Love Me Again, My Husband!

Love Me Again, My Husband!
Memang Positif


__ADS_3

“Aku memang sedang tidak enak badan sekarang!” jawab Kiran.


Dia tidak menutupi kondisinya lagi, apalagi bagian bawah perutnya semakin terasa sakit. Kiran tidak bisa menunda lebih lama lagi untuk memeriksa kondisinya tentang apakah dia memang tengah mengandung atau hanya asam lambungnya saja yang sedang kambuh.


“Seno bisakah Kakak minta tolong padamu untuk menghadiri pertemuan selanjutnya, sepertinya aku harus memeriksakan diri ke rumah sakit,” pinta Kiran.


“Tenang saja ada Kak Reksa yang bisa mengurusnya. Bagaimana kalau aku menemani Kak Kiran pergi ke rumah sakit,” ujar Seno yang lebih mementingkan kondisi Kiran di bandingkan pekerjaannya.


“Tidak perlu! Aku bisa sendiri, sebaiknya kau bantu Kakakmu saja,” tolak Kiran yang tidak ingin siapapun tahu tentang kondisinya nanti.


“Ta-tapi, _....”


“Biar aku saja yang menemani Kiran ke rumah sakit!” sela Alka menawarkan dirinya sendiri.


“Kau siapa?” tanya Seno dengan tatapan penuh menyelidik, dia baru menyadari bahwa Alka sejak awal memang menaruh perhatian khusus pada Kiran.


“Ouh, … Tuan Alka ini teman semasa sekolahku dulu!”


Kiran secara tidak langsung memperkenalkan Alka hanya sebatas teman biasanya saja. Meski kecewa hanya di perkenalkan sebagai teman biasa, tetapi Alka cukup mengerti akan posisi Kiran yang saat ini masih berstatus istri dari Reksa, Kakak kandung dari Seno.


“Tuan Alka, anda juga tidak perlu sampai seperti ini! Aku masih bisa mengurus diriku sendiri,” ujar Kiran yang juga menolak niat baik Alka untuk menemaninya.


“Dia teman Kakak Ipar, bukan? Kalau Kak Kiran tidak mau aku yang menemani pergi ke rumah sakit, maka Kak Kiran harus pergi bersamanya saja. Aku tidak mau Kak Kiran pergi sendirian.”


Seno memberikan keputusan final, dengan tidak membiarkan Kiran pergi ke rumah sakit sendirian. Entah mengapa dia lebih mempercayai Alka, di bandingkan harus meminta bantuan pada Kakak kandungnya sendiri sekaligus pria yang masih berstatus suami Kiran.


“Haah, … Baiklah, aku akan pergi bersama Tuan Alka!” Akhirnya Kiran juga mengalah pada adik iparnya itu.


“Ayo, kita pergi sekarang!” ujar Alka.

__ADS_1


Alka pun akhirnya mengajak Kiran pergi menuju ke rumah sakit. Siapa sangka sejak tadi ada seseorang yang terus memperhatikan dan mendengarkan pembicaraan mereka. Siapa lagi kalau bukan Reksa yang diam-diam selalu mengkhawatirkan keadaan Kiran.


...****************...


Setibanya di rumah sakit, Kiran langsung mendaftarkan dirinya sebagai pasien yang akan melakukan pemeriksaan. Sebelum menemui dokter, Kiran harus melakukan beberapa tes umum seperti memeriksa tensi darah dan di tanyakan tentang keluhan sakitnya.


Seperti yang sudah Kiran perkirakan, dia benar-benar di arahkan untuk melakukan pemeriksaan di bagian dokter kandungan. Alka yang menemaninya cukup terkejut dan berusaha meminta penjelasan dari Kiran, tetapi Kiran tidak mau menjawabnya sebelum dia juga mendapatkan kepastian dari dokter.


“Kiran! Jangan katakan kalau kau saat ini sedang, _....”


“Nyonya Kiran Naditya Chandrawinata! Silahkan masuk!”


Perkataan Alka terpotong ketika tiba giliran Kiran untuk melakukan pemeriksaan. Mendapatkan namanya di panggil Kiran pun segera masuk ke dalam ruang pemeriksaan dengan Alka yang setia selalu menemaninya.


“Silahkan duduk, Tuan dan Nyonya!”


Seorang Dokter cantik yang bernama Zara Athalea Frederick langsung mempersilahkan Kiran dan Alka untuk duduk di kursi yang berhadapan langsung dengan meja kerjanya.


