Love Me Again, My Husband!

Love Me Again, My Husband!
Hukuman Tak Adil


__ADS_3

Alka yang melihat Kiran di perlakukan kasar merasa tidak tega, tetapi dia juga tidak memiliki hak untuk membantunya dan terlalu ikut campur dengan urusan rumah tangga orang lainnya. Akhirnya Alka hanya bisa berjalan pergi meninggalkan kediaman mewah itu.


“Semoga kau baik-baik saja, Kiran!” gumam Alka sebelum pergi.


...****************...


Sementara yang terjadi antara Reksa dan Kiran tentunya di hadapkan dengan sebuah pertengkaran. Dimana Reksa menuntut penjelasan tentang hubungan Kiran dengan Alka, sedangkan Kiran menuntut penjelasan mengapa Reksa dengan teganya meninggalkan dirinya sendirian di kota asing.


“Lepaskan aku, Mas!” seru Kiran yang berusaha melepaskan pegangan tangan Reksa yang sangat kuat pada pergelangan tangannya.


“Diamlah!”


Karena kemarahan yang memenuhi kepalanya, Reksa tanpa sadar mendorong tubuh Kiran dengan kasar sampai jatuh ke lantai dan kepalanya mengenai sudut meja. Alhasil, darah mulai keluar dari dahinya dan seketika kepala Kiran terasa sangat pusing.


“Akhh, …”


Kiran hanya bisa merintih kesakitan sembari memegangi keningnya yang mulai berdarah.


“Sekarang jelaskan padaku! Sebenarnya apa hubunganmu dengan laki-laki itu, Hah?” bentak Reksa yang kembali mendesak Kiran untuk menjelaskan semuanya tanpa memperdulikan kening Kiran yang sudah berdarah.


“Mas, aku tidak memiliki hubungan apapun dengan Alka! Dia hanya ingin membantu dengan mengantarkan aku pulang itu saja, Mas!” jelas Kiran disertai air mata yang mengalir membasahi wajahnya.


“Hahahaa, … Tidak ada hubungan apapun? Lalu bagaimana bisa kau memanggil namanya dengan begitu mudahnya, jika kalian memang tidak memiliki hubungan apapun.” Reksa sama sekali tidak mempercayainya.


“Sekarang aku mengerti, kenapa malam itu aku mengalami kecelakaan! Semua itu karena perselingkuhanmu dengannya, bukan?” tuduh Reksa dengan mudahnya pada Kiran.


“Lalu kenapa kau tidak mengajukan cerai saja padaku, pada saat dokter menyatakan bahwa aku mengalami amnesia. Kau kau bahkan mengajukan perjanjian konyol, _....”


“Hentikan! Aku sungguh tidak memiliki hubungan apapun dengannya, Mas!” teriak Kiran memotong ucapan Reksa.

__ADS_1


“Jika saja Mas tidak meninggalkan aku sendirian di sana. Mungkin aku juga tidak akan pulang di antar olehnya. Hiks, … Tidak pernahkah Mas berpikir bahwa semua ini terjadi karena, Mas Reksa sendiri. Hiks, …” sambung Kiran yang semakin terisak dalam tangisnya.


“Hiks, … Dan Mas yang sudah jelas-jelas berselingkuh dengan Anya? Kenapa Mas malah menuduhku seperti ini, Hiks!” ujar Kiran mengungkapkan yang sebenarnya terjadi.


“Apa kau menyalahkan aku sekarang? Bisa saja kau mengaku menjadi istrinya juga seperti yang kau lakukan padaku, Kiran?” Bukannya merasa bersalah, Reksa malah semakin menuduh Kiran yang tidak-tidak.


Plakk, ….


Sebuah tamparan yang cukup keras Kiran layangkan pada wajah Reksa. Tangannya bergetar hebat merasakan panas setelah menampar Reksa.


Berbeda dengan Reksa yang semakin menatap tajam Kiran, bahkan tangannya digenggamnya dengan sangat menandakan kemarahannya sudah di ambang batas.


“Hiks, … Mas pikir aku wanita seperti apa? Seperti Anya kekasihmu yang hanya menginginkan hartamu saja! Aku benar-benar istrimu, Mah! Istri yang kau nikahi dan kau janjikan kebahagian selama sisa hidupmu, tapi kenapa kau sekarang selalu saja menyakitiku seperti ini. Hiks, … Hiks, …” seru Kiran dengan suara bergetar disertai isakan tangisnya yang semakin memilukan.


