
...***...
Putri Andhini Andita masih penasaran dengan cerita tentang siapa saja yang telah menggunakan pedang panggilan jiwa. Tentunya bukan hanya ia saja, kan?. Pasti pendahulunya setelah kematian Prabu Bahuwirya Jayantaka Byakta, pasti ada seseorang yang bisa menggunakan pedang panggilan jiwa yang merupakan pilar utama dari kerajaan Suka Damai.
"Menurut mendiang gusti prabu bahuwirya jayantaka byakta. Jika ia meninggal, tentunya ada beberapa orang saja yang bisa menggunakan pedang itu." Sukma Dewi Suarabumi mencoba mengingatnya. "Dia yang memiliki tekad kebaikan yang sangat kuat, dia yang memiliki kemarahan namun bukan ke arah kedengkian, dia yang memiliki keteguhan hati untuk melindungi orang terkasih tanpa adanya pamrih, dia yang memiliki keberanian yang lebih dalam dari siapapun tapi di hatinya selalu memikirkan orang yang ia cintai dengan segenap hatinya. Itulah orang-orang yang bisa menggunakan pedang panggilan jiwa." Lanjutnya lagi. "Jika kau bertanya siapa saja keturunan gusti prabu bahuwirya jayantaka byakta yang telah menggunakan pedang itu, maka aku jawab ada empat dari keturunan gusti prabu yang telah menggunakan pedang ini demi melindungi adik yang mereka cintai." Ia hanya tersenyum kecil.
"Jadi begitu?. Ternyata bukan hanya hamba saja yang memiliki keinginan untuk melindungi adik yang dikasihi." Putri Andhini Andita tidak menyangka akan mendengarkan cerita itu. "Tapi apakah mereka jatuh cinta pada adiknya sendiri?." Putri Andhini Andita kembali bertanya.
"Aku rasa tidak semuanya. Hanya kau saja yang mengikuti apa yang aku lakukan di masa lalu." Jawabnya. "Aku telah menjadi saksi ketiga wanita hebat sebelum kau. Namun hanya kau saja yang benar-benar terhubung denganku." Kali ini raut wajah Sukma Dewi Suarabumi terlihat kesal. "Itu karena kau memiliki kisah menyedihkan seperti yang aku alami di masa lalu." Lanjutnya lagi sambil menatap ke atas.
"Maafkan hamba, jika hamba seperti itu." Putri Andhini Andita tidak tahu harus berkata seperti apa.
__ADS_1
"Putri bahuwirya dewi anantari putri dari gusti prabu bahaduri arya dewari, bahuwirya kemuning nareswari putri dari gusti prabu darsuki arya gantari, dan terkhir adalah kakak dari mendiang ayahandamu gusti prabu kawiswara arya ragnala, atau putri dari gusti prabu guindara arya jiwatrisna yang bernama bahuwirya dianti cakrawati." Sukma Dewi Suarabumi masih sangat ingat, siapa saja yang pernah menggunakan pedang panggilan jiwa. Menggunakan kekuatannya untuk melindungi istana ini?.
"Yunda dari ayahanda prabu?. Sungguh sangat mengejutkan, mendiang bibi diantari cakrawati menggunakan pedang itu." Putri Andhini Andita sangat terkejut, jika mendiang kakak dari ayahandanya pernah menggunakan pedang pusaka panggilan jiwa.
"Beliau meninggal karena sakit, beliau adalah wanita yang sangat bijaksana. Sangat menyayangi gusti prabu kawiswara arya ragnala. Bahkan ketika pengangkatan menjadi raja, beliau membela adiknya dengan penuh kebanggaan. Meskipun pada akhirnya beliau kalah dengan penyakit yang beliau rasakan." Sukma Dewi Suarabumi menyaksikan itu semua. "Termasuk dua orang putri raja sebelumnya mengalami sakit yang parah. Rasa keadilan yang ia miliki hanya untuk adik yang mereka sayangi. Sehingga mereka berakhir menyedihkan." Sukma Dewi Suarabumi merasakan itu. "Tapi mereka meninggal dengan penuh kebanggaan. Selain bisa menyentuh pedang panggilan jiwa dengan tangan mereka sendiri karena membela adik yang mereka kasihi, tapi mereka juga merasa bangga bisa mewarisi kekuatan itu dengan segenap hati mereka. Mereka tidak menyesal, meskipun pada akhirnya mereka meninggal karena penyakit atau sakit yang mereka rasakan." Sukma Dewi Suarabumi hampir saja menangis, ia menjadi saksi atas apa yang telah dilakukan ketiga wanita hebat sebelumnya yang pernah memegang pedang Panggilan jiwa.
