Love Me Again, My Husband!

Love Me Again, My Husband!
Lembaran Baru


__ADS_3

Leo pun tersenyum mendengar pertanyaan dari Reksa dan perlahan berjalan menghampirinya. Sedangkan Reksa hanya diam tanpa ada sedikitpun dirinya untuk menghindari Leo. Entah mengapa Reksa merasa bahwa Leo tidak akan menyakitinya atau menjadikan dirinya ancaman.


“Seperti yang kau duga sebelumnya, bahwa identitasku sebenarnya sama seperti mereka.” Leo menunjuk pada para Gangster yang di perintahkan untuk melukai Kiran sebelumnya.


“Tapi lebih tepatnya kelompokku di sebut dengan klan mafia. Dan kau tenang saja, karena aku bukan bagian dari kelompok mereka,"


"Aku tidak pernah menjadikan membunuh atau melukai orang lain karena uang, aku cukup kaya untuk membayar anak buahku setiap bulannya,” terang Leo sekaligus menekankan bahwa dia tidak berbahaya selagi tidak ada yang mengganggunya.


“Namun, tujuan aku memanggilmu datang ke tempat ini bukan karena ingin menjelaskan tentang identitasku padamu melainkan agar kau mendengar sendiri siapa dalang dari penyerangan yang terjadi pada Nyonya Kiran,” lanjut Leo yang kembali membahas topik utama mereka.


“Sejak awal aku sudah menebaknya dan hari ini aku telah memastikannya! Sepertinya aku tidak membutuhkan pengakuan lagi dari mereka. Jadi serahkan saja mereka kepada pihak yang berwenang untuk menangani kasus ini, karena ada hal yang lebih penting yang harus aku lakukan,” ujar Reksa yang hanya ingin focus mencari dan menemukan keberadaan Kiran saja.


“Tidak! Berikan saja mereka padaku, jika memang kau tidak ingin menanganinya. Karena aku tidak bisa tinggal diam saja pada mereka yang telah mengganggu hidupku,” tukas Leo yang tidak mau melibatkan polisi dalam dunia mafianya.


“Termasuk dua wanita yang telah membayar mereka itu,” imbuh Leo secara khusus meminta Reksa untuk tetap diam, karena Leo sendiri yang akan mengurus semuanya.


“Terserah kau saja! Aku tidak peduli dengan apapun lagi, karena tujuanku sekarang adalah menemukan keberadaan istriku,” ujar Reksa yang tampak putus asa jika membahas tentang Kiran.


“Maksudmu Nyonya Kiran di culik oleh seseorang dan kini jejaknya menghilang, begitu?”


Leo sedikit tersentak dan mengira bahwa Anya serta managernya itu membayar orang lain untuk menculik dan menyakiti Kiran lagi. Karena jika dugaannya itu benar, maka tanpa pandang bulu lagi Leo akan mengerahkan semua anak buahnya untuk membantu Reksa menemukan Kiran.


“Tidak, bukan seperti itu! Namun Kiran memutuskan pergi karena kesalahanku sendiri,” curhat Reksa tanpa sadar, hingga membuat Leo sesaat terdiam dan mencerna dengan baik maksud perkataan Reksa.


“Aku tidak tahu apa yang terjadi pada hubungan kalian berdua, tapi aku akan membantumu untuk menemukan Nyonya Kiran,” ujar Leo yang entah mengapa ingin membantu Reksa.


“Terima kasih! Tolong segera beritahu aku, jika kau mendapatkan jejaknya,” ucap Reksa yang sedikit merasa lega karena masih ada orang yang mau membantunya.


Tanpa buang waktu lagi, Leo segera memerintahkan anak buahnya untuk melacak keberadaan Kiran serta Dira dan Alka yang pergi bersama dengan Kiran.

__ADS_1


Karena jika mereka menemukan petunjuk tentang keberadaan Dira dan Alka, maka akan mempermudah untuk menemukan Kiran juga.


Reksa pun tidak tinggal diam, dia menggunakan harta dan kekuasaannya yang telah di kembalikan oleh Kiran untuk menyewa beberapa orang professional untuk mencari keberadaan istrinya itu. Reksa tidak peduli, meski hartanya habis yang untuk mencari keberadaan Kiran saja.


...****************...


