
Beberapa jam yang lalu, ….
Ketika Papah Ibnu dan Mamah Syifa tengah berbicara dengan kenalan mereka, tiba-tiba ada seseorang yang yang berpakaian serba hitam dan memakai masker mendekati Baby Queen yang tengah asyik berkeliling.
Dengan cepat orang tersebut menyemprotkan obat tidur pada Baby Queen dan segera menggendong Baby Queen pergi dari sana.
Dan ternyata orang tersebut adalah Viky, dia tengah menepati janjinya untuk membantu Anya balas dendam kepada keluarga Damarwangsa.
Untuk menghindari kecurigaan, Viky melepas masker dan hoddienya, lalu mengenakan masker anak di wajak Baby Queen.
Sehingga orang-orang yang melihat mereka akan mengira bahwa dia adalah seorang ayah yang tengah menggendong putrinya yang tengah tertidur karena kelelahan bermain di Mall.
Sebelum menjalankan aksinya, Viky juga telah meretas system keamanan serta cctv yang ada di sana. Sehingga dia bisa dengan mudah menghilangkan semua jejak dirinya selama menjalankan aksi tersebut. Viky akhirnya dengan mudah menculik Baby Queen tanpa menimbulkan kecurigaan apapun.
“Gadis kecil yang manis dan menggemaskan! Namun sayang sekali sepertinya kau tidak bisa berumur panjang, Nak!” ujar Viky yang tersenyum sinis menatap wajah Baby Queen yang masih dalam pengaruh obat biusnya.
Dan benar saja, Reksa dan yang lainnya tidak bisa menemukan rekaman apapun di Mall tentang keberadaan terakhir putrinya.
Kiran bahkan sampai pingsan ketika mendengar putrinya menghilang, sedangkan Reksa di buat frustasi karena tidak menemukan satu pun petunjuk tentang keberadaan putrinya sekarang.
“Bagaimana bisa Papah dan Mamah membawa Queen ke tempat umum di saat aku belum sepenuhnya menyelesaikan masalah dengan Anya.”
Karena merasa sangat frustasi dengan menghilangnya Baby Queen, Reksa bahkan membentak dan menyalahkan kedua orang tuanya.
Seno berusaha untuk menenangkan Kakaknya, sedangkan Papah Ibnu dan Mamah Syifa hanya bisa menyesal karena tidak memperhatikan cucu mereka dengan baik ketika berada di tempat umum.
Hingga satu jam telah berlalu, tapi masih belum mendapatkan petunjuk apapun. Reksa menemui Kiran yang sekarang sudah siuman.
Terlihat sorot mata penuh kekecewaan kembali terlihat dari kedua mata Kiran ketika melihat Reksa memasuki kamarnya.
“Kiran, ….”
“Apa putriku sudah di temukan?” potong Kiran yang langsung menanyakan keberadaan putri kecilnya.
“Hiks, … Seharusnya aku tidak kembali! Seharusnya aku tidak perlu memberikan kesempatan padamu, Hiks! Seharusnya kau tidak datang ke kehidupan kami lagi, Mas! Hiks, … Hiks, …”
__ADS_1
Tangis Kiran kembali pecah, sementara Reksa hanya bisa menundukkan wajahnya. Rasanya ingin sekali Reksa meraih tubuh Kiran untuk memeluk dan menenangkannya, tapi Reksa merasa tidak pantas untuk melakukan semua itu sebelum putri kecilnya di temukan.
Drrt, … Drtt, ….
Ditengah keheningan antara Reksa dan Kiran, tiba-tiba ponsel milik Reksa berdering menampilkan nama Leo di layar ponselnya.
Dengan enggan Reksa pun menerima panggilan tersebut, seketika kedua bola mata Reksa membulat saat mendengar bahwa Leo telah mengetahui keberadaan putri kecilnya.
“Sa, kau sedang mencari putri kecilmu, bukan?” Suara Leo langsung terdengar sebelum Reksa mengatakan apapun.
“Putrimu telah di culik oleh orang suruhan Anya, sebaiknya kau segera menyusul ku ke tempat mereka menyekap putrimu,” imbuh Leo yang sepertinya sedang berada dalam perjalanan menuju tempat dimana Anya membawa Baby Queen.
“APA?! Kau sudah menemukan dimana putriku?” seru Reksa saking bahagianya mendengar ada petunjuk tentang putrinya.
