Love Me Again, My Husband!

Love Me Again, My Husband!
Jodohnya Dira


__ADS_3

“YES!”


Seno pun ikut berseru keras ketika pernikahannya dinyatakan sah di mata hukum maupun agama. Aksi spontan Seno pun semakin mengundang gelak tawa semua orang yang ada di sana.


Baik orang tua Seno maupun Zara sama-sama menangis terharu melepas anak-anak mereka yang akan membina rumah tangganya sendiri.


“Selamat atas pernikahanmu adikku! Semoga kau menjadi suami dan ayah yang baik bagi anak-anak klian kelak,” ucap Reksa yang pertama mengucapkan selamat setelah Seno dan Zara resmi menjadi sepasang suami istri.


“Tentu saja! Aku bukan Kakak, karena itu aku tidak akan pernah membuat istriku menangis sama sekali kecuali tangisan kebahagiaan,” balas Seno yang memang suka sekali menyindir Kakaknya itu.


“Sialan kau!” umpat Reksa dengan kelakuan adiknya itu.


Sedangkan disisi lain, pada saat Kiran tengah mengucapkan selamat pada Zara yang kini resmi menjadi adik iparnya. Meski sebelumnya Zara adalah Dokter yang menangani kehamilan dan persalinan Kiran.


Tapi kini dia harus menghormati Kiran sebagai Kakak iparnya, bukan sebagai pasien atupun kenalannya lagi.


“Selamat datang di keluarga Damarwangsa, Zara! Dan selamat atas pernikahanmu,” ucap Kiran sembari memeluk tubuh pengantin baru itu.


“Semoga pernikahanmu ini langgeng, tetap harmonis dan di penuhi kebahagiaan sampai maut memisahkan,” imbuh Kiran yang kini menggenggam tangan Zara.


“Terima kasih, Kakak Ipar!” balas Zara yang merasa canggung akan sebutan baru untuk Kiran itu.


“Hahahaa, … Lucu sekali! Nanti kau juga akan terbiasa seiring berjalannya waktu.” Kiran tidak dapat menahan tawanya ketika melihat ekspresi canggung Zara barusan.


“Waah, … Cantiknya sang pengantin wanita kita ini! Bagaimana perasaannya menjadi seorang istri dan menanti malam pertama kalian nanti. Kata Seno dia mau menggempurmu sampai menghasilkan putri secantik Baby Queen,” goda Dira yang berhasil membuat wajah Zara menjadi merah padam.


“Aish, … Kau ini! Datang bersama siapa?” tanya Kiran sembari mengisyaratkan Dira untuk berhenti menggoda Zara.


“Mereka berdua!”


Dira menunjuk dua pria yang berjalan menghampiri mereka. Siapa sangka kedua pria itu sama-sama Kiran kenal dengan sangat baik yaitu Alka sang sahabatnya. Lalu Dr. Aiden, sang Dokter yang menangani kondisi suaminya ketika mengalami kecelakaan dan hilang ingatan.


“Hay, Dir! Kalau kau datang bersama Alka aku bisa memahaminya, tapi bagaimana bisa kau datang dengan Dr. Aiden? Dokter yang dulu menangani Mas Reksa ketika hilang ingatan,” bisik Kiran pada sahabat baiknya itu.

__ADS_1


“Itu masalah! Melihat kau sudah bahagia dengan Reksa dan Baby Queen, siapa sangka Alka malah beralih jatuh cinta padaku dan bersikeras ingin memperjuangkan cintanya kali ini. Sedangkan Aiden pria yang akan di jodohkan denganku,” jelas Dira yang masih saling berbisik.


“What? Are you seriously?” sentak Kiran yang sangat terkejut saat mendengarnya.


“Tentu saja aku sangat serius, sedangkan kau tahu sendiri kalau aku sebenarnya malah menyukai sekretaris suamimu itu.” Dira membenarkan apa yang dia katakan.


“Apa? Jadi, selama ini kau benar-benar jatuh cinta pada Dani? Aku pikir kau hanya, _....”


“Bercanda!” potong Dira yang tahu apa yang akan di katakan Kiran.


“Mana mungkin aku bercanda tentang masalah perasaan,” imbuh Dira dengan wajah seriusnya.


“Mereka datang! Tolong kau tahan mereka sebentar ‘yah!”


