Love Me Again, My Husband!

Love Me Again, My Husband!
Mendapatkan Ijin Menginap


__ADS_3

“Baby Queen sayang! Lebih baik Queen bujuk Mamamu sekarang kalau mau Papamu menginap di sini. Queen tahu sendiri ‘kan bagaimana Mamamu kalau sedang marah? Sangat susah di bujuk!” ujar Dira yang memprovokasi Baby Queen.


“Aahh, … Iya benar!” sahut Baby Queen dengan ekspresi lucunya.


“Tante Dira! Queen sekalian bawakan makanan untuk Mama ‘yah! Soalnya Mama belum makan.”


Meski tidak mau lepas dengan Papanya, Baby Queen masih tetap memperhatikan dan mengkhawatirkan Mamanya yang tadi belum makan apapun.


Walaupun usia Baby Queen masih empat tahun, tetapi pemikirannya sudah cukup dewasa untuk mengerti apa yang terjadi di antara kedua orang tuanya. Bisa di katakan kalau Baby Queen termasuk anak genius.


“Anak yang baik! Ayo, Papa bantu antarkan makanannya sampai di depan kamar Mama,” ujar Reksa yang merasa sangat bangga dengan putri kecilnya itu.


Reksa lalu membantu putri kecilnya menyiapkan makanan untuk Kiran. Lalu membantunya juga membawakan nampan berisi makanan dan minuman sampai di depan kamar Kiran.


Begitu sampai di depan pintu kamar Kiran, Reksa lalu menyerahkan nampan berisi makanan dan minuman itu pada Baby Queen. Lalu membantunya mengetuk pintu dan segera berlari menuju ruang makan lagi.


Tok, … Tok, … Tok, …


“Mama, ini Queen! Queen bawakan makanan untuk Mama, tolong buka pintunya!”


Baby Queen sedikit berteriak agar di dengar oleh Mamanya dari dalam. Tak butuh waktu lama, Kiran pun langsung membuka pintu kamarnya dan langsung mengambil alih nampan berisi makanan dan minuman yang di bawa Baby Queen dengan susah payah.


“Astaga, Sayang! Kenapa kau harus membawakan makanan untuk Mama seperti ini?”


Kiran lalu mengajak putrinya untuk masuk ke dalam kamarnya. Tentu saja Kiran menyadari bahwa Reksa diam-diam memperhatikannya dari ruang makan. Dimana Alka dan Dira ternyata juga ikut melihat reaksi Kiran.


“Wow, … Sepertinya kau memang hanya bisa mengandalkan putrimu sendiri untuk meluluhkan hati Kiran kembali.” Alka senang sekali melihat ketidakberdayaan Reksa menghadapi Kiran.


“Diamlah, jika kau tidak bisa membantu!” ketus Reksa yang sejak awal memang tidak menyukai Alka, karena menganggapnya sebagai saingan untuk mendapatkan Kiran lagi.

__ADS_1


“Tenang saja putri kecilmu itu sangat bisa di andalkan. Jadi, maklumi saja sikap Kiran padamu saat ini,” sela Dira menghentikan perdebatan kedua pria di sebelahnya itu.


“Ck, … Kau beruntung karena Kiran tidak mengijinkan aku untuk menjadi ayah Baby Queen. Jika saja saat itu Kiran setuju, pasti sekarang kau tidak akan memiliki kesempatan untuk mendekatinya lagi,” ujar Alka yang masih saja memprovokasi Reksa.


Namun kali ini Reksa tidak menanggapinya, otaknya langsung memikirkan bahwa selama ini perasaan Kiran padanya tidak pernah berubah sedikitpun. Reksa kini tahu bahwa Kiran masih mencintainya, seperti dia yang juga masih sangat mencintai Kiran.


“Aku tahu kalau sebenarnya Kiran masih mencintaiku, meski sorot matanya masih memancarkan kekecewaan setiap melihatku. Aku hanya perlu mengobati luka hatinya yang pernah aku lakukan dulu dan membuktikan bahwa kali ini aku tidak akan pernah melepasnya lagi,” batin Reksa dengan kesungguhan hatinya.


Hanya saja Reksa kini harus berusaha keras untuk mengobati rasa kecewa dan sakit hati yang pernah dia torehkan kepada wanita yang masih berstatus istri sahnya serta ibu dari anaknya.


