KISAH CINTA TUAN PUTRI

KISAH CINTA TUAN PUTRI
KEINGINAN


__ADS_3

...***...


Saat ini Putri Andhini Andita sedang bersama Raden Jatiya Dewa. Itu karena Raden Jatiya Dewa ingin mendengarkan sebuah kisah mengapa Putri Andhini Andita waktu itu menangis. Bagaimana bisa seorang Putri Andhini Andita bisa menangis tanpa alasan yang biasa?. Pasti ada penyebabnya kenapa ia bisa menangis seperti itu bukan?. Mari kita dengarkan apa alasannya.


"Sejak saat aku bertemu dengan nenek putih, ia membuka mata batinku. Aku bisa melihat hal yang gaib. Termasuk ketika aku ingin mencoba melihat apa yang terjadi pada mendiang raden raksa wardhana." Putri Andhini Andita menjelaskannya. "Aku bisa melihatnya, meskipun tidak sehebat yang dilakukan oleh rayi prabu." Lanjutnya lagi.


"Lalu apa yang kau lihat saat itu?. Kau menyebut nama raka ganendra garjitha, raka gentala giandra. Siapa mereka?. Aku hanya mengetahui kau memiliki satu orang raka saja." Tentunya ia penasaran. "Apakah sebelumnya kau memiliki orang raka lainnya andhini andita?." Perasaan penasaran yang begitu kuat, karena yang ia ketahui hanyalah ada satu raka di istana Kerajaan Suka Damai saat ini.


Putri Andhini Andita menatap langit yang dihiasi awan putih, mereka berada di taman istana saat ini. "Mereka adalah raka ku dari mendiang ibunda ratu ardiningrum bintari, istri pertama mendiang ayahanda prabu. Saudara kandung dari yunda ratu agung." Putri Andhini Andita tidak akan pernah melupakan itu.


"Saudara kandung dari ratu agung?. Maksudmu dari gusti ratu agung bahuwirya ambarsari bimantara?." Raden Jatiya Dewa sedikit mengetahui jika salah satu anggota keluarga besar Bahuwirya menjadi ratu agung di kerajaan Mekar Jaya.


"Ya, tentu saja. Namun mereka telah lama meninggal, karena perbuatan buruk yang telah mereka lakukan. Membuat mereka mendapatkan karma yang paling menyedihkan." Putri Andhini Andita tidak tahu harus mengatakan semuanya pada Raden Jatiya Dewa atau menyembunyikan apa yang terjadi. "Mereka mendapatkan hukuman mati, karena telah berkhianat pada kerajaan mekar jaya." Ia juga mendapatkan berita itu dari adiknya pada saat itu. Meskipun tidak langsung berada di Kerajaan Mekar Jaya, tapi informasi itu sampai juga di kerajaan Suka Damai.


"Sungguh cerita yang belum aku mengerti." Raden Jatiya Dewa masih penasaran, perbuatan apa yang telah mereka lakukan. "Tapi tragis sekali, jika mereka mati sebagai pengkhianat." Raden Jatiya Dewa tidak bisa membayangkan, jika salah satu anggota kerajaan melakukan pengkhianatan terhadap keluarganya sendiri demi kekuasaan.


"Baiklah jatiya dewa. Sebaiknya kita segera menyelesaikan masalah yang akan terjadi. Sebelum kerajaan ini diambil alih oleh orang-orang jahat. Sebaiknya kita kita bergegas untuk mencegahnya." Putri Andhini Andita bangkit dari duduknya.


"Lalu kapan kau akan menceritakan padaku, bagaimana itu terjadi andhini andita?. Apakah aku boleh mengetahuinya?." Raut wajahnya sangat menggambarkan bagaimana rasa ingin tahunya mengenai kedua Raka dari Putri Andhini Andita yang telah lama meninggal.


Putri Andhini Andita sedikit menghela nafasnya, sejak kapan Raden Jatiya Dewa tertarik dengan kisah orang lain?. "Lain kali akan aku ceritakan. Tapi kita harus fokus dengan masalah yang terjadi saat ini." Putri Andhini Andita tidak janji, hanya saja untuk saat ini ia tidak bisa menceritakannya.


"Baiklah. Aku akan menunggunya dengan sabar. Aku hanya ingin mendengarkan kisah itu saja." Raden Jatiya Dewa juga hanya nurut saja. Toh, rasanya percuma saja ia melawan, jika pada akhirnya ia akan kalah berdebat dengan Putri Andhini Andita. Apakah yang akan mereka lakukan selanjutnya?. Temukan jawabannya.


