
“Tentu, Sayang! Baby Queen nya Mama pasti terlihat sangat cantik dengan apapun baju yang di pakai,” jawab Kiran sembari mencubit gemas kedua pipi putrinya.
“Tante, benarkah Queen sudah terlihat cantik? Soalnya Mama selalu bilang seperti itu.”
Baby Queen masih tidak percaya diri dan langsung menanyakan pendapat Dira yang sedang menahan diri agar tidak gemas dan berakhir ingin mengajak bermain Baby Queen saja di banding membantu Kiran mempersiapkan dekorasi pestanya.
“Sudah pasti Baby Queen terlihat sangat cantik memakai apapun,” jawab Dira dan masih tidak berhasil membuat gadis mungil itu percaya.
“Huuum, … Tante sama saja dengan Mama!” ujar Baby Queen memang wajah cemberutnya yang membuat wajahnya semakin terlihat imut dan menggemaskan.
“Bagaimana menurut Om Alka?”
Kini Baby Queen beralih meminta pendapat dari Alka yang tersenyum bahagia sejak tadi melihat kelakuan Baby Queen yang hampir membuat semua orang pingsan karena keimutannya.
Alka sempat kebingungan menjawabnya, karena seperti yang di katakan oleh Kiran dan Dira bahwa Baby Queen selalu terlihat cantik dengan apapun yang dia kenakan. Namun Alka tidak bisa mengatakan itu lagi dan membuat gadis mungil itu menjadi kecewa.
“Sangat cantik! Tapi bagaimana kalau Baby Queen coba pakai gaun yang Om Alka belikan pasti jauh lebih cantik,” jawab Alka yang juga ingin melihat betapa menggemaskannya Baby Queen mengenakan gaun yang dia belikan sebelumnya.
“Aaaah, … Iya! Queen harus mencoba gaun yang lain, nanti Om Alka kasih tahu mana yang terbaik ‘yah?” ujar gadis mungil itu dan kembali berlari masuk ke dalam rumah.
“Astagaa, … Ada-ada saja kelakuan putrimu itu, Kiran! Bagaimana bisa mendapatkan putri segemas itu ‘sih!”
Dira tidak habis pikir bagaimana bisa Kiran memiliki putri yang sangat cantik dan menggemaskan seperti Baby Queen setelah penantiannya selama lima tahun. Kiran hanya tersenyum tipis, dia juga tidak menyangkan putrinya akan tumbuh secepat ini.
Anak yang Kiran harapkan kehadirannya selama lima tahun pernikahannya dengan Reksa, kini tumbuh degