Love Me Again, My Husband!

Love Me Again, My Husband!
Pertengkaran Reksa & Anya


__ADS_3

“Tentu saja! Memangnya apa yang perlu aku takutkan lagi sekarang?” tukas Kiran disertai senyuman sinisnya yang dia tunjukan pada Anya.


“Mas Reksa sudah jelas memilihmu, maka apa yang bisa aku lakukan selain menerima semuanya,” lanjut Kiran yang berjalan mendekati Anya, hingga keduanya kini saling berhadapan.


“Memang seharusnya seperti itu,” sahut Anya dengan senyuman yang meremehkan pada Kiran.


“Hahahaa, … Benarkah?” Kiran seketika tertawa dengan ucapan yang Anya katakan.


Kiran lalu mendekatkan wajahnya dan berbisik, “Lalu apakah kau juga bisa menerima Mas Reksa yang saat ini tidak memiliki apapun. Asal kau tahu yang saat ini Mas Reksa miliki hanya sebuah apartemen kecil yang bahkan tidak sebanding dengan apartemen yang kau miliki.”


“Kau, … Apa yang kau lakukan padanya?” bentak Anya yang mendorong Kiran untuk menjaga jarak dengannya.


Tapi dengan cepat Kiran menepisnya dan kembali berbisik, “Aku tidak melakukan apapun, tapi keluarganya yang melakukan semuanya untukku! Kau bisa melihat sendiri, bukan?”


“Kita lihat setulus apa kau menyukai suamiku?” sambung Kiran disertai seringainya pada Anya yang terlihat tengah menahan emosi.


“Seno, mari kita berikan waktu pada mereka!” Kiran lalu mundur beberapa langkah dan berjalan mendekati Seno, kemudian mengajak adik iparnya itu untuk pergi dari sana.


“Sampai jumpa lagi pada saat tanda tangan kontrak yang baru, Anya!” ucap Kiran sebelum meninggalkan ruangan itu dengan senyum penuh meremehkan pada Anya yang masih mematung di tempatnya.


Kiran segera menarik Seno untuk keluar dari ruangan itu, meski terlihat jelas raut kebingungan di wajah adik iparnya itu. Hingga sampailah Kiran dan Seno cukup jauh dari ruang pertemuan.


Seno yang tidak bisa menahan rasa penasarannya lagi mencoba menanyakan apa yang Kiran katakan pada Anya sampai wanita ular itu tidak berkutik barusan.


“Kakak Ipar! Apa yang Kakak Ipar katakan pada wanita ular itu sampai di terdiam begitu?” tanya Seno yang sangat penasaran apa yang dilakukan Kiran sampai Anya terlihat sangat syok.


“Tidak ada! Aku hanya mengatakan kebenarannya saja,” jawab Kiran dengan santainya.


“Kebenaran tentang apa? Jangan-jangan tentang, _....”


“Tepat sekali! Kebenaran tentang Kakakmu sekarang, mungkin kini mereka tengah bertengkar hebat karena masalah itu.” Dengan cepat Kiran membenarkan apa yang ada di dalam pikiran Seno.

__ADS_1


“Waaah, … Kakak Ipar sungguh hebat! Aku pikir Kakak Ipar akan terus bersikap lemah kepada Kak Reksa seperti biasanya,” gumam Seno tanpa sadar mengingatkan tentang Kiran yang dulu.


“Kau benar, Seno! Sampai saat ini aku pun masih tetap lemah terhadap Kakakmu, tapi jika ini sudah berkaitan dengan perusahaan aku tidak bisa melibatkan semua orang dalam permasalahan pribadiku,” ujar Kiran yang kembali membenarkan perkataan adik iparnya itu.


“Maafkan aku, Kak! Aku tidak bermaksud seperti itu,” ucap Seno penuh penyesalan.


“Tidak apa! Lagi pula apa yang kau katakan memang benar adanya,” balas Kiran dengan senyuman lembutnya yang membuat Seno menjadi semakin merasa bersalah.


“Ouhya, … Bisakah kau yang memperbaiki kontrak kerjasamanya dengan Anya? Banyak hal yang harus aku pelajari, jadi tidak mungkin sempat untuk, _....”


“Kakak Ipar tenang saja! Semuanya akan beres di tangan Arseno,” potong Seno yang segera menyanggupi permintaan Kakak Ipar kesayangannya itu.


