Love Me Again, My Husband!

Love Me Again, My Husband!
Sempat Berharap


__ADS_3

“Buat Reksa agar mau mengambil alih semua harta yang di ambil oleh Kiran. Jika cara itu tidak berhasil, maka kau harus membuat Kiran yang mengembalikan semua harta itu pada Reksa,” jelas Lisa yang kembali memprovokasi Anya untuk menghancurkan rumah tangga Kiran dan Reksa.


“Kau benar juga! Wanita itu berlagak saat ini karena dia tengah memiliki kekuasaan. Akan aku buat Kiran menyesal karena sudah berani menyinggungku,” ujar Anya disertai seringai liciknya.


“Besok adalah jadwal pertemuan mu di perusahaan DamarWangsa Group. Saat itu kau harus siapkan erangan balasan untuk menghancurkannya,” bisik Lisa seperti iblis yang suka menggoda iblis lainnya.


“Tenang saja! Aku akan membantumu memikirkan caranya agar Reksa kembali mendapatkan semua hartanya lagi,” ucap Lisa yang dengan senang hati akan membantu Anya mendapatkan apapun yang dia mau.


“Kau memang selalu bisa di andalkan, Lisa!” puji Anya yang pada akhirnya tertawa bersama-sama dengan managernya itu.


...****************...


Beralih pada Reksa yang memutuskan untuk segera kembali ke kantornya setelah pertemuan meeting nya menggantikan Kiran telah selesai. Tidak lupa Reksa memesan beberapa menu makan siang mengingat sebentar lagi waktunya jam istirahat.


“Tuan, kita harus memesan menu apa untuk Nyonya Kiran?” tanya Dani yang di perintahkan Reksa untuk membeli makanannya, sedangkan dia menunggu di mobil.


“Sebaiknya jangan belikan makan siang yang berminyak dulu. Takutnya perutnya masih bermasalah,” jawab Reksa menyarankan Dani untuk membeli makanan yang berminyak.


“Baik, Tuan!” sahut Dani yang segera masuk ke dalam restaurant yang di tuju nya.


...****************...


Tak perlu waktu lama, Dani pun kembali masuk ke dalam mobil dengan beberapa menu makanan yang di belinya. Tanpa buang waktu lagi, Dani segera melajukan mobilnya menuju ke perusahaan. Reksa bahkan mengabaikan sapaan para karyawannya dan bergegas menuju ke ruangannya dan memastikan keadaan Kiran.


Mata Reksa langsung tertuju pada sosok wanita yang masih terlelap dalam tidurnya. Reksa terus memandangi wajah tenang Kiran, hatinya merasakan nyaman yang selama ini tidak pernah dia rasakan selepas kejadian kecelakaan yang menimpa.


“Melihatmu yang terlelap begitu tenangnya membuatku merasa bahwa di antara kita tidak pernah muncul masalah yang memaksa kita saling menyakiti seperti ini,” ujar Reksa lirih sembari membelai wajah Kiran dengan lembut.


Siapa sangka belaian tangan Reksa sedikit mengganggu acara tidur Kiran, hingga perlahan wanita itu membuka kedua matanya yang sebenarnya masih terasa berat.


Kiran sedikit menyunggingkan senyuman manisnya ketika melihat wajah Reksa yang tengah menatapnya dengan perasaan khawatir.

__ADS_1


“Mas, kau sudah kembali? Bagaimana dengan pertemuannya? Apakah tidak ada masalah?”


Kiran langsung mencecar Reksa dengan beberapa pertanyaan sekaligus sembari berusaha mendudukkan tubuhnya yang masih terasa lemas.


“Emm, … Semuanya berjalan lancar! Kau tidak perlu khawatir,” jawab Reksa sekenanya.


Hingga pandangan mata Reksa tertuju pada beberapa bungkus makanan yang sama sekali belum tersentuh. Dan setumpuk kulit jeruk membuat Reksa langsung mendelik tajam kearah Kiran. Sebab tidak ada tebakan lain, kalau semua jeruk itu di makan orang lain.


“Kiran! Apa kau benar-benar menghabiskan semua jeruk ini sendirian?” tanya Reksa memastikan.


“Emm, … Kenapa kau tidak membelinya lagi?” Kiran segera membenarkan bahkan meminta lebih banyak jeruk lagi pada Reksa.


“Tidak bisa! Seharusnya kau tidak makan semua buah jeruk ini, Kiran! Apa kau lupa soal penyakit lambungmu?” seru Reksa mengomeli kelakuan Kiran.


