
"Apa kau bilang?" Tanya Axel terkejut setelah mendengar pernyataan dari dokternya itu.
Sambil berdiri, dokter itu pun menjawab pertanyaan Axel.
"Kloning, apakah kau pernah mendengar istilah itu? Pada intinya, mereka membuat 'Akane' baru dengan dasar kekuatan api 'Akane' yang sebenarnya, lalu memodifikasinya.
Dengan A-01 merupakan yang terkuat dan A-06 adalah yang paling lemah. Meski penggunaan kekuatan mereka sedikit berbeda, tapi dasarnya tetap sama. Yaitu elemen api." Jelas dokter itu sambil terus berjalan ke arah pintu.
Axel sendiri hanya bisa menganga.
Tentu saja, selama Ia menempuh pendidikan sepanjang hidupnya, Axel pernah mendengar istilah kloning atau klon.
Yaitu sebuah teknologi yang sangat ditentang oleh umat manusia. Karena kemampuannya untuk membuat salinan sempurna atas suatu makhluk hidup yang digunakan sebagai dasar salinan.
Entah itu tumbuhan, hewan, bahkan manusia.
Semuanya bisa disalin dengan sempurna menggunakan teknologi itu.
Dikatakan, teknologi kloning ini menyaingi kehendak dari 'Tuhan' dan membuat banyak pemuka agama di dunia menentangnya.
Tapi kini....
Di saat tak ada lagi pemerintahan dan pemuka agama, serta komunitas ilmuan dengan moral yang tinggi....
Takkan ada yang melarang mereka menggunakan teknologi itu.
"Jika kau ingin tahu lebih banyak lagi mengenai dunia ini, ikut denganku. Jika tidak, tetap lah berbaring di ranjang itu." Lanjut dokter itu yang terlihat telah siap meninggalkan ruangan ini.
Pikiran Axel kini dipenuhi dengan kebimbangan. Di satu sisi Ia memang ingin mengetahui lebih lanjut atas apa yang sebenarnya terjadi di dunia ini.
Tapi di sisi lain....
"Apakah.... Aku harus kembali bertarung jika aku menerima operasi kalian untuk menyembuhkan tubuhku?" Tanya Axel penasaran.
Dengan santai, dokter itu pun menjawab.
"Tidak. Kami berbeda dengan Liberator. Kami tak pernah memaksa seseorang bertarung demi impian kami. Tapi memang benar, jika operasi itu berhasil.... Kau akan sedikit lebih kuat daripada manusia biasa. Tidak. Kau akan lebih kuat dari Liberator." Jelas dokter itu.
Axel pun menelan ludahnya sendiri.
Dirinya hanya ingin sebuah kedamaian dalam kehidupan ini. Hidup bersama dengan adiknya dan juga rekan-rekannya.
Tapi kenapa?
Kenapa Ia selalu terseret dalam situasi seperti ini? Situasi dimana seakan-akan....
Dunia memaksa dirinya ikut serta.
"Akan ku tentukan berdasarkan apa yang akan kalian jelaskan padaku nanti." Balas Axel sambil terus menatap lantai.
Senyuman tipis pun terlihat di wajah dokter itu.
"Tentu saja. Mari, ikut denganku."
__ADS_1
Secara perlahan, dokter itu kembali berjalan ke arah ranjang Axel. Membantunya untuk berjalan meninggalkan ruangan ini.
Segera setelah melewati pintu di ruang perawatan ini, Axel dapat melihat ratusan prajurit yang bekerja keras di dalam kapal selam ini.
Semuanya terlihat sibuk menjalankan tugas mereka masing-masing. Beberapa terlihat sedang mengoperasikan komputer. Beberapa lagi terlihat sedang mengendalikan pergerakan dari kapal selam ini.
Dan sisanya lagi, terlihat sedang berkomunikasi melalui perangkat komputer dan earphone itu.
"Kapten. Axel ingin mengetahui lebih lanjut tentang dunia ini." Ucap Dokter itu.
"Sebelum itu, bagaimana kondisinya? Dia baik-baik saja kan, Dmitri?" Tanya Kapten Asimov pada dokter itu.
"Sedikit lebih baik. Setidaknya Ia takkan mati."
"Bagus. Jadi.... Bagaimana? Kau sudah siap?" Tanya Kapten Asimov sambil menepuk pundak Axel dengan cukup keras.
Axel bisa merasakannya pada saat itu juga tangan besar dan kuat milik Asimov.
'Dia.... Manusia bukan? Tapi kekuatan ini....' Pikir Axel dalam hatinya setelah merasakan betapa beratnya tekanan dari tangan kanan Asimov.
"Siap? Memangnya, apa yang akan ku ketahui?"
Asimov hanya tersenyum. Ia kemudian menekan beberapa tombol di komputer pada kursi kapten di kapal selam ini.
Dengan segera, tampilan pada layar besar di bagian depan kapal selam ini berubah. Dari tampilan yang semula memperlihatkan berbagai informasi radar dan sonar agar semua orang bisa melihatnya dengan mudah....
Kini menjadi sebuah globe dengan bentuk hologram berwarna biru pada layar tersebut.
"Aku takkan memaksakan pandanganku. Jadi pilih lah, dari seluruh dunia ini bagian mana yang ingin kau ketahui." Ucap Asimov dengan penuh rasa percaya diri.
