Love Me Again, My Husband!

Love Me Again, My Husband!
Terlambat Menyadari


__ADS_3

Mendengar teriakan Kiran, Alka yang barusan tiba itu segera masuk ke dalam untuk memastikan apa yang terjadi. Sejenak Alka terdiam melihat keberadaan Reksa di sana yang terkejut melihat Kiran berteriak kepadanya untuk pertama kalinya.


“Kiran, apa yang terjadi?” tanya Alka yang segera menghampiri Kiran dan berusaha menenangkannya dengan cara memeluknya.


“Alka, suruh dia pergi sekarang! Aku tidak ingin melihatnya lagi,” pinta Kiran di sela tangisannya.


“Baiklah! Kau tunggu disini,” ujar Alka sembari melepaskan pelukan Kiran.


Alka pun segera meraih map coklat yang berisi surat perceraian yang sudah di tanda tangani Kiran, dua blackcard dan kunci rumah yang selama ini di tempati Kiran. Dengan paksa Alka mendorong Reksa keluar dari ruang rawat Kiran.


“Dengar! Ini ‘kan yang kau mau selama ini?” Alka melempar map coklat itu tepat di wajah Reksa.


“Sekarang pergilah dari kehidupan Kiran! Jangan membuatnya menangis lagi,” lanjut Alka menegaskan.


“Tunggu! Seperti ada sesuatu yang harus aku perjelas dengan Kiran,” ujar Reksa yang menyadari memang ada yang salah dengan Kiran, karena sebelumnya Kiran tidak sebenci itu kepadanya meski dia meminta sebuah perceraian.


“Apa lagi yang perlu di jelaskan! Kiran sudah memenuhi keinginanmu untuk bercerai, jadi aku minta kau juga harus memenuhi keinginannya untuk tidak muncul di hidupnya lagi.” Alka hanya bisa berdecak kesal melihat kebodohan seorang Reksa.


“Hanya satu hal yang aku bisa katakan padamu sekarang, Reksa! Kau akan menyesali keputusan bercerai ini selama sisa hidupmu,” imbuh Alka yang membuat Reksa merasa semakin ada yang aneh dengan semua ini.


“Pergilah! Semoga kau berbahagia dengan pilihanmu dan aku akan berusaha untuk membahagiakan Kiran bersamaku,” ujar Alka yang kemudian kembali masuk kembali ke ruang rawat Kiran dan meninggalkan Reksa yang masih mematung dengan berbagai pikiran yang mengganggunya.


Sesaat Reksa memang masih terpaku di tempatnya, kemudian Reksa tersadar bahwa apa yang Kiran katakan padanya adalah hal yang berkaitan dengan kejadian di Basement dan di danau.


Reksa pun sadar bahwa ada sesuatu yang Anya katakan pada Kiran, sehingga membuat Kiran lebih membenci dirinya di bandingkan sebelumnya.


“Benar! Anya pasti mengatakan sesuatu pada Kiran yang membuatnya menjadi salah paham denganku,” gumam Reksa yang perlahan mulai menyadari mengapa Anya bersikeras untuk ikut bersama saat itu.


Tanpa buang waktu Reksa pun segera pergi untuk menemui Anya dan mencari tahu sebenarnya apa yang wanita itu katakan kepada Kiran.


...****************...

__ADS_1


Disaat yang bersamaan Kiran mendesak Alka untuk membawa dirinya pergi menjauh dari kehidupan Reksa hari itu juga.


“Aku ingin pergi hari ini juga!” ujar Kiran begitu Alka berjalan mendekat padanya.


“Kiran tapi kondisimu, _...”


“Tolong, Alka! Aku ingin pergi, bertahan di sini terlalu sakit untukku!” potong Kiran dengan raut wajah yang sangat memohon.


“Baiklah, aku akan memberitahu Dira untuk mempersiapkan semua keperluanmu!” Alka lagi-lagi tak mampu menolak keinginan Kiran.


Sesuai dengan janjinya Alka segera menghubungi Dira bahwa Kiran meminta mereka untuk membawanya pergi hari ini juga. Dira yang memang sudah selesai dengan semua persiapannya, tentu saja langsung menyetujui permintaan itu.


...****************...


Sedangkan disisi lain, Reksa tengah berada di apartemen Anya. Dimana dia kejutkan dengan Anya yang ternyata sedang bersama dengan pria lain dalam keadaan yang berantakan.