“Kau bahkan tidak menyentuh makananmu sedikit mu. Jika pola makan mu seperti ini, maka sakit mu nanti akan bertambah parah,” sambung Reksa yang tak mau berhenti mengomeli Kiran.


“Kau ini bukan anak kecil lagi! Bagaimana bisa kau tidak mengurus dirimu dengan baik?” cerocos Reksa tanpa henti.


“Lebih baik aku menghubungi Mamah dan Papah agar membawamu tinggal bersama dengan mereka, _....”


Dengan tidak ada nafsu makan sama sekali, Kiran mencoba meraih makanan yang ada di atas meja makan yang pastinya sudah dingin. Namun tangan Reksa segera mencegahnya dan memberikan makanan baru yang sebelumnya sudah dia beli.


“Makan yang ini saja! Ini aku baru membelinya dan masih hangat, kali ini kau harus menghabiskannya tanpa tersisa sedikitpun,” ujar Reksa yang membantu menyiapkan makanan untuk Kiran.


“Kalau aku menghabiskan makanannya! Apa Mas mau membelikan aku jeruk lagi?” pinta Kiran ragu-ragu.


“Apa perutmu sudah membaik?” tanya Reksa memastikan.


“Emm, … Sudah tidak mual dan sakit lagi! Bolehkan?” bujuk Kiran dengan wajah memelasnya.


“Baiklah, aku akan menyuruh Dani untuk membelikan jeruk untukmu lagi.”

__ADS_1


Reksa akhirnya menyetujui permintaan Kiran yang berhasil membuat wanita itu tersenyum bahagia dan segera menyantap makanannya dengan sangat lahap.


Reksa pun tersenyum tipis melihat cara makan Kiran yang seperti orang kelaparan. Kemudian, Reksa juga ikut menyantap makan siangnya bersama Kiran.


“Sebaiknya kau pulang saja lebih awal hari ini,” ujar Reksa tiba-tiba setelah memastikan Kiran sudah menghabiskan makanannya.


“Kenapa?” tanya Kiran dengan polosnya.


“Kau sedang sakit! Memang sudah seharusnya kau beristirahat di rumah,” jawab Reksa mengingatkan Kiran.


“Atau kau mau ikut aku pergi ke rumah sakit sekalian?” tanya Reksa memberi tawaran untuk pergi ke rumah sakit bersama.


“Aah, Benar! Kau sudah ada janji pemeriksaan dengan Dr. Aiden hari ini! Kau pergi sendirian?” Kali ini Kiran yang memastikan.


“Tidak! Anya akan menemaniku, tapi jika kau mau pergi sekalian maka aku akan memberitahunya bahwa kita kemungkinan akan pergi bertiga,” jawab Reksa seolah semua yang dia katakan tidak akan melukai perasaan Kiran.


“Tidak perlu! Kondisiku sudah membaik sekarang,” ujar Kiran yang akhirnya menolak tawaran itu.


“Bodohnya aku yang sempat berharap bahwa semua perhatian dan kekhawatiran Mas Reksa masih sama seperti dulu. Akhirnya sebuah kenyataan pahit harus aku terima lagi! Kali ini bukan tubuhku yang terasa sakit, tapi hatiku sangat sakit rasanya,” batin Kiran dengan wajah yang tertunduk sedih.


“Pulanglah kalau begitu! Untuk pertemuan siang ini dan seterusnya sudah aku ubah ke lain hari, jadi kau tidak perlu memaksakan diri untuk bekerja!” terang Reksa yang mengabaikan raut wajah kesedihan di wajah Kiran yang masih terlihat pucat, meski tidak sepucat sebelumnya.


“Emm, … Baiklah!” sahut Kiran lirih.


Kiran pun segera beranjak dari tempat duduknya, lalu mengambil tas kerjanya dan berjalan meninggalkan ruangan itu dengan perasaan kecewa.


Reksa yang tidak tega membiarkan Kiran berjalan sendirian sampai ke mobil, akhirnya segera menyusulnya dan membantu Kiran agar bisa berjalan sambil bertumpu memegangi tangannya.


“Aku akan membantumu sampai di mobil!” ucap Reksa ketika Kiran menatap penuh tanya, tapi Kiran tidak mengatakan apapun dan membiarkan Kiran untuk membantunya.


Bersambung, ....

__ADS_1




__ADS_2