
Mengetahui Kiran memutuskan untuk kembali dengan membawa Baby Queen, Papah Ibnu dan Mamah Syifa pun segera menyiapkan pesawat pribadi milik keluarga Damarwangsa dan keamanan super ketat untuk melindungi Kiran dan Baby Queen.
Begitu tiba, Dira sudah di jemput oleh pengawal yang di kirim kedua orang tuanya. Sehingga mau tidak mau Alka harus pergi menemaninya.
Sementara Kiran dan Baby Queen langsung di bawa ke rumah besar Keluarga Damarwangsa. Karena Papah Ibnu dan Mamah Syifa yang akan menjamin keselamatan keduanya.
“Papa!”
Suara manis yang selalu menjadi penyemangatnya tiba-tiba terdengar ketika Reksa dan Seno baru saja berjalan memasuki rumah utama yang di tinggali oleh kedua orang tuanya.
Sebelumnya Reksa sudah mendapat kabar dari Zara bahwa kedua orangnya memutuskan untuk kembali, tetapi baik Reksa maupun Seno tidak mengira bahwa Kiran dan Baby Queen juga ikut bersama mereka.
“Queen, kenapa kau bisa berada di sini?” tanya Reksa yang kini sudah membawa tubuh mungil Baby Queen dalam gendongan hangatnya.
“Dia terus menangis ingin bertemu denganmu, karena itulah aku membawanya kembali.” Jawaban itu berasal dari Kiran yang kini tengah berjalan menghampiri ketiga.
“Kak Ipar! Kau kembali!” seru Seno yang masih tidak percaya Kiran kini sudah berada di rumah yang dulu menyimpan banyak kenangan indah bersama dengan Kakak iparnya itu.
“Yaa, … Aku kembali demi Queen yang tidak bisa jah dari Papanya,” balas Kiran yang berhasil membuat Reksa mengembangkan senyumannya.
“Kalian sudah pulang? Bagaimana dengan penyelidikan hari ini?” Suara Papah Ibnu mengalihkan perhatian mereka semua.
“Emm, … Semua bukti penganiayaan, pemaksaan dan penyekapan memang benar. Tapi tidak ada yang bisa membuktikan bahwa Kak Reksa terlibat dalam masalah tersebut.” Seno yang menjawabnya.
“Dari penyelidikan yang di dapatkan sepertinya Anya di jual oleh kekasihnya sendiri. Di tambah dia juga terlibat dengan sekelompok mafia pada saat itu ketika ingin mencelakai Kiran saat di Basement. Sepertinya apa yang terjadi pada Anya, karena perbuatan dia sendiri.” Lalu Reksa secara singkat menjelaskan secara garis besarnya saja.
“Dan mungkin besok polisi akan melakukan konferensi pers untuk mengklarifikasi bahwa Kak Reksa tidak terlibat sama sekali akan kasus tersebut,” imbuh Seno yang terlihat jelas membuat Kiran merasa lega begitu mendengarnya.
“Syukurlah, masalah ini bisa dengan cepat di selesaikan,” ucap Papah Ibnu yang ikut lega mendengarnya.
__ADS_1
“Kalian berdua cepat mandi, lalu pergi ke ruang makan! Kita makan malam bersama,” imbuh Papah Ibnu yang berjalan mendahului yang lainnya.
“Sayang, kau sama Mama dulu ‘yah! Papa akan mandi sebentar,” ujar Reksa pada putri kecilnya yang malah semakin memeluknya erat.
“Tidak mau! Nanti Papa pergi lagi meninggalkan Queen seperti sebelumnya,” tolak Baby Queen yang semakin kencang memeluk leher Papanya.
“Hanya sebentar, Sayang! Papa tidak akan pergi lagi! Papa janji!” bujuk Reksa yang merasa lengket pada tubuhnya, karena seharian itu mengurusi banyak hal.
“Queen, sama Mama dulu ‘yah! Kita tunggu Papa di ruang makan bersama dengan Kakek dan Nenek.”
Kiran langsung mengambil alih tubuh mungil Baby Queen, jika Mamanya sudah angkat bicara bahkan Baby Queen sendiri sudah tidak bisa menolaknya.
Reksa dan Seno pun segera menuju ke kamar mereka masing-masing untuk membersihkan diri sebelum ikut bergabung di meja makan.
