Love Me Again, My Husband!

Love Me Again, My Husband!
Para Pelindung Kiran


__ADS_3

Posisi Kiran sudah semakin terpojok, ketika salah satu dari pria itu ingin menyentuh Kiran tiba-tiba sebuah tendangan yang sangat keras berhasil membuat pria itu terhempas cukup jauh.


Semuanya pun sangat terkejut tak terkecuali Kiran, sedangkan pria yang kini terkapar di lantai hanya bisa merintih kesakitan.


“Haish, … Beraninya hanya pada seorang wanita lemah!”


“Dan kalian masih mengatakan dengan lantang bahwa kalian itu laki-laki sejati?”


“Cuih, … Mencoreng nama baik laki-laki di dunia saja,”


Rasa terkejut bersamaan dengan perasaan lega seketika Kiran rasakan ketika melihat Leo, sang actor yang dia pilih datang melindunginya.


Sebenarnya Leo tidak berniat untuk ikut campur, tetapi ketika melihat bahwa yang menjadi korbannya adalah Kiran, wanita yang memilihnya secara langsung untuk syuting iklan dari perusahaan besar.


Leo yang awalnya berniat ingin istirahat di dalam mobilnya sambil menunggu managernya kembali, langsung saja keluar dari mobilnya dan menendang pria yang berniat menyentuh Kiran.


Beruntung setiap adegan perkelahian di dalam film yang di bintanginya tidak ada satu pun yang menggunakan pemeran pengganti. Sehingga Leo cukup berpengalaman dalam dunia bela diri. Tapi sepertinya semua itu bukan keberuntungan semata.


“Siapapun kau, sebaiknya jangan ikut campur dan mengganggu kami! Lebih baik kau pergi sekarang, jika ingin tetap hidup,” ujar salah satu pria itu.


Leo terkekeh pelan seolah menyepelekan perkataan pria itu. Lalu Leo membalas, “Lucu sekali! Hanya seorang Gangster murahan seperti kalian berniat membunuhku. Apa kalian sudah bosan hidup?”


“Aish, … Bajingan Sialan! Akan aku tutup mulut busukmu itu selamanya!” umpat pria itu yang langsung menyerang Leo secara membabi buta.


Beberapa pria lainnya pun berniat untuk membantu temannya untuk melawan Leo. Namun siapa sangka kemampuan bela diri seorang actor yang di katakan tidak begitu terkenal sehebat ini. Meksi sendirian Leo bisa mengatasi setiap serang para gangster itu dengan mudah.


Namun siapa sangka, di saat Leo tengah sibuk menghadapi para gangster lainnya. Masih ada seorang gangster lagi yang berniat langsung membunuh Kiran dengan menggunakan pisau yang sudah di pegang di tangannya. Leo yang menyadari Kiran dalam bahaya, akhirnya tidak focus dengan lawan yang di hadapannya.


“Nyonya Kiran! AWAS!!”


Bugh, …


“Akh, …”

__ADS_1


Bersamaan dengan Leo yang mencoba menyuruh Kiran untuk menghindar, Leo terpaksa harus mendapatkan sebuah pukulan balok besar di kepala bagian belakanganya.


Seketika Leo tumbang merasakan pening yang luar biasa pada kepalanya dan darah segar pun mengalir dari bekas pukulan tersebut.


Ternyata bukan Leo saja yang tumbang, tetapi pria yang berniat menusuk Kiran juga seketika tumbang ketika Reksa memukul kepala pria tersebut dengan tongkat besi yang entah dia dapatkan dari mana. Bahkan Reksa sendiri juga entah muncul dari sana untuk melindungi Kiran dari penusukan tersebut.


“Ma-Mas Re-Reksa, …” gumam Kiran dengan suara bergetar penuh ketakutan.


“Nak, lihatlah! Papahmu datang untuk melindungi kita berdua,” batin Kiran sembari mengelus perutnya pelan.


“Siapa yang menyuruh kalian, Hah” teriak Reksa yang berdiri di depan Kiran agar para gangster itu tidak mendekati Kiran lagi, bahkan Reksa mengarahkan tongkat besinya sebagai senjata untuk mengancam para pria itu.


“Melihat kalian datang dan langsung menargetkan wanita ini sudah sangat jelas bahwa ada seseorang yang membayar kalian, bukan?” Tebakan Reksa sungguh tepat sasaran.


