Love Me Again, My Husband!

Love Me Again, My Husband!
Belum Bisa Memaafkan


__ADS_3

“Benar, Queenesha Reana Damarwangsa! Nama yang begitu indah,” batin Dani yang setuju dengan pemberian anak Atasannya itu.


“Kiran, kau pasti sangat bahagia jika melihat pemandangan ini. Putrimu di sambut dengan penuh cinta oleh Ayahnya, bahkan Reksa juga memberikan nama yang begitu indah untuk putri kalian,” gumam Dira yang turut bahagia menyambut kelahiran Baby Queen.


“Queenesha Reana Damarwangsa, nama yang sangat cantik dan cocok untuk bayi kecil ini,” gumam Dr. Zara seraya menunjukan senyumannya sekilas.


“Maaf, …”


Sela Reksa yang cukup terkejut ketika Dr. Zara menyebut nama bayi yang tengah berada di dalam gendongannya itu bersamaan dengan nama belakang keluarganya. Dr. Zara pun hanya tersenyum tipis sembari meraih bayi itu lagi untuk mengembalikan Baby Queen pada ibunya.


“Tidak apa-apa! Hanya saja saya merasa nama belakang keluarga anda sangat cocok untuk melengkapi nama bayi ini. Maaf jika membuatnya merasa tidak nyaman,” jelas Dr. Zara dan tidak lupa meminta maaf atas perkataannya barusan.


Sebenarnya Reksa ingin menggendong bayi cantik itu lebih lama lagi. Akan tetapi, dia juga tidak ingin memisahkan bayi itu terlalu lama dari ibunya. Bahkan ketika Dr. Zara membawa kembali Baby Queen masuk, ada perasaan tidak rela di hati Reksa.


“Bayi yang sangat cantik! Bahkan wajah mungilnya yang polos itu berhasil mengingatkan aku pada wanita yang sangat aku rindukan selama ini,” batin Reksa yang terus menatap kearah Dr. Zara membawa baby Queen.


“Tuan!” Panggilan dari Dani menyadarkan Reksa dari lamunannya tentang Kiran.


“Emm, … Ayo, kita pergi sepertinya urusanmu di sini sudah selesai! Ibu dan anak itu juga sudah baik-baik saja sekarang,” ujar Reksa.


Lalu berjalan pergi meninggalkan rumah sakit di ikuti oleh Dani yang turut frustasi sendiri karena tidak bisa mengatakan kebenarannya kepada Reksa.


Namun janji adalah janji yang harus dia tepati apapun yang terjadi, setidaknya sampai dia tidak khilaf atau kelepasan bicara.


...****************...


Tak lama setelah kepergian Reksa dan Dani, Kiran dan bayinya juga langsung di pindahkan ke ruang perawatan. Akhirnya Dira juga bisa menemui Kiran dan Baby Queen, bahkan bisa menggendong bayi mungil itu sesuka hatinya.


“Queenesha Reana Damarwangsa, nama yang sangat indah!” gumam Kiran yang terus menebarkan senyuman bahagia dan bahkan selalu mengulang nama putrinya.


“Apa kau sangat bahagia sekarang?” tanya Dira yang melihat Kiran tidak berhenti tersenyum setelah mengetahui nama putrinya yang sangat indah dan bahkan itu pemberian dari Reksa sendiri.

__ADS_1


“Tentu saja! Putriku cantikku lahir dengan keadaan sehat dan sempurna, bahkan dia juga mendapat nama yang indah dan pelukan dari Ayahnya,” jawab Kiran dengan antusias.


Tringg, …


Sebuah pesan masuk di ponsel Kiran yang ternyata dari Dira. Siapa sangka Dira mengirimkan beberapa foto langka di saat Reksa tengah menggendong Baby Queen.


Kebahagiaan Kiran pun semakin bertambah dan malah langsung menjadikan foto itu sebagai wallpaper ponselnya.


“Itu hadiah selamat dariku, karena sekarang kau sudah resmi menjadi seorang Ibu,” ujar Dira yang turut bahagia melihat kebahagiaan Kiran.


“Makasih, Dira! Ini hadiah terbaik yang aku terima darimu,” ucap Kiran setulus hatinya sambil terus memandangi foto yang Dira kirimkan.


Dira terus memperhatikan Kiran yang hanya focus menatap foto Reksa dan Baby Queen. Meski wajahnya tersenyum dan menunjukan kebahagiaan, tetapi Dira masih bisa melihat bahwa Kiran merindukan sosok Reksa.