...****************...
Sedangkan disisi lain, Leo tengah kebingungan mencari lokasi Anya bersembunyi sekarang. Sebab Leo merasa sangat yakin bahwa rencana Anya bukan hanya sekadar merusak nama baik Reksa saja, tapi lebih jauh dari itu dan mungkin bisa sampai menargetkan nyawa.
“Maaf, Tuan! Sayangnya hacker ini cukup hebat, bahkan sampai saat ini polisi juga belum bisa melacak lokasi pastinya,” jawab anak buah kepercayaan Leo.
“Haruskah aku meminta bantuan pada Luca untuk menemukan wanita sialan itu?”
Leo bergumam sembari menimbang keputusannya untuk meminta bantuan orang lain atau tidak.
...****************...
Sementara Anya sendiri masih bersembunyi bersama dengan Hacker yang membantunya. Siapa sangka setelah menghabiskan satu malam bersama, Hacker bernama Viky itu malah bersedia membantu Anya untuk membalas dendam pada Reksa.
Tidak segan-segan Viky bahkan meretas data kepolisian untuk mengetahui perkembangan kasus tentang artikel yang menyeret nama Reksa sebagai pelaku utama penganiayaan serta penyekapan terhadap Anya.
__ADS_1
Terlihat kemarahan di raut wajah Anya ketika mengetahui bahwa Reksa dengan mudah lepas dari jeratan hukum, sedangkan kehidupan dirinya sudah hancur tak tersisa.
“Sialan! Bagaimana bisa dia terlepas begitu mudahnya. Sedangkan aku, … Hiks, … Hidupku hancur,” umpat Anya di tengah tangisan pilunya.
“Jangan menangis, kau tidak sendirian sekarang! Aku siap membantu membalas dendam kepada orang-orang yang telah menyakitimu sampai seperti ini.”
“Katakan saja apa yang ingin kau lakukan kepada mereka? Aku akan mewujudkannya untukmu,” ujar Viky yang kini membawa tubuh penuh luka Anya ke dalam pelukannya.
“Aku ingin Reksa hidup hancur, seperti dia menghancurkan hidupku!”
“Aku ingin Reksa kehilangan segalanya seperti yang aku rasakan sekarang.”
“Aku tidak terima dia baik-baik saja, sedangkan aku, … Aku sangat hancur!”
Anya meluapkan segala apa yang dia rasakan kepada Viky. Dia sungguh tidak terima melihat Reksa yang masih bisa melanjutkan hidupnya seperti biasa. Sedangkan Anya harus terjebak di dunia gelap selama bertahun-tahun dan pastinya sekarang dia masih di buru oleh para mafia itu.
“Jika hanya itu yang kau inginkan, maka aku bisa membantumu dengan mudah. Karena aku menemukan informasi yang sangat penting yang bisa membuat hidup Reksa hancur dan kehilangan dunianya,” bisik Viky yang membuat Anya berhenti menangis dan menatapnya menuntut penjelasan lebih.
“Istrinya yang bernama Kiran telah kembali dengan membawa putrinya kemarin. Aku mendapatkan informasi ini ketika meretas rekaman cctv yang ada di bandara,” jelas Viky yang secara tidak sengaja malah menemukan kelemahan Reksa dan keluarga Damarwangsa.
“Jadi, Kiran dan anaknya sudah kembali?” tanya Anya memastikan.
“Ya, … Hanya dengan membunuh putrinya itu, maka dunia Reksa dan keluarga Damarwangsa akan hancur dengan sendirinya!” jawab Viky membenarkan.
“Kau benar! Jika aku tidak bisa menyentuh Reksa, Kiran dan keluarga Damarwangsa maka aku akan menyentuh anak itu,” ujar Anya dari sorot matanya jelas di penuhi dengan dendam.
“Biar aku saja yang membawa anak itu padamu!” Viky dengan suka rela menawarkan diri untuk memenuhi keinginan Anya.
“Terima kasih, Viky! Di saat semua orang ingin menghancurkan aku, kau malah ada untuk membantu dan melindungi,” ucap Anya yang kini kembali memeluk tubuh Viky dengan erat dan Viky pun membalasnya penuh cinta.
__ADS_1
Bersambung, ....