
“Bahkan sampai sekarang masih belum di ketahui kabar keduanya bagaimana,” lanjut Dira yang ingin melihat bagaimana reaksi Kiran setelah mendengar hubungan Reksa dengan Anya selepas kepergiannya.
“Aku tidak peduli, Dira!” sahut Kiran yang memperlihatkan raut wajah tidak peduli.
“Sekarang aku hanya akan focus pada putriku! Dan untuk masalah Mas Reksa, aku mungkin memerlukan sedikit waktu untuk bisa memaafkannya dan menerimanya kembali,” sambung Kiran dengan keputusan akhirnya.
“Baiklah, jangan bahas ini lagi! Jika kau memang belum siap menerimanya kembali, maka kami juga hanya bisa menghargai keputusanmu,” ujar Alka yang menyudahi pembicaraan itu karena tidak ingin membuat Kiran menjadi kepikiran.
Apalagi Kiran baru saja melalui proses melahirkan yang menyakitkan. Alka tidak ingin membuat Kiran malah menjadi stress, begitu juga dengan Dira yang tidak ingin menekan Kiran lebih jauh lagi.
Bagaimana pun juga Kiran yang akan menjalani kehidupannya, sehingga Alka dan Dira tidak perlu terlalu ikut campur terlalu dalam dengan keputusannya.
Beralih pada Reksa yang ternyata pergi menemui orang suruhannya yang dia tugaskan untuk mencari keberadaan Kiran selama ini. Karena kebetulan waktu pertemuannya sudah mendesak, akhirnya Reksa membawa Dani sekalian untuk menemuinya.
“Apa kalian belum bisa menemukan jejaknya juga sama sekarang?” tanya Reksa pada sekelompok pria yang di temuinya itu.
“Kami sudah hampir memeriksa setiap sudut kota London ini, tapai sampai sekarang tidak sedikitpun bisa menemukan jejaknya. Sepertinya ada pihak lain yang berusaha menyembunyikan keberadaan istri anda, Tuan!” jelas salah satu pria itu mewakili yang lainnya.
“Waahh, … Jadi, Tuan Reksa memerintahkan orang sampai sebanyak ini hanya untuk menemukan Nyonya Kiran?”
“Padahal baru saja dia menggendong anaknya sendiri, tapi kenapa Tuan Reksa sama sekali tidak memperkirakan bahwa itu adalah anaknya dan ibu dari anak itu merupakan istri yang dia cari selama ini?”
“Apakah ini yang di namakan dengan karma? Tuhan ingin mempermainkan Tuan Reksa sebagai hukuman karena dulu selalu melukai Nyonya Kiran dan bahkan memaksa untuk bercerai.”
Dani hanya bisa mengatakan semua itu di dalam hatinya. Dia hanya bisa diam menyimak pembicaraan antara Reksa dan orang suruhannya itu sambil berusaha menyimpan rahasia bahwa sebenarnya dia sudah menemukan Kiran. Dani dapat melihat kekecewaan besar di raut wajah Reksa saat usahanya masih belum membuahkan hasil juga.
...****************...
4 Tahun telah berlalu, ….
“Mama!” seru seorang gadis kecil yang sangat cantik dan menggemaskan berlari sambil tersenyum bahagia menghampiri Mamahnya.
__ADS_1
“Shasa, pelan-pelan sayang! Jangan berlari nanti kau bisa jatuh,” ujar sang Mama yang ternyata adalah Kiran.
“No Shasa, Mama! But Baby Queen,” protes bocah kecil itu sembari memanyunkan bibirnya.
“Iya, Baby Queen Nya Mama!” sahut Kiran yang terus mencium gemas wajah putri cantiknya itu.
Siapa sangka waktu yang Kiran butuhkan untuk bisa memaafkan Reksa bisa sampai selama itu. Kiran memang tidak menyembunyikan identitas Reksa sebagai seorang ayah pada putrinya.
Bahkan Kiran menunjukan foto Reksa yang tengah menggendong Baby Queen saat pemberian nama itu.
“Hehehee, … Mama! Apakah ulang tahun Baby Queen kali ini Papa juga tidak bisa datang?” tanya Baby Queen yang terlihat jelas kesedihan di wajah mungilnya.
“Apakah Baby Queen Nya Mama ini sangat merindukan Papa? Queen ingin Papa datang di pesta ulang tahun Queen kali ini?” Baby Queen langsung menganggukkan kepalanya dengan cepat.
“Mama akan usahakan Papa datang ‘yah!” ujar Kiran yang sebenarnya tidak ingin memberi harapan kepada putrinya.
“Mama! Mama, bilang sama Papa kalau Baby Queen mau hadiah boneka kelinci yang sangat besar!”
Tampak jelas kebahagiaan di wajah gadis kecil itu membayangkan Papanya benar-benar akan datang di hari ulang tahunnya kali ini. Kiran hampir saja mau menangis di depan putrinya itu, tetapi sebisa mungkin dia berusaha menahan agar air matanya tidak jatuh di depan putrinya.
“Yeaaay, … Mama sudah janji ‘loh sama Queen!” Queen langsung berseru kegirangan.
Ternyata pembicaraan Ibu dan anak itu di dengar oleh Dira dan Alka yang baru saja kembali dari berbelanja kebutuhan sehari-hari. Melihat kedatangan Om dan Tantenya, gadis mungil itu pun segera berlari menghamburkan tubuhnya dalam pelukan Dira.
“Om Alka! Tante Dira, kata Mama nanti Papa Queen akan datang membawa hadiah boneka kelinci besar sekali untuk hadiah ulang tahun Queen,” ujar Queen dengan riang gembira.
“Benarkah?” tanya Alka sembari melirik kearah Kiran menuntut penjelasan.
“Emm, … Mama sudah berjanji akan meminta Papa untuk pulang!” jawab Queen yang tidak berhenti menunjukan senyuman bahagianya.
Melihat bagaimana bahagianya Queen yang sebentar lagi akan bertemu dengan Papanya, Alka dan Dira langsung menatap Kiran untuk menuntut penjelasan. Sementara Kiran sendiri malah menunduk sedih agar bisa menghindari tatapan kedua sahabatnya itu.
__ADS_1
“Mama, Queen mau bermain bersama Alvi,” pamit Queen yang meminta ijin untuk bermain dengan kucing kesayangannya.
“Boleh tapi jangan sampai terluka, sayang!” pesan Kiran yang tentunya tidak melarang putrinya untuk bermain.
“Siap, Mama!” sahut Queen yang langsung berlari mengejar kucingnya.
Alka pun membawa barang belanjaannya ke dapur untuk meletakkannya di sana, sebelum dia ikut bergabung dalam pembicaraan Kiran dan Dira.
Tentunya pembicaraan itu membahas tentang janji Kiran kepada Queen. Apalagi selama ini Kiran bersikeras untuk tetap menyembunyikan keberadaan dirinya dan juga Queen dari pencarian Reksa selama ini.
“Apa sekarang kau sudah memaafkan Reksa dan mencoba menerimanya kembali?” tanya Dira membuka pembicaraan.
“Aku tidak tahu, Dira! Hanya saja aku tidak ingin melihat putriku bersedih,” jawab Kiran yang masih tertunduk sedih.
“Kiran, sebaiknya kau memang mempertemukan Queen dengan Reksa! Bagaimana pun juga Reksa adalah ayah kandung dari Queen,” ujar Alka yang kembali memberikan saran kepada Kiran.
Kiran terdiam dan lebih memilih menghindari tatapan Alka dan Dira. Sudah berulang kali Alka dan Dira berusaha membujuk Kiran untuk mempertemukan Reksa dengan putrinya, tetapi Kiran masih saja tetap pada keputusannya untuk menjauh dari kehidupan Reksa.
“Haaah, … Memang susah ‘yah membujuk wanita yang sudah pernah di kecewakan oleh seorang pria yang di cintainya,” gumam Alka yang tidak harus membujuk Kiran bagaimana lagi.
“Jadi, kau hanya ingin membuat Queen berharap saja? Bukankah itu artinya kau sama saja dengan Reksa? Membuat seseorang berharap tapi pada akhirnya di kecewakan,” cecar Dira yang kesal sendiri dengan sikap diam Kiran setiap kali dia berusaha membujuk dan menasehatinya.
Saking kesalnya, Dira lebih memilih menemani Queen bermain daripada membujuk Kiran lagi. Namun diam-diam Dira malah saling bertukar pesan dengan Dani, bahkan mengirimkan semua foto perkembangan Baby Queen agar di perlihatkan kepada Reksa.
Ilustrasi Baby Queen, ....
Bersambung, .....
__ADS_1