Love Me Again, My Husband!

Love Me Again, My Husband!
Takdir Mengejutkan


__ADS_3

Benar, suara itu berasal dari Papah Ibnu dan Mamah Syifa yang baru saja tiba di kota London. Mereka mampir ke mall, karena ingin membeli hadiah pertemuan pertama dengan cucunya.


Apalagi semalam Reksa sudah jelas mengatakan bahwa baby Queen sangat menyukai apapun yang berbau kelinci.


“Mama! Papa!” ujar Kiran yang terkejut dengan kedatangan orang tua dari Reksa atau mertuanya.


Reksa dengan cepat mengambil tubuh mungil Baby Queen dari gendongan Kiran. Sebab dia bisa menebak akan ada acara saling memeluk antara Papah ibnu, Mamah Syifa dengan Kiran sang menantu kesayangan yang selama ini selalu di rindukan oleh kedua orang tuanya itu.


“Kiran, sayang! Akhirnya kami bisa bertemu denganmu lagi, Nak!”


“Kau tahu? Betapa Mamah dan Papah sangat merindukanmu selama ini, sayang!"


Mamah Syifa langsung menghampiri dan memeluk Kiran untuk melepaskan segala kerinduannya yang dia tahan selama ini. Papah Ibnu dan Mamah Syifa bahkan menangis haru akan pertemuan kembali mereka dengan sang menantu kesayangan.


“Mamah sangat merindukanmu, Sayang!”


“Kenapa kau pergi tanpa mengatakan apapun pada Mamah?”


“Kenapa kau memendamnya seorang diri, Kiran! Ada Mamah dan Papah yang akan bersedia untuk menjadi pelindungmu, tapi kenapa kau malah memilih pergi seperti ini?”


Mendengar semua perkataan Mama Syifa tepat di telinganya, Kiran pun tak kuasa untuk menahan tangisnya lagi. Jujur saja memang ada banyak sekali penyesalan yang Kiran rasakan setelah pergi begitu saja tanpa pamit maupun mengabari siapapun.


“Maafkan Kiran, Mah!”


Hanya sebuah permintaan maaf saja yang bisa Kiran katakan sebagai bentuk penyesalan akan keputusannya dulu. Papah Ibnu pun ikut memeluk Kiran sekalian istrinya, mereka sudah tidak peduli lagi dengan orang-orang yang memperhatikan mereka sejak tadi.


“Kau tidak perlu meminta maaf pada kami, Nak! Seharusnya kami yang meminta maaf padamu karena tidak bisa menjagamu, hingga kau memutuskan untuk pergi saat itu,” ujar Papah Ibnu.


“Jika memang harus ada yang di salahkan, maka salahkan saja Reksa. Bocah tidak berguna itu yang selalu menyakiti menantu kesayanganku ini,” celetuk Mamah Syifa yang membuat Kiran sedikit menyunggingkan senyumnya, begitu juga Papah Ibnu dan Reksa sendiri.


“Papa! Mereka siapa?”


Perhatian Papah Ibnu dan Mamah Syifa pun segera teralihkan ketika mendengar pertanyaan polos dari gadis kecil yang berada di dalam gendongan Reksa sejak tadi.

__ADS_1


Yap, … Mereka bisa mengenali Baby Queen, cucu pertama mereka karena foto profil di akun media social Reksa semalam.


“Queen sayang! Mereka adalah Kakek dan Nenekmu.”


Reksa memperkenalkan Papah Ibnu dan Mamah Syifa sebagai Kakek dan Nenek dari Baby Queen. Akan tetapi, Baby Queen sepertinya masih tidak percaya dan meminta kepastian kepada Mamanya dengan cara menatapnya lekat.


“Iya, Sayang! Ini Kakek dan Nenek Queen.” Kiran langsung membenarkan jawaban Reksa sebelumnya.


“Papah dan Mamah, ini Queenesha cucu kalian!” imbuh Kiran yang tidak ingin menyembunyikan fakta apapun lagi tentang Baby Queen.


“Astaga, Kiran! Mamah sungguh tidak menyangka kau merawat dan membesarkan anak secantik ini seorang diri. Reksa benar-benar Anak, Suami, serta Ayah yang tidak berguna sampai kau harus melalui semua ini seorang diri!” ujar Mamah Syifa yang lagi-lagi hanya bisa menyalahkan kebodohan putranya sendiri.


