Love Me Again, My Husband!

Love Me Again, My Husband!
Keputusan Kiran


__ADS_3

“Ada apa, Dan? Apa kau ingin mengatakan sesuatu padaku?” tanya Kiran begitu Dani sudah berdiri tepat di sampingnya.


“Apa anda akan tetap membiarkan wanita itu semakin mempermalukan dirinya sendiri seperti ini?”


Bukannya menjawab, Dani malah balik bertanya. Sungguh dia baru pertama kali melihat pertemuan yang para tamunya seantusias ini menyampaikan pendapat masing-masing.


Kiran hanya memberikan senyuman tipis menanggapi pertanyaan dari Dani yang tampak semakin kebingungan dengan tanggapan yang di berikan Kiran.


“HENTIKAN PERDEBATAN INI!”


Reksa yang tidak tahan mendengarkan perdebatan sengit itu memutuskan untuk buka suara. Apalagi setelah melihat Kiran yang sepertinya tidak berniat mengambil tindakan apapun untuk menyelesaikan masalah tersebut.


Dan sontak saja, semua orang seketika langsung terdiam dan berusaha menahan emosinya masing-masing.


“Tuan Reksa, bisa kau jelaskan semua ini? Mengapa mereka jadi mempertanyakan keputusanmu untuk memilih Anya sebagai modelnya?” cecar Lisa yang tengah menjalankan tugasnya sebagai manager Anya.


“Hay, Nona! Tentu saja kami semua mempertanyakannya, sebab sejak awal Nona Anya sendiri mendapat posisi ini karena memiliki hubungan pribadi dengan kakakku, bukan?” ujar Seno yang tidak sungkan lagi untuk membuka aib kakaknya sendiri.


“Kau!”


“Arseno!”


Baik Reksa maupun Anya berusaha untuk menyangkal dan menutup mulut Seno. Namun sepertinya semua itu percuma, karena semua orang memiliki pandangan dan penilaian masing-masing.


Terlebih dengan adanya kenyataan Kiran yang saat ini mengambil alih posisi Ceo atas perintah dari pemiliknya sendiri. Menjadikan bukti kuat bahwa yang di katakan oleh Seno memang faktanya.


“Ck, … Betapa bodohnya Tuan Reksa jika memilih wanita murahan sepertinya di bandingkan istrinya yang jelas lebih baik,” gumam salah satu pemegang saham yang menyayangkan pilihan Reksa.


“Lihatlah, betapa tidak tahunya wanita itu! Dia pikir semua orang akan memihaknya, karena dia seorang model terkenal. Namun siapa yang tidak mengetahui cara dia mendapatkan popularitasnya itu,” sahut yang lainnya yang secara langsung menghina Anya.

__ADS_1


“Kiran! Apa kau akan membiarkan pertemuan ini menjadi ajang gossip yang tidak jelas begini, Hah?”


Merasa tidak ada yang mau mendengar apapun yang dia katakan, Reksa pun memilih untuk menyudutkan Kiran agar mau melakukan sesuatu dan menghentikan mereka yang secara langsung maupun tidak menghina dirinya dan Anya.


“Ini bukan sekadar gossip Kakak! Bukankah semuanya adalah fakta? Kenapa apakah Kakak takut kehilangan segalanya sekarang!” seru Seno yang seperti memiliki dendam pribadi dengan kakak kandungnya sendiri.


“Arseno, ….”


“Apa? Kita lihat saja, setelah ini Kakak juga akan di tinggalkan oleh wanita licik ini setelah mengetahui bahwa Areksa yang sekarang tidak memiliki apapun,” sergah Seno yang seakan tidak membiarkan Reksa untuk membela diri.


“Hentikan, Seno! Apa yang Tuan Reksa katakan memang benar, pertemuan ini untuk membahas tentang model yang akan mempromosikan produk baru perusahaan kita.”


Akhirnya Kiran mulai membuka suara melihat Seno yang sudah melewati batas. Semua orang pun menunggu keputusan yang pada akhirnya akan Kiran pilih. Antara mempertahankan selingkuhan suaminya sebagai model perusahaannya atau memilih model lainnya di luar sana.


