
“Jika kau sudah sembuh, kita akan mengunjungi makam Anya bersama! Bagaimana pun juga, Anya tidak sengaja terlibat dengan dunia mafia karena hubungan kita. Kita harus meminta maaf akan hal itu,” ujar Kiran yang siapa sangka malah mengajak Reksa untuk mengunjungi makam Anya.
“Emm, … Terima kasih, Kiran!” ucap Reksa yang sangat menghargai keputusan istrinya itu.
...****************...
Seminggu sudah Reksa mendapatkan perawatan di rumah sakit. Akhirnya hari ini Reksa telah di ijinkan Dokter untuk pulang.
Dan sesuai apa yang Kiran janjikan, sebelum pulang ke rumah semua anggota keluarga Damarwangsa mengunjungi makam Anya untuk meminta maaf sekaligus memaafkan segala kesalahan yang Anya lakukan.
Kiran dan Reksa meminta Baby Queen untuk meletakan sebuket bunga mawar merah muda di atas makan Anya. Gadis mungil itu dengan penuh antusias melakukan apa yang di minta oleh kedua orang tuanya.
“Anya, aku sungguh menyesal dengan apa yang menimpamu selama ini!” ucap Reksa penuh penyesalan.
“Kami semua minta maaf atas semua kesalahan yang kami berbuat baik di sengaja maupun tidak kepadamu. Dan juga sebaliknya, kami juga sudah memaafkan perbuatanmu. Semoga mendapatkan kehidupan yang lebih bahagia di sana, Anya!” imbuh Kiran.
“Benar! Kau sudah cukup menderita di kehidupan ini. Jika memang ada kehidupan selanjutnya atau kehidupan setelah kematian, maka kami harap kau mendapatkan kebahagiaan yang sesungguhnya.” Reksa ikut menambahkan.
“Tante! Tante adalah wanita tercantik yang pernah Queen temui selain Mama Queen. Dan Queen berharap Tante cantik menjadi salah satu bidadari di sana seperti cerita yang pernah Queen baca. Queen sudah memaafkan Tante cantik.”
Ucapan Baby Queen membuat Reksa dan Kiran menjadi sangat terharu. Bagaimana bisa anak seusia Baby Queen begitu lapang dan baik hatinya.
Bukan hanya dengan mudah memaafkan orang yang telah menyakitinya, tapi dia mendoakan yang terbaik untuk Anya.
“Putri kita sangat berhati malaikat, sayang!” bisik Reksa pada Kiran.
“Yaaah, … Dia ‘lah malaikat kecil yang hadir untuk membawa kebahagiaan dalam kehidupan kita,” balas Kiran yang bersandar dalam dada bidang Reksa.
“Papa! Mama!” panggil Baby Queen dengan antusias.
“Iya, sayang!” sahut Reksa dan Kiran serentak.
“Tante cantik pasti akan menjadi bidadari cantik di surga, bukan?” tanya Baby Queen dengan tatapan polosnya.
__ADS_1
“Kita berdoa saja yang terbaik untuknya ‘yah, sayang!” jawab Kiran.
“Ayo, kita pulang!” ujar Reksa yang mengajak istri dan putrinya untuk segera kembali.
Pada akhirnya, Kiran memutuskan untuk memberikan Reksa satu kesempatan. Baby Queen sangat bahagia karena dia sekarang memiliki keluarga yang utuh. Dimana ada Papanya, Kakek dan Neneknya serta Om dan Tante yang sangat memanjakan dirinya.
Karena keinginan untuk memiliki seorang anak, rumah tangga yang Reksa dan Kiran bangun selama lima tahun hampir saja kandas.
Akan tetapi, karena kehadiran seorang anak pula yaitu Baby Queen, Kiran dan Reksa kembali di satukan meski sudah bertahun-tahun berpisah. Bahka kebahagiaan mereka yang sekarang bertambah berkali-kali lipatnya.
...****************...
Satu bulan kemudian, ….
Terlihat semua orang tengah sibuk mempersiapkan pesta besar dan mewah yang akan segera di langsungkan di kediaman Damarwangsa. Pesta pernikahan antara Seno dan Zara, dimana keduanya telah mematangkan niat untuk menjalin hubungan dalam ikatan pernikahan.
Sebenarnya salah satu alasan utama Seno dan Zara mempercepat pernikahan mereka, karena ingin segera memiliki putri yang menggemaskan seperti Baby Queen. Namun tetap saja, alasan paling penting keduanya memutuskan untuk menikah karena mereka saling mencintai satu sama lain.
