Love Me Again, My Husband!

Love Me Again, My Husband!
Ketakutan Baby Queen


__ADS_3

Mendengar ucapan Dani seketika terlintas sebuah rencana cemerlang agar dia bisa berusaha merebut hati Kiran kembali. Tiba-tiba Reksa tersenyum sambil menatap Dani, tetapi seketika Dani malah merasakan firasat buruk ketika menyadari tatapan dari Tuannya itu.


“Aish, … Kenapa aku tiba-tiba merasa sangat merinding ‘yah?” batin Dani yang mulai merasakan firasat buruknya.


“Dan, cari tahu tempat bermain yang cocok anak-anak! Lalu cari tahu juga apapun yang putriku sukai. Mulai dari makanan, minuman, baju, mainan dan semuanya. Aku ingin dalam satu jam kau bisa mendapatkan semua informasi itu,” perintah Reksa yang tentu saja langsung membuat Dani membulatkan kedua bola matanya.


“Tu-Tuan sedang bercanda ‘kan? Mana mungkin saya bisa mendapatkan semua informasi itu hanya dalam waktu satu jam saja?” Dani berusaha menyampaikan rasa protesnya akan perintah tersebut.


“Apakah aku kelihatan sedang ingin bercanda denganmu? Aku tidak mau tahu dalam waktu satu jam dari sekarang kau harus sudah mendapatkan semua informasi itu,” ujar Reksa tanpa menerima bantahan lagi.


“Ini bukan perintah namanya, tapi anda sekalian balas dendam karena selama ini saya membantu menyembunyikan keberadaan Nyonya Kiran, bukan?” gerundel Dani yang bisa membaca niat asli Tuannya.


“Ini belum seberapa Dani di bandingkan kau yang sejak awal tahu keberadaan istri dan anakku, tapi malah tetap diam bahkan setelah mengetahui aku sudah seperti orang gila mencari keberadaan mereka,” balas Reksa yang tidak bisa memaafkan perbuatan sekretarisnya itu yang menurut Reksa selama ini telah mempermainkannya.


“Tuan, sudah saya katakan bahwa itu permintaan Nyonya Kiran sendiri! Nyonya bahkan sampai memohon padaku, bagaimana aku bisa menolaknya coba?” Dani berusaha membela diri.


“Sudahlah! Aku tidak mau mendengar alasanmu. Pokoknya dalam waktu satu jam kau harus mendapatkan semua informasi yang aku inginkan,” ujar Reksa finalnya.


“Ck, … Ini Kota London, Kota yang romantis dan kebanyakan untuk berbulan madu. Lalu dimana aku bisa menemukan tempat bermain untuk anak-anak.”


Dani terus menggerutu di sepanjang perjalanan menuju ke hotel. Meski begitu Dani tetap melaksanakan perintah Reksa dengan menanyakannya pada Dira.


Sementara Reksa sendiri tengah memikirkan berbagai cara agar bisa meluluhkan Kiran hati Kiran untuk bisa memaafkan dan menerimanya kembali.


...****************...


Beberapa jam setelah kepergian Reksa dari tempat tinggal Kiran, Baby Queen akhirnya terbangun dari tidur siangnya. Biasanya begit bangun Baby Queen akan langsung mencari keberadaan Kiran, tetapi kali ini langsung menginginkan keberadaan Papanya.


“Papa!”

__ADS_1


Baby Queen yang berjalan keluar dari kamarnya sambil mengucek kedua matanya dengan terus memanggil Papanya. Saat itu Baby Queen masih mengira bahwa Papanya pasti sedang bersama dengan Mamanya di ruangan lain.


Meski di dalam hati Baby Queen sudah merasa ketakutan bahwa Papanya kembali meninggalkan dirinya.


“Sayang, kau sudah bangun rupanya?” tanya Kiran yang tengah memasak untuk makan siang mereka. Sedangkan Dira dan Alka masih membereskan sisa pesta ulang tahun tadi pagi.


“Mama! Dimana Papa?” tanya Baby Queen dengan air mata yang sudah hampir jatuh di pelupuk matanya.


Kiran seketika terdiam berusaha mencari jawaban yang tepat agar tidak menyakiti hati putri kecilnya lagi, tetapi tidak membuat Reksa terlihat jahat di mata putrinya itu.


Kiran menghentikan aktivitas memasaknya dan memilih untuk menghampiri Baby Queen, lalu meraih tubuh mungil putrinya dalam pelukannya.


Dalam pelukannya Kiran berkata, “Sayang, Papa harus pergi bekerja! Bukankah ada Mama yang akan selalu ada untuk menemani Queen.”


“Hiks, … Apa Papa meninggalkan Queen lagi! Padahal Papa sudah janji tidak akan meninggalkan Queen lagi.”


“Cuup, … Sayang, jangan menangis ‘yah! Kan masih ada Mama bersama Queen.”


Kiran berusaha membujuk dan menenangkan putrinya yang sudah menangis semakin kencang, bahkan sampai terdengar di luar rumah. Mendengar suara tangisan Baby Queen, Dira dan Alka pun segera masuk untuk memastikan apa yang terjadi.


“Ada apa, Baby Queen sayang? Kenapa menangis, hmmm?” tanya Dira yang mendekat pada Baby Queen berharap dia bisa membantu Kiran menenangkan tangisannya.


“Tante Dira, Hiks! Queen ingin Papa, tolong bawa Papa kembali pada Queen, Hiks, …” rengek Baby Queen di sela isak tangisnya.


Benar saja mendengar suara Dira, Baby Queen langsung beralih memeluknya sambil mengadu bahwa dia menginginkan Papanya untuk datang saat itu juga. Dira lalu menatap kearah Kiran untuk meminta jawaban atas permintaan Baby Queen.


“Hiks, … Hiks, … Queen ingin Papa, Tante!”


Untuk beberapa saat Kiran hanya terdiam tidak memberikan jawaban apapun. Namun melihat tangisan putri kecilnya yang semakin keras sampai sesenggukan Kiran pun menganggukkan kepalanya menandakan bahwa dia mengijinkan Dira untuk menghubungi Reksa lagi.

__ADS_1


Mendapat persetujuan dari Kiran, Alka pun langsung berkata, “Jangan menangis lagi ‘yah, Baby Queen Sayang! Om Alka akan menelpon Papa Queen untuk segera datang, Okay!”


Namun Baby Queen masih saja menangis sesenggukan, sebelum Papanya benar-benar datang Baby Queen sepertinya tidak mau menghentikan tangisannya. Bahkan ketika Kiran berusaha untuk menenangkannya, Baby Queen malah menolak sentuhannya.


“Queen! Kenapa putri Papa menangis, hmmm?”


Belum sempat Alka menghubungi Reksa, ternyata orangnya sudah berdiri tepat di belakangnya sambil membawa beberapa kantung belanjaan. Alka bahkan sampai terkejut mendengar suara Reksa yang bicara tepat di belakangnya.


“Papa!” seru Baby Queen.


Seketika dia berhenti menangis bahkan tersenyum bahagia melihat kedatangan Papanya. Baby Queen bahkan langsung melepaskan pelukannya dari Dira dan berlari menghamburkan tubuh mungilnya dalam pelukan sang Papa yang sangat dia rindukan.


Reksa pun langsung berjongkok untuk menyamakan tingginya dengan sang putri dan langsung saja membawa putri kecilnya itu dalam gendongannya.


“Kenapa Queen menangis sampai seperti ini, sayang! Lihatlah, sekarang wajah cantik Queen jadi hilang ‘kan?” tanya Reksa sembari mengelap ingus di hidung mungil putrinya.


“Karena Papa tidak ada di samping Queen saat Queen bangun tadi! Queen pikir Papa meninggalkan Queen lagi,” jawab Baby Queen masih dengan sesenggukan tapi tidak menangis seperti tadi.


“Mana mungkin Papa pergi meninggalkan Queen! Bukankah Papa sudah berjanji tidak akan meninggalkan Queen dan Mama Queen lagi untuk selamanya,” ujar Reksa yang membawa putri kecilnya dalam pelukan hangatnya.


“Lalu Papa pergi kemana saat Queen sedang tidur?” tanya Baby Queen yang masih takut Papanya akan pergi lagi.


“Papa hanya pergi sebentar untuk membeli makanan kesukaan Queen! Lihatlah, Papa juga membelikan makanan kesukaan Mama Queen. Ayo, kita makan bersama!” jelas Reksa yang berhasil membuat Baby Queen berhenti menangis dan kembali tersenyum bahagia.


Bersambung, .....



__ADS_1


__ADS_2