
“Membunuh bukanlah hal yang mudah! Dan sangat jelas bahwa kedatangan mereka bukan hanya untuk mencelakai Nyonya Kiran saja, tetapi dengan tujuan untuk membunuhnya. Andai saja saat itu aku tidak sedang istirahat di dalam mobil dan melihat Nyonya Kiran, maka saat ini, _....”
Leo menggantung ucapannya, tapi tangannya mengisyaratkan sebuah kematian yang sangat tragis pada Kiran jika mereka tidak melindungi tepat waktu. Reksa pun semakin termenung, di kepalanya hanya ada satu kemungkinan besar orang yang ingin sekali melenyapkan Kiran yaitu Anya.
“Kiran juga mengatakan bahwa aku mengirimkan pesan padanya untuk bertemu di basement. Padahal aku sama sekali tidak pernah mengirimkan pesan seperti itu kepadanya,” ujar Reksa yang ragu bahwa Anya akan nekat melakukan hal sampai sejauh itu.
“Haaah, …” Leo kembali menghela napas panjang.
“Sudah jelas sekali dalang utamanya berada di dekat kalian!” lanjut Leo yang sangat yakin dengan tebakannya.
“Apa kau bisa mencari tahu siapa orang itu?” tanya Reksa yang menyadari bahwa Leo mampu menemukan dalang di balik penyerangan Kiran.
“Tentu saja! Namun sepertinya memerlukan waktu, karena untuk menemukan dalangnya. Aku harus menangkap lebih dulu para bajingan yang berhasil kabur itu,” jawab Leo yang ternyata masih menaruh dendam pada orang yang telah berhasil memukulinya itu.
“Berapa yang kau minta untuk menemukannya?” tanya Reksa lagi yang sadar bahwa tidak ada bantuan gratis di dunia ini.
“Tidak perlu membayarku! Aku menjadi model dan actor juga hanya untuk bersenang-senang saja. aku cukup kaya di luar dugaanmu,” jawab Leo yang secara tidak langsung menyombongkan dirinya sendiri.
“Sekali lagi terima kasih,” ucap Reksa.
“Tidak masalah!” balas Leo.
...****************...
Setelah mendapat kesepakatan dengan Leo, Reksa pun kembali ke ruang rawat Kiran. Apalagi Leo juga sudah di jemput oleh managernya, sehingga tidak ada alasan lagi Reksa untuk menghindari Kiran dan Alka.
Namun belum sampai di ruangan yang dia tuju, Reksa malah bertemu dengan Kiran dan Alka yang berniat untuk pulang.
“Apa kau sudah di perbolehkan untuk pulang?” tanya Reksa pada Kiran.
“Emm, … Aku sudah jauh lebih membaik sekarang,” jawab Kiran.
__ADS_1
“Mau pulang bersama?” tanya Alka menawarkan.
“Tidak, aku masih ada urusan di sini!” tolak Reksa yang sadar diri akan posisinya sekarang.
Reksa kemudian langsung pergi begitu saja setelah menolak tawaran Alka. Kiran pun hanya terdiam sedih melihat sikap Reksa yang kembali berubah dingin padanya. Namun itu hanya sesaat ketika Alka kembali mengajaknya untuk pulang.
...****************...
Setelah kejadian mengerikan itu, Reksa diam-diam masih menyelidiki orang yang berniat membunuh Kiran. Meski Reksa menduga bahwa Anya tersangka utamanya, tetapi dia tidak memiliki bukti yang kuat untuk memberitahukan kepada semua orang.
Bahkan meski Reksa kini merasa tidak nyaman dengan keberadaan Anya yang selalu melekat padanya, Reksa tetap berusaha bertahan agar Anya tidak curiga padanya dan tiba-tiba menghilang sebelum mempertanggung jawabkan perbuatannya.
Dan tepat satu hari sebelum ulang tahun Reksa, Papah Ibnu dan Mamah Syifa akhirnya pulang dari liburan mereka. Awalnya baik Papah Ibnu, Mamah Syifa maupun Seno sudah tidak peduli lagi dengan hari ulang tahun Reksa.
Akan tetapi, Kiran berusaha membujuk mereka untuk tetap merayakannya seperti biasanya dengan alasan dia memiliki hadiah special untuk mereka semua terutama Reksa.
