
'Blluukk! Bluukk!'.
Gelembung mulai muncul di sekitar tempat Ia berada.
Secara perlahan, Axel mulai membuka kedua matanya. Seluruh pandangannya berubah menjadi kehijauan, menandakan hanya satu hal.
'Aah, aku kembali lagi di sini.' Pikir Axel dalam hatinya setelah menyadari bahwa dirinya kembali ke dalam kapsul pemulihan yang dipenuhi cairan hijau ini.
Tapi berbeda dengan sebelumnya, tak ada orang lain di sekitarnya. Axel berada di ruang pemulihan ini sendirian.
'James.... Apakah dia selamat?' Tanya Axel dalam hatinya.
Tapi tak ada cara bagi Axel untuk mengetahui jawaban dari pertanyaan itu. Selain jika ada orang lain yang datang menemuinya.
Hanya saja....
Beberapa jam telah berlalu tanpa adanya satu orang pun yang datang ke tempat ini.
'Oracle yang tak datang sesaat setelah aku terbangun, entah kenapa rasanya sedikit aneh.' Pikir Axel.
Itu benar.
Biasanya, Oracle akan segera datang sesaat setelah Axel terbangun. Tapi tidak untuk kali ini.
Axel hanya sendirian di dalam ruang pemulihan dengan pencahayaan yang begitu redup ini. Tanpa mampu melakukan apapun selain untuk terus berada di dalam tabung penuh cairan ini.
Setelah beberapa saat, kebosanan mulai memenuhi pikiran Axel. Dan Ia memutuskan untuk kembali tidur.
Akan tetapi....
'Sreeett!'
Pintu dari ruangan pemulihan ini tiba-tiba terbuka. Tak seperti harapannya, yang datang bukanlah Oracle. Melainkan seorang wanita dengan rambut yang cukup acak-acakan.
Ia tak lain adalah Leona. Seorang Liberator dengan bidang medis di benteng ini.
"Hmm? Kau sudah bangun?" Tanya Leona yang masih membawa papan klip itu di tangan kirinya.
Segera setelah menyadari Axel terbangun, Leona segera mendekat. Memeriksa berbagai kondisi vital di tubuh Axel melalui beberapa layar monitor di sebelahnya.
Axel hanya bisa terdiam sambil memperhatikan apa yang dilakukan oleh Leona dari balik tabung kaca itu.
Setelah beberapa saat....
"Axel, aku punya sedikit kabar buruk untukmu." Ucap Leona.
"Mmhh?"
"Pertama, penyuntikan Booster sebanyak 2 kali berturut-turut telah merusak banyak sel milikmu. Karena terlalu rumit aku akan menyederhanakannya menjadi kalimat yang mudah kau mengerti." Jelas Leona.
__ADS_1
Axel menunggu perkataan Leona berikutnya dengan perasaan tegang dan takut.
Dan benar saja, rasa takutnya itu sama sekali tak salah. Karena jawaban dari Leona....
"Kau hanya punya 2 tahun lagi untuk hidup."
Seketika Axel terkejut bukan main. Sebelumnya, Ia diberitahu bahwa dirinya dapat hidup setidaknya selama 3 tahun setelah menjalani operasi itu.
Tapi kini, secara tiba-tiba, masa hidupnya kembali terpotong sebanyak 1 tahun. Hanya dalam waktu 1 bulan setelah dirinya bergabung dalam pasukan divisi khusus Liberator ini.
"Jujur saja, ini adalah kasus yang sangat buruk, sekaligus sulit dipercaya. Seharusnya kau sudah mati sesaat setelah menerima suntikan kedua itu, tapi entah kenapa sel tubuhmu mampu beradaptasi dengan begitu cepat terhadap energi Flux.
Aku tahu kau sulit memahaminya tapi, pada intinya satu hal. Berkat sel milikmu yang beradaptasi begitu cepat menyebabkan sel milikmu semakin haus terhadap Flux. Artinya, Flux Booster takkan lagi memiliki efek yang sama padamu." Jelas Leona sambil terus menatap ke arah kedua mata Axel.
Sekalipun telah mendengarkan penjelasan yang sederhana, Axel masih belum bisa memahami mengenai hal ini.
Ia sama sekali tak bisa memahami apa yang dimaksud oleh Leona saat ini.
"Mmmhh?" Ucap Axel sambil memasang wajah yang kebingungan.
"Hah.... Mudahnya, kini kau membutuhkan 2 suntikan Flux Booster untuk dapat memperoleh efek yang sama seperti yang sebelumnya. Dan jika kau tak menyuntikkan Flux tambahan sebulan sekali, sel di tubuhmu akan mati.
Masih tak paham? Singkatnya, sel tubuhmu kali ini menjadi 'kecanduan' terhadap energi Flux. Dan itu adalah sebuah fenomena baru yang kami para dokter belum pernah temui sebelumnya." Tegas Leona.
Sekalipun dijelaskan sebanyak dua kali, Axel masih tak bisa memahami sepenuhnya.
Sel menjadi kecanduan terhadap Flux?
Sebelum Axel kembali bertanya, Leona kini memberikan sebuah contoh yang lebih sederhana.
"Axel, apakah kau meminum kopi dulu?" Tanya Leona.
"Mmhh!" Balas Axel sambil menggelengkan kepalanya.
"Begitu kah? Tapi kau tahu setelah meminum kopi akan membuatmu tak mengantuk bukan?" Tanya Leona sekali lagi.
