri Rara Wulan, dan malah menjadikannya sebagai guru pemikat hati laki-laki. Apakah yang akan terjadi selanjutnya?. Temukan jawabannya.
...***...
__ADS_1