Liberator

Liberator
Bab 27 - Hukuman


__ADS_3

Benteng Liberator, cabang Amerika Utara.


Lantai B19.


Dalam ruang rapat yang besar ini, seluruh anggota Liberator berkumpul dengan pengecualian 2 orang. Yaitu Axel dan juga James.


Keduanya tak hadir dalam rapat darurat ini.


Atau lebih tepatnya, tak bisa hadir.


Di ujung ruang rapat ini, Oracle nampak berdiri sambil membuat ekspresi wajah yang nampak begitu kesal, marah, sekaligus sedih.


"Eva. Kau membuat 3 kesalahan besar dalam misi kali ini. Pertama, kau meninggalkan James tanpa menyuntikkan Flux Booster padanya.


Kedua, kau membiarkan Axel bertarung sendirian dengan monster tingkat C+ dalam pusat pembuangan itu.


Dan ketiga, kau menyuntikkan Flux Booster sebanyak 2 kali secara berturut-turut kepada Axel. Apakah kau paham akibat dari kesalahanmu itu? Kau hampir saja membuat 2 Liberator terbunuh dalam misi ini." Tegas Oracle dengan tatapan mata yang mengarah tepat pada sosok Eva itu.


Di hadapannya, Eva hanya bisa terdiam. Ia menundukkan wajahnya, hanya berani untuk menatap ke lantai ruang rapat utama ini.


Selain Oracle, tak ada satu pun Liberator lain yang berbicara. Mereka semua hanya memperhatikan sosok Eva yang sedang diadili itu.


"Setengah dari kejadian ini, termasuk dalam kategori kecelakaan. Siapa yang menyangka bahwa akan ada Lizardmen dengan sisik sekeras itu, yang menyerupai pertahanan dari monster tingkat B.


Tapi setengahnya lagi adalah kesalahanmu dalam mengambil keputusan di situasi darurat. Atas tiga kesalahanmu itu, aku menjatuhi mu hukuman di penjara ruang isolasi selama 6 hari.


Ku harap kau dapat memanfaatkan 6 hari itu untuk mengoreksi dirimu sendiri. Johann, bawa dia." Jelas Oracle panjang lebar kepada Eva itu.


Eva hanya terus terdiam


Menyadari segala kesalahannya atas rasa panik yang menguasai dirinya pada saat itu.


"Ayo, ikut dengan ku." Ucap Johann sambil menarik lengan Eva dengan kuat.


Ia adalah seorang Pria dengan badan yang cukup besar dan kekar. Rambutnya cukup pendek dengan warna pirang.


Johann segera menuntun Eva menuju ke lantai B21. Sebuah lantai yang pada umumnya tak bisa diakses, kecuali dalam kasus tertentu.

__ADS_1


Yaitu ketika hendak digunakan sebagai tempat pertahanan terakhir, sebagai bunker atau ketika dalam masa damai, sebagai sebuah penjara isolasi.


"Aku tak tahu apa yang kau pikirkan saat itu. Tapi kau cukup beruntung, bahwa bocah baru itu bisa selamat dari dua suntikan Flux berturut-turut." Ucap Johann tanpa sedikit pun melihat ke arah Eva.


Suaranya begitu berat dan dalam, dan terkesan cukup mengintimidasi.


Mendengar hal itu, Eva nampak sedikit lega. Apa yang diharapkannya hanyalah agar Axel sekaligus James tetap selamat dari misi sebelumnya. Tak peduli apa yang akan terjadi padanya saat ini.


"Tak ingin menjawab?" Tanya Johann, kini sambil melirik ke arah Eva.


Eva masih tetap diam sambil memandang ke arah lantai besi ini.


"Baiklah. Jangan menaruh dendam padaku, aku hanya menjalankan perintah sesuai dengan protokol. Ku harap kau segera dibebaskan." Ucap Johann sambil mendorong masuk Eva ke dalam sebuah penjara isolasi yang sangat kecil.


Ukuran dari ruangan penjara isolasi itu hanyalah 2x2 meter saja. Dengan tinggi yang juga hanya 2 meter. Membuat tak banyak gerak yang bisa dilakukan oleh tahanan dalam penjara ini.


Tak hanya itu, seluruh bagian dari ruang sel penjara isolasi itu terbuat dari baja yang tebal. Yang tak mungkin untuk dirusak secara paksa bahkan dengan kekuatan Liberator sekalipun.


Satu-satunya cahaya yang masuk ke dalam penjara itu hanya berasal dari celah kecil, yang seukuran setebal dua jari dan sepanjang setengah lengan. Dengan posisi yang setinggi kepala seseorang.


"Eva, ini hanya pendapatku saja tapi.... Kau telah bekerja dengan baik." Ucap Johann dari balik pintu baja yang telah tertutup rapat itu.


......***......


Ruang Pemulihan.


Di dalam ruangan yang berisi banyak tabung kaca besar ini, tiga orang nampak berdiri di hadapan salah satu tabung.


Cairan kehijauan yang memenuhi tabung itu serta membalut tubuh seorang pemuda berambut kecoklatan itu nampak begitu tenang.


Tak banyak pergerakan di dalamnya.


Pemuda itu tak lain adalah Axel itu sendiri.


Sedangkan tepat di sebelah tabung tempat Axel dirawat, terdapat tabung lain yang juga nampak sedang menyala. Di dalamnya, terdapat seorang Pria dengan banyak bekas luka di tubuhnya.


Ia tak lain adalah James.

__ADS_1


Semenjak ditinggalkan oleh Eva, beberapa Lizardmen yang berhasil kabur dari pusat pembuangan itu mulai menguntit James dan menyerangnya. Segera setelah Eva pergi.


James dapat mempertahankan dirinya sendiri dengan sisa kekuatannya. Tapi dengan harga yaitu tubuhnya yang tercabik-cabik oleh beberapa ekor Lizardmen yang menyerangnya.


Untungnya, Eva datang tepat waktu sebelum James terbunuh dan berhasil menyelamatkannya dari kondisi yang sangat kritis.


Tapi yang lebih parah daripada James adalah Axel itu sendiri.


"Bagaimana keadaannya?" Tanya Oracle yang terus memandangi sosok Axel yang tertidur dalam tabung itu.


"Sebuah keajaiban Ia bisa selamat. Tidak.... Kata keajaiban saja tak cukup untuk menggambarkan apa yang terjadi pada Axel." Jelas Frans sambil terus membaca ulang berkasnya.


Di samping mereka berdua, Leona nampak terus memperhatikan monitor mengenai kondisi kesehatan Axel. Sebelum akhirnya Ia turut memberikan pendapatnya atas pertanyaan dari Oracle.


"Secara statistik, Axel bisa dikatakan melempar koin sebanyak 23 kali berturut-turut dan selalu jatuh pada posisi ekor.


Atau lebih mudahnya, Ia memiliki kesempatan yang lebih tinggi untuk membeli hanya satu tiket lotre dan memenanvkan hadiah utama sebanyak 6 kali berturut-turut daripada selamat dari kejadian ini." Jelas Leona.


Apa yang dikatakannya, adalah sebuah peluang keberhasilan yang hanya sebesar 0.0000001% saja. Dan Axel berhasil meraihnya.


"Tapi bagaimana bisa?" Tanya Oracle yang sangat kebingungan.


"Itu lah yang sangat aneh dalam kasus Axel ini. Meskipun, sebagian besar sel tubuhnya menderita kerusakan yang sangat parah." Balas Frans sambil memperhatikan sosok Axel itu.


Pada tubuh Axel, mulai dari punggung hingga ke bagian rusuknya, kulit Axel telah berubah menjadi berwarna biru kehitaman.


Sebuah fenomena yang terjadi ketika seseorang mengalami kontak dengan energi Flux secara berlebihan.


Sel yang mengalami kerusakan itu, dapat dikatakan berada diantara kematian dan kehidupan.


Di satu sisi, mereka hidup dengan energi yang sangat melimpah dalam selnya.


Tapi di sisi lain, karena energi itu begitu melimpah, sel itu juga dapat dikatakan mati karena Flux memaksa sel tersebut beraktivitas jauh lebih banyak daripada kebutuhan energi sebuah kota.


Yang mana evolusi dalam tingkat sel terus menerus terjadi dalam waktu yang sangat singkat.


Menyadari hal itu, Oracle hanya bisa mendekatkan telapak tangan kanannya pada kaca tabung itu. Berharap agar Axel bisa selamat dari semua ini.

__ADS_1


"Axel, jangan mati." Ucap Oracle singkat sebelum akhirnya meninggalkan ruang perawatan ini bersama dengan Leona dan Frans.


__ADS_2