Love Me Again, My Husband!

Love Me Again, My Husband!
Rencana Rahasia


__ADS_3

“Semoga berjalanan Kakak kali ini berhasil menemukannya. Dan Kakak bisa menerima apapun keputusan Kak Kiran nantinya, jika kalian di takdir kan untuk bertemu kembali," ucap Seno yang berharap pencarian dan penantian Reksa akan segera berakhir.


“Aku harap juga begitu! Asalkan mereka baik-baik saja dan bahagia, aku tidak akan mengganggunya lagi. Aku akan langsung pergi begitu Kiran mengatakannya,” ujar Reksa yang tersenyum kecut pada dirinya sendiri.


“Kalau begitu aku pergi dulu, Kak! Mamah dan Papah sepertinya sudah menunggu,” pamit Seno yang sudah memiliki janji dengan kedua orang tuanya.


“Emm, … Pergilah!” sahut Reksa.


Selepas kepergian Seno, seperti biasa Dani akan membacakan jadwal pertemuan untuk Reksa hari itu. Meski Reksa sudah mempercayakan semua jadwal pertemuannya, tetapi kali ini entah mengapa Dani merasa gelisah dan bersalah sendiri kepada Bos nya itu.


“Tuan, apakah saya harus mengurangi jadwal pertemuannya untuk hari ini?” tanya Dani yang merasa jadwal Reksa beberapa hari ini sangat padat.


“Tidak apa-apa! kau atur saja semuanya sebaik mungkin, karena kita harus menyelesaikan semua pertemuan itu agar tidak ada masalah yang muncul ketika waktunya perjalanan bisnis kita ke London,” jawab Reksa sambil memeriksa pekerjaannya.


“Sepertinya kali ini aku akan mengambil perjalanan bisnis ke sana cukup lama. Apakah kau tidak keberatan? Jika kau keberatan perjalanan bisnis kali ini aku akan pergi sendiri tidak masalah,” imbuh Reksa yang berniat untuk tinggal di London lebih lama dari biasanya.


“Tidak! Saya sama sekali tidak keberatan, Tuan! Apalagi sebentar lagi ulang tahun Baby Queen, saya ingin memberikan hadiahnya secara langsung,” ujar Dani yang malah semakin antusias karena kan bertemu Baby Queen secara langsung.


“Baiklah, kalau begitu aku hanya bisa mempercayakan semua persiapan padamu,” balas Reksa yang kini jauh berubah dari sebelumnya dalam memperlakukan Dani.


...****************...


Beralih sebentar pada Seno yang kini sudah tiba di sebuah restaurant mewah, dimana kedua orang tuanya mengajak untuk bertemu.


Sungguh Seno tidak pernah menduga bahwa pertemuan itu bertujuan untuk menjodohkan dirinya dengan salah satu anak dari teman Papahnya.


Mau melarikan diri sudah terlambat, karena kedua orang tuanya sudah melihat kedatangannya di sana. Di sisi lain keluarga dari wanita yang akan di jodohkan dengannya juga sudah duduk di sana bahkan sesekali saling mengobrol.


“Seno, kau sudah datang! Cepat duduk di sini!” seru Mamah Syifa yang menyuruh Seno untuk duduk di sampingnya.


“Aish, … Sial! Kalau tahu begini sebaiknya aku tidak usah datang saja,” gumam Seno bahkan mengumpat pada kebodohannya sendiri.


Sedangkan tepat di depan tempat duduk Seno sudah ada seorang wanita cantik tapi tampak judes tengah duduk dengan anggunnya.

__ADS_1


Seno yang sudah tidak bisa melarikan diri lagi, akhirnya terpaksa hanya bisa menuruti perintah Mamahnya. Dia menyempatkan diri berjabat tangan dan saling berkenalan dengan teman dari orang tuanya itu.


“Ouhya, … Perkenalkan ini putri teman Papah, namanya Zara Athalea Frederick. Dia seorang Dokter kandungan yang hebat dan bahkan baru kembali dari tugasnya di London hanya khusus untuk bertemu denganmu,” ujar Papah Ibnu memaksa Seno dan Zara untuk saling berjabat tangan dan berkenalan satu sama lain.


“Hallo, saya Arseno. Senang berkenalan dengan anda,” ucap Seno sembari mengulurkan tangannya untuk berjabat tangan.


“Saya Zara, senang bertemu dengan anda juga!” balas Zara menerima jabat tangan tersebut.


“Pah, jangan bilang kalau, _....”


“Lihatlah, kalian berdua terlihat sangat cocok satu sama lain. Sepertinya tidak perlu pendekatan dan langsung menikah saja akan lebih baik,” celetuk Mamah Syifa yang mengabaikan perkataan Seno.


“Waah, … Itu ide yang bagus! Kami sangat menyetujuinya,” sahut Frederick, ayah dari Zara dan di tanggapi oleh anggukan kepada Nyonya Frederick yang menandakan mereka juga setuju akan ide langsung menikah itu.


Mendengar kata langsung menikah, sontak Seno dan Zara seketika membulatkan kedua bola mata mereka dan saling lempar pandangan satu sama lain.


Bagaimana pun juga ini pertemuan pertama, bahkan nama saja mereka baru saling mengetahui beberapa detik yang lalu.


Keduanya sama-sama ingin mencoba menolak perjodohan konyol itu. Akan tetapi, kedua orang tua mereka sepertinya tidak memberikan kesempatan pada keduanya untuk menyampaikan keberatan akan perjodohan tersebut.


...****************...


Sedangkan di London, ….


Dira yang tengah menemani Baby Queen bermain, tiba-tiba terlintas sebuah rencana untuk memanfaatkan bocah menggemaskan itu agar bisa menyatukan Kiran dan Reksa kembali.


Namun dia tidak bisa melakukan rencana tersebut sendirian, sehingga terlintas satu orang yang dia pikir tepat untuk membantunya melakukan rencana tersebut.


“Benar!” seru Dira tiba-tiba membuat Baby Queen yang tengah asyik bermain puzzle menjadi terkejut.


“Kenapa aku tidak terpikirkan cara ini sejak awal,” sambung Dira tanpa rasa bersalah sedikitpun, sebelum menyadari arti tatapan Baby Queen yang di tunjukan padanya.


“Tante, … Queen kaget!” rengek Baby Queen dengan raut wajah yang terlihat tengah menahan tangisannya yang hampi pecah.

__ADS_1


“Eeehh, … Sayang! Aduh, … Maafkan Tante ‘yah, Baby Queen sayang!” ucap Dira yang langsung meraih tubuh mungil Baby Queen dalam pelukannya.


“Umm, … Tante kenapa ‘sih tiba-tiba berteriak seperti tadi?” tanya Baby Queen dengan tatapan polosnya.


“Apa Baby Queen ingin bertemu dengan Papa?”


Bukannya menjawab, Dira malah balik bertanya pada Baby Queen dengan topik kesukaannya yaitu membahas tentang Papanya. Sontak mata yang tadinya hampir menangis seketika berubah berbinar penuh harap dan kebahagiaannya.


“Iya, Queen mau bertemu dengan Papa secepatnya!” jawab Baby Queen penuh semangat.


“Benarkah? Kalau begitu kita harus berbagi tugas? Baby Queen mau ‘kan?” tanya Dira lagi.


“Siap, Tante!” Baby Queen kembali menjawabnya dengan semangat yang semakin membara.


“Tante akan membawa Papamu datang untuk menemui Baby Queen, sedangkan tugas Baby Queen adalah membuat Papa dan Mama selalu bersama. Apa Baby Queen bisa melakukannya?” tanya Dira memastikan kembali.


Gadis itu menganggukkan kepalanya dengan cepat dan penuh antusias, lalu berkata, “Yaa, … Tante Dira! Queen pasti bisa melakukannya.”


“Kalau begitu apa Baby Queen bisa merahasiakan rencana ini dari semua orang? Hanya kita berdua yang akan mengetahui rencana rahasia ini agar Baby Queen bisa bersama dengan Papa dan Mama,” ujar Dira lagi yang hanya ingin bekerjasama dengan Baby Queen saja tanpa di ketahui yang lainnya.


“Siap, Tante! Rencana rahasia kita berdua saja, Queen janji!” ucap Baby Queen yang terlihat semakin menggemaskan jika sedang serius akan sesuatu.


“Aaahh, … Astagaa, … Kau menggemaskan sekali, Baby Queen! Menggemaskan, pintar, lucu dan cantik sekali lagi.” Dira meraung memeluk Baby Queen saking gemasnya.


Ilustrasi, .....



Bersambung, ......



__ADS_1



__ADS_2