Love Me Again, My Husband!

Love Me Again, My Husband!
Diluar Perkiraan


__ADS_3

Kiran tidak menjawab, tapi pandangan matanya yang penuh kesedihan dan juga kerinduan hanya tertuju pada satu tempat. Dira pun mengikuti pandangan mata Kiran, dia akhirnya ikut terkejut melihat keberadaan Reksa dan Seno yang tengah berbicara serius di taman itu.


“Bagaimana bisa mereka sampai di sini?” bisik Dira, tapi Kiran kembali mengabaikannya dan hanya menatap Reksa dari kejauhan dalam diam.


“Kiran, sepertinya Reksa datang untuk mencari mu sampai di sini! Apa kau tidak mau menemuinya?” tanya Dira yang bisa melihat dari sorot matanya bahwa Kiran sangat merindukan Reksa selama ini.


“Tidak mungkin, Dira! Aku yakin dia datang ke sini pasti bersama dengan Anya! Aku hanya bagian dari masa lalunya,” jawab Kiran yang tidak ingin merasakan kecewa dengan harapannya lagi.


Sedangkan yang tengah di bicarakan oleh Reksa dan Seno memang tentang pencarian Reksa akan keberadaan Kiran yang di ketahui ada di negara itu. Selama satu bulan lebih ini, Seno memang tidak memperdulikan Reksa sama sekali.


Namun pada akhirnya dia kewalahan mengurus perusahaan, sehingga mau tidak mau Seno harus menarik Reksa kembali untuk menempati posisi Ceo yang sudah lama kosong.


“Kak, ayo kita pulang sekarang!” pinta Seno, tapi di abaikan begitu saja oleh Reksa.


“Kau pulanglah sendiri, karena aku belum menemukan apa yang aku cari di sini!” tolak Reksa setelah beberapa saat terdiam.


“Untuk apa Kak Reksa mencari Kak Kiran sampai seperti orang gila begini! Bukankah Kak Kiran pergi karena keinginan Kakak sendiri!” seru Seno yang kesal sendiri dengan tingkah Kakaknya itu.


“Sekarang Kakak seharusnya merasa senang dan bahagia, karena telah berhasil membuat Kak Kiran pergi dari hidup Kakak. Bahkan Kak Kiran mengembalikan semuanya kepadamu, apakah semua itu masih kurang sehingga Kakak ingin menyakitinya lagi?” cecar Seno yang sudah tidak bisa menahan emosinya.


“Aku menyesal dengan apa yang telah aku lakukan, Seno! Dan sekarang aku mencoba mencari dan menemukannya agar aku bisa memperbaiki semuanya. Aku tidak ingin Kiran berjuang sendirian merawat dan membesarkan anak kami seperti ini,” terang Reksa yang terlihat jelas rasa penyesalan mendalam dari raut wajah dan cara bicaranya.


“Apa maksud Kakak? Apakah saat ini Kak Kiran tengah mengandung anak Kakak?” tanya Seno menuntut penjelasan dari ucapan Reksa sebelumnya.


“Ya, … Kiran sedang mengandung! Seharusnya aku sadar bahwa di hari ulang tahunku, dia ingin menyampaikan kado terindah ini. Namun bodohnya aku yang malah menghancurkan harapannya itu, sehingga dia memilih pergi meninggalkan aku bersama penyesalan ini,” jawab Reksa yang mengakui semua kesalahannya.


“Hahahaa, … Kakak memang bodoh! Tapi aku akan membantu Kakak untuk menemukan Kak Kiran,” ujar Seno yang menertawakan keputusasaan Reksa, tapi dia juga kasihan sehingga memutuskan untuk membantu Reksa.


“Kenapa? Apa kau sudah tidak membenciku lagi?” tanya Reksa yang tidak percaya Seno sebaik itu setelah apa yang terjadi.

__ADS_1


“Tentu saja aku masih membenci memiliki Kakak sebodoh dirimu! Tapi menemukan Kak Kiran adalah hal paling utama sekarang,”


“Selain itu Kakak harus kembali dan memimpin perusahaan lagi seperti sebelumnya agar kita memiliki lebih banyak koneksi untuk membantu menemukan keberadaan Kiran di negara asing ini,” jelas Seno yang tahu bahwa Reksa akan langsung mengerti akan maksud ucapannya.