“Hahahaa, … Tebakanmu memang benar, tapi kami tidak akan pernah mengatakan siapa orang itu! Jika kau berniat menghalangi kami, maka bersiap saja kau akan bernasib seperti dia.”


Pria itu menunjuk pada Leo yang masih terkapar di lantai dengan darah yang sudah membasahi kepala bagian belakangnya. Kiran dan Reksa sempat terkejut melihat keadaan Leo yang sepertinya terluka parah.


Bugh, … Bugh, … Bugh, ….


Bukan hanya merebut balok kayu itu, tetapi juga membalas memukuli pria itu berulang kali sampai pria tersebut tidak bergerak lagi. Entah sudah mati atau hanya pingsan saja, tapi darah terus mengalir dari tubuh pria itu.


Leo yang selama ini tampak tenang dan ceria, kini memperlihatkan sisinya yang lain yang lebih tepat di katakan seperti psikopat.


“Aish, … Sialan! Berani sekali kau melukai tubuhku yang berharga!” ucap Leo begitu berhenti setelah puas membalaskan pukulan yang dia terima sebelumnya.


“Sekarang giliran kalian!” sambung Leo menatap para gangster yang tersisa.


“Reksa! Kiran! Apakah kalian baik-baik saja?” seru Seno yang berlari menghampiri Kiran dan Reksa berada bersama dengan Alka.


“Bantu aku menangkap mereka!” seru Reksa yang tidak bisa membiarkan orang-orang yang berniat menyakiti Kiran lolos begitu saja.


Pertarungan pun kembali terjadi, dimana Reksa, Seno dan Alka berusaha melumpuhkan para gangster tersebut. Sedangkan Leo seketika tersadar bahwa secara tidak sengaja dia menunjukan sisi lainnya pada Kiran dan Reksa.

__ADS_1


Detik itu juga Leo kembali berpura-pura menjadi sang actor yang lemah dan duduk tidak jauh dari tempat Kiran berdiri sambil melindungi.


“Tuan Leo, apa kau baik-baik saja! Ya Tuhan, … Kepalamu terus mengeluarkan darah. Bagaimana ini?” ujar Kiran yang segera menghampiri Leo dengan panik.


Leo bahkan sampai terkejut melihat kebaikan Kiran, dimana seharusnya wanita itu takut kepadanya setelah hampir membunuh seseorang tepat di depan matanya.


Kiran malah lebih terlihat khawatir dengan luka yang dia dapatkan. Bahkan Kiran sampai melepaskan jas yang dia kenakan untuk menutupi luka di kepala Leo agar darahnya cepat berhenti.


Disaat Reksa, Alka dan Seno hampir berhasil melumpuhkan para gangster tersebut. tiba-tiba beberapa mobil datang dan para gangster yang sudah terluka itu langsung melarikan diri dengan masuk ke dalam mobil tersebut.


“Sial, kita kehilangan para bajingan itu!” umpat Seno yang kesal karena tidak bisa mengejar para penjahat itu.


Berbeda dengan Reksa dan Alka yang bergegas menghampiri Kiran untuk memeriksa keadaannya. Dalam keadaan seperti itu dapat Kiran rasakan bahwa tatapan suaminya telah kembali seperti dulu dan Kiran berharap semua itu bukan harapannya, tapi kenyataan yang benar-benar nyata.


“Kiran! Apa kau baik-baik saja?” tanya Reksa dan Alka bersamaan.


Dengan air mata yang bercucuran deras membasahi wajah cantiknya, Kiran tanpa sadar langsung menghamburkan tubuhnya ke dalam dekapan hangat Reksa.


Reksa pun memeluk erat Kiran dan berusaha menenangkannya, sedangkan Alka hanya bisa memperhatikan pasangan itu dengan perasaan sedih.


“Mas, aku sangat takut! Mengapa mereka ingin membunuhku? Hiks, …” adu Kiran dalam isakan nya yang semakin memeluk Reksa semakin erat.


“Tidak apa-apa sekarang! Mereka sudah pergi, tenanglah!” bisik Reksa dengan penuh kelembutan.


“Hiks, … Kenapa Mas menyuruhku datang kesini?” ujar Kiran lagi dalam tangisannya.


“Apa maksudmu, Kiran?” Seketika Reksa kebingungan dengan maksud perkataan Kiran.


Bersambung, ....



__ADS_1


__ADS_2