Love Me Again, My Husband!

Love Me Again, My Husband!
Kembali Dengan Sebuah Tujuan


__ADS_3

“Rasanya sangat nyaman! Seolah Mas Reksa, suamiku telah kembali seperti dulu. Aku sangat berharap apa yang aku rasakan sekarang bukanlah mimpi atau khayalan ketika aku sedang sakit saja. Aku harap semua ini nyata,” lirih Kiran pelan dan mampu di dengar Reksa dengan baik.


“Kau harus belajar melupakan tentang aku, Kiran! Bagaimanapun kita berdua akan segera berjalan di jalan masing-masing,” ujar Reksa lirih sembari memandangi wajah pucat Kiran yang mulai terlelap.


Beberapa menit kemudian, Dani kembali dengan membawa beberapa jenis makanan bahkan buah-buahan juga Dani belikan meski Reksa tidak memintanya. Entah mengapa Dani ingin membelikan semua buah-buahan tersebut untuk atasannya yang sedang sakit.


“Tuan, saya kembali!” ujar Dani yang berjalan mendekati Reksa yang masih mengelus lembut perut Kiran, sedangkan Kiran sendiri sudah terlelap dalam tidurnya.


“Kau beli buah-buahan juga?” tanya Reksa yang melihat berbagai jenis buah berada di kantong besar yang satunya.


“Orang sakit biasanya lebih suka makan yang segar-segar, maka dari itu saya sekalian membelinya, Tuan!” terang Dani.


“Ouh, … Baguslah! Kau cukup cekatan juga sebagai sekretaris,” puji Reksa.


“Kalau begitu ayo kita pergi ke pertemuannya sekarang?” imbuh Reksa ketika waktu sudah semakin mendekat pada jadwal pertemuan mereka.


Dani pun segera menyiapkan berkas yang di perlukan, sedangkan Reksa menuliskan sebuah note untuk Kiran dan meletakkannya di atas makanan yang sudah tersaji di meja di dekat sofa tempat Kiran berbaring saat itu.


Setelah memastikan makanan dan minuman serta obat untuk Kiran sudah tersedia, Reksa dan Dani pun segera meninggalkan perusahaan untuk melakukan pertemuan dengan klien lain yang sudah di jadwalkan sebelumnya.


...****************...


Tak lama selepas kepergian Reksa dan Dani, Kiran perlahan terbangun dari tidurnya. Dia melihat ke sekelilingnya dan tidak menemukan apapun di dalam ruangannya.


Mata Kiran hanya menangkap setumpuk makanan, buah-buahan dan obat yang di letakan di atas meja di sampingnya.


“Apa Mas Reksa sudah pergi untuk menghadiri pertemuannya?” gumam Kiran sedikit memaksakan tubuhnya agar bisa duduk.


“Ouh, … Apa ini?” tanya Kiran pada dirinya sendiri sembari meraih sepucuk kertas yang ada di atas kotak makanan.

__ADS_1


“Kau harus menghabiskan makananmu dan jangan lupa minum obatnya sebelum aku kembali. Ada berbagai jenis buah-buahan juga, kau bisa memakan semuanya jika kau mau! Ingat harus makan dan minum obatmu!”


Note: Reksa


“Mas Reksa masih saja cerewet kalau aku jatuh sakit seperti ini, tapi tetap saja sangat perhatian,” gumam Kiran yang tersenyum saat membaca pesan tertulis dari Reksa.


Namun pandangan mata Kiran tiba-tiba teralihkan pada buah jeruk yang sangat mengiurkan di matanya. Tanpa buang waktu Kiran langsung melahap beberapa buah jeruk itu sampai tak tersisa satu pun.


Dia bahkan tidak melirik sama sekali makanan kesukaannya selama ini. Kiran akhirnya kembali membaringkan tubuhnya, karena tidak ada buah jeruk yang tersisa lagi untuk dia makan.


...****************...


Sedangkan di sisi lain, Dira di buat khawatir setengah mati karena Kiran tidak satupun membalas atau menerima telepon darinya. Ingin sekali dia menanyakan keadaan Kiran pada Reksa ataupun Seno, tetapi Dira tidak memiliki nomor telepon dari keduanya.


