
“Lalu apa maumu sekarang dengan kembali ke sini, Hah!” bentak Steven yang membuat Anya semakin terdiam.
“Kau membentak aku sekarang, Steven?” tanya Anya dengan berderai air mata.
“Asal kau tahu hidupku menjadi hancur seperti ini karena rencanamu! Rencanamu yang memaksaku untuk mendekati Reksa dan memanfaatkan kekayaannya. Gara-gara kau aku menjadi seperti ini!” teriak Anya yang frustasi dengan karir dan hidupnya yang hancur.
“Bukan hanya karirku saja yang hancur, Steven! Bahkan sekarang sekelompok mafia juga mengejarku hanya karena aku menuruti rencanamu,"
"Aku datang padamu sekarang, karena aku membutuhkan bantuan dan perlindunganmu Steven. Jika pun aku hancur, kau harus ikut hancur bersamaku!” ancam Anya yang tidak memiliki rencana lain agar selain memaksa Steven untuk membantunya.
“Sialan, beraninya wanita ini mengancam ku! Apa kau pikir aku akan semudah itu kau hancurkan!” batin Steven yang geram akan ancaman yang Anya lontarkan padanya.
“Benar, kenapa aku tidak jual saja dia di tempat biasa! Selain aku mendapatkan harga yang cukup tinggi karena dia merupakan mantan model terkenal, setidaknya Anya juga tidak akan bisa keluar dari tempat itu.”
Seketika Steven mempunyai rencana sempurna untuk menyingkirkan Anya dari hidupnya. Selain itu, dia juga akan mendapatkan banyak keuntungan jika menggunakan rencana ini. Bahkan Steven tidak perlu lagi khawatir akan ancaman yang Anya berikan padanya.
“Steven, tolong bantu aku sekali ini! Hanya kau satu-satunya yang bisa membantu keluar dari maslaah ini sekarang,” pinta Anya dengan raut wajah memohon.
“Baiklah, Ayo ikut aku! Aku akan mengantarmu ke tempat aman yang aku tahu,” ujar Steven yang ingin segera menyingkirkan Anya dari hidupnya.
Anya yang tidak memiliki tempat tujuan lagi hanya bisa mempercayai perkataan Steven. Selain tidak memiliki tempat tujuan lagi, Anya masih merasa bahwa Steven tetap mencintainya sehingga dia tidak sedikitpun menaruh curiga dan dengan senang hati mengikutinya.
...****************...
Sepanjang perjalanan Anya sudah merasa bahwa dirinya telah aman bersama dengan orang tepat. Namun semua itu hanya sesaat, detik berikutnya Steven menghentikan mobilnya tepat di depan sebuah casino mewah yang jarang orang biasa bisa memasuki tempat tersebut.
“Ayo, turun!” perintah Steven pada Anya yang masih diam memperhatikan casino mewah dengan penjagaan super ketat itu.
“Steven, kenapa kau membawaku ke tempat seperti ini?” tanya Anya yang kini mulai ragu bahwa Steven ingin membantunya.
“Tempat aman yang kau inginkan! Bukankah kau yang memintanya sendiri untuk memberimu tempat aman untuk bersembunyi, maka di sini ‘lah tempatnya,” jawab Steven dengan santainya.
Dengan perasaan ragu, Anya pun keluar dari mobil dan berjalan mengikuti Steven dari belakang. Terlihat para penjaga itu seperti sudah terbiasa dengan keberadaan Steven, bahkan kedatangan mereka langsung di sambut oleh manager casino tersebut.
__ADS_1
“Apa Tuanmu ada?” tanya Steven pada orang yang menyambutnya itu.
“Silahkan, langsung saja ke tempat biasa!” jawab orang tersebut yang ternyata mengantar sendiri Steven dan Anya ke tempat yang di maksud.
Begitu tiba di depan sebuah ruangan, hanya Steven dan Anya yang di persilahkan untuk memasuki ruangan tersebut. Anya sangat terkejut ketika melihat keberadaan Lisa di dalam ruangan itu dalam keadaan yang penuh luka.
Seketika Anya langsung tersadar dan berniat utuk melarikan diri, tapi pintu ruangan itu sudah di kunci dari luar.
