
Sementara yang terjadi di Hotel tempat Reksa dan Dani menginap, ….
“Tuan!”
“Tuan!”
“Tuan, …”
Reksa baru saja terbangun ketika mendengar suara pintu kamar hotelnya di ketuk dengan tidak sabaran. Lalu terdengar suara Dani yang terus memanggilnya dengan panik.
Jujur saja, Reksa sedang tidak ingin bangun dari tempat tidurnya seolah harapan hidupnya tidak ada lagi.
“Aish, … Ada apa lagi ‘sih!” geram Reksa yang merasa tidurnya terganggu oleh ulah sekretarisnya itu.
Meski kesal Reksa tetap saja bangun dan beranjak dari tempat tidurnya, lalu berjalan kearah pintu dan membukanya dengan memasang ekspresi dinginnya.
Begitu pintu terbuka, Dani langsung terdiam melihat garangnya wajah Reksa yang melontarkan tatapan ingin membunuhnya saat itu juga.
“Ada apa?” tanya Reksa dengan nada dinginnya dan auranya yang mengintimidasi.
“Tu-Tuan, … Bolehkah saya meminta bantuan anda kali ini saja,” pinta Dani dengan wajah memelas dan memohon pada Reksa.
“Tidak bisa! Aku sibuk,” tolak Reksa dengan tegas dan berniat ingin menutup pintu kamarnya kembali tapi di tahan oleh Dani.
“Tuan, tolong kali ini saja! Kalau saja pagi ini saya tidak tiba-tiba sakit perut, saya pasti akan pergi sendiri menghadiri ulang tahun Baby Queen,” terang Dani sekaligus memberitahu Reksa tentang tujuan dia meminta bantuannya.
Reksa sejenak menghela napasnya panjang, lalu berkata, “Bukankah kita sudah mengirimkan semua hadiahnya kemarin? Lalu kenapa kau harus repot-repot datang ke acara seperti itu?”
Dani langsung mengambil boneka kelinci besar yang dia letakkan sebentar di lantai.
Dengan wajah tak berdosanya Dani kembali berkata, “Saya memang sudah mengantarkan semua hadiah dari anda, tapi saya lupa mengantarkan hadiah dari saya sendiri.”
Lagi-lagi Reksa hanya bisa menghela napas panjang melihat kelakuan sekretarisnya itu yang tidak biasanya ceroboh seperti ini. Namun pada akhirnya Reksa tidak bisa menolak permintaan Dani lagi dan hanya bisa menyanggupi permintaan itu dengan sangat terpaksa.
“Baiklah, berikan alamatnya!” ujar Reksa dengan perasaan enggan.
“Okay, tapi Tuan harus janji mengantarkan sendiri dan memberikannya secara langsung pada Baby Queen. Kalau perlu Tuan harus mengirimkan foto atau video yang membuktikan Tuan mengantarkan langsung pada Baby Queen.”
Beruntung Reksa sudah bersedia melakukannya, Dani malah dengan kurang ajarnya meminta lebih dari itu.
“Aish, … Kau ini! Di kasih jantung malah meminta hati, kalau begitu kau antarkan sendiri saja sana! Aku tidak mau membantumu!”
Reksa semakin kesal dengan Dani, sudah waktu tidurnya di ganggu lalu di suruh menjadi kurir lagi. Belum lagi harus mengambil foto dan video sebagai bukti nyata bahwa dia melakukan apa yang di minta dengan benar. Sampai Reksa berpikir memang siapa yang Boss nya di sini.
“Hehehee, … Tuan tidak boleh menarik kembali jawaban anda!” ujar Dani yang tersenyum tanpa dosa.
__ADS_1
“Ini bonekanya! Lalu ini alamat tempat tinggalnya, mohon bantuannya ‘yah, Tuan!” imbuh Dani.
Dia kemudian langsung menyerahkan boneka kelinci besar itu pada Reksa, lalu tidak lupa sebuah kertas yang berisikan alamat tempat tinggal Kiran bersama Baby Queen dan Dira.
Belum sempat Reksa melakukan protes terhadap sikap sekretarisnya itu, Dani sudah berlari masuk ke dalam kamarnya sambil sesekali buang angin.
“Astaga, sejak kapan sekretarisku menjadi gila seperti itu,” gumam Reksa sambil menggeleng-gelengkan kepalanya dengan kelakuan Dani.
Kemudian, Reksa pun membawa masuk boneka kelinci besar itu sambil membaca alamat yang tertulis di kertas yang Dani berikan.
