Love Me Again, My Husband!

Love Me Again, My Husband!
Meminta Bantuan Pihak Lain


__ADS_3

“Benar, Kiran! Bagaimana pun juga kau harus memberitahu Reksa. Siapa tahu Reksa akan membatalkan perceraian demi buah hati kalian ini,” ujar Dira sembari mengelus lembut perut Kiran yang masih rata.


“Bagaimana kalau Reksa tidak menginginkan bayinya dan memaksamu untuk menggugurkannya?”


Lagi-lagi pertanyaan Alka kembali membuat suasana berubah tidak nyaman dan membuat Kiran menjadi takut walau hanya sekadar bayangannya saja.


“Yakh, … Alka! Kenapa kau menakuti Kiran seperti itu? Tidak baik untuk kesehatan Kiran dan bayinya kalau kau membuatnya stress begini!” bentak Dira memberikan peringatan tegas pada Alka untuk menjaga ucapannya.


“Kau tahu sendiri betapa gilanya Reksa mencintai wanita bernama Anya itu!”


“Dia bahkan rela menceraikan istrinya, kehilangan harta dan posisinya sebagai Ceo dan bahkan rela di permalukan di depan semua rekan bisnisnya hanya karena ingin melindungi dan membela wanita itu,"


Apa kalian pikir dia akan memilih bayi ini di bandingkan wanita itu?” cecar Alka dengan berbagai fakta yang ada dan Kiran bisa memastikan semua itu memang benar nyata.


“Aku hanya tidak ingin Kiran terlalu berharap dan berakhir menyakiti dirinya sendiri,” imbuh Alka mengungkapkan niat baiknya mengatakan semua itu.


“Aku tahu! Namun aku tetap ingin memberitahunya, jika dia tidak menginginkannya maka aku akan merawatnya sendiri dan pergi sejauh mungkin dari hidupnya,” ujar Kiran dengan deraian air mata yang sudah membasahi wajahnya.


“Hay, Kiran! Kau tidak sendirian, ada aku pengawal setia yang selalu ada disisi dan Debay!” ungkap Dira sembari menghapus air mata yang keluar dari mata indah Kiran.


“Benar! Kau tidak sendirian, Kiran! Jika dia menolak keberadaan anak ini, maka aku siap untuk menjadi ayahnya jika di butuhkan.” Alka menambahkan.


“Tapi berjanjilah padaku bahwa ketika kau ingin memberitahu Reksa tentang anak ini harus ada kami yang menemani di sampingmu,” lanjutnya yang tidak ingin Kiran menanggung semuanya sendirian.


“Emmm, … Terima kasih, kalian sudah bersedia membantuku!” ucap Kiran yang merasa sangat bersyukur dengan keberadaan Dira dan Alka yang menjadi tempatnya berbagi keluh kesah dan tempat berlindungnya.

__ADS_1


“Sudah! Sudah! Sebaiknya kita makan sekarang, aku tidak mau Dedek bayinya kelaparan di dalam sana karena kita banyak membicarakan hal yang tidak perlu,” ujar Dira menyudahi pembicaraan yang menguras emosi itu.


“Nah, … Mulai sekarang kau harus makan yang banyak dan makan makanan yang bergizi.”


Dira meletakan beberapa potong daging dan sayur ke dalam piring Kiran. Siapa sangka Alka juga melakukan hal yang sama, sehingga membuat mereka saling tertawa seolah pembicaraan sensitive tadi tidak pernah terjadi.


Lain halnya dengan Anya yang kini tengah makan siang dengan Reksa di restaurant lain. Dimana Anya terus membujuk dan memprovokasi Reksa untuk merebut kembali posisi dan semua hartanya.


Akan tetapi, Reksa tetap menolaknya dan mengabaikan ucapan Anya. Apalagi di dalam pikiran Reksa saat itu adalah tentang bagaimana kondisi Kiran sekarang dan apa hasil dari pemeriksaannya.


“Reksa, kenapa kau hanya diam saja ketika di perintahkan untuk memberikan posisimu di perusahaan dan semua yang kau miliki kepada Kiran. Bukankah ketika nanti kalian berdua sudah resmi bercerai, dia sudah tidak bukan siapapun lagi di dalam keluargamu?” tanya Anya mulai dengan provokasinya dan hanya di tanggapi dengan lirikan mata oleh Reksa.