“Kebetulan yang sangat tidak terduga, bukan?” ujar pria bertopeng yang duduk di kursi kebesarannya.
“Siapa sangka kau malah datang sendiri ke tempatku seperti ini! Tahu begini aku tidak perlu repot-repot memerintahkan anak buahku untuk mencarimu selama ini,” lanjutnya yang tertawa penuh kemenangan.
“Siapa kau sebenarnya? Kenapa kau melakukan ini padaku?” tanya Anya yang penasaran dengan identitas pria yang selama ini terus mengejarnya.
“Orang yang pernah babak belur karena gangster suruhanmu itu!” jawab pria bertopeng itu dengan tatapan tajamnya yang dia tunjukan kepada Anya.
“Kau sudah boleh pergi dan ambil uangnya di tempat biasa!” perintah pria bertopeng itu pada Steven.
“Baik, Tuan!” sahut Steven yang segera meninggalkan Anya di sana.
Mendengar perintah pria bertopeng itu pada anak buahnya, Anya pun segera tersadar bahwa dirinya benar-benar telah di jual oleh Steven.
Anya berusaha sekuat tenaganya untuk memberontak, tapi semua itu bercuma karena dua anak buah pria bertopeng itu menyeret tubuhnya dengan kasar.
“Kau akan terjebak di neraka buatanku ini selamanya, Anya! Itulah hukuman yang tepat untuk wanita serakah dan tidak tahu malu sepertimu,” gumam pria bertopeng itu yang ternyata adalah Leo.
Lisa yang masih berada di ruangan itu pun terkejut, dia sangat mengenal Leo mengingat mereka pernah bertemu.
Yap, … Ketika pengambilan gambar bersama dengan Anya dan bersamaan waktu Kiran mendapat penyerangan dari para gangster suruhan mereka.
“Tuan Lo, tolong ampuni saya! Saya hanya di perintahkan saja oleh Anya untuk membayar para gangster itu untuk melukai Nyonya Kiran,” pinta Lisa memohon dan melimpahkan semua kesalahan pada Anya.
“Pergilah!” ujar Leo singkat.
__ADS_1
“Te-terima kasih, Tuan Leo! Saya, _....”
“Pergilah ke neraka yang sudah aku persiapakan juga untukmu,” potong Leo dengan seringai liciknya dan dua anak buah Leo yang lainnya pun segera menyeret Lisa.
...****************...
Beralih pada Reksa yang kini sudah beberapa hari berada di London, Inggris. Reksa terlihat jelas tidak memiliki tujuan kemana kakinya akan melangkah untuk menemukan Kiran.
Bahkan Reksa juga telah memperkerjakan orang setempat untuk membantunya mencari keberadaan Kiran.
Disaat Reksa sedang mengistirahatkan diri di sebuah taman. Di waktu yang bersamaan, Kiran juga baru saja selesai berbelanja dengan Dira. Jarak antara tempat Reksa duduk dan Kiran hanya di pisahkan dengan jalan raya saja.
Awalnya baik Kiran maupun Reksa tidak menyadari keberadaan masing-masing, bahkan mereka hampir saja melalui jalan yang sama. Namun, sebuah suara menyadarkan Kiran bahwa pria yang tengah sangat dia rindukan kini berada tepat di depan matanya.
“Kak Reksa!”
Suara panggilan ternyata berasal dari Seno yang sengaja datang ke London untuk memaksa Reksa pulang. Mendengar nama Reksa di sebut, Kiran pun segera menoleh ke sumber suara.
Awalnya Kiran kira hanya namanya saja yang sama, tapi betapa terkejutnya Kiran ketika melihat memang Reksa yang tengah dia rindukan yang tengah duduk di bangku taman.
“Mas Reksa!” gumam Kiran tak percaya.
Lalu detik berikutnya, Kiran langsung menarik Dira dan tubuhnya untuk bersembunyi ketika arah pandangan Reksa tertuju ke tempatnya.
Dira yang ingin protes harus menahan diri, karena Kiran yang langsung mengisyaratkan dirinya untuk diam.
“Hay, kenapa kita sembunyi seperti ini?” protes Dira dengan berbisik.
Bersambung, .....
__ADS_1