KISAH CINTA TUAN PUTRI

KISAH CINTA TUAN PUTRI
TANTANGAN


__ADS_3

...***...


Putri Andhini Andita masih mengarahkan ujung pedangnya ke arah Putri Rara Saraswati. Tatapan matanya begitu tajam, dan sangat menusuk. Begitu juga ucapannya saat itu yang tidak bisa ia tahan lagi.


"Jika kau mencintainya, tidak usah banyak bicara atau banyak tingkah! Aku tidak suka pada sikap orang yang hanya bisa menyalahkan seseorang atas ketidakmampuannya dalam bertindak." Kata-kata itu begitu menusuk seperti pedang yang ia pegang saat ini. "Buktikan padaku jika kau memang mencintai raden jatiya dewa. Jika kau memang mencintainya lebih dari siapapun, maka aku akan membiarkan kau bersamanya. Tetapi, jika kau tidak bisa membuktikannya. Akan aku singkirkan kau. Karena kau telah berani berkata kurang ajar tentangku, dan kau memberikan kesan buruk terhadap diriku." Lanjutnya lagi. "Raden jatiya dewa bukanlah tipe laki-laki yang mudah jatuh cinta pada siapapun. Tapi jika dia telah jatuh cinta pada seseorang, maka dia akan mengusahakannya dengan cara yang baik. Jadi jangan kau samakan raden jatiya dewa dengan laki-laki lain yang pernah kau taklukkan." Sorot mata itu semakin tajam, seakan-akan ia melihat jauh ke dalam mata Putri Rara Saraswati.


Tentunya ucapan Putri Andhini Andita membuat Raden Jatiya Dewa dan Putri Rara Saraswati terkejut. Mereka tidak menduganya sama sekali atas apa yang mereka dengar. Seorang Putri Andhini Andita yang terlihat gahar akan berkata seperti itu?.


"Kau tidak usah banyak bicara!." Putri Rara Saraswati tidak terima dengan ucapan itu. "Aku jauh lebih mengenal siapa raden jatiya dewa dibandingkan kau!. Jadi kau tidak usah menasehati ku dengan kata-kata tidak berguna seperti itu padaku!." Suaranya terdengar membentak Putri Andhini Andita.


"Hem." Putri Andhini Andita tersenyum kecil. Ia menyimpan kembali pedang panggilan jiwa ke dalam tubuhnya. "Terserah kau saja." Ucapnya dengan cueknya. "Aku tidak peduli sama sekali." Ia membalikkan tubuhnya. "Tapi, jika kau berani merencanakan hal yang curang. Maka aku sendiri yang akan menyingkirkan mu. Kau telah berani meremehkan aku. Maka tidak semudah itu kau membawa raden jatiya dewa keluar dari istana ini." Ia hanya menoleh saja ke arah Putri Rara Saraswati. "Akan aku buat kau menyesal, karena kau telah berani bermain-main dengan bahuwirya andhini andita. Camkan semua apa yang aku katakan hari ini." Setelah berkata seperti itu Putri Andhini Andita meninggalkan mereka. Rasanya ia tidak mau melihat Putri Rara Saraswati yang telah berkata tidak sopan tentangnya.

__ADS_1


"Andhini Andita." Dalam hati Raden Jatiya tidak menduga sama sekali. "Aku pikir kau tidak menanggapinya." Ia tersenyum lembut menatap kepergian Putri Andhini Andita. "Aku kira kau sangat cuek padaku. Ternyata, sedikit-sedikit kau mengenali diriku." Raden Jatiya Dewa teringat dengan ucapan Prabu Asmalaraya Arya Ardhana. Ia pernah berkata padanya bahwa Putri Andhini Andita memang cuek, namun dalam sikapnya yang cuek itu ia memiliki perasaan perhatian yang sangat dalam. Hanya saja ia tidak menunjukkannya. Justru dengan sikap cueknya itu ia menunjukkan sikap sayangnya pada seseorang. "Apakah itu artinya kau juga memiliki perasaan yang sama denganku andhini andita?. Katakan padaku dengan kata-kata. Maaf jika aku tidak bisa menangkap semua pesan yang kau sampaikan melalui sikapmu." Raden Jatiya Dewa baru saja mendengarkan pengakuan dari Putri Andhini Andita dalam kemarahannya tadi?.


