Love Me Again, My Husband!

Love Me Again, My Husband!
Perasaan Kesepian


__ADS_3

Sementara Kiran langsung menemui Alka yang masih menunggunya di depan rumah. Sebenarnya Kiran ingin tetap tinggal dan mengajak Reksa membicarakan tentang banyak hal.


Dan tentunya Kiran ingin sekali merawat Reksa yang wajahnya terlihat pucat dari biasanya. Akan tetapi, Kiran juga tidak membatalkan janji makan malamnya dengan Alka. Terlebih Alka sendiri kini sudah bersedia menjemput dan menunggunya.


“Alka, Maaf!”


Kiran langsung mengucapkan kata maaf begitu menghampiri Alka. Hingga membuat wajah Alka seketika berubah kecewa dan sedih mengira Kiran akan membatalkan janji makan malam dengannya karena keberadaan Reksa.


“Maaf untuk apa Kiran?” tanya Alka yang sebenarnya tidak ingin mendengarkan jawaban yang dia kira penolakan dari Kiran.


“Maaf, karena sudah membuatmu menunggu sedikit lama! Ayo, kita pergi sekarang!” jawab Kiran yang berjalan mendahului Alka yang masih tak percaya dengan jawaban dari Kiran yang ternyata lebih memilih dirinya din bandingkan Reksa.


“Alka! Kau tidak ingin pergi?”


Pertanyaan Kiran seketika membuat Alka tersadar dari lamunannya. Kiran yang menyadari bahwa Alka diam dan mengikutinya, akhirnya berbalik dan kembali menghampiri Alka dengan tatapan penuh tanya.


“Ada apa? Kenapa kau malah melamun?” tanya Kiran lagi.


“Tidak apa-apa! Ayo, kita pergi sekarang!” jawab Alka yang langsung menggandeng tangan Kiran tanpa sadar.


Alka benar-benar memperlakukan Kiran layaknya seorang ratu yang sangat berharga. Dia membukakan pintu mobil untuk Kiran dan memastikan kepala wanitanya tetap aman tanpa membentur bagian mobil. Setelah itu, baru Alka kembali ke posisinya yang akan mengemudikan mobil mewah itu sendiri.


Semua kejadian itu, Reksa lihat secara langsung dari balkon lantai dua yang berada di kamarnya. Sungguh saat itu perasaan Reksa terasa sangat sakit melihat Kiran yang sepertinya sudah nyaman dengan pria lain.


Sedangkan dirinya kini hidup dengan penuh penyesalan, dia tidak akan mau meminta Kiran untuk kembali padanya setelah apa yang dia lakukan selama ini.


“Kau akan segera menemukan kebahagiaanmu, Kiran!” ucap Reksa yang diam menatap kepergian mobil yang membawa Kiran dan Alka itu.


Setelah mobil itu tidak terlihat lagi, Reksa lalu memaksakan langkah kakinya untuk berjalan meninggalkan rumah yang menyimpan banyak kenangan itu.

__ADS_1


Namun begitu kembali ke kamarnya, perasaan kehilangan dan kesepian tiba-tiba memenuhi hati dan pikiran Reksa.


“Tidak! Kau tidak boleh egois, Reksa!” gumam Reksa yang segera menarik kopernya untuk meninggalkan kamar itu.


Dengan langkah yang begitu berat, Reksa terus berjalan pergi diiringi air matanya. Dia terus meneguhkan hati untuk melepas kebahagiaannya sendiri demi melihat kebahagiaan Kiran.


Sudah cukup Reksa mengingkari janjinya dan menyakiti Kiran, maka inilah hukuman yang tepat yang harus dia terima.


...****************...


Sama halnya yang di rasakan oleh Kiran. Meskipun ada Alka yang berada di sampingnya, tetapi tidak bisa dia pungkiri bahwa entah mengapa harinya merasa kosong dan kesepian.


Hingga akhirnya makan malam yang sudah Alka persiapkan sebaik mungkin tidak bisa menyentuh hatinya sama sekali.


“Apa yang terjadi dengan hatiku? Mengapa aku merasa begitu kehilangan dan kesepian? Sebenarnya apa yang terjadi? Benarkah apa yang aku lakukan sekarang? Bukankah sekarang aku terlihat tidak jauh berbeda dengan Mas Reksa? Aku bertemu dan makan malam dengan pria lain, tetapi statusku masih menjadi istrinya?”


