
“Dimana? Dimana kau menemukan Kiran?” cecar Reksa yang langsung menuntut jawaban dari Leo.
Terlihat Leo hanya menghela napas panjang melihat betapa putus asanya Reksa mencari keberadaan Kiran. Sekaligus merasa kasihan karena hidup Reksa kini begitu terpuruk setelah kepergian Kiran.
Terkadang Leo bahkan selalu mendengarkan semua curhatan Reksa, dimana curhatan itu hanya di penuhi rasa penyesalan, kesedihan, kehilangan dan rasa frustasi.
“Aku belum bisa menemukan Kiran, tapi setidaknya aku menemukan jejak kepergiannya. Dari informasi yang adaku dapatkan Kiran dan kedua temannya itu mengambil penerbangan ke Inggris. Namun untuk tempat tinggalnya kami belum bisa menemukannya,” terang Leo yang menyesal karena tidak bisa menemukan jejak Kiran dengan pasti.
“Maaf, anak buahku belum bisa menemukan keberadaan mereka dengan pasti! Namun, kau tenang saja aku masih memerintahkan anak buahku untuk mencari keberadaannya di seluruh Inggris,” imbuh Leo yang tidak ingin mematahkan harapan Reksa.
“Terima kasih kau sudah bersedia membantuku sampai sejauh ini, Leo! Padahal kita baru saling mengenal beberapa waktu yang lalu, tapi kau sudah seperti teman yang bertahun-tahun bersamaku,” ucap Reksa yang sangat bersyukur masih ada Leo yang selalu ada menyemangatinya di saat semua orang menyalahkan dirinya atas kepergian Kiran.
“Entahlah, hanya saja kau mengingatkan aku pada seorang teman yang sudah aku anggap sebagai Kakakku sendiri. Kisahnya hampir sama sepertimu, dia kehilangan wanita yang sangat dia cintainya tapi dia kehilangan wanita itu untuk selamanya, ...”
“Namun, beberapa bulan setelah kematian wanita itu. Dia bertemu dengan wanita yang sangat mirip seperti wanita yang di cintainya dan ternyata wanita itu adalah adik kandung dari wanita yang di cintainya. Pada akhirnya temanku itu malah berjodoh dengan adik dari wanita yang dulu sangat di cintai, mereka kini sudah menikah dan hidup bahagia,”
“Jika kalian berdua memang masih berjodoh pasti pada akhirnya Tuhan akan kembali mempertemukan kalian dengan caranya sendiri. Namun semua itu butuh waktu agar Kiran bisa melihat kebahagiaannya dan kau juga bisa melihat kesalahanmu serta memperbaiki diri sebelum kalian di pertemukan kembali,”
“Itulah pelajaran yang aku ambil dari kisah temanku itu!”
Entah mengapa Leo menceritakan kisah temannya itu kepada Reksa. Mungkin karena dia merasa apa yang Reksa lalui saat ini hampir sama dengan kisah temannya.
Dengan begitu Reksa bisa tetap semangat untuk menjalani hidupnya kembali sembari mencari keberadaan Kiran.
“Aku juga berharap bisa mendapatkan akhir yang bahagia seperti temanmu itu! Namun aku juga cukup sadar diri bahwa kesalahanku pada Kiran terlalu besar dan mungkin tidak akan pernah termaafkan,” ujar Reksa yang terdengar begitu sedih saat mengatakannya.
“Akan tetapi, aku akan tetap meminta maaf kepadanya! Karena itulah, aku harus menemukan Kiran apapun yang terjadi,” lanjut Reksa yang sepertinya berniat untuk terbang ke Inggris dan mencari keberadaan Kiran sendiri.
__ADS_1
“Apa kau akan mencarinya sendiri ke Inggris?” tanya Leo memastikan tebakannya.
“Bukankah temanmu itu juga menemukan wanita itu sendiri, kalau tidak mencarinya sendiri maka aku tidak akan pernah menemukannya,” jawab Reksa yang lalu beranjak pergi begitu saja.
Ketika Leo ingin mencegahnya, tiba-tiba salah satu anak buahnya menghubungi dan mengatakan bahwa orang yang dia targetkan telah berhasil meloloskan diri lagi.
