
Dira yang melihat Kiran terjatuh seketika langsung panik dan segera menghampirinya untuk memastikan keadaannya. Kiran mengabaikan semua pertanyaan Dira, sebab perlahan merasakan sakit yang luar bisa pada perutnya.
“Akhh, … Sakit sekali!” rintih Kiran sampai menitikkan air mata.
Cairan merah perlahan mengalir di antara kaki Kiran, hingga semua orang terkejut dan ikut panik saat melihatnya.
Dira pun semakin panik dan berusaha meminta bantuan pada orang-orang yang ada di sana untuk mengantarkan mereka ke rumah sakit.
Namun tidak ada satu orang pun yang bersedia membantu, termasuk pria yang menabrak Kiran sampai terjatuh dan berakhir kesakitan seperti ini.
...****************...
Di saat yang bersamaan, ternyata Reksa tengah menghadiri pertemuan penting dengan kliennya di restaurant tersebut tapi berada di ruangan privat yang berada di lantai dua.
Mendengar kegaduhan di lantai satu, Reksa pun menanyakan apa yang terjadi di luar sana pada Dani yang saat ini menemaninya dalam perjalanan bisnis kali ini.
“Dan, ada apa di luar sana? Kenapa ribut sekali?” tanya Reksa yang merasa terganggu dengan pertemuannya.
“Sepertinya ada orang yang sedang kesakitan dan membutuhkan bantuan, Tuan!” jawab Dani yang juga tidak tahu pasti apa yang terjadi.
“Pergilah dan bantu mereka! Aku akan tetap menunggumu di sini sampai kau kembali,” perintah Reksa yang entah mengapa merasa harus membantu orang tersebut.
“Ba-baik, Tuan!” sahut Dani yang segera meninggalkan Reksa bersama kliennya itu.
Dengan cepat Dani berlari menghampiri dan menerobos kerumunan itu dengan niat ingin membantu sesuai perintah atasannya. Namun betapa terkejutnya Dani ketika mendapati istri atasannya dalam keadaan perut besar dan darah mengalir membasahi kakinya.
“Nyonya Kiran!” seru Dani saking terkejutnya melihat Kiran sampai dia lupa tujuannya.
“Dani? Akhh, ....”
Kiran pun sama terkejutnya dengan Dani, tapi rasa sakit pada perutnya malah semakin menjadi tak tertahankan.
__ADS_1
“Sa-saya akan memberitahu Tuan Reksa sekarang!” ujar Dani yang berniat untuk memanggil Reksa, tapi tangan Kiran mencegahnya.
“Tolong, jangan beritahu dia! Bawa saja aku ke rumah sakit secepatnya,” pinta Kiran dengan wajah yang terlihat sangat kesakitan.
“Hay, … Kau tunggu apalagi, cepat bantu aku!” bentak Dira menyadarkan Dani dari kebingungannya.
“Ouh, … Benar, kita harus ke rumah sakit lebih dulu!”
Dani langsung mengangkat tubuh Kiran dan berjalan menuju mobilnya. Kepanikan terjadi sepanjang perjalanan, dimana Kiran yang terus mengeluarkan banyak darah dan terus mengerang kesakitan. Di tambah Dira yang juga menangis tanpa henti membuat Dani semakin bingung dan panik.
...****************...
Setibanya di rumah sakit, Kiran segera mendapatkan penanganan khusus para Dokter dan perawat yang ada di sana. Mendengar Kiran yang mengalami pendarahan hebat, Dr. Zara pun langsung mengambil alih penanganan pada Kiran.
“Karena mengalami pendarahan serius sepertinya Kiran harus melahirkan secara Cesar saat ini juga!” ujar Dr. Zara yang keluar untuk mendapatkan ijin dari keluarga pasien.
“Lakukan apapun yang terbaik untuk Kiran dan bayinya, Dok! Aku hanya bisa mempercayakan Kiran dan bayinya padamu, Dok!” sahut Dira yang hanya menginginkan yang terbaik untuk Kiran dan bayinya.
“Baiklah, aku pasti akan melakukan yang terbaik semampuku!” ujar Dr. Zara setelah mendapatkan surat persetujuan dari wali pasien untuk melakukan operasi Cesar untuk menyelamatkan Kiran dan bayinya.
...****************...