...***...

__ADS_1


Sementara itu Pangeran Abinaya Bena sedang menunggu kedatangan Putih, yang katanya ingin berlatih ilmu kanuragan dengannya. Agak cukup lama menunggu, ia melihat sosok gadis desa yang memiliki senyuman yang manis menurutnya. Apakah Pangeran Abinaya Bena telah terpikat oleh sosok Putih?. Entahlah, ia juga tidak mengerti kenapa ia bisa terpikat akan kecantikan gadis desa itu?.


"Maafkan hamba gusti pangeran. Hamba datang agak terlambat." Putih, atau nama aslinya Putri Andhini Andita memberi hormat.


"Tidak apa-apa nini putih. Langsung saja kita lakukan bersama." Pangeran Abinaya Bena sepertinya tidak sabar lagi ingin mengajarkan beberapa ilmu kanuragan pada gadis desa itu. "Akhirnya dia datang juga." Dalam hatinya merasa sangat senang melihat kedatangan Putih yang entah sejak kapan ia menunggu gadis cantik itu?.


"Baiklah gusti pangeran." Putih hanya tersenyum kecil saja. Setelah itu melakukan persiapan, tentunya supaya latihan yang mereka lakukan lebih sempurna.


"Setelah aku berhasil melakukan penaklukan di daerah ini, maka aku membawamu. Aku akan menjadikanmu istriku." Dalam hatinya memiliki beberapa ambisi yang sepertinya sangat luar biasa. "Kau adalah wanita yang sempurna untuk menjadi istri dari abinaya bena." Dalam hatinya merasakan kebahagiaan yang ia dambakan selama ini. Memiliki istri cantik, bisa ilmu kanuragan, dan bisa menyenangkan hatinya. Jadi Pangeran Abinaya Bena memiliki tujuan di dalam dirinya?. Apakah itu adalah hal yang baik?. Atau hal yang akan merugikan nantinya?. Apakah yang akan ia lakukan? Ke arah buruk atau ke arah kebaikan?. Temukan jawabannya.


...***...


Sedangkan Raden Jatiya Dewa melihat dua orang yang mencurigakan sedang menyamar?. Karena mendapatkan perintah langsung dari Prabu Asmalaraya Arya Ardhana, tentunya Raden Jatiya Dewa harus mengetahui apa yang akan dilakukan oleh mereka di Kerajaan Suka Damai. Tidak akan ia biarkan orang-orang jahat berkeliaran bebas di wilayah ini. "Sepertinya mereka mulai bergerak, mengamati bagaimana kekuatan di kerajaan suka damai." Raden Jatiya Dewa mengamati apa saja yang mereka lakukan. "Sungguh sangat keterlaluan atas apa yang akan mereka lakukan." Raden Jatiya Dewa sangat geram dengan tindakan yang akan mereka lakukan. Namun ia tidak bisa menangkap mereka begitu saja. Karena itulah ia harus bersabar terlebih dahulu. Jika ia tergesa-gesa, maka akan membuat musuh tampak mencurigainya.


"Seperti yang dikatakan oleh gusti prabu. Sepertinya bantuan dari beberapa pendekar di setiap desa." Raden Jatiya Dewa telah mengabarkan berita tersebut atas perintah prabu Asmalaraya Arya Ardhana. Tentunya ia akan meminta bantuan pada mereka untuk memudahkan pekerjaan yang ia lakukan. Apalagi ini masalah yang sangat besar, ia tidak bisa bergerak sendirian.


"Benarkah?. Apakah dia seorang pendekar?." Barja penasaran, bagaimana mungkin ada seseorang yang berani mengikuti mereka?. "Apakah ia mencurigai apa yang sedang kita lakukan sekarang?." Terlihat raut wajah ketakutan, karena ia tidak ingin rencana yang diberikan pangeran Abinaya Bena sampai gagal akibat tindakan ceroboh yang mereka lakukan.


"Bisa jadi dia adalah seorang pendekar. Karena hawa keberadaannya sangatlah tipis. Dia berusaha untuk menyembunyikan keberadaannya." Ia mencoba mencari titik keberadaan orang yang mengikuti mereka. Namun masih belum bisa merasakannya. "Sepertinya ia memiliki jurus halimun yang sangat kuat." Bisiknya lagi.