Sedangkan di sisi lain, akhirnya Kiran dan kedua sahabatnya telah tiba di Inggris. Dimana Alka memang memiliki sebuah rumah lebih tepatnya di kota London, Inggris.


Meski lokasinya di pedesaan dan rumah itu hanya cukup di tinggali oleh sebuah keluarga kecil, tapi semua itu tidak membuat Kiran kecewa.


Terlebih pemandangannya yang begitu indah dan terdapat kebun yang cukup luas di sekitar rumah tersebut membuat Kiran merasa lebih nyaman untuk tinggal di sana. Setidaknya tidak akan ada lagi kenangan yang akan dia ingat bersama dengan Reksa di tempat barunya itu.


“Bagaimana? Apa kalian menyukai rumahnya?” tanya Alka setelah berhasil memindahkan semua koper masuk ke dalam rumah.


“Maaf, rumahnya tidak terlalu besar! Jika kalian mau aku akan mencari rumah yang lebih besar dari ini,” imbuh Alka yang merasa belum melakukan yang terbaik untuk Kiran.


“Emm, … Pemandangannya bagus dan ada kebun yang luas untukku bisa menghabiskan waktu dengan berkebun di sini,” ujar Kiran yang menyetujui perkataan Dira.


“Syukurlah, kalau kalian menyukai rumahnya!” ucap Alka yang merasa lebih lega, jika meninggalkan Kiran dan Dira berdua tinggal di sana.


“Syukurlah, kalau kalian menyukai rumahnya. Tapi maaf, aku tidak bisa menemani kalian tinggal di sini. Sebab aku harus bertanggung jawab akan pekerjaanku dan banyak hal lainnya.”


Sebenarnya Alka tidak ingin meninggalkan Kiran dan Dira begitu saja di tempat asing, tapi mau bagaimana lagi dia juga tidak bisa mengabaikan posisinya sebagai Ceo perusahaan besar.


Meski begitu Alka tetap menempatkan orang-orang yang dia percayai selama dirinya tidak bisa menemani Kiran dan Dira.


“Tidak apa-apa! Kami akan baik-baik saja di sini, kemampuan bahasa inggris aku juga tidak terlalu buruk,” ujar Kiran yang membuat Alka kembali tersenyum.


“Kau harus memulai lembaran baru di sini yang penuh kebahagiaan, Kiran!” ucap Alka yang hanya mengharapkan kebahagiaan Kiran.

__ADS_1


“Bukan hanya Kiran, tapi aku dan Baby yang ada di dalam sini juga akan memulai lembaran baru yang hanya di penuhi dengan kebahagiaan,” ujar Dira yang ikut bergabung dengan keduanya.


“Sudah! Lebih baik kita membereskan barang-barang kita,” sela Kiran yang tida ingin membahas bagian dari masa lalunya lagi.


“Kau benar! Waktunya menata masa depan yang lebih indah untuk kita semua!” seru Dira yang mengalihkan Kiran dari rasa sedihnya.


Selesai membantu Kiran dan Dira membereskan barang-barang yang ada, Alka terpaksa harus segera pergi meninggalkan keduanya.


Walaupun terasa berat Kiran menjalani harinya kembali tanpa memikirkan Reksa, tapi dia sebisa mungkin melupakan semuanya dan tetap berusaha untuk tersenyum.


...****************...


Satu bulan telah berlalu, ….


Disaat Kiran tengah berusaha membuka lembaran baru yang bahagia bersama dengan calon anaknya, Dira dan Alka di negeri orang. Reksa malah terjebak dengan yang namanya masa lalu dan penyesalan yang begitu mendalam.


Sementara Kiran tengah bahagia menjalani hari-harinya merawat sang buah hati bersama dengan Dira, hidup yang Reksa jalani malah penuh rasa frustasi dan putus asa dalam pencariannya menemukan Kiran.


Reksa mengabaikan semua pekerjaan dan tanggung jawabnya hanya untuk menemukan jejak Kiran. Hingga suatu hari Leo mendatanginya dengan membawa secercah harapan untuk Reksa.


“Aku berhasil menemukan jejak keberadaan istrimu,” ujar Leo yang memaksa masuk ke dalam rumah Reksa.


Bersambung, ....




__ADS_1


__ADS_2