Langsung mengunjungi perusahaan Damarwangsa Group, takutnya Kiran sedang pergi menghadiri meeting yang sejak pagi mereka bicarakan.


...****************...


Lain halnya yang terjadi pada Anya setelah pertengkarannya dengan Reksa beberapa hari yang lalu. Namun anehnya tidak ada satupun pesan dari Reksa yang berusaha membujuknya untuk berdamai atau sekadar menjelaskan apa yang terjadi pada perusahaan saat itu.


Anya memang sudah merasa aneh akan sikap diam Reksa, ditambah dengan perkataan managernya yang bernama Lisa serta kekasihnya Steven.


Keduanya terus mengatakan bahwa Anya akan menyesal jika melepaskan Reksa begitu saja, mengingat perusahaan dan sponsor dari Reksa saja yang bisa menyelamatkan karirnya saat ini.


“Anya, lihatlah sekarang bagiamana keadaan karirmu? Tidak ada jadwal pemotretan! Tidak ada iklan dan tawaran film lainnya!” ujar Lisa yang kesal akan sikap santai Anya.


“Aish, … Kenapa kau sama saja seperti yang lainnya! Mengatakan sebuah omong kosong yang tidak berguna,” kesal Anya setiap kali membahas karirnya yang tengah menurun.


“Karena itulah kenyataannya, Anya!” Lisa berusaha bicara selembut mungkin bicara dengan modelnya itu.

__ADS_1


“Dengar jika sampai hubunganmu dengan Reksa terputus, maka karirmu juga akan berakhir saat itu juga. Bahkan Perusahaan Tuan Steven juga tidak bisa membantumu bertahan pada industry ini, jika kau tidak memiliki sponsor satu pun,” lanjut Lisa mengatakan kemungkinan terburuk yang akan mereka hadapi.


“Dan ingatlah satu-satunya sponsormu saat ini hanya Reksa! Jika kau memutuskan hubungan dengannya, maka karirmu sepenuhnya akan hancur. Dan sudah pasti Tuan Steven juga akan meninggalkanmu begitu saja,” imbuh Lisa kali ini penuh penekanan.


“Benarkah akibatnya akan separah itu, jika aku putus hubungan dengan Reksa?” tanya Anya yang mulai khawatir dengan masa depan karirnya.


“Bahkan bisa jauh lebih mengerikan lagi, Anya!” jawab Lisa yang berhasil membuat Anya ikut berpikir keras untuk bertahan di industry entertainment ini.


“Lalu apa yang harus aku lakukan sekarang, Lisa? Reksa bahkan sampai sekarang tidak menghubungiku sama sekali! Lalu kau tahu sendiri, bukan? Bagaimana sombongnya wanita yang bernama Kiran ini!” cecar Anya yang sampai kapan pun tidak akan melupakan perlakuan Kiran yang mempermalukan dirinya di depan semua orang.


“Kalau begitu kau yang harus kembali pada Reksa lebih dulu!” ujar Lisa memberikan solusi.


“Lalu bagaimana dengan istrinya yang bernama Kiran itu? Aku yakin dia tidak akan tinggal diam saja kalau aku mendekati suaminya lagi!” Anya tampak ragu dengan solusi yang di berikan oleh managernya itu.


“Kau tenang saja! Aku dengar dari banyak orang bahwa keduanya akan segera bercerai, sepertinya kau berhasil menjadi orang ketiga di antara mereka,” ujar Lisa yang kembali membawa gossip terbaru tentang Reksa.


“Hahahaa, … Pada akhirnya Reksa tetap memilihku! Siapa sangka pesonaku mengalahkan wanita menyebalkan itu,” tawa Anya penuh kemenangan.


“Namun, bukankah semua harta bahkan posisi reksa di perusahaan itu sudah di ambil alih oleh Kiran? Kalau begitu percuma saja aku mempertahankan Reksa, jika tidak memiliki apapun lagi sekarang!” sambung Anya begitu teringat bahwa sikap sombong Kiran setelah mengambil alih perusahaan.


“Kalau begitu kau harus kembali pada Reksa dengan sebuah tujuan!” ujar Lisa menyeringai licik.


“Maksudmu?” tanya Anya yang tidak dapat menangkap maksud perkataan Lisa dan rencana yang di pikirkan oleh managernya itu.


Bersambung, .....



__ADS_1


__ADS_2