"Lalu apa yang harus kita lakukan?. Apakah kita akan berhenti terlebih dahulu?." Barja memang tidak bisa merasakannya sama sekali. "Supaya kita tidak terlihat mencurigakan sama sekali." Ya, mungkin itu adalah pilihan untuk sementara waktu ini.


"Apakah itu tidak akan mengganggu rencana gusti pangeran?. Bisa gawat jika kita gagal melakukannya."


"Untuk sementara waktu ini saja, kita pergi."

__ADS_1


Apakah yang akan mereka lakukan setelah ini?. Apakah itu akan mempengaruhi rencana mereka?. Temukan jawabannya.


...***...


Kembali ke Putri Andhini Andita dan Pangeran Abinaya Bena yang sedang latihan. Memang hanya ilmu kanuragan dasarnya saja yang diajarkan Pangeran Abinaya Bena. Namun setidaknya ilmu kanuragan itu bisa berfungsi untuk menjaga dirinya. Setelah itu mereka beristirahat sejenak. Namun rasanya Pangeran Abinaya Bena sangat kagum akan kecantikan yang dimiliki oleh Putih.


"Maaf, jika aku lancang. Apakah aku boleh bertanya nini putih?." Ia mencoba untuk tersenyum, walaupun terlihat tipis.


"Apa yang gusti pangeran tanyakan pada hamba?." Dengan suara yang ramah ia membalas ucapan Pangeran Abinaya Bena.


"Apakah kau mau ikut bersamaku setelah aku kembali ke kerajaanku?." Dengan hati-hati ia bertanya. Takut gadis yang telah mencuri hatinya itu akan salah faham padanya.


"Kenapa gusti pangeran ingin mengajak hamba?. Apakah hamba diperlukan di istana nantinya?." Dengan wajah yang polos ia bertanya kembali.


"Ya. Tentu saja." Jawabnya dengan senyuman ramah. "Kau adalah wanita yang sangat cantik, dan aku akan membuatmu menjadi istri ku yang terhormat nantinya." Dalam hati Pangeran Abinaya Bena tersenyum lembut. Sepertinya ia telah tertarik pada Putri Andhini Andita. Entah kenapa, kemahirannya dalam mengolah ilmu kanuragan membuat Pangeran Abinaya Bena merasa tertarik, dan ingin memiliki Putih untuk menjadi isterinya?.


"Baiklah. Jika memang hamba diperlukan, hamba akan ikut bersama gusti pangeran." Putih hanya bisa mengiyakan apa yang diinginkan Pangeran Abinaya Bena. Meskipun ia tidak mengetahui apa yang diinginkan Pangeran Abinaya Bena dengan membawanya.


"Syukurlah kalau kau mau ikut denganku." Rasanya Pangeran Abinaya Bena sangat senang mendengarkan ucapan Putih. Rasanya ia sudah tidak sabar lagi ingin melakukan semuanya sesuai dengan rencananya.


Pada hari itu, Putih benar-benar dilatih oleh Pangeran Abinaya Bena. Banyak hal yang mereka lakukan, bahkan Pangeran Abinaya Bena benar-benar jatuh cinta pada Putih. Hatinya benar-benar telah terpikat oleh sosok Putih yang tampak sempurna di matanya.


"Ayahanda prabu. Maafkan aku, jika aku agak lama melakukan tugas yang ayahanda prabu berikan pada nanda. Karena nanda saat ini ingin menikmati kebersamaan dengan seorang wanita yang telah memikat hati nanda." Dalam hati Pangeran Abinaya Bena mengagumi setiap gerakan yang dilakukan oleh Putih. Setidaknya ia melakukan itu selama dua hari kedepannya. Ia mengajari Putih dengan baik, tanpa adanya kecurigaan setiap waktu-waktu tertentu Putih ingin melakukan sesuatu.


Sementara itu, Raden Jatiya Dewa kadang mengamatinya dari jauh. Entah kenapa hatinya benar-benar bergetar sakit, saat melihat Putri Andhini Andita bersama seorang pangeran yang menurutnya sangat menyebalkan. Apakah ia akan membiarkan ini terus terjadi?. Apakah ia akan bertahan saja melihat itu semua terjadi?. Tidak, sangat tidak yakin jika ia akan bertahan melihat itu. Apakah yang akan terjadi selanjutnya?. Temukan jawabannya, jangan lupa dukungannya ya.

__ADS_1


...***...


__ADS_2