Alhasil, Leo pun mengabaikan Reksa dan memilih kembali ke rumah mewahnya dimana dia menahan tawanannya itu.
“Sial! Bagaimana cara kerja kalian sebenarnya! Cepat cari dan tangkap wanita sialan itu secepatnya!” perintah Leo yang menampakan kemarahan di wajahnya setelah mendapat panggilan telepon tersebut.
...****************...
Sementara disisi lain, Anya dan Lisa tengah bersembunyi dari para gangster yang sama sekali tidak mereka kenali. Siapa sangka Leo benar-benar tidak mau melepaskan dalang utama atau otak dari penyerangan yang di tunjukan pada Kiran dan berakhir membuatnya babak belur.
“Sepertinya di sini sudah aman,” ujar Lisa pada Anya yang kini sama-sama bersembunyi di sebuah gang kumuh.
“Kenapa para gangster itu mengejar kita? Bukankah perjanjiannya mereka tidak akan menagih sisa uangnya jika mereka gagal menjalankan tugas yang di perintahkan!”
Kini Anya harus selalu bersembunyi dari kejaran para gangster yang mengincarnya dan juga Lisa. Alhasil bukannya membuat karirnya semakin cemerlang, Anya bahkan harus hidup layaknya tikus got.
“Sialan! Kenapa kau jadi menyalahkan aku saja? Bukankah kau sendiri yang menyetujuinya, sedangkan aku hanya menyarankan dimana kau bisa menolak sarang tersebut. Jadi, berhentilah menyalahkan aku!” umpat Lisa yang tidak memperdulikan status mereka sebelumnya.
Plakk, …
“Berani sekali kau mengumpat padaku!” ujar Anya setelah mendaratkan sebuah tamparan keras di salah satu pipi Lisa.
“Kau menamparku?” geram Lisa yang tentunya tidak akan terima dengan tamparan Anya itu.
__ADS_1
“Baiklah, mulai sekarang urus saja dirimu sendiri! Karena aku tidak sudi lagi menjadi manager mu atau apapun itu! Semoga saja mereka segera menangkap mu dan menjadikanmu ****** murahan yang bisa di nikmati oleh banyak pria!” ujar Lisa yang langsung berlalu pergi setelah mengatakan semua itu.
“Sialan, berani sekali kau mengutukku seperti itu! Ingatlah, masih banyak orang yang akan membantuku. Sedangkan kau akan menjadi tikus jalanan lagi yang meminta belas kasihan dari semua orang!” seru Anya yang balik mengutuk mantan managernya itu.
...****************...
Namun Lisa sama sekali tidak memperdulikannya, dia terus berjalan pergi sambil menghindari anak buah Leo. Selepas kepergian Lisa, kini Anya kebingungan harus berbuat apa.
Sampai terlintas di benaknya bahwa masih ada kekasihnya yaitu Steven yang pasti akan membantunya keluar dari masalah ini.
Tanpa pikir panjang, Anya langsung menghentikan sebuah taksi dan menunjukan alamat apartemen Steven. Berharap mendapat tempat perlindungan, Anya malah di perlihatkan hal yang membuatnya sangat marah.
Dimana Steven sedang bercumbu dengan salah satu model pendatang baru yang ternyata akan di jadikan pengganti atas semua jadwalnya yang di batalkan karena tiba-tiba menghilang dari dunia hiburan.
“Steven, apa yang kau lakukan dengan wanita ini, Hah!” seru Anya tak percaya dengan apa yang di lihatnya.
“Anya! Kenapa kau ada di sini? Kemana saja kau selama ini, Hah?”
Bukannya merasa bersalah, Steven malah balik memarahi dan membentak Anya. Berharap mendapat perlindungan yang Anya dapatkan kini malah kekecewaan dan amarah dari Steven.
Sedangkan model yang tadi bercumbu dengan Steven akhirnya memutuskan pergi, karena tidak ingin terlibat dengan urusan Steven dengan Anya.
“Apa kau tahu berapa kerugian yang harus aku keluarkan, karena kau tidak bertanggung jawab dengan pekerjaanmu itu. Menghilang tanpa kabar, bahkan tidak mengikuti satu pun jadwal yang sudah ada!” cecar Steven.
Bersambung, .....
__ADS_1