Love Me Again, My Husband!

Love Me Again, My Husband!
Permintaan Putri Tercinta


__ADS_3

“Yeay, … Akhirnya Queen bisa makan bersama dengan Papa! Akhirnya Queen bisa di suapi sama Papa seperti teman-teman Queen yang lainnya.”


Baby Queen bersorak gembira sampai lupa dia tadi habis menangis sampai sesenggukan. Berbeda dengan Reksa dan Kiran yang sama-sama merasa bersalah, karena hanya dengan makan bersama seperti ini bisa membuat gadis kecil itu sebahagia itu.


Terlihat jelas Reksa dan Kiran saling terdiam menatap wajah putri mereka yang tertawa bahagia.


Menyadari situasi yang sepertinya akan berubah menjadi canggung, Dira pun segera meraih belanjaan di tangan Reksa. Dengan bersikap seolah tidak tahu apapun yang terjadi, Dira meminta Kiran, Reksa dan Baby Queen untuk menunggu di ruang makan saja.


“Waah, … Akhirnya kita tidak perlu masak untuk makan siang hari ini!” ujar Dira sembari mengambil alih sekantung makanan yang berada di tangan Reksa.


“Kalian bertiga tunggu saja di meja makan! Biar aku dan Alka saja yang memindahkan makanannya ke piring.”


Dira lalu langsung menarik Alka untuk mengikutinya ke dapur. Baik Kiran maupun Reksa sama-sama saling terdiam beberapa saat. Hingga Baby Queen memecahkan keheningan di antara keduanya dengan sikap manjanya.


“Papa! Mama, ayo kita ke ruang makan sekarang!” ujar Baby Queen yang sudah tidak sabar makan dengan di suapi Papanya.


“Iya, sayang!” sahut Reksa, sedangkan Kiran hanya menunjukan senyuman tipisnya dan mengikuti keduanya menuju ruang makan.


...****************...


Di dapur Dira sengaja memperlama menyiapkan makanannya sambil diam-diam memperhatikan interaksi antara Kiran, Reksa dan Baby Queen di ruang makan.


Namun sayangnya yang Dira lihat hanya Reksa dan Baby Queen saja yang tengah bercanda, sedangkan Kiran malah diam memperhatikan keduanya.


Sontak, Alka pun merasa bingung dengan sikap Dira karena makanan sudah siap di sajikan beberapa menit yang lalu. Akan tetapi, Dira malah melarangnya untuk menyajikan di meja makan. Karena penasaran dengan rencana Dira, Alka pun memberanikan diri untuk bertanya.


“Sebenarnya apalagi yang sedang kau rencanakan?” bisik Alka yang membuat tubuh keduanya begitu dekat.


“Astaga, kau mengejutkan aku! Kenapa kau berdiri begitu dekat ‘sih!” protes Dira yang segera menjauh ketika wajahnya dengan wajah Alka hanya berjarak beberapa senti saja.


“Lagian kenapa kau malah terus mengintip seperti ini? Bukankah sebaiknya kita segera menyajikan semua makanan itu sebelum dingin?” tanya Alka sembari mengalihkan detak jantunganya akan kejadian tadi, ketika dia hampir saja berciuman dengan Dira.

__ADS_1


“Iya, bawel! Aku hanya ingin melihat bagaimana reaksi Kiran, tapi malah tidak seperti yang aku harapkan. Sudahlah, bantu aku membawakan makanan ini,” jelas Dira yang akan menyerahkan sisanya pada Baby Queen saja sesuai rencana mereka.


Dira lalu berjalan pergi menuju ruang makan sambil membawa dua piring berisi makanan, meninggalkan Alka yang masih berdiri di tempatnya.


Berbeda dengan Alka yang harus menetralkan detak jantungnya yang kini berdetak lebih cepat dari biasanya setelah kejadian dimana dirinya hampir saja berciuman dengan Dira.


“Waah, … Gawat, sepertinya aku benar-benar memiliki perasaan untuk Dira! Bagaimana ini? rasanya jantungku hampir meledak karena kejadian tadi,” gumam Alka sembari memegangi dadanya.


“Hay, apa yang kau lakukan di sana! Cepat bawa sisa makanannya kemari!” panggilan Dira menyadarkan Alka dari pikirannya.


“Iya-iya, … Aku kesana sekarang!” sahut Alka yang langsung membawa sisa piring yang ada di dapur.