Hampir tiga puluh menit berlalu, tapi Dani belum kunjung kembali untuk menjemputnya. Karena khawatir, Reksa pun berusaha menghubungi sekretarisnya itu untuk menanyakan keberadaannya sekarang.
Drrrt, … Drrrt, …
Dani di kejutkan dengan getaran ponselnya sendiri. Dani pun seketika tersadar bahwa dia masih meninggalkan Atasan di restaurant tadi, bahkan sudah hampir tiga puluh menit berlalu dan dia bahkan tidak memberi kabar sama sekali.
“Astaga, aku lupa meninggalkan Tuan Reksa di restaurant itu!” seru Dani begitu melihat nama Reksa yang menghubunginya.
“Apakah itu Reksa yang menghubungimu?” tanya Dira memastikan bahwa Reksa yang di sebutkan oleh Dani barusan adalah Reksa sang ayah dari bayinya Kiran. Sebab ini pertama kalinya Dira bertemu dengan Dani.
__ADS_1
“Benar! Tuan Reksa, suami dari Nyonya Kiran,” jawab Dani membenarkan pertanyaan dari Dira.
“Kenapa dia sering sekali berada di London? Apakah dia terlalu banyak pertemuan bisnis di sini? Dan beritahu dia juga untuk berhenti mencari Kiran!” cecar Dira dengan tatapan tidak suka setelah mengetahui bahwa Dani adalah orangnya Reksa, dia takut masalah akan kembali muncul.
“Sebenarnya perjalanan bisnis hanya di jadikan sebagai alasan saja. Kedatangan Tuan Reksa K London sebenarnya hanya untuk mencari keberadaan Nyonya Kiran. Sejak kepergian Nyonya, hidup Tuan Reksa selalu di penuhi dengan penyesalan dan kesedihan,” terang Dani menceritakan apa yang sebenarnya Reksa lalui selama beberapa bulan ini.
“Bukankah seharusnya dia suda bahagia bersama dengan si Anya itu?” ketus Dira yang tidak percaya bahwa Reksa menyesal setelah meminta bercerai dengan Kiran.
“Aku juga tidak tahu apa yang terjadi! Namun setelah Nyonya Kiran menghilang tanpa jejak, semuanya menjadi sangat kacau,” ujar Dani yang ragu untuk mengatakannya.
“Maksudmu kacau bagaimana?” desak Dira yang ingin mendengar semuanya.
“Setelah menghilangnya Nyonya Kiran, Tuan Reksa sudah seperti orang gila yang kehilangan arah untuk menemukan keberadaan Nyonya Kiran. Sedangkan Nona Anya dan managernya juga tiba-tiba menghilang tanpa jejak sampai sekarang. Hingga membuat perusahaan mengalami banyak kerugian,”
“Sampai beberapa bulan yang lalu. Tuan Seno akhirnya mengejar Tuan Reksa sampai ke London dan membujuknya untuk kembali memimpin perusahaan. Meski sekarang Tuan Reksa terlihat baik-baik saja, tetapi pada kenyataannya Tuan Reksa sangat tersiksa dengan rasa bersalah dan penyesalannya terhadap Nyonya Kiran.”
Dani pun menceritakan semuanya, meski tidak sedetail apa yang terjadi. Karena tidak mungkin dia membuka semua aib atasannya. Dani juga cukup sadar diri akan batasannya ikut campur pada masalah orang lain.
Sedangkan Dira sendiri sempat terdiam beberapa saat setelah mendengar apa yang telah terjadi selepas kepergian Kiran.
“Bisakah kau membuat Reksa ke sini, tapi tolong rahasiakan tentang Kiran dan bayinya juga dari dia!” pinta Dira yang secara tidak langsung ingin Reksa menemani Kiran yang sedang berjuang melahirkan buah hati keduanya itu.
“Kenapa anda ingin merahasiakan tentang Nyonya Kiran dan bayinya dari Tuan Reksa?” tanya Dani yang ingin mendengar alasannya.
“Karena Kiran belum siap untuk bertemu dengannya lagi! Bisakah kau lakukan saja apa yang aku minta?” jelas Dira yang cukup membuat Dani mengerti.
“Baiklah, aku akan membuat Tuan Reksa untuk datang kemari dan merahasiakan tentang Nyonya Kiran serta bayinya,” ujar Dani yang menyanggupi permintaan Dira, meski dia harus sedikit berbohong.
Bersambung, .....
__ADS_1