
...***...
Prabu Asmalaraya Arya Ardhana saat ini sedang memeriksa keadaan Putri Andhini Andita. Ia tidak bisa melihat sakit apa yang dialami oleh kakaknya saat ini. Perasaannya sama sekali tidak nyaman, meskipun ia telah menyalurkan tenaga dalamnya ke tubuh kakaknya, tapi tetap saja itu sia-sia dan tidak ada tanggapan sekali. Prabu Asmalaraya Arya Ardhana terus mencobanya, tapi tetap saja tidak bisa.
"Astaghfirullah hal'azim ya Allah." Prabu Asmalaraya Arya Ardhana heran dengan apa yang terjadi. "Kekuatanku sama sekali tidak bisa mencapai kekuatan tenaga dalam yunda andhini andita." Dalam hati Prabu Asmalaraya Arya Ardhana merasa heran dengan apa yang terjadi pada kakaknya. Prabu Asmalaraya Arya Ardhana tidak bisa menyembuhkan kakaknya?. Itu tentunya membuat Ratu Gendhis Cendrawati, Ratu Dewi Anindyaswari, dan Raden Jatiya Dewa sangat terkejut saat mendengarkan Prabu Asmalaraya Arya Ardhana berkata seperti itu.
"Apa yang terjadi nanda prabu?. Apakah terjadi sesuatu pada ananda andhini andita?." Ratu Gendhis Cendrawati semakin mencemaskan keadaan anaknya. "Kenapa ananda andhini andita tertidur, dan tidak sadarkan diri seperti ini?. Apa yang terjadi sebenarnya padanya nanda prabu?." Hatinya sangat gelisah dengan apa yang terjadi pada anaknya saat ini.
"Katakan pada ibunda apa yang terjadi sebenarnya pada yunda mu nak?. Katakan pada kami." Ratu Dewi Anindyaswari juga mencemaskan keadaan Putri Andhini Andita. "Ibunda mohon lakukan sesuatu untuk menyelamatkan yunda mu nak." Ratu Dewi Anindyaswari berusaha untuk menahan dirinya untuk tidak menangis.
"Kami mohon pada gusti prabu untuk mengatakannya pada kami." Raden Jatiya Dewa begitu penasaran apa yang terjadi pada Putri Andhini Andita. "Kami mohon lakukan sesuatu." Raden Jatiya Dewa sampai memohon seperti itu karena khawatirnya pada Putri Andhini Andita. "Tidak biasanya gusti prabu mengalami kesulitan saat mengobati seseorang. Apakah yang terjadi sebenarnya padamu andhini andita?. Sehingga gusti prabu tidak mengobati mu?." Dalam hati Raden Jatiya Dewa merasa heran dengan itu. Tidak biasanya Prabu Asmalaraya Arya Ardhana gagal mengobati seseorang.
"Tenanglah ibunda, raden. Semua yang terjadi karena Allah SWT. Jangan sampai berputus asa dengan apa yang terjadi. Semua yang terjadi sesuai dengan takdir yang dituliskan oleh Allah SWT. Karena itulah kita harus berusaha untuk menyelamatkan yunda." Prabu Asmalaraya Arya Ardhana sebenarnya juga gelisah melihat keadaan kakaknya seperti ini, tapi ia tidak boleh menunjukkan kegelisahannya pada mereka saat ini.
"Kalau begitu cepat sembuhkan yunda mu nak. Ibunda takut tejadi sesuatu pada yunda mu." Ratu Gendhis Cendrawati memohon secepatnya anaknya segera diobati.
"Benar itu nanda prabu. Ibunda mohon lakukan sesuatu. Ibunda juga sangat takut terjadi sesuatu pada ananda andhini andita. Lakukan sekarang juga nak, jangan tunda lagi." Ratu Dewi Anindyaswari juga menyuruh anaknya agar cepat-cepat menyembuhkan Putri Andhini Andita.
"Benar itu gusti prabu. Hamba mohon cepat sembuhkan gusti putri andhini andita. Hamba takut, ada jin atau dukun yang berusaha untuk menyakitinya gusti prabu. Hamba mohon lakukan sesuatu." Raden Jatiya Dewa semakin mencemaskan keadaan Putri Andhini Andita.
"Maaf, ibunda, raden. Namun pada saat ini saya sama sekali tidak bisa melihat apa yang terjadi pada yunda. Karena begitu kuat hawa hitam yang menyelimuti yunda." Prabu Asmalaraya Arya Ardhana dengan berat hati mengatakan itu. "Tidak ada yang bisa dilakukan jika dalam keadaan seperti ini." Prabu Asmalaraya Arya Ardhana juga bingung dengan apa yang terjadi. "Tapi setidaknya nanda akan melakukan sholat hajat untuk meminta petunjuk kepada Allah SWT agar mendapatkan petunjuk, bagaimana caranya menyembuhkan yunda andhini andita." Prabu Asmalaraya Arya Ardhana hanya bisa berpasrah diri. Akan tetapi bukan berarti ia menyerah akan keadaan, hanya saja mencari cara terbaik untuk menyelamatkan kakaknya saat ini.