“Benarkah? Benarkah kau memang istriku? Kalau begitu mari buktikan apakah kau bisa melayaniku dengan baik atau kau hanya ingin mengincar posisi Nyonya Damar Wangsa saja!”


Reksa kembali menarik paksa Kiran untuk mengikutinya masuk ke dalam kamar mereka. Kiran tahu bahwa suaminya sedang terbawa oleh emosinya, sehingga dia berusaha sekuat mungkin untuk memberontak. Kiran memang ingin di sentuh oleh suaminya lagi, tetapi bukan seperti ini situasi yang dia inginkan.


Akan tetapi, Reksa sama sekali tidak menggubris permintaan dan tangisan Kiran. Reksa pun terpaksa harus menggendong tubuh Kiran yang terus berusaha memberontak dan melarikan diri.


Begitu masuk ke dalam kamar, Reksa langsung melemparkan tubuh Kiran di atas kasur dan langsung mengunci kamar tersebut, sedangkan kuncinya dia sembunyikan di saku celana yang dia gunakan.


“Mas, … Hiks! Aku mohon jangan lakukan ini, Hiks, … Hiks, …”


Kiran terus memohon agar Reksa tidak menyentuhnya. Namun Reksa sama sekali tidak memperdulikannya, kini dia sudah mengukung tubuh Kiran di bawahnya. Menatap tajam pada Kiran yang telah berani menamparnya dan menyalahkan dirinya.


“Bukankah kau yang mengatakannya sendiri dengan mulutmu ini, bahwa aku adalah suamimu? Lalu kenapa kau harus menolak ketika aku meminta hakku sebagai seorang suami, Hah?” ujar Reksa penuh penekanan di setiap katanya yang dia ucapkan.


“Mas, … Hiks!”

__ADS_1


“Hust, … Diam dan nikmati saja!” potong Reksa yang tidak membiarkan Kiran mengatakan apapun.


“Aku juga ingin memastikan bagian mana saja yang telah pria itu sentuh, _....”


“MAS!” bentak Kiran yang tidak terima di perlakukan seperti wanita murahan bahkan meski orang itu adalah suaminya sendiri.


Plakk, ….


“Aku bilang diam! Ini hukuman karena kau telah memainkan peran sebagai istriku, tapi kau malah bersama dengan pria lain!”


Reksa melayangkan sebuah tamparan yang seketika berhasil membuat Kiran terdiam. Melihat Kiran yang sudah pasrah, Reksa pun perlahan mulai menyentuhnya.


Kiran kembali memberontak, meski Reksa suaminya sendiri tetapi dia tidak mau melakukan hubungan badan seperti ini. Kiran tidak akan rela tubuhnya di jadikan pelampiasan dari kemarahan suaminya sendiri.


Karena Kiran terus saja memberontak, Reksa pun akhirnya mengikat kedua tangan Kiran dan membungkam mulutnya dengan pakaian yang sudah berhasil Reksa tanggalkan dari tubuh Kiran.


Pada akhirnya Reksa berhasil menikmati tubuh Kiran secara paksa, dia melakukan beberapa kali dengan kasar hanya untuk melampiaskan amarahnya melihat Kiran yang pulang bersama pria lain.


Sedangkan Kiran hanya bisa pasrah atas perlakuan kasar suaminya. Yang bisa Kiran lakukan hanyalah menangis dan menahan sakit atas hubungan yang dia rasa tidak ada cinta di dalamnya.


Bahkan setelah Reksa selesai dengan kegiatannya menyetubuhi Kiran tanpa perasaan, dia hanya melepaskan ikatan di tangan Kiran yang membekas dengan sempurna di tangannya. Dan berniat pergi meninggalkan Kiran yang masih terbaring lemah tertutup selimut.


“Inilah hukuman karena kau telah mempermainkan aku, Kiran!” ujar Reksa sembari memakai pakaiannya kembali.


“Lalu bagaimana dengan hukuman yang harus aku berikan padamu, Mas?” balas Kiran dengan suaranya yang lemah.


“Hiks, … Kau secara terang-terangan berselingkuh dengan Anya! Meninggalkan aku begitu saja di tempat yang asing, tanpa peduli apa yang akan terjadi padaku yang sendirian di sana,” lanjutnya yang tak kuat membayangkan seperti apa jadinya jika tidak ada Alka yang membantunya.


“Seharusnya kau menghubungi seseorang untuk menjemputmu. Aku bahkan sudah memerintahkan Dani untuk menjemputmu, tetapi kau malah sudah tidak ada di sana dan memilih bersama pria sialan itu,” ujar Reksa menekankan.

__ADS_1


Bersambung, ....



__ADS_2