“Ayo, kembali dan kita bersama-sama mencari keberadaan Kak Kiran!” ujar Seno lagi sembari mengulurkan tangannya pada Reksa.


“Kita harus menemukan mereka, Seno!” ujar Reksa menatap lekat pada adiknya itu.


“Tentu! Kita bersama akan menemukannya,” sahut Seno.


Reksa pun meraih uluran tangan adiknya dan mereka pun berjalan pergi meninggalkan taman itu. Sedangkan Kiran hanya bisa melihat kepergian pria yang sangat dia rindukan dengan perasaan tidak rela.


Dira pun hanya bisa memeluk Kiran, memberikan semangat pada sahabatnya itu dengan keputusan yang telah dia ambil.


...****************...


Waktu dengan cepat berlalu, ….


Namun di samping kesibukannya bekerja, Reksa masih melanjutkan pencariannya untuk menemukan Kiran dan calon anaknya.


Tidak jarang Reksa akan bolak balik ke London ketika orang suruhannya menemukan informasi Kiran walau hanya sedikit.


Akan tetapi, Alka yang mengetahui bahwa banyak orang suruhan Reksa yang tengah berusaha menemukan keberadaan Kiran tentunya tidak tinggal diam saja.


Alka selalu membantu Kiran untuk menyembunyikan dirinya dari orang suruhan Reksa, Leo dan bahkan Seno dengan melarang Kiran meninggalkan rumahnya kecuali untuk pemeriksaan kandungan.


Siapa sangka keberuntungan sedang berpihak pada Kiran dengan bertemunya Dr. Zara di rumah sakit tempatnya memeriksakan kandungan ketika tinggal di London. Bahkan Dr. Zara membantu Kiran menyembunyikan identitas Kiran sebagai pasien di rumah sakit tersebut.


Alhasil, Reksa tidak akan menemukan data informasi tentang Kiran di rumah sakit manapun, berkat bantuan Dr. Zara. Sedangkan data Kiran di pemerintahan setempat, Alka sendiri yang menjamin kerahasiaannya.

__ADS_1


Seperti sekarang, Kiran tengah memeriksakan kandungannya yang sudah jalan 37 minggu, sekaligus untuk memperkirakan kelahiran sang buah hati. Di temani dengan Dira setiap kali Kiran melakukan pemeriksaan kandungannya di rumah sakit.


Sedangkan Alka lebih sibuk menghindari anak buah Reksa dan yang lain di bandingkan mengurus pekerjaan kantornya. Karena itu juga Alka jadi jarang mengunjungi Kiran dan Dira, karena tidak ingin membuat lokasi persembunyian Kiran selama ini di ketahui oleh anak buah Reksa.


“Wahh, … Bayinya hari ini juga sangat sehat, Kiran! Tolong pertahankan kondisimu saat ini sampai hari kelahiran bayinya tiba, yah!” pesan Dr. Zara setelah selesai memeriksa kandungan Kiran.


“Memang kapan bayinya bisa lahir, Dok?” tanya Dira yang sudah tidak sabar menantikan kelahiran dari keponakan pertamanya itu.


“Jika sesuai dengan usia kehamilannya, kemungkinan bayinya akan lahir dua atau tiga minggu lagi! Namun itu masih tergantung bayinya sendiri, masih nyaman di dalam perut sang Ibu atau tidak sabar ingin melihat dunia ini,” ujar Dr. Zara sambil mengajak Kiran dan Dira sedikit bercanda.


“Aku hanya berharap persalinannya berjalan lancar! Bayinya lahir dengan sehat dan sempurna, menjadi anak yang di cintai semua orang,” ucap Kiran sembari mengelus perutnya yang sudah membesar.


“Dan ibunya juga harus sehat juga!” imbuh Dira yang tidak ingin terjadi sesuatu yang buruk pada Kiran saat persalinan.


“Benar, maka dari itu jaga kondisimu dengan baik!” Dr. Zara menambahkan.


...****************...


Selesai melakukan pemeriksaan, Kiran dan Dira memutuskan singgah sebentar di sebuah restaurant yang tidak jauh dari rumah sakit untuk sekalian makan siang.


Namun ketika Dira tengah memesan makanan untuk mereka berdua, Kiran yang berniat ke toilet tiba-tiba di tabrak oleh seorang pria sampai membuatnya terjatuh.


Bugh, …


“Kiran!” seru Dira yang sangat terkejut.


Bersambung, ....


__ADS_1




__ADS_2