Akhirnya mereka semua pun setuju untuk memberikan kejutan ulang tahun di Villa yang berada dekat dengan danau yang pernah Reksa kunjungi begitu ingatannya kembali.
Kiran dan Seno sengaja mengambil cuti untuk mempersiapkan pesta ulang tahun Reksa. Di bantu oleh Dira dan Alka, meski keduanya sebenarnya enggan untuk menyiapkan semua itu.
Setidaknya baik Alka dan Dira berharap Reksa akan membatalkan perceraiannya setelah mengetahui bahwa ada anak di dalam perut Kiran.
Dan rumah tangga Kiran bisa kembali bahagia serta harmonis sepert dulu. Meski lagi-lagi Alka harus melepas dan merelakan perasaan cintanya pada Kiran.
“Sayang, apakah semuanya sudah siap?” tanya Mamah Syifa yang berjalan menghampiri menantu kesayangannya bersama sang suami.
“Sudah, Mah! Tapi Kiran sekarang bingung, bagaimana caranya membuat Mas Reksa datang ke sini tanpa merasa curiga,” terang Kiran yang memang dari raut wajahnya terlihat kebingungan.
“Kenapa kau harus merasa bingung, Kiran sayang! Bukankah ada Mamah di sini?” ujar Mamah Syifa yang tersenyum gemas dengan kelakuan menantunya itu.
“Jika Mamah menyuruhnya untuk datang, maka tanpa banyak bertanya Reksa pasti akan langsung datang!” imbuh Mamah Syifa yang langsung mengambil ponselnya dan langsung mengirim sebuah pesan kepada Reksa yang menyuruhnya untuk segera datang.
__ADS_1
“Kiran, kau siapkan saja hadiah yang kau janjikan itu. Sebentar lagi Reksa pasti akan datang,” ujar Mamah Syifa kembali.
“Iya, Mah! Terima kasih sudah mau percaya sama Kiran,” ucap Kiran dengan tulus.
“Meski kamu berbohong Mamah akan selalu mempercayaimu, Nak!” ujar Mamah Syifa yang semakin membuat Kiran terharu.
Setelah perbincangan singkat itu, Kiran lalu membawa Mamah Syifa dan Papah Ibnu untuk bergabung dengan yang lainnya.
Kiran sengaja menyiapkan pestanya berada di dekat danau, selain pemandangannya yang indah tempat itu juga sangat nyaman.
“Hay, sudah siap sekarang untuk memberitahu kejutan besarnya?” ujar Alka yang duduk di sebelah Kiran.
“Emm, … Aku berharap semuanya berjalan lancar dan sesuai dengan apa yang aku harapkan. Terima kasih, Alka! Sudah mau selalu mendukungku apapun yang terjadi,” ucap Kiran yang sejak pagi sudah tersenyum bahagia.
“Semoga kali ini kau bisa mendapatkan kebahagiaan seperti yang kau inginkan dan jangan bersedih lagi,” ujar Alka yang hanya bisa berharap yang terbaik untuk Kiran, wanita yang paling di cintainya.
“Ada acara apa ini?”
Tiba-tiba sebuah suara yang sangat di tunggu terdengar dan berhasil mengalihkan perhatian semua orang. Berniat memberi kejutan kepada Reksa, tapi pada akhirnya mereka yang terkejut.
Pasalnya Reksa tidak datang sendirian, melainkan datang bersama dengan Anya sambil bergandengan tangan mesra. Seakan Reksa ingin memberitahu semua orang bahwa sekarang di hatinya bukan lagi Kiran melainkan Anya.
“Reksa! Apa-apaan kau ini?” bentak Mamah Syifa yang langsung menghampiri putranya dan melepaskan gandengan tangan Reksa dengan Anya.
“Apa yang salah denganku, Mah? Kiran saja bisa membawa kekasihnya itu, kenapa aku tidak?” protes Reksa yang menuduh Kiran dan Alka sebagai sepasang kekasih.
“Lagipula kami akan segera bercerai! Surat cerainya juga sudah aku kirimkan kepadanya dan seharusnya sekarang sudah di tanda tangani. Lalu kenapa kau tidak kunjung memberikannya padaku?” sambung Reksa.
Tanpa sadar Reksa mengucapkan kata-kata yang bagaikan sembilu yang menusuk hati kiran begitu dalam sekaligus berhasil meruntuhkan harapan Kiran.
Bersambung, ....
__ADS_1