"Kau pikir aku takut dengan ancaman yang kau berikan padaku?. Akan aku buktikan padamu, jika aku benar-benar serius dengan apa yang akan aku lakukan." Hatinya memanas. Benar-benar tidak terima dengan ucapan Putri Andhini Andita.


"Sebaiknya kau pulang saja. Aku telah memutuskan, bahwa aku memang akan menikahi satu orang wanita saja. Yaitunya putri andhini andita. Jadi kau tidak usah membuktikan apapun padaku." Raden Jatiya Dewa menatap tajam ke arah Putri Rara Saraswati.


"Tidak semudah itu kau menyuruhku kembali. Aku tidak akan menyerah begitu saja!." Balasnya dengan senyuman licik.


"Aku tidak akan menyerah begitu saja raden. Kau boleh berlindung dibalik punggung wanita sombong itu. Akan aku hancurkan wanita itu, sehingga aku bisa menarik kembali dirimu." Itulah tekadnya. Ia akan menaklukkan hati Raden Jatiya Dewa, ia akan membuktikan bahwa ia adalah wanita pemikat hati laki-laki yang memandangnya.


"Terserah kau saja. Aku harap kau tidak mempermalukan dirimu sendiri. Aku tidak menjamin apa yang akan terjadi padamu nantinya." Raden Jatiya Dewa pasrah saja. "Tapi aku harap kau tidak menimbulkan perang antara kerajaan suka damai dengan kerajaan buana dewa. Jangan sampai kau mencemar nama baik paman patih. Aku akan mengantarmu pulang, jika kau berani berbuat tidak baik di sini. Jangan permalukan aku dengan sikapmu." Raden Jatiya Dewa benar-benar harus waspada. Karena sikap Putri Rara Saraswati yang selama ini dikenal akan melakukan apapun demi kesenangan yang ia inginkan.

__ADS_1


"Hmph!." Putri Rara Saraswati memalingkan wajahnya. Perasaan kesal membuncah dari hatinya karena ucapan Raden Jatiya Dewa. Ia tidak akan mundur, apalagi setelah mendengarkan tantangan dari Putri Andhini Andita. Apakah yang akan terjadi selanjutnya?. Temukan jawabannya.


Sementara itu Putri Andhini Andita. Saat ini ia berjalan menuju biliknya, karena sebentar lagi akan memasuki waktu ashar. Saat itu kebetulan ia melihat sosok yang tidak biasa.


"Bibi dianti cakrawati." Putri Andhini Andita tidak menyangka akan didatangi oleh sosok dari Putri Bahuwirya Dianti Cakrawati.


"Syukurlah kalau kau menganliku nimas. Kau sangat cantik sekali. Rasanya aku ingin hidup kembali, merasakan cinta pada seseorang yang aku cintai." Senyumannya begitu menawan hati. Sehingga siapa saja terpikat untuk melihatnya.


"Apakah benar bibi jatuh cinta pada ayahanda prabu?. Apakah bibi yang menggunakan pedang panggilan jiwa pedang pembangkit raga sukma dewi suarabumi?." Entah kenapa pertanyaan itu muncul begitu saja di kepalanya ketika melihat Putri Dianti Cakrawati. Rasa penasaran yang ada di dalam dirinya membuatnya ingin mengetahui kebenarannya. Ia ingin mendengar langsung dari orang yang bersangkutan. Apakah yang akan terjadi selanjutnya?. Bagaimana jawaban dari Putri Dianti Cakrawati?. Apakah kisah itu benar-benar terjadi di masa lalu?. Tapi bagaimana akhir kisah itu?. Temukan jawabannya. Dalam penuh cinta.


...***...

__ADS_1


__ADS_2