“Baiklah, saya sudah membaca keluhan yang anda sampaikan kepada perawat dan sepertinya kalian berdua ingin memastikan apakah Nyonya Kiran sedang hamil atau tidak. Benar begitu?” tanya Dr. Zara dengan ramah.


“Iya, Dok! Soalnya saya pernah seperti ini dan ternyata hanya penyakit asam lambung saya yang kambuh karena terlalu stress, maka dari itu sekarang aku tidak begitu mengharapkannya. Karena takut nantinya akan kecewa lagi,” terang Kiran yang tidak lupa menceritakan tentang penyakit asam lambungnya.


“Baiklah, mari kita pastikan saja! Silahkan Nyonya Kiran berbaring di sana,” pinta Dr. Zara yang mengarahkan Kiran untuk berbaring di atas brankar yang tersedia di sana.


Alka pun terus mengikutinya, dia sungguh sangat penasaran dengan hasil pemeriksaannya. Hal itu membuat Dr. Zara menjadi mengira bahwa Alka adalah suami Kiran, sehingga dia membiarkan saja Alka terus mengikuti mereka dan memperhatikan setiap pemeriksaan yang dia lakukan.


“Boleh naikkan sedikit pakaian anda, Nyonya Kiran!” pinta Dr. Zara dan Kiran pun segera menaikan baju atasannya hingga memperlihatkan perutnya yang masih rata dan putih mulus.


Setelah itu Dr. Zara mengoleskan sebuah gel yang membuat perut Kiran seketika merasa dingin. Lalu Dr. Zara mulai meletakan alat USG yang langsung terhubung dengan layar monitor yang berada di sampingnya.

__ADS_1


Dimana terlihat kondisi rahim Kiran yang terdapat sebuah kantung berisikan sebuah titik kecil di tengahnya. Hingga berhasil membuat Kiran dan Alka menatap takjub ketika melihatnya.


“Apa kalian bisa melihatnya? Titik ini adalah bayi kalian yang sedang tumbuh,” ujar Dr. Zara yang membuat Kiran meneteskan air mata kebahagiaannya, hingga tidak sadar bahwa Dr. Zara menyebut bayi sebagai bayinya dengan Alka.


“Apa kalian ingin mendengar detak jantungnya?” tanya Dr. Zara lagi yang di angguki dengan cepat oleh Kiran dan Alka.


Degup, … Degup, … Degup, ….


Terdengar suara detak jantung yang begitu cepat, tapi sangat indah ketika Kiran dan Alka mendengarkannya. Air mata Kiran semakin mengalir deras, dia tidak menyangka bahwa akhirnya dia bisa memiliki anak juga bersama dengan Reksa setelah lima tahun lamanya penantian mereka.


“Jadi, saya benar-benar sedang hamil, Dok?” tanya Kiran ingin mendengarnya secara langsung dari Dokternya.


“Benar, anda memang tengah mengandung, Nyonya Kiran! Melihat dari bentuk dan ukurannya kemungkinan usia kandungan anda sepertinya sudah hampir mencapai 5 atau 6 minggu,” jelas Dr. Zara membenarkan tentang kehamilan Kiran.


“Selamat ‘yah, Tuan dan Nyonya!” ucap Dr. Zara kembali.


“Terima kasih, Dok!” balas Kiran dan Alka, meski sebenarnya Kiran ingin menjelaskan bahwa Alka bukan ayah dari bayi yang tengah di kandungnya.


Dr. Zara kemudian mengambil beberapa gambar hasil USGnya dan juga rekaman suara detak jantung bayinya. Sedangkan Alka membantu Kiran beranjak dari brankar, setelah membersihkan gel yang tersisa di perut Kiran.


Mereka kembali duduk di kursi untuk mendengarkan penjelasan lebih lanjut dari Dr. Zara tentang kehamilan pertama Kiran itu.


“Namun sayangnya, kandungan anda sedikit lemah dari kehamilan pada umumnya, Nyonya Kiran! Sehingga anda harus menjaganya lebih dari hati-hati lagi agar tidak terjadi keguguran,” ujar Dr. Zara.


Bagaimanapun juga sebagai seorang dokter, Dr. Zara terpaksa harus memberitahukan tentang kabar buruknya agar Kiran dan suaminya lebih menjaga kandungan itu lebih baik lagi.


Tampak jelas pada raut wajah Kiran yang mencemaskan tentang kondisi anak yang selama ini dia nantikan.


Bersambung, .....

__ADS_1




__ADS_2