Namun bukan kelakuan Anya yang seperti wanita murahan, tetapi fakta yang Anya katakan kepadanya.


“Reksa?”


“Apa yang sedang kau sembunyikan dariku?” tanya Reksa yang menatap penuh curiga.


Kemudian Reksa memaksa masuk ke dalam apartemen itu, meski Anya sudah berusaha untuk mencegahnya.


Reksa langsung menuju ke kamar utama dan benar saja, dia menemukan keberadaan seorang pria yang tengah tertidur di atas ranjang tanpa mengenakan busana dan hanya tertutup selimut saja.


“Tuan Steven?” ujar Reksa.


Dia tidak menyangka Anya bahkan tidur dengan Ceo dari perusahaan yang menaunginya sebagai model dan Artis.


Steven yang merasa namanya terpanggil oleh seseorang, sontak segera membuka matanya dan juga ikut terkejut melihat keberadaan Reksa di sana. Dengan cepat, Steven memunguti pakaiannya dan berlari ke kamar mandi.

__ADS_1


“Re-Reksa! A-aku bisa jelaskan tentang semua ini,” ujar Anya yang tampak sangat panik, bahkan perkataannya sampai tergagap.


“Aku tidak peduli dengan apa yang kau lakukan dengan pria lain! Namun aku hanya ingin kau menjelaskan semua yang kau katakan pada Kiran?” seru Reksa yang di penuhi dengan emosi.


“A-apa maksudmu? Jadi, kedatanganmu kesini hanya karena Kiran? Wanita yang sudah kau ceraikan dan buang begitu saja itu?” cecar Anya yang merasa selama ini Reksa memang tidak pernah berpihak padanya.


“Katakan saja apa yang kau bicarakan dengan Kiran saat di danau! Kenapa tiba-tiba Kiran menjadi sangat membenciku, Hah?”


Reksa langsung mencengkeram wajah Anya dengan penuh emosi. Anya yang tidak terima langsung saja mendorong tubuh Reksa menjauh darinya. Meski Kiran membenci Reksa, maka semua itu bukan salahnya melainkan salah Reksa sendiri.


“Jangan menyalahkan aku, Sialan! Bukankah kau sendiri yang memilihku di bandingkan Kiran dan anak kalian itu! Bahkan saat Kiran dan anak di dalamnya hampir mati karena tenggelam kau lebih memilih untuk menyelamatkan aku, bukan?” seru Anya yang tidak peduli lagi akan rencananya melihat Reksa memperlakukannya sekarang sangat berbeda.


“Apa katamu? Anak?” ujar Reksa yang seketika mematung setelah mendengar perkataan Anya yang mengatakan Kiran sedang mengandung anaknya.


“Hahahaaa, … Kenapa kau begitu bodoh, Reksa? Alasan dia menyiapkan pesta kejutan ulang tahun untukmu yang bersikeras untuk bercerai, karena dia ingin memberitahu semua orang tentang keberadaan bayi itu terutama kepadamu!” seru Anya lagi yang kali ini malah menertawakan betapa konyolnya Reksa.


“Apa? Tidak mungkin? Aku harus menemui Kiran sekarang juga.”


Reksa tidak peduli lagi dengan penjelasan Anya, dia langsung saja pergi untuk meminta penjelasan langsung dari Kiran tentang berita kehamilan itu.


Dalam hati dan pikiran Reksa menganggap bahwa semuanya belum terlambat, perceraian mereka masih bisa di batalkan karena surat perceraian yang telah Kiran dan dirinya tanda tangani belum sampai di pengadilan.


Namun pada kenyataannya, semua sudah sangat terlambat. Karena saat Reksa sedang dalam perjalanan menuju ke rumah sakit.


Kiran, Alka dan Dira kini sudah berada di bandara internasional yang menandakan bahwa kemungkinan besar Kiran memilih untuk meninggalkan negaranya.


“Selamat tinggal, Mas Reksa! Semoga kau berbahagia dengan pilihanmu, karena aku juga akan hidup bahagia bersama anak kita,” ucap Kiran sebelum menaiki pesawat yang akan mengantarkan dirinya pada tujuan masa depannya.


Bersambung, ....


__ADS_1




__ADS_2