Love Me Again, My Husband!

Love Me Again, My Husband!
Dibalik Kabar Bahagia


__ADS_3

“Apa maksud Dokter?” tanya Kiran menuntut penjelasan lebih.


“Begini Nyonya Kiran! Sejak awal kandungan anda sudah lemah, di tambah ini kehamilan pertama anda, bukan?” Dr. Zara menggantung ucapannya.


“Sebaiknya mulai sekarang anda harus mengatur pola hidup anda dengan baik! Jangan melewatkan jam makan, jangan terlalu stress dan jangan terlalu kelelahan karena semua itu akan mempengaruhi kandungan anda. Dan lebih mengerikannya lagi bisa menyebabkan keguguran,” sambung Dr. Zara.


“Saya akan memberikan beberapa resep vitamin untuk mengurangi rasa mual, vitamin penambah nafsu makan dan vitamin untuk lebih menguatkan janin yang ada di perut anda,"


"Lalu untuk berjaga-jaga anda bisa selalu memeriksakan kandungan anda ke rumah sakit selama satu minggu sekali,” lanjut Dr. Zara memberikan solusi terbaik yang bisa membantu Kiran mempertahankan bayinya.


“Baiklah, Dok! Saya akan mendengarkan saran Dokter dengan patuh,” ujar Kiran yang hanya bisa mempercayai Dr. Zara.


“Jangan lupa untuk rutin meminum obat dan vitaminnya. Kemudian perbanyaklah istrirahat dan kalau bisa anda harus menambah berat badan anda.” Dr. Zara kembali mengingatkan Kiran.


“Baik, Dok!” sahut Kiran dan Alka serentak.


“Tuan, jagalah istri dan calon anak anda ini dengan baik!” Kali ini Dr. Zara memberikan saran kepada Alka, karena masih mengira Alka suami dari Kiran.


“Dia bukan suami saya, Dok! Dia hanya teman yang menemaniku untuk melakukan pemeriksaan, karena suamiku sedang sibuk,” jelas Kiran yang tidak ingin Dr. Zara semakin salah mengira tentang Alka sebagai suaminya dan ayah dari bayi yang tengah di kandungnya.


“Ooh, … Benarkah? Saya kira Tuan ini adalah suami anda. Maafkan kekeliruan saya kalau begitu,” ucap Dr. Zara yang merasa bersalah.


“Nah, … Ini beberapa gambar hasil USG yang tadi saya ambil. Lalu ini rekaman suara detak jantung bayinya. Meski suami anda tidak bisa melihatnya secara langsung, anda bisa memberikan ini padanya,” ujar Dr. Zara yang mencoba mengalihkan pembicaraan dengan memberikan selembar foto USG yang terdapat beberapa foto dan rekaman detak jantung sang calon bayi.


“Terima kasih, Dok!” ucap Kiran yang menerimanya.


“Lalu ini resep obat dan vitamin yang saya sarankan. Anda bisa menebusnya di apotek terdekat, jika antrian di rumah sakit ini terlalu panjang,” ujar Dr. Zara yang kembali menyerahkan selembar kertas berisikan resep obat dan vitamin.

__ADS_1


“Sekali lagi terima kasih, Dok! Kalau begitu kami permisi dulu!” pamit Kiran, sedangkan Alka sejak tadi diam saja seolah tengah berusaha menerima kekalahannya lagi dalam mendapatkan Kiran.


Kiran dan Alka pun segera meninggalkan rumah sakit. Sepanjang perjalanan baik Kiran maupun Alka sama-sama saling diam.


Alka berusaha untuk focus menyetir, meski pikirannya entah berada di mana. Sedangkan Kiran hanya diam sembari memandangi foto USG sang anak yang selama ini dia nantikan sambil terus mengelus perutnya.


“Kiran, aku perlu bicara padamu!” ujar Alka membuka pembicaraan.


“Kalau begitu ayo sambil makan! Aku tidak bisa membiarkan anakku kelaparan. Karena tapi pagi aku juga melewatkan sarapan,” sahut Kiran yang menyarankan Alka untuk mampir di salah satu restaurant.


...****************...


Benar saja, Alka langsung memarkirkan mobilnya di salah satu restaurant yang ternyata restaurant itu adalah restaurant milik Dira.


Kiran ingin menyuruh Alka mencari restaurant lain, tetapi terlambat Dira sudah menyadari kehadiran Kiran di sana.