Setelah mengatakan itu, Dira langsung melarikan diri lagi ketika Alka dan Dr. Aiden sudah dekat dengan posisinya.


Kiran pun hanya bisa terpaku kebingungan menatap kepergian Dira, begitu juga dengan Zara sampai Alka dan Dr. Aiden benar-benar sudah berada tepat saling berhadapan.


Setelah acara ijab kabulnya selesai, acara di lanjutkan dengan pesta resepsi pernikahan. Dimana para tamu undangan satu persatu menemui sang pengantin untuk mengucapkan selamat secara langsung.


Lalu tidak lupa acara yang paling di tunggu yaitu pelemparan buket bunga pengantin. Dimana banyak yang percaya bahwa orang yang berhasil menangkap bunga tersebut, maka akan segera menyusul menjadi pengantin selanjutnya.


“Ayo, bagi semua para jomblo silahkan berkumpul di depan panggung pelaminan pengantin baru kita ini! Siapa tahu salah satu dari kalian akan beruntung menangkap buket bunga pengantin dan bisa segera mengakhiri ke jomblo an kalian.”


Suara Mc langsung di sambut dengan sorak sorai parai jomblo yang tidak sabar untuk mendapatkan buket bunga tersebut.


“Baiklah, apa pengantin baru kita sudah siap untuk melemparnya?” tanya sang Mc pada Seno dan Zara, lalu di tanggapi dengan anggukan kepada keduanya.


“Okay! Mari kita hitung sama-sama! Dan untuk para jomblo di bawah bersiaplah untuk menangkapnya!” seru sang Mc dengan penuh antusias, padahal dia juga ingin bergabung dengan pasukan para jomblo di bawa sana tapi harus mengutamakan pekerjaan lebih dulu.


Dan hitungan mundur di mulai, …


“TIGA, …”

__ADS_1


“DUA, …”


...****************...


Disisi lain, Dira sebenarnya tidak memperdulikan akan acara pelemparan buket bunga pengantin itu. Dira lebih mengutamakan cara untuk menghindari Alka dan Aiden yang selalu bertengkar memperebutkan dirinya tanpa memperdulikan sekitar mereka.


Dira bukan barang, tapi kenapa kedua pria itu selalu saja memperebutkan dirinya dan tidak segan bertengkar satu sama lain.


Saat berusaha menghindari Alka dan Aiden, Dira sampai tidak menyadari bahwa dirinya sudah berada di tengah kerumunan para jomblo yang sedang menanti lemparan buket bunga pengantin dari pasangan Seno dan Zara.


“SATU!!!”


Tepat pada hitungan ke satu, Zara dan Seno langsung melempar buket bunga pengantin mereka ke belakang dengan kuat. Semua jomblo berusaha menangkapnya.


Namun siapa sangka yang berhasil mendapatkan buket bunga pengantin itu malah Dira dan Dani. Suasana seketika menjadi hening, sedangkan Dani dan Dira saling memandang satu sama lain dengan raut wajah terkejut keduanya.


“Waah, … Ternyata kita mendapat satu pasangan di sini! Apakah sebentar lagi akan tiba undangan pernikahan dari pasangan ini?”


Suara Mc memutus suasana hening yang sempat terjadi beberapa menit yang lalu.


“Tentu saja akan datang undangan pernikahan, tapi bukan mereka berdua tapi kami berdua,” ujar Alka yang menyuruh Dani untuk melepaskan buket bunga pengantin itu dan memberikan sepenuhnya kepada Dira.


“Siapa bilang Dira akan menikah denganmu? Apakah kau tidak ingat bahwa calon yang di pilihkan kedua orang tuanya adalah aku.”


Aiden tidak mau kalah, dia menarik Dira untuk berada tepat di sampingnya. Dani dan Dira tampak kebingungan dengan perdebatan kedua pria itu, begitu juga semua orang yang ada di sana.


Reksa yang penasaran apa yang sebenarnya terjadi mencoba menanyakannya pada Kiran. Sebab Reksa tahu bahwa Kiran dan Dira selalu berbagi rahasia satu sama lain.


“Kira-kira siapa jodoh Dira pada akhirnya ‘yah?” tanya Reksa pada istrinya dengan berbisik.


Bersambung, ....


__ADS_1


__ADS_2