Sekarang yang harus Reksa lakukan adalah membuktikan bahwa dirinya sangat menyesal dan ingin memulai semuanya dari awal lagi bersama Kiran dan putri kecil mereka.


...****************...


Sementara di dalam kamar Kiran, Baby Queen tengah berusaha membujuk Mamanya agar mau memberikan ijin menginap untuk Papanya. Namun sayangnya semua bujuk rayu yang Baby Queen lakukan tidak bisa meluluhkan keputusan Mamanya untuk mengijinkan Papanya menginap. Sampai Baby Queen terpaksa mengeluarkan jurus andalannya.


“Mama hanya sedang tidak lapar, sayang!” jawab Kiran yang tentu saja berbohong.


“Mama bohong! Mama pasti seperti ini karena membenci Papa, bukan?” Baby Queen teringat dengan jawaban dari Papanya sebelumnya.


“Tidak Sayang, _....”


“Tapi kata Papa, Mama memang sedang marah dengan Papa. Apakah kesalahan yang Papa lakukan benar-benar tidak bisa Mama maafkan? Lalu haruskah Queen juga ikut membenci Papa untuk menjaga perasaan Mama? Tapi juga juga menyayangi Papa, Queen ingin memiliki seorang Papa seperti teman-teman Queen.”


Baby Queen memulai aksinya terkesan seperti ingin berpihak pada Mamanya. Padahal tujuan Baby Queen adalah untuk membantu Papanya agar bisa berbaikan dengan Mamanya.


Benar saja, mendengar perkataan Baby Queen, Kiran pun merasa bersalah karena sudah melibatkan putrinya sendiri atas masalahnya dengan Reksa.


“Tidak, sayang! Mama hanya belum bisa memaafkan Papamu saja, Mama butuh waktu untuk itu.”

__ADS_1


“Queen tidak perlu membenci Papa, karena Mama tahu Queen pasti sangat merindukan Papa selama ini, bukan?”


“Maafkan Mama ‘yah, Sayang! Karena sudah bersikap keterlaluan saat di meja makan,” ucap Kiran sembari membelai lembut puncak kepala putrinya.


“Emm, … Mama harus berusaha untuk memaafkan Papa supaya Queen bisa bersama dengan Papa dan Mama selamanya seperti teman-teman Queen,” ujar Baby Queen dengan polosnya.


“Iya, sayang! Mama akan berusaha agar Queen bisa memiliki keluarga utuh seperti teman-teman Queen.” Kini Kiran sudah membawa tubuh mungil dalam pelukannya.


“Yeaay, … Akhirnya Queen bisa tinggal bersama Papa dan Mama!” Baby Queen tampak bersorak gembira.


“Apa Queen sangat bahagia?” tanya Kiran dan Baby Queen dengan cepat menganggukkan kepalanya dengan penuh semangat.


“Mama, hari ini bolehkah Papa menginap? Queen ingin tidur di temani Papa, Queen ingin mendengarkan Papa membacakan dongeng kesukaan Queen. Bolehkan, Ma?” pinta Baby Queen dengan tatapan penuh memohon dan membuat Kiran semakin sulit untuk menolaknya.


“Bukankah Papamu sibuk, sayang?” tanya Kiran berharap bisa menemukan alasan untuk menolak permintaan putrinya itu.


“Tidak! Katanya Papa sedang libur panjang, jadi bisa menemani Baby Queen setiap hari!” jawab Baby Queen penuh semangat.


“Ya sudah! Kalau Queen malam ini ingin tidur dengan Papa. Mama akan mengijinkan Papa untuk menginap,” ujar Kiran yang tidak mau menjadi penghancur kebahagiaan putrinya sendiri karena sikap egoisnya.


“Yeaay, … Makasih, Mama sudah mau ngizinin Papa menginap!” ucap Baby Queen yang langsung memeluk Mamanya dan menciuminya sebagai tanda terima kasihnya.


“Emm, … Sudah sana! Masih mau bermain bersama Papa ‘kan?” ujar Kiran yang tahu bahwa putri kecilnya itu sudah tidak sabar menyampaikan keputusannya kepada Papanya.


“Nanti saja! Queen mau menyuapi Mama makan dulu sebelum kembali bermain bersama Papa,” ucap Baby Queen yang membuat Kiran merasa semakin bangga memiliki putri seperti Queen.


Bersambung, .....


__ADS_1


__ADS_2