“Alka, kita pergi ke restaurant lain saja!” ujar Kiran yang belum siap menjelaskan tentang kehamilannya pada Dira.


“Hay, Kiran!”


Seruan keras dari dalam restaurant seketika mengalihkan perhatian keduanya. Dimana dapat Kiran dan Alka lihat dengan jelas Dira yang tengah sedikit berlari menghampiri mereka. Benar, Alka juga mengenal Dira karena gadis itu selalu berasa di sisi Kiran sejak masa sekolah.


“Loh Alka! Bagaimana bisa kau bersama dengan Kiran?” tanya Dira setelah berhasil mengenali Alka yang sudah banyak berubah di bandingkan terakhir kali mereka bertemu pada acara kelulusan mereka.


“Apakah kau Dira? Gadis yang mendapat julukan pengawal setia Kiran, karena selalu mengikuti kemanapun Kiran pergi?” tebak Alka yang juga tidak percaya Dira yang dia kenal jauh berubah dengan Dira yang sekarang.


“Haish, … Mentang-mentang cintanya cuma sama Kiran masa aku di lupakan,” ujar Dira yang hanya sebatas candaan antar teman saja.

__ADS_1


“Ouhya, … Bagaimana kalau kita lanjut mengobrolnya di dalam saja! aku yang traktir makanan kalian,” imbuh Dira yang merasa tidak nyaman membiarkan teman dan sahabatnya malah berdiri saja di depan restorannya.


Karena Dira memaksa, baik Kiran maupun Alka pun tidak dapat menghindarinya apalagi kalau sampai menolaknya. Namun di tengah obralan asyik mereka, tanpa sengaja Alka malah memberitahu Dira tentang kehamilan Kiran.


“Ouhya, … Jadi, kalian sekarang menjadi rekan bisnis makanya sering bertemu seperti ini. Lalu apakah kalian baru selesai melakukan pertemuan bisnis di luar dan memutuskan untuk makan siang bersama?” tanya Dira yang terlihat sangat senang akan pertemuan itu.


“Tidak! Aku hanya menemani Kiran untuk melakukan pemeriksaan di rumah sakit,” jawab Alka dengan polosnya sampai Kiran melirik tajam padanya.


“Jadi, kau sudah melakukan pemeriksaan di rumah sakit, Kiran! Lalu apa kata Dokternya? Kau tidak menderita sakit yang berbahaya ‘kan?” cecar Dira pada Kiran kali ini.


“I-itu, … Semuanya baik-baik saja, hanya kelelahan bekerja!” Bohong Kiran yang ternyata langsung di sadari oleh sahabatnya itu.


“Apa aku bukan sahabatmu lagi sekarang sampai kau rela berbohong seperti itu,” ucap Dira dengan tatapan penuh kekecewaan.


“Tidak, buka seperti itu Dira! Hanya saja aku belum siap memberitahumu bahwa sebenarnya, … Aku memang sedang mengandung anaknya Mas Reksa.”


Akhirnya Kiran mengakui kehamilannya pada Dira, karena tidak ingin membuat sahabat baiknya itu salah paham. Kiran bahkan memperlihatkan hasil USG bayinya sebagai bukti agar Dira mempercayainya.


“Waaah, … Selamat ‘yah, Kiran! Akhirnya keinginanmu untuk menjadi seorang ibu akhirnya terkabul juga. Bahkan bayimu sudah terlihat sangat menggemaskan meskipun masih sebiji kacang tanah,” ujar Dira yang tidak lupa memberikan selamat kepada Kiran dan memuji foto USGnya.


“Lalu apa yang akan kau lakukan dengan kehamilanmu ini, Kiran?” tanya Alka tiba-tiba membuat suasana yang tadinya penuh kebahagiaan kini berubah hening, karena Kiran yang menunjukan raut wajah sedihnya.


“Aku dengar dari Suamimu sendiri bahwa surat pengajuan cerainya sudah turun dan hanya tinggal di tanda tangani olehmu saja. Apakah kau tetap memutuskan bercerai dengannya atau memberitahukan tentang keberadaan bayimu ini?” lanjut Alka yang kembali mencecar Kiran dengan beberapa pertanyaan sekaligus.


“Bagaimanapun juga Ayahnya harus mengetahui keberadaan bayi di dalam perutku ini, Alka!” jawab Kiran yang sebenarnya takut bahwa Reksa akan menolak keberadaan bayi di dalam perutnya itu.


Bersambung, ......

__ADS_1




__ADS_2