“Jika semua itu memang milikku, maka tanpa perlu aku bersusah payah maka kelak akan kembali lagi padaku,” jawab Reksa dengan santainya.


“Kau tidak marah wanita itu merebut segalanya yang kau miliki?” Anya semakin memprovokasi dengan segala cara liciknya.


“Aish, … Sialan! Meskipun Reksa tidak mengingat Kiran, tetapi perasaannya sepertinya masih tertuju pada Kiran. Kalau begitu aku hanya bisa menggunakan cara ini agar semua harta itu kembali pada Reksa. Yaitu dengan menyingkirkan Kiran dari hidup keluarga Damarwangsa untuk selamanya,” batin Anya yang mendapat rencana baru karena perkataan Reksa yaitu menyewa seseorang untuk membunuhnya.


...****************...


Begitu selesai makan siang dengan Reksa, Anya segera menemui Lisa untuk mencarikan beberapa orang yang bisa menyingkirkan Kiran. Orang yang bisa melakukan apa yang Anya perintahkan tanpa menyebut namanya jika sesuatu yang tidak terduga terjadi.


Siapa sangka Lisa mengenal beberapa penjahat berbahaya yang bahkan berurusan dengan gangster. Dalam kerjasama tersebut, Anya tidak mengetahui apapun identitas orang yang di bayar untuk melukai dan menyingkirkan Reksa. Hanya Lisa yang datang untuk melakukan transaksi tersebut di keheningan malam.


“Dua hari lagi! Lenyapkan wanita yang ada di foto ini dan lokasi serta waktunya sudah tertulis di belakang fotonya,” ujar Lisa yang melakukan transaksi dengan memakai jubah dan masker untuk menutupi wajahnya.

__ADS_1


“Apa bayaran?” tanya salah satu gangster tersebut begitu menerima foto dan mematikan lokasi serta waktunya.


Lisa kemudian melempar koper kecil yang penuh berisikan uang. Lalu Lisa kembali berkata, “Apakah segini cukup sebagai uang mukanya? Jika kerja kalian berhasil, maka sisanya akan segera menyusul!”


“Baiklah! Uang ini cukup sebagai harga untuk menyingkirkan seorang wanita cantik. Apakah kami boleh bermain-main dengannya sebelum membunuhnya?” tanya salah satu dari gangster tersebut.


“Terserah! Karena yang aku inginkan adalah kabar kematiannya!” jawab Lisa yang segera berbalik dan pergi meninggalkan tempat itu begitu transaksinya sudah selesai.


...****************...


Tidak jauh dari lokasi transaksi yang di lakukan Lisa dengan para gangster. Sebuah mobil mewah terparkir di pinggir jalan, dimana Anya yang tengah menunggu Lisa kembali untuk memastikan. Benar saja, begitu melihat Lisa kembali Anya segera membukakan pintu mobilnya.


Dan langsung bertanya, “Bagaimana? Apakah mereka mau melakukan dengan bayaran itu?”


“Emm, … Tentu saja! Mana mungkin mereka akan menolak uang sebanyak itu, bahkan kita akan menambahkan jumlah yang sama begitu Kiran sudah berhasil di singkirkan,” jawab Lisa penuh percaya diri.


“Tapi apakah mereka bisa kita percaya?” tanya Anya yang kembali memastikan keamanannya, karena dia tidak ingin terjerat dalam kasus pembunuhan.


“Kau tenang saja! Meskipun mereka gagal dan berakhir di tangkap polisi, mereka tidak akan menyebutkan nama kita. Karena jika mereka buka suara, maka mereka akan mati di tangan ketua organisasinya,” jelas Lisa yang berhasil membuat Anya sedikit merasa lega.


“Kau memang yang terbaik, Lisa! Tidak salah saat itu aku memilihmu sebagai managerku,” puji Anya akan kemampuan Lisa yang bisa menangani banyak hal, termasuk hal criminal yang melibatkan pembunuhan orang seperti sekarang.


“Selama ada Lisa, maka semua masalahmu juga akan beres!” sahut Lisa dengan penuh percaya diri.


Bersambung, .....

__ADS_1




__ADS_2