“Nyonya Kiran, jika saya menjadi anda maka detik ini juga saya akan langsung menendang pasangan yang selingkuh ke jalanan bersama dengan selingkuhannya yang tidak tahu malu itu!” seru salah satu pemegang saham yang seorang wanita yang merasa iba dengan situasi Kiran hadapi saat ini.


“Sebaiknya kita focus saja pertemuan bisnis ini, bukan pada masalah pribadi saya!” imbuhnya penuh penekanan agar tidak ada yang membahas tentang hubungan antara Reksa dan Anya lagi termasuk Seno.


“Apakah di antara kalian ada yang memiliki solusi yang bisa membuat kita semua puas dengan hasilnya?”


Kiran kembali menanyakan pendapat dari yang lainnya, tapi kali ini semuanya diam karena mereka sudah mengutarakan keinginannya tadi.


Melihat tidak ada yang buka suara, Kiran perlahan membenarkan posisi duduknya dan menunjukan wajah seriusnya.


“Baiklah, sepertinya kita memang harus mempertahankan Nona Anya sebagai model promosi produk baru kita mengingat nominal uang pembatalan kontraknya yang cukup tinggi, …”


“Namun sebagai antisipasi, saya akan membuat perjanjian baru secara tertulis, … Dan menambahkan satu model lagi yang bisa gunakan sebagai tameng ketika sesuatu yang tidak diinginkan terjadi. Bagaimana? Bukankah ini solusi yang terbaik untuk sekarang?”


Kiran akhirnya mengutarakan solusi yang sejak awal dia pikirkan. Sebenarnya awalnya Kiran memang ingin menendang keluar Anya dari kerjasama perusahaan yang sekarang dia pimpin.

__ADS_1


Akan tetapi, dia tiba-tiba berubah pikiran karena Kiran belum membalaskan tamparan yang dia dapatkan tempo hari.


“Baiklah, sepertinya ini solusi yang terbaik untuk kita semua! Percayakan semuanya pada Nyonya Kiran mulai sekarang!” sahut wanita sebelumnya yang menyarankan Kiran untuk menjadikan Reksa dan Anya gelandangan di jalanan.


Dan siapa sangka para pemegang saham yang lainnya juga sependapat dengan solusi yang Kiran utarakan.


Akhirnya mereka tidak perlu mengalami rugi karena pembatalan kontrak, tetapi mereka juga tidak perlu khawatir dengan adanya kemungkinan scandal yang di ciptakan model mereka itu. Karena adanya surat perjanjian dan keberadaan model yang satunya.


“Karena semua orang sudah setuju dengan hasil keputusannya, maka saya nyatakan pertemuan kali ini sudah selesai. Terima kasih dan sampai jumpa untuk pertemuan selanjutnya,” ucap Kiran yang berdiri dari tempat duduknya seraya membungkuk sebagai rasa hormat dan terima kasihnya karena kerjasama mereka berjalan dengan lancar sejauh ini.


Satu persatu para anggota dewan pemegang saham pun meninggalkan ruang pertemuan. Hingga hanya tersisa Kiran, Reksa, Seno, Anya dan managernya saja yang masih tinggal di ruang pertemuan itu. Sedangkan Dani tengah mengantar kepergian para dewan pemegang saham seperti biasanya.


“Seno, kau sungguh tidak sadar apa yang baru saja kau lakukan di ruang pertemuan sangat keluarga, baik untuk keluarga kita maupun nama baik perusahaan!” sentak Reksa kepada adiknya.


“Ck, … Apa Kakak tidak pernah bercermin? Siapa yang membuat malu dan siapa yang di salahkan, Hah?”


Bukannya merasa bersalah Seno malah bertindak seolah menantang Kakaknya untuk berdebat lagi.


“Kau sungguh adik tidak tahu diri! Bukannya membela kebahagian Kakakmu sendiri, kau malah membela wanita yang akan menjadi orang asing di keluarga kalian!” seru Anya yang mulai ikut campur.


“Apa yang kalian lakukan? Tidakkah perkataan itu kau tunjukan pada dirimu sendiri, Nona Anya? Sungguh memang wanita yang tidak tahu malu!” Kiran pun tidak akan tinggal diam seperti sebelumnya.


“Beraninya kau, _....”


Bersambung, ....



__ADS_1


__ADS_2