“Terima kasih, Seno! Kau memang adik yang bisa di andalkan,” ucap Kiran sebelum berjalan pergi kembali ke ruangannya.


“Aku yang sepertinya harus berterima kasih padamu, Kak Kiran! Jika kau tidak menikah dengan Kakakku yang sangat bodoh itu, maka aku tidak akan memiliki Kakak perempuan yang bagaikan malaikat seperti dirimu, Kak Kiran!” gumam Seno yang merasa sangat bersyukur memiliki Kakak Ipar seperti Kiran.


“Jika kelak hubungan kalian berdua memang tidak bisa di perbaiki lagi. Aku hanya bisa berharap Kak Kiran mendapatkan kebahagiaan yang pantas untuk Kakak dapatkan. Dan semoga saja Kak Reksa tidak menyesali apapun yang menjadi keputusannya sekarang.”


...****************...


Beralih pada Reksa dan Anya yang seperti perkiraan Kiran bahwa keduanya pasti akan bertengkar hebat hanya karena masalah Reksa melepaskan semua harta dan kekuasaannya dengan mudahnya kepada Kiran.


Pada saat itu Reksa mulai menyadari bahwa apa yang di katakan semua orang memang benar, tapi dia mengabaikan kebenaran tersebut.


“Kenapa? Kenapa kau tidak mengatakan yang sebenarnya padaku semalam, Hah?” bentak Anya ketika Reksa berusaha untuk menjelaskan semuanya.


“Anya, maafkan aku! Sebenarnya aku ingin menjelaskan semua ini secara langsung, tapi semalam aku benar-benar sangat lelah dan, _....”


“Dan apa? Kau hanya sedang membuat alasan saja, bukan!” tukas Anya yang tidak mau mendengar penjelasan apapun dari Reksa.


“Jika saja semalam kau mengatakan semua ini padaku! Maka aku tidak perlu datang hari ini hanya untuk di permalukan oleh istri sialan mu itu, Reksa!” sambung Anya dengan penuh kemarahan.

__ADS_1


“Anya, aku tidak tahu bahwa akan berakhir seperti ini, _....”


“Bukankah kau hanya diam saja tadi ketika adik sialan mu itu terus mempermalukan aku di hadapan semua orang. Jika kau memang tidak tahu, setidaknya kau membelaku bukan hanya diam seperti patung yang tidak berguna!” teriak Anya yang melampiaskan segala kemarahannya kepada Reksa.


“Kau bahkan tidak mengatakan padaku bahwa semua yang kau miliki telah di ambil alih oleh istri sialan mu itu. Sebenarnya kau anggap aku apa, Reksa?” Anya kembali membentak Reksa menuntut kejelasan.


“Anya, sudah hentikan! Jangan membuat kericuhan lagi.”


Managernya yang bernama Lisa mencoba menenangkan modelnya itu, tapi percuma Anya sama sekali tidak mau berhenti melampiaskan kemarahannya kepada Reksa.


“Diam, Lisa! Ini bukan urusanmu, bukan dirimu yang di permalukan tapi aku!” tukas Anya menepis kasar tangan Lisa yang mencoba menarik Anya pergi dari sana.


“Hahahaa, … Seharusnya aku yang menanyakan itu padamu, bukan?”


Tanpa di sangka Reksa malah tertawa mengejek akan pertanyaan yang Anya tunjukan kepadanya.


“Sejak awal kau menganggap aku sebagai apa di dalam hatimu, Anya? Apakah Atm berjalan mu? Tempat sponsor mu? Atau hanya cadangan keuanganmu, Hah?” cecar Reksa yang kini juga sudah hilang kesabarannya.


Alhasil, Reksa pun ikut melepaskan segala tekanan yang selama ini dia tahan dari segala pihak. Hanya untuk bersama dengan seorang Anya, Reksa rela kehilangan segalanya baik itu istrinya, keluarganya dan apapun yang dia miliki.


Tapi apa yang dia dapatkan kenyataan bahwa yang Anya incar sejak awal hanya harta dan kekuasaannya seperti yang orang lain katakan padanya selama ini.


“Bu-bukan seperti itu, Reksa!” Anya menjawabnya sampai tergagap melihat kemarahan di sorot mata Reksa saat itu.


“Lalu seperti apa? Perjelas semuanya saat ini juga!” tuntut Reksa yang sudah lelah dengan segalanya.


Bersambung, .....



__ADS_1


__ADS_2