Sebuah alamat yang Reksa ketahui berada di sebuah pedesaan yang cukup jauh dari hotel tempatnya dia menginap.
Melihat dia harus tiba sesuai waktu yang sudah tertulis di kertas itu, Reksa pun segera membersihkan dirinya dan bersiap untuk pergi.
Tak perlu membutuhkan waktu lama, Reksa kini pun sudah terlihat sangat tampan dengan stylenya yang tidak begitu formal maupun casual. Reksa kembali memeluk boneka kelinci besar itu dan segera pergi ke alamat yang tertulis di kertas.
Dani yang sejak tadi terus mengintai Tuannya, segera mengikutinya secara diam-diam dan tidak lupa mengirimkan pesan kepada Dira bahwa semuanya berjalan lancar dan sekarang mereka sedang dalam perjalanan.
Danial:
“Semuanya sudah beres!”
“Dan kami sudah dalam perjalanan ke sana sekarang!”
^^^“Sipp!”^^^
^^^“Kerja bagus!”^^^
^^^“Baby Queen juga sudah menunggu kedatangannya sejak tadi.”^^^
...****************...
Sementara di sisi lain, Baby Queen memang sudah sangat menunggu kehadiran Papanya sejak tadi. Kini dia bahkan tengah ngambek dan tidak mau memulai pesta ulang tahunnya sebelum Papanya datang.
Kiran sudah berusaha membuat Baby Queen mengerti dengan mengatakan sebuah kebohongan bahwa Reksa tidak bisa datang karena tengah sibuk bekerja.
Namun, Baby Queen yang sudah semakin tumbuh menjadi anak yang pintar tentu saja tidak kan percaya alasan yang selalu sama setiap ulang tahunnya.
Dan di sinilah sekarang Baby Queen duduk di atas rumput sambil memainkan sebuah kaleng dengan raut wajah cemberutnya yang sudah hampir menangis.
“Queen sayang! Apakah kau akan bersikap seperti ini di hari ulang tahunmu?” tanya Kiran yang berusaha kembali membujuk putrinya itu, tapi Baby Queen malah semakin menundukkan wajahnya.
“Lihatlah, teman-temanmu yang sudah menunggumu untuk tiup lilin da memotong kue? Apakah Queen mau membuat mereka menunggu terus seperti ini?”
Kiran masih terus berusaha untuk membujuk putrinya yang keras kepala seperti dirinya itu.
__ADS_1
“Queen mau menunggu Papa datang! Queen mau tiup lilin dan potong kue bersama Papa seperti teman-teman Queen yang lainnya,” lirih Queen yang masih menundukkan wajahnya untuk menyembunyikan kesedihannya yang selama ini dia pendam.
Ilustrasi Baby Queen ngambek, ....
Sejenak Kiran terdiam, harus dia akui bahwa dirinya yang bersalah karena sejak awal menjanjikan hal mustahil yang tidak bisa dia tepati.
Namun, kini Kiran mengerti bahwa putrinya selama ini merasa iri dengan teman-temannya yang lain. Dimana mereka memiliki keluarga yang lengkap, sedangkan sejak lahir Queen hanya miliki dirinya.
...****************...
Disaat yang bersamaan, mobil yang mengantar Reksa akhirnya tiba juga di tempat tujuan. Dimana dari kejauhan Reksa sudah bisa hiasan balon ulang tahun di salah satu rumah yang ada di sana.
Ilustrasi dekorasi pesta ulang tahun Baby Queen, .....
Benar saja tebakannya alamat itu berada di sebuah desa yang cukup terpencil dan jauh dari hotel tempatnya menginap.
Tanpa buang waktu Reksa pun segera melangkahkan kakinya menuju ke rumah tersebut sambil membawa boneka kelinci raksasanya.
Sesampainya di depan pagar rumah itu, Reksa merasa cukup bingung melihat semua orang yang hanya diam memperhatikan pada seorang anak kecil yang mengenakan gaun pemberiannya yang tengah duduk di rerumputan.
“Apakah benar ini rumahnya Baby Queen?” tanya Reksa yang langsung masuk melewati pagar itu.
Mendengar namanya di panggil, Baby Queen pun langsung mendongakkan wajahnya menatap ke sumber suara dan kembali tersenyum bahagia.
Baby Queen ketika melihat Papanya datang membawa boneka kelinci besar sesuai keinginannya, ....
Penampilan Papa Reksa dengan boneka kelincinya, ....
Bersambung, ......
__ADS_1