...****************...


Mereka berlima pun akhirnya makan siang bersama dalam diam, hanya Baby Queen yang terus berceloteh pada Reksa menceritakan segala hal.


Reksa pun dengan antusias mendengarkan celotehan putri kecilnya yang malah terlihat semakin menggemaskan dan mengabaikan tatapan tidak suka yang Kiran tunjukan.


Sekali bicara Kiran langsung membuat raut wajah Baby Queen menjadi cemberut. Reksa tahu sebenarnya Kiran sangat ingin mengusir dirinya, tapi karena Baby Queen tidak bisa terpisahkan darinya. Alhasil, Kiran tanpa sadar memberi peringatan pada Baby Queen dengan nada ketusnya.


“Queen sayang! Sekarang makan dulu ‘yah! Nanti kita lanjutkan ceritanya lagi setelah selesai makan,” bujuk Reksa yang berhasil membuat Baby Queen tersenyum lagi.


“Papa suapi Queen,” pinta Baby Queen dengan manjanya.


“Tentu saja, Sayang!” ujar Reksa yang dengan telaten menyuapi putri kecilnya.


Melihat putri yang selama ini dia rawat dan besarkan lebih dekat dengan orang yang melukai hatinya membuat Kiran menjadi tidak nafsu makan.


Kiran hanya diam memperhatikan Reksa dengan perasaan kesal dan marah tanpa berniat menyentuh makanan yang sudah ada di piringnya. Dira dan Alka juga menyadari itu, tapi keduanya memilih seolah tidak menyadari apapun.


Berbeda dengan Reksa, meski tahu hanya akan mendapatkan penolakan dari Kiran. Dia tetap saja berusaha menaruh perhatiannya pada Kiran seperti dulu. Reksa mengambil makanan yang selama ini menjadi favorit Kiran ke dalam piring makanan Kiran yang masih utuh.

__ADS_1


“Makanlah yang banyak! Bukankah ini makanan kesukaanmu,” ujar Reksa sambil menunjukan senyuman yang diam-diam Kiran rindukan.


“Mulai sekarang aku membenci makanan ini! Kau saja yang habiskan kalau kau suka dan aku sudah tidak nafsu makan sekarang!” ketus Kiran yang langsung beranjak dari tempat duduknya dan berjalan pergi menuju kamarnya.


Baik Reksa, Alka dan Dira hanya bisa terdiam melihat kepergian Kiran. Ketiganya cukup mengerti mengapa Kiran bersikap seperti itu pada Reksa yang notabenenya pria yang pernah menyakiti Kiran selama ini.


Berbeda dengan otak polos Baby Queen yang hanya bisa memikirkan bahwa Mamanya sedang marah, karena Papanya terlalu lama meninggalkan mereka.


“Mama sedang marah dengan Papa ‘yah?” tanya Baby Queen dengan polosnya.


“Iya, sayang! Papa melakukan kesalahan yang mungkin tidak bisa di maafkan oleh Mamamu,” jawab Reksa membenarkan dugaan putri kecilnya itu.


“Pasti Mama marah karena selama ini Papa pergi terlalu lama, makanya Papa tidak boleh pergi lagi mulai sekarang.”


Reksa yang di beri nasehat oleh putrinya sendiri hanya bisa tersenyum gemas dengan putri kecilnya itu.


“Iya, Sayang! Papa janji tidak akan pergi lagi, tapi bisakah Queen membantu Papa untuk membujuk Mama agar tidak marah lagi dengan Papa?” imbuh Reksa yang secara tidak langsung mengajak putrinya bekerjasama.


“Ck, … Bisanya hanya memanfaatkan anak sendiri untuk mendapatkan maaf dari Kiran,” sindir Alka yang tepat menusuk relung hati Reksa.


“Queen mau ‘kok membantu Papa agar di maafkan oleh Mama.” Namun sayangnya Alka hanya bisa terdiam ketika Baby Queen malah melindungi Reksa.


“Papa menginap disini ‘yah? Queen ingin tidur bersama dengan Papa, nanti Queen akan membujuk Mama untuk memberi ijin agar Papa bisa menginap,” pinta Baby Queen dengan wajah memohon dan memelasnya.


“Emm, … Baiklah, asal Mamamu mengijinkan ‘yah!” ujar Reksa.


Bersambung, .....



__ADS_1


__ADS_2