"Fuuuuh...." Dengan santai, Asimov menggigit dan menghisap cerutu itu.
'Deg! Deg!'
Jantung Axel mulai berdetak kencang.
Apakah Ia siap untuk mengetahui kenyataan yang sebenarnya dari dunia ini?
Lagipula, apakah yang akan disampaikan oleh Rusia ini adalah sesuatu yang benar-benar terjadi?
Berapa kali pun Axel memikirkannya, 6 buah lingkaran merah yang menyala pada globe hologram itu benar-benar membuatnya penasaran.
Enam lingkaran itu mewakili 6 kekuatan besar di dunia saat ini.
Amerika Utara, Asia Timur, Asia Tenggara, Timur Tengah, Uni Eropa dan Rusia.
'Glek!'
Setelah mempersiapkan dirinya, Axel menanyakan faksi yang paling mencurigakan baginya. Dan faksi yang menyebabkan semua kesengsaraan ini terjadi padanya.
"Asia Timur.... Bisakah kau menjelaskan mengenai mereka lebih lanjut lagi?" Tanya Axel.
"Fuuuuh.... Tentu saja." Balas Asimov singkat sambil menghembuskan asap cerutunya.
__ADS_1
Ia kemudian terlihat mengutak-atik komputernya beberapa kali. Tampilan pada layar besar di bagian depan itu kembali berubah.
Kini, menunjukkan berbagai informasi mengenai Liberator cabang Asia Timur.
Puluhan, bahkan ratusan jendela informasi utama lengkap dengan gambar pendukung nampak muncul di layar besar itu. Semakin besar ukuran jendela informasi yang muncul, semakin penting pula informasi tersebut.
Jika diperhatikan dengan baik-baik, informasi tersebut nampak berasal dari internet. Sisa-sisa dari internet di jaman dahulu kala.
...[Liberator, sebuah proyek manusiawi? Atau sebuah upaya untuk menentang Tuhan?]...
...[Keberadaan energi Flux diperkirakan akan menjadi batu lompatan evolusi umat manusia berikutnya!]...
...[Artificial Intelligence diketahui membantu para ilmuan untuk mengungkap potensi dari Flux.]...
...[Pembangunan gerbang dimensi disponsori oleh Jepang dan Cina! Sebuah usaha internasional pertama dimana Barat dan Timur bersatu!]...
Beberapa informasi dengan jendela berukuran besar itu terlihat dengan jelas oleh Axel. Sebagai warga negara biasa selama masa revolusi Flux itu, Axel sama sekali tak mengetahui berbagai berita tersebut.
"Kisah mengenai Liberator sendiri cukup panjang. Tapi singkatnya, para petinggi dari New World Order memanfaatkan Flux untuk memperkuat kekuatan militer umat manusia.
Tapi sayangnya, para monster dimensi itu datang lebih awal dibandingkan perkiraan para ilmuan." Jelas Asimov.
Axel yang mendengar hal itu merasa ada hal yang sangat aneh.
"Tunggu! Datang lebih awal? Maksudmu.... Mereka tahu bahwa para monster itu akan menyerbu dunia ini?" Tanya Axel panik.
Asimov nampak tersenyum lebar. Memamerkan giginya pada Axel.
"Kau benar. Para ilmuan di seluruh dunia sudah tahu itu. Tapi mereka memperkirakan monster itu baru akan tiba 1 hingga 2 tahun dari sekarang. Memberikan NWO kesempatan untuk menyempurnakan proyek Liberator mereka.
Dan kami, orang-orang Rusia, sedikit kurang setuju dengan sikap dan tujuan mereka. Pada akhirnya, kami adalah pihak pertama yang menutup gerbang pengeboran Flux di Moscow. Termasuk menolak membantu dalam pengerjaan proyek Liberator." Jelas Asimov.
Semakin Axel mendengar penjelasan ini, semakin aneh pula kenyataan dunia dengan apa yang diketahuinya selama ini.
"Bukankah Rusia telah lama jatuh semenjak awal serbuan monster itu? Lalu jika kalian telah menutup gerbang di Moscow bagaimana bisa...."
"Orang-orang Eropa dan Cina yang menghancurkan kami."
"Eh?"
"Mereka memanfaatkan kerusuhan dari kedatangan monster untuk melakukan invasi skala besar ke wilayah Rusia. Pada akhirnya.... Kami yang tersisa hanya bisa bersembunyi di Siberia." Jelas Asimov dengan tatapan yang seakan dipenuhi oleh kebencian.
Axel kini tak lagi paham....
Semenjak bencana serbuan para monster itu, seluruh media di dunia menyatakan bahwa musuh utama seluruh umat manusia adalah para monster dari dimensi lain itu.
Banyak sekali propaganda yang dilemparkan kepada masyarakat agar mereka mau bergabung dengan militer dan melawan para monster itu.
Berbagai slogan disebarkan untuk meningkatkan patriotisme bagi seluruh umat manusia.
Tapi tak disangka olehnya....
Musuh yang sebenarnya selama ini, adalah umat manusia itu sendiri.
__ADS_1
"Ingat, Axel. Kami bukanlah orang-orang yang suci bagaikan malaikat. Tentu kami juga memiliki sisi yang busuk. Tapi setidaknya, ada kelompok yang lebih busuk dari kami. Dan tujuan kami, adalah untuk menghentikan mereka menguasai dunia ini."