“Mas, …” Mendengar ada yang menemukan anaknya Kiran pun langsung mendekat pada Reksa.
“Ya, … Datanglah ke lokasi yang akan aku kirimkan padamu! Aku akan mengawasi situasi tempat itu sampai kau datang,” ujar Leo memberikan arahan.
“Baiklah, aku akan segera ke sana sekarang juga! Tolong, pastikan putriku baik-baik saja sampai aku tiba di sana,” balas Reksa yang hanya bisa mempercayakan pada Leo untuk menjaga Baby Queen sampai setibanya Reksa di lokasi tersebut.
Setelah itu sambungan telepon pun terputus, Reksa langsung memeluk Kiran dan berkata, “Tetap tunggu di sini! Aku pasti akan membawa putri kita kembali tanpa terluka sedikitpun.”
“Tidak, Mas! Aku mau ikut, Queen pasti ketakutan dan membutuhkan aku di sana,” pinta Kiran dengan deraian air mata yang membasahi wajahnya.
“Kiran, …”
“Mas, aku mohon! Queen juga putriku, aku juga ingin melindunginya.”
Kiran semakin memohon membuat Reksa tidak dapat menolaknya. Akhirnya Reksa terpaksa harus membawa Kiran ikut menyelamatkan Baby Queen, sebelum pergi Reksa memberitahu kepada Seno untuk membawa bantuan dari pihak kepolisian.
Sedangkan Reksa, Kiran, Alka, Dira dan Dani akan pergi terlebih dahulu di lokasi yang di kirimkan oleh Leo.
...****************...
Ternyata lokasinya cukup jauh, hingga memerlukan waktu hampir dua jam untuk sampai di lokasi tersebut yang ternyata berada di area bekas pabrik yang sudah lama kosong.
__ADS_1
Reksa dan yang lainnya mencari keberadaan Leo, tapi tidak menemukannya. Sehingga Reksa dan yang lainnya langsung saja mencari Baby Queen di sana.
“Selamat datang, Areksa Reano Damarwangsa!”
Suara lembut Anya langsung terdengar begitu Reksa membuka salah satu pabrik kosong yang ada di sana.
Anya memang tidak sendirian, ada seorang pria yang tengah menjadikan Baby Queen sebagai tawanan mereka agar Reksa dan yang lainnya tidak macam-macam.
“Ouh, … Kiran! Ternyata kau juga datang di pesta yang aku persiapkan untuk suamimu ini.” Kini Anya beralih menatap Kiran yang berdiri tepat di samping Reksa.
“Wow, … Baguslah kalau begitu! Sebagai orang tua yang baik, kalian memang harus melihat putri cantik kalian ini pergi untuk selamanya,” imbuh Anya yang tersenyum jahat layaknya psikopat.
“Papa! Mama! Hiks, … Queen takut!” Tangis Queen ketika pria itu mengarahkan sebilah pisau pada leher kecilnya.
“Anya, tolong jangan sakiti dia! Aku yang bersalah padamu, tapi tidak dengan putriku. Dia tidak tahu apapun tentang masalah kita,” ujar Reksa yang berusaha membujuk Anya untuk melepaskan Baby Queen.
“Tidak akan Reksa! Kau duluan yang menghancurkan hidupku sampai seperti ini, maka aku juga akan menghancurkan apa yang menjadi hidupmu yaitu anak ini!” tolak Anya dengan tegas.
“Anya! Apa kau sudah gila, kenapa kau melibatkan anak yang tidak tahu apapun, Hah?”
“Bukankah dirimu sendiri yang menghancurkan hidupmu? Bahkan dulu aku sudah berulang kali memperingati dirimu, bukan?”
Kali ini Kiran yang bicara untuk mengalihkan perhatian Anya dan Pria itu, karena Leo sudah berada tepat di belakang mereka.
Namun sialnya, Anya menyadari rencana mereka dan siapa sangka Anya sejak tadi telah memegang senjata api di tangannya yang dia sembunyikan di belakang punggungnya.
Melihat Leo yang berhasil melumpuhkan Viky, Anya langsung saja mengarahkan senjata apinya kearah Baby Queen dan berniat langsung membunuhnya dengan beberapa tembakan sekaligus.
Reksa tidak mungkin diam saja ketika melihat nyawa putrinya dalam bahaya, dia langsung berlari dan memeluk putrinya erat.
Dor, … Dorr, … Dorr, ….
Bersambung, .....
__ADS_1