“Kiran! Ada apa?” tanya Alka yang menyadari pikiran Kiran saat ini tidak bersamanya.


“Tidak ada! Hanya beberapa masalah pekerjaan yang masih aku pikirkan sampai sekarang,” elak Kiran yang tidak mungkin dia mengatakan bahwa saat ini pikirannya terus tertuju pada Reksa.


“Jangan terlalu di pikiran! Seiring berjalannya waktu kau akan mudah menguasainya. Kalau masih butuh bantuan kau bisa mengandalkan diriku,” ujar Alka yang bersikap seolah tidak menyadari apapun.


Padahal Alka tahu bahwa meski raga Kiran saat ini bersama dengannya, tetapi di dalam hati Kiran hanya ada Reksa.


“Baiklah! Terima kasih atas semua bantuanmu, Alka!” ucap Kiran disertai senyuman manisnya.


“Tidak masalah! Kalau bisa aku ingin kau selalu mengandalkan diriku dalam segala hal. Dengan begitu kau tidak akan tahu caranya untuk beralih pada orang lain,” balas Alka yang terdengar penuh dengan harapan di setiap kata yang dia ucapkan.


“Tidak, Alka! Jika pun terpaksa harus mengandalkan pada sesuatu atau seseorang, maka aku harus bisa mengandalkan diriku sendiri. Sehingga tidak ada penyesalan atau rasa kehilangan ketika orang yang selama ini aku andalkan pergi,” ujar Kiran, bibirnya tersenyum tetapi sorot matanya penuh dengan kesedihan.

__ADS_1


“Maaf, jika mungkin pertanyaanku kali ini sedikit mengusik masalah pribadimu! Tapi apakah benar kau dan Reksa akan benar-benar berpisah?” Alka memberikan diri untuk memastikan hubungan Kiran dan Reksa saat ini.


“Jika bisa di perbaiki, aku sangat ingin memperbaikinya!”


“Jika dia tidak mengingatku, maka aku akan dengan senang hati kembali membuat kenangan indah dengannya dari awal!”


“Jika dia tidak ingat pernah mencintaiku, maka aku bersedia membuatnya jatuh cinta kembali padaku.”


“Namun sayangnya, dia tidak memberikan kesempatan pada hubungan ini untuk di perbaiki! Dia tidak memberikan kesempatan untukku membuat kenangan bersamanya lagi. Hiks, … Dia tidak mau membuka hatinya untuk mencintaiku lagi. Hiks, … Hiks, ….”


“Lalu apa yang harus aku lakukan untuk tetap berada di sisinya? Hiks, … Bila dia bahagia dengan wanita yang menjadi masa lalunya! Hiks, … Hiks, ….”


Seharusnya Kiran tidak perlu menjawab pertanyaan yang Alka lontarkan kepadanya. Akan tetapi, Kiran membutuhkan sebuah tempat untuknya mengutarakan keluh kesah yang ada di hatinya saat itu.


Kiran memang memiliki Dira, tetapi posisinya sebagai Ceo saat ini membuat Kiran tidak bisa leluasa menemui sahabatnya itu curhat.


“Kalau begitu kenapa kau tidak mencoba melabuhkan hatimu di tempat lain yang bersedia menerimamu, melindungimu, membahagiakan dirimu dan selalu mencintaimu?” ujar Alka yang berharap kali ini dirinya memiliki kesempatan untuk mendapatkan hati Kiran.


“Jika itu mudah untuk aku lakukan, maka aku sudah melakukannya sejak Mas Reksa mengucapkan kata cerai untukku! Tapi nyatanya pria yang melontarkan kata cerai padaku sudah begitu melekat di dalam hatiku, Alka! Aku sangat mencintainya,” terang Kiran sekaligus sebagai tanda penolakan secara halus bagi Alka sendiri.


“Mungkin waktu bisa mengubahnya Kiran!” Alka tetap bersikeras meminta kesempatan pada wanita yang menjadi cinta pertamanya itu.


“Silahkan jika kau ingin mencoba merebut hatiku, tetapi aku harap nantinya kau tidak kecewa akan hasil yang tidak sesuai dengan harapanmu,” ujar Kiran yang tidak ingin Alka menghabiskan waktunya hanya untuk wanita sepertinya.


Bersambung, ....



__ADS_1


__ADS_2