"Oh ananda andhini andita." Ratu Gendhis Cendrawati menangis sedih, ia mendekati anaknya. "Semoga ananda baik-baik saja nak." Ratu Gendhis Cendrawati tidak dapat menyembunyikan perasaannya yang sangat gelisah karena keadaan anaknya saat ini.
"Lakukan sesuatu nak. Lakukan sesuatu untuk menyelamatkan yunda mu nak." Ratu Dewi Anindyaswari juga menangis sedih, ia tidak kuasa mendengarkan ucapan anaknya.
"Maaf ibunda. Ananda tidak bisa melakukan penyembuhan terhadap yunda andini andita untuk saat ini." Prabu Asmalaraya Arya Ardhana juga sedih karena tidak bisa menyembuhkan kakaknya saat ini. "Tapi ibunda tidak perlu khawatir. Kita akan memikirkannya sama-sama bagaimana caranya menyembuhkan yunda. Percaya lah ibunda, ini hanya memerlukan waktu saja. Karena itulah banyak berdoa supaya yunda andhini andita segera sembuh ibunda, raden." Prabu Asmalaraya Arya Ardhana kembali mengingatkan mereka.
__ADS_1
"Astaghfirullah hal'azim ya Allah." Ratu Gendhis Cendrawati, Ratu Dewi Anindyaswari, dan Raden Jatiya Dewa mengucap kalimat istighfar. Mereka sadar karena telah memaksakan kehendak, meskipun itu adalah demi kesembuhan Putri Andhini Andita. Tapi bagaimana mungkin memaksa seseorang untuk melakukan hal yang mustahil?. Kecuali pertolongan Allah SWT. Akan tetapi sepertinya itu adalah ujian untuk Putri Andhini Andita agar lebih sabar menghadapi ujian di dalam hidupnya. Apakah Putri Putri Andhini Andita bisa bersabar dalam menghadapi cobaan ini?.
"Tapi, apa yang terjadi sebenarnya ananda andhini andita?. Nanda Prabu, tolong katakan pada ibunda nak." Ratu gendhis Cendrawati masih sedih dengan keadaan anaknya. "Kenapa ananda putri bisa tertidur seperti itu nanda prabu?. Jelaskan pada kami nanda prabu." Ratu Gendhis Cendrawati begitu khawatir, namun ia ingin mengetahui apa yang terjadi pada anaknya.
"Saat ini sukma yunda andini andita sedang ditahan ibunda. Tapi nanda tidak bisa membantunya. Kekuatan kegelapan yang menyelimuti tubuh yunda andini andita sangatlah kuat. Sehingga nanda tidak bisa melepaskannya." Prabu Asmalaraya Arya Ardhana menjelaskan pada Ratu Gendhis Cendrawati.
"Astaghfirullah hal'azim ya Allah." Ratu Dewi Anindyaswari dan Ratu Gendhis Cendrawati semakin menangis mendengarkan penjelasan Prabu Asmalaraya Arya Ardhana. Hati ibu mana yang tidak menangis mendengarkan kondisi anaknya yang seperti ini saat ini?.
"Andini andita aku pasti akan menolong mu. Karena itulah kau harus bersabar aku pasti akan menyelamatkanmu." Dalam Hati Raden Jatiya Dewa bertekad akan menyelamatkan sukma Putri Andhini Andita. "Bertahanlah jodohmu maka ia akan melakukan apapun untuk menyelamatkan mu andhini andita. Aku mohon bertahanlah." Dalam hati Raden Jatiya Dewa bertekad akan mencari cara untuk menyelamatkan Putri Andhini Andita.
Apakah Raden Jatiya Dewa Prabu asmara raya Arya Ardana bisa menolong Putri Andini Andita simak terus ceritanya.
...***...
Di satu sisi.
Sementara itu di dalam alam kesadaran Putri Andhini Andita. Saat ini putri andini andita berada baliknya. Ia tidak mau keluar dari biliknya karena semu orang yang ada di lingkungan istana kompak membenci dirinya?. "Kenapa semua orang membenciku?. Kesalahan apa yang telah aku lakukan sehingga mereka tidak lagi peduli padaku?." Dalam hatinya bertanya-tanya pada dirinya. Padahal sebelumnya ia tidak melukan apa-apa. "Sebenarnya apa yang telah aku lewatkan?. Rasanya aku sama sekali tidak mengerti apa yang terjadi." Dalam hatinya bertanya-tanya apa yang salah padanya saat ini?. "Mungkin mereka hanya berusaha mencari-cari kesalahan ku. Sehingga mereka melakukan hal yang buruk padaku. Sangat tidak enak untuk dirasakan, benar-benar orang rendahan." Dalam hatinya mengumpat dan mengutuk mereka yang telah berkata buruk tentang, juga perlakuan mereka yang sangat berbeda dari yang biasanya.