"Apakah hamba juga akan mengalami nasib yang sama suatu hari nanti?." Putri Andhini Andita kembali bertanya.
"Kisah itu aku tidak mengetahuinya. Karena aku tidak memiliki kemampuan melihat masa depan seseorang. Kemampuan itu hanya dimiliki gusti prabu bahuwirya jayantaka byakta, raja-raja sebelumnya, juga raja sekarang yang sebenarnya telah ditakdirkan memiliki kemampuan itu untuk memastikan keadaan kerajaannya benar-benar aman atau tidak." Jawabnya.
"Bisa jadi seperti itu." Sukma Dewi Suarabumi tidak mengetahuinya dengan pasti. "Tapi aku harap kau selalu menjaga diri. Jangan sampai perasaan itu muncul kembali. Atau kau akan berakhir menyedihkan seperti aku, atau bahkan lebih parah dari yang aku alami." Sukma Dewi Suarabumi hanya memperingatkan saja.
__ADS_1
"Hamba akan mengusahakannya." Putri Andhini Andita hanya tersenyum kecil saja. Meskipun ia tidak yakin, apakah ia bisa melakukannya atau tidak.
"Tidak semua cinta harus memiliki andhini andita. Kau pikir mereka tidak memiliki perasaan apapun pada adiknya?. Mereka bahkan mencintai adiknya lebih dari siapapun. Namun satu hal yang mereka tanamkan, bahwa cinta itu tidak harus memiliki. Oleh karena itulah, dengan cinta yang mereka miliki, mereka akan melindungi orang-orang yang mereka cintai. Termasuk adiknya yang membutuhkan perlindungan dari mereka." Sukma Dewi Suarabumi masih ingat dengan semua itu. "Karena tidak dapat menahan perasaan cinta itu, pada akhirnya mereka menyerah dengan rasa sakit. Mereka sakit bukan karena sakit yang sebenarnya, akan tetapi sakit karena tidak bisa bertahan hanya berdalih melindungi adik yang mereka cintai. Itulah yang membuat mereka tidak bisa bertahan terlalu lama. Termasuk mendiang bibimu gusti putri bahuwirya dianti cakrawati." Sukma Dewi Suarabumi benar-benar mengetahui semuanya?.
"Rasanya hamba harus berhati-hati dengan perasaan ini." Ucapnya dengan nada lirih.
"Ya, kau harus berhati-hati andhini andita. Jika kau tidak ingin berakhir seperti pendahulu mu, termasuk seperti aku." Ucapnya dengan sambil melihat ke arah Putri Andhini Andita.
"Terima kasih atas cerita yang gusti putri katakan pada hamba. Sungguh kisah yang sangat luar biasa sekali." Putri Andhini Andita sangat senang mendengarnya. "Tapi bagaimana dengan saudara ayahanda prabu yang lainnya?. Kenapa tidak pernah datang ke istana ini?." Ya, perasaan penasaran lainnya menghinggapinya.
"Untuk mereka yang suka menentang atau tidak terima dengan keputusan ayahandamu menjadi raja, mereka lebih memilih untuk menjauh dari kerajaan suka damai. Begitulah yang terjadi sebelumnya. Namun mereka yang masih ingin mempertahankan hak, tentunya mengambilnya dengan paksa. Tali malang sekaki, mereka justru mati dalam keadaan yang tidak wajar. Hanya itu yang aku ketahui." Lanjutnya lagi.
__ADS_1
"Nanti aku akan meminta bantuan dari rayi prabu untuk melihat keadaan istana ini." Dalam hatinya masih penasaran. Apakah yang akan terjadi sebenarnya pada mereka semua?. Kenapa hanya keluarga Bahuwirya Dihyan Darya saja yang bertahan?. Apakah yang akan terjadi?. Temukan jawabannya.
...***...