Beruntung semua persiapan berjalan sangat lancar. Hari yang di tunggu pun akhirnya tiba, dimana Seno akan mengucapkan akad pernikahan yang melambangkan bahwa dia resmi menjadi seorang suami dari wanita yang menjadi istrinya.
Reksa pun mengerti apa yang Seno rasakan sekarang, karena dia juga pernah berada di posisi tersebut ketika menikah dengan Kiran. Reksa pun langsung saja menghampiri adik satu-satunya itu untuk sedikit menenangkannya.
“Hay, ada apa dengan wajahmu? Apakah kau sedang gugup? Atau takut melakukan kesalahan pada saat akad nikahnya?” tanya Reksa begitu sudah berdiri tepat di samping Seno.
“Tentu saja keduanya, Kak!” jawab Seno dengan mantap, karena dia tidak bisa menyembunyikan kegelisahan dan rasa gugupnya menghadapi pernikahannya sendiri.
“Apakah Kakak juga merasakan seperti yang aku rasakan sekarang saat dulu menikahi Kakak Ipar?” tanya Seno yang tiba-tiba penasaran.
“Tentu saja! Aku juga merasa gugup dan takut melakukan kesalahan yang seperti yang kau khawatirkan sekarang, tapi aku bisa mengatasinya dengan baik, bukan?” ujar Reksa yang sedikit menyombongkan dirinya sendiri.
“Bagaimana caranya, Kak? Tolong beritahu aku juga bagaimana caranya agar aku tidak gugup atau melakukan kesalahan ketika akad nikahnya di mulai,” pinta Seno dengan wajah memohon dan memelasnya.
“Kau yakin bisa melakukan cara ini?” tanya Reksa memastikan.
__ADS_1
“Tentu saja!” jawab Seno dengan mantap.
“Mendekatlah!” perintah Reksa dan Seno langsung menurutinya begitu saja.
Lalu Reksa pun mulai membisikkan sesuatu kepada adiknya. Sesaat Seno tampak terkejut begitu mendengar bisikan Kakaknya, tapi detik berikutnya Seno malah tersenyum puas yang berhasil menghilangkan segala perasaan gugup dan gelisah di hatinya.
“Bagaimana?” tanya Reksa meminta pendapat dari Seno akan tips yang dia bagikan.
“Waah, … Cara yang sangat bagus, Kak! Bahkan sekarang aku tidak merasa gugup lagi,” jawab Seno yang masih menunjukan senyumannya.
“Apa yang sedang kalian bicarakan?” Pertanyaan Kiran berhasil mengalihkan perhatian Reksa dan Seno.
“Seno, bersiaplah! Sebentar lagi akad nikahnya akan di mulai,” imbuh Kiran sebelum mendapat jawaban yang pertama.
“Baik, Kakak Ipar! Ayo, kita menuju tempat ijab kabulnya,” ujar Seno yang dengan semangat berjalan mendahului Reksa dan Kiran.
“Mas, apa yang kau ajarkan pada Seno?” tanya Kiran pada suaminya dengan tatapan menuduh.
“Tidak ada! Hanya sedikit tips untuk membuat putri secantik putri kita,” bisik Reksa yang membuat Kiran melotot kearahnya.
“Aish, … Kau ini! Malah mengajari adik sendiri ke jalan yang sesat,” ujar Kiran sambi mencubit perut Reksa gemas.
Tidak ingin membuat semua orang menunggu, Kiran dan Reksa pun segera bergabung dengan yang lainnya. Dimana penghulu sudah bersiap untuk menikahkan Seno dan Zara yang kini sudah duduk berdampingan layaknya raja dan ratu yang begitu serasi.
Seno yang terlihat sangat tampan dengan setelan jas pengantinnya, begitu juga dengan Zara yang terlihat sangat cantik dengan gaun pengantinnya.
Tidak ingin membuang banyak waktu, penghulu pun mulai mengucapkan ijab kabulnya dan Seno pun berhasil menjawabnya tanpa ada kesalahan sedikitpun.
“Bagaimana para saksi? Apakah pernikahannya sudah sah?” tanya sang penghulu.
“SAH!!!” Jawab semua orang serentak yang akhirnya Seno dan Zara resmi menjadi sepasang suami istri.
Bersambung, .....
__ADS_1