"Jatiya dewa mengatakan padaku, jika aku telah berubah? Berubah apanya?. Apa yang telah berubah dariku?. Sehingga mereka selalu menyalahkan aku, bahkan dia saja sering bersama dengan cahya candrakanti. Dia telah berani terang-terangan bermain serong denganku. Apakah dia mau aku bunuh sekalian bersama wanita itu?." Ia bergumam sendiri di biliknya. Hatinya yang saat ini dipenuhi oleh kebencian yang mendalam karena cinta. Putri andini aditya memang tidak mengerti apa yang sedang terjadi di dalam hidupnya mengapa perubahan seperti dialami. Apakah ia akan melakukan apa yang terlintas di dalam pikirannya?. Hanya waktu yang akan menjawab semuanya.
...***...
Sementara di alam sukma, Sukma Dewi Suarabumi.
Sukma prabu Bahuwirya Jayantaka Byakta sedang melakukan semua tim untuk memanggil sukma Prabu Asmalaraya Arya Ardana. Keduanya berusaha untuk melakukan itu tentunya untuk menolong putri andini andita yang mungkin saja saat ini sedang ditahan oleh dukun yang tidak di tahu identitasnya.
Sukma Prabu Bahuwirya Jayantaka Byakta mengatakan untuk selama ini supaya bisa menguatkan cahaya yang ada di dalam pedang panggilan jiwa, dengan begitu mereka bisa memancarkan cahaya tersebut pada pedang panggilan jiwa yang ada di dalam tubuh prabu Asmalaraya Arya Ardhana.
__ADS_1
"Sukma naga bumi. Sukma naga bumi aku memanggil mu. Dengarkan suaraku sukma naga bumi." Sukma prabu Bahuwirya Jayantaka Byakta mencoba memanggil sukmana naga bumi. Dengan kekuatan tenaga dalamnya ia berusaha untuk memanggil Sukma Naga Bumi.
Prabu Asmalaraya Arya Ardhana yang berada di ruang pribadi raja saat ini merasakan adanya panggilan jiwa. Prabu Asmalaraya Arya Ardhana segera melakukan semedi saat ia menangkap panggilan itu.
"Siapa, siapa yang telah memanggil sukma naga katakan siapa yang telah memanggil sukma naga di dalam tubuh ini?." Prabu Asmalaraya Arya Ardhana membalas panggilan itu.
"Ini aku, bahuwirya jayantaka byakta. Apakah kau mendengarkan apa yang aku katakan nanda prabu?." Sukma Prabu Bahuwirya Jayantaka Byakta sangat senang dapat balasan dari Prabu Asmalaraya Arya Ardhana.
"Eyang prabu?. Benarkah ini eyang prabu?." Prabu Asmalaraya Arya Ardhana sangat terkejut.
"Ya, ini aku." Balas Sukma Prabu Bahuwirya Jayantaka Byakta.
"Apa yang bisa nanda lakukan untuk eyang prabu?. Tolong katakan pada ananda." Prabu Asmalaraya Arya Ardhana sangat jelas menangkap suara Sukma Prabu Bahuwirya Jayantaka Byakta.
"Ananda prabu, apakah ananda prabu bisa mendengar suara ini dengan baik?. Jika iya maka datanglah ke bilik ananda andhini andita. Aku menunggumu di sana." Sukma Prabu Bahuwirya Jayantaka Byakta memberi petunjuk dimana ia berada saat ini.
"Baiklah, nanda akan datang ke sana. Eyang prabu tunggulah di sana." Prabu Asmalaraya Arya Ardhana mengerti dengan apa yang dikatakan oleh Sukma Prabu Bahuwirya Jayantaka Byakta.
"Cepatlah, kita tidak memiliki banyak waktu lagi. Karena ini sangat gawat, akan berbahaya jika tidak segera diatasi." Sukma Prabu Bahuwirya Jayantaka Byakta tidak sabar lagi.
"Baiklah eyang prabu. Nanda akan segera ke sana." Prabu Asmalaraya Arya Ardhana mengatur tenaga dalamnya, perlahan-lahan membuka matanya. Tanpa banyak membuang waktu Prabu Asmalaraya Arya Ardhana segera menuju bilik Putri Andhini Andita. Dan saat itu ia tidak sengaja berpas-pasan dengan Raden Jatiya Dewa.
"Apakah hamba boleh ikut gusti prabu?." Dengan hati-hati ia bertanya.
Prabu Asmalaraya Arya Ardhana hanya menganggukkan kepalanya. Setelah itu keduanya segera pergi menuju bilik Putri Andhini Andita. Apakah yang akan terjadi selanjutnya?. Simak terus ceritanya ya.
...***...
__ADS_1