"Mmhh!" Balas Axel, kini sambil menganggukkan kepalanya.
"Itu yang terjadi jika kau jarang minum kopi. Bagi diriku yang selalu minum 3 cangkir kopi setiap harinya, aku tak memperoleh efek kehilangan rasa kantuk sama sepertimu.
Bahkan, jika aku melewatkan satu cangkir kopi saja setiap harinya, tubuhku akan merasa begitu lelah dan tak bertenaga. Melebihi kalian yang tak meminum kopi. Efek yang sama terjadi padamu. Tapi kali ini bukan kopi, melainkan energi yang sangat kuat yaitu Flux." Jelas Leona panjang lebar.
Kali ini, Axel benar-benar memahami atas apa yang dimaksudkan oleh Leona.
Dengan kata lain, tubuhnya kini menjadi benar-benar ketergantungan terhadap energi Flux.
Dan berbeda dari kopi, Axel tahu dengan baik sejak awal.
Setiap kali dirinya menyuntikkan Flux Booster....
__ADS_1
Maka nyawanya akan berkurang sebanyak 1 bulan.
Dan berdasarkan pernyataan dari Leona, Axel harus menyuntikkan satu Flux Booster setiap bulannya hanya untuk menjaga tubuhnya yang ketergantungan itu tetap bekerja.
Atau Axel akan mati.
"Mmmhhh!!!" Teriak Axel terkejut setelah menyadari betapa buruknya kondisi itu.
"Ya, aku tahu. Jadi pada intinya, kau tak memiliki umur sebanyak 2 tahun. Tapi umurmu, mungkin hanya tersisa kurang dari satu tahun saja." Tegas Leona yang kini kembali fokus pada berbagai layar monitor itu.
Axel hanya bisa membelalakkan kedua matanya. Ia tak percaya bahwa hal ini terjadi pada dirinya.
Pada awalnya saja sudah sangat sulit bagi dirinya untuk menerima kenyataan bahwa nyawanya hanya tersisa 3 tahun.
Akan tetapi, kini mengetahui nyawanya hanya kurang dari 1 tahun?
"Aku tahu ini cukup berat bagimu, Axel. Maka dari itu, Oracle memberikan penawaran untukmu. Tapi kau harus paham betul, bahwa apa yang akan ku katakan saat ini adalah sebuah rahasia tingkat tinggi.
Bukan hanya berbahaya, tapi metode ini sama sekali belum bisa dipastikan dengan sempurna oleh kami para dokter. Kau tetap ingin mendengarnya?" Tanya Leona.
Dengan segera, Axel pun menganggukkan kepalanya. Sepakat untuk menjaga rahasia ini.
"Baiklah. Aku akan menjelaskannya padamu." Ucap Leona yang segera berjalan pergi.
Ia berjalan menuju ke arah pintu dan menguncinya rapat-rapat. Tak memungkinkan bagi siapapun untuk memasuki ruangan ini.
Bersamaan dengan itu, Leona juga menyeret sebuah kursi besi tepat ke hadapan Axel. Leona duduk di kursi itu, membolak-balikkan berkas di papan klipnya, sebelum akhirnya menjelaskan semuanya kepada Axel.
"Singkatnya, kami 'mungkin' bisa memperpanjang umurmu. Yaitu dengan melepas perangkat Flux yang terpasang di tulang belakangmu.
Termasuk melakukan terapi genetik untuk mengembalikan efek ketergantungan sel di tubuhmu terhadap Flux. Dengan itu, setidaknya kau bisa bertahan hidup selama 5 tahun.
Sebagai gantinya, karena operasi ini sangat berbahaya, peluang besarnya kau akan lumpuh setelah itu. Mungkin sekitar 92% peluang kau lumpuh. Sisa 7% yaitu kau selamat tapi dengan kondisi kekuatan fisikmu menghilang. Dan 1% lagi kau sembuh dengan sempurna." Jelas Leona.
Mendengar semua itu, Axel nampak sedikit tertarik.
Apa yang diinginkan olehnya dalam kehidupan ini, hanyalah untuk menjaga adiknya. Apa artinya jika Ia akan mati meninggalkan adiknya sendirian tanpa seorang pun yang menemaninya?
"Tertarik?" Tanya Leona.
Axel pun mengangguk secara perlahan.
"Baiklah. Tapi sebelum melakukan itu, Oracle berharap agar kau bisa melakukan 2 misi lagi. 2 misi yang sangat penting untuk keberlangsungan umat manusia.
Oracle telah menentukan apa 2 misi itu untukmu. Dan setelah kau kembali, jika kau masih yakin untuk menerima operasi ini, kami akan melakukannya untukmu agar kau bisa beristirahat." Jelas Leona.
Dengan tatapan yang penuh keyakinan, Axel pun menganggukkan kepalanya. Menandakan bahwa dirinya akan menerima misi itu.
Setidaknya, Ia bisa memenuhi harapan dari 2 pihak setelah itu. Yaitu dari para Liberator untuk membantu umat manusia. Serta dari dirinya sendiri untuk bisa tetap menemani adiknya.
__ADS_1
"Bagus. Untuk detailnya, aku dan Oracle akan menjelaskannya setelah kau sembuh."
Dengan kalimat itu, Leona pun pergi meninggalkan Axel di ruangan ini. Untuk sekali lagi, sendirian di dalam ruang pemulihan yang gelap ini.