“Nenek tidak boleh berbicara buruk terus tentang Papa Queen.”


Hati Reksa seketika berbunga-bunga karena di bela oleh putrinya sendiri. Papah Ibnu dan Mamah Syifa bahkan tidak bisa berkata-kata lagi ketika gadis mungil yang menggemaskan itu malah membela Reksa.


Namun beberapa saat kemudian kedua tersenyum, ketika menyadari bahwa hati gadis kecil itu persis seperti ibunya yang bagaikan seorang malaikat yang bisa memaafkan kesalahan seseorang dengan mudahnya.


“Maafkan Nenek ‘yah, Sayang! Nenek janji tidak akan berbicara buruk tentang Papamu lagi, tapi Nenek akan bicara buruk pada anak Nenek sendiri saja,” ujar Mamah Syifa yang sontak membuat membuat Papah Ibnu dan Kiran tak kuasa menahan senyuman mereka.


Berbeda dengan Reksa yang memasang wajah cemberut sembari bergumam, “Itu sama saja namanya!”


“Kakak Ipar!”


Kembali terdengar suara panggilan dari Seno dari kejauhan yang datang bersama sambil menggandeng seorang wanita di sampingnya.


Begitu keduanya semakin mendekat, baik Kiran maupun Reksa pun sama-sama terkejut siapa wanita yang di gandeng oleh adik mereka itu.


“Dokter Zara!”


Baby Queen berseru penuh semangat ketika melihat kembali Dokter yang selalu merawatnya setiap dia sakit. Begitu juga dengan Dr. Zara yang sama terkejutnya dengan Reksa maupun Kiran di sana. Sontak Papah Ibnu, Mamah Syifa dan Seno saling melempar pandangan satu sama lain.


“Kalian semua saling kenal?” tanya Papah Ibnu menuntut penjelasan dari siapapun yang bersedia untuk menjawabnya.

__ADS_1


“Nyonya Kiran adalah pasien pertama yang saya tangani begitu saya di pindah tugaskan ke London, Mah! Pah!” jelas Zara pada kedua calon mertuanya itu.


“Mah! Pah!” Secara serentak Kiran dan Reksa berseru tak percaya.


“Jangan katakan kalau calon istri Seno yang Papah dan Mamah bicarakan semalam adalah Dokter ini?”


“Dokter yang membantu persalinan Baby Queen, …”


“Dokter yang membawa Baby Queen baru lahir agar aku bisa memeluk dan memberinya nama saat itu?”


Reksa langsung saja mencecar semua yang ada di pikirannya saat itu. Yang berhasil membuat Papah Ibnu, Mamah Syifa dan Seno semakin kebingungan dengan apa yang sebenarnya terjadi selama kepergian Kiran.


“Sebaiknya kita mencari tempat yang nyaman untuk bicara,” ujar Zara yang sudah bisa menebak bahwa pembicaraan itu akan menjadi sangat panjang.


“Zara, benar! Sebaiknya kita bicarakan di tempat lain.” Papah Ibnu membenarkan.


Mereka akhirnya memasuki salah satu restaurant yang ada di dalam mall tersebut. Lalu memesan beberapa makanan untuk Baby Queen sebelum melanjutkan pembicaraan yang akan memakan waktu cukup lama.


Cerita di mulai dari Zara dan Kiran lebih dulu menceritakan dari awal pertemuan mereka hingga sekarang. Kemudian di lanjut oleh Reksa yang ceritanya tidak jauh dari apa yang di jelaskan secara singkat sebelumnya.


Di akhiri dengan cerita Papah Ibnu dan Mamah Syifa yang menjelaskan tentang perjodohan antara Seno dan Zara.


“Waah, … Takdir yang telah di tuliskan oleh Tuhan sungguh sangat mengejut!” celetuk Seno yang merasa takjub dan kagum dengan semua kebetulan yang ada.


“Andai saja Papah dan Mamah menjodohkan kita lebih awal. Mungkin Kak Kiran tidak perlu membesarkan gadis mungil ini seorang diri,” sambungnya.


Seno seolah menyindir Reksa dengan keras karena tidak bisa menemukan keberadaan Kiran lebih cepat. Padahal selama ini Kiran tidak pergi terlalu jauh dari mereka.


Tapi bagaimana bisa banyaknya orang yang mereka sewa sama sekali tidak bisa menemukan jejak keberadaan Kiran sedikitpun.


Bersambung, .....


__ADS_1


__ADS_2