Selama ini bukannya Dira tidak menyadari, tapi dia hanya bersikap tidak peduli dan seolah tidak melihat kesedihan atau perasaan kehilangan yang selalu Kiran coba sembunyikan kepada semua orang.


Namun kali ini, sepertinya Kiran tidak bisa menyembunyikan kesedihan dan kerinduannya untuk Reksa sehingga Dira pun tidak bisa mengabaikan seperti biasanya.


“Kiran, apakah kau tidak akan memberitahukan tentang Baby Queen pada Reksa?” tanya Dira membuka pembicaraan serius.


“Kau benar-benar tidak ingin memberikan kesempatan pada Reksa?” Dira kembali bertanya.


“Bagaimana pun juga dia Ayah dari Baby Queen, Kiran! Reksa masih berhak atas putrinya, begit juga dengan Baby Queen yang membutuhkan sosok seorang ayah,” sambung Dira.


“Masalahnya aku belum bisa memaafkan dia, Dira!” tukas Kiran yang tak dapat membendung air matanya.


“Sekarang aku hanya ingin hidup bahagia dengan merawat putriku dan membesarkannya sebaik yang aku bisa!” imbuh Kiran yang tidak ingin mendengarkan apapun lagi.


“Kiran, ….”


Perkataan Dira langsung terhenti ketika tiba-tiba pintu ruangan itu terbuka dan menampilkan sosok Alka yang datang dengan napas terengah-engah.

__ADS_1


Kiran dan Dira pun hanya bisa menatap bingung dengan Alka yang seperti habis di kejar-kejar anjing gila.


“Kau kenapa?” tanya Dira yang tidak dapat menahan rasa penasarannya.


“Menghindari Reksa, tapi apa kalian sudah bertemu dengannya?” Alka langsung memastikan dugaannya.


“Tidak, kami tidak bertemu dengannya tapi Baby Queen yang bertemu bahkan di gendong oleh ayahnya itu,” jelas Dira sambil menatap Kiran dan Baby Queen yang masih dalam gendongannya.


“Woah, … Cantiknya keponakanku! Bolehkah aku menggendong?” pinta Alka yang lupa akan pembicaraannya tentang Reksa ketika melihat Baby Queen.


“Tentu, tapi hati-hati karena dia baru saja tertidur,” ujar Dira yang menyerahkan Baby Queen dalam gendongan Alka.


“Kecil, mungil, cantik dan sangat menggemaskan. Lalu siapa nama putri cantikmu ini, Kiran?” tanya Alka menanyakan nama lengkap bayi mungil dalam dekapannya itu.


“Queenesha Reana Damarwangsa,” jawab Kiran yang tidak akan membuang nama keluarga dari ayah putrinya itu.


“Reksa sendiri yang memberikannya nama itu!” imbuh Dira memberitahu Alka.


“Lalu kenapa kau tidak mau menemuinya, Kiran? Aku tahu di dalam lubuk hatimu yang paling dalam kau masih mencintainya, bukan? Kau ingin putrimu memiliki keluarga yang utuh bersama dengan Reksa, bukan?” cecar Alka yang sepertinya sudah tidak mengharapkan apapun lagi akan perasannya kepada Kiran.


“Aku masih belum bisa memaafkannya, Alka! Dan sekarang aku tidak ingin memikirkan tentang itu. Aku hanya ingin focus merawat dan membesarkan putriku saja untuk saat ini,” ujar Kiran yang masih tetap pada keputusannya.


“Terlihat jelas Reksa sangat menyesal karena telah membuatmu pergi! Hidupnya sekarang bahkan hanya untuk bekerja dan focus mencari keberadaan mu saja. apa kau yakin masih tidak ingin kembali dengannya?” terang Alka lagi sembari berusaha membujuk Kiran.


“Jika aku kembali! Anya pasti tidak akan tinggal diam dan bahkan bisa melukai putriku lagi,” ucap Kiran yang sedikit mulai mau terbuka.


“Katanya Anya telah menghilang secara tiba-tiba bersama dengan Managernya tepat setelah kau memutuskan bercerai dan pergi dari kehidupan Reksa,” ujar Dira menceritakan informasi yang dia dapatkan dari Dani sebelumnya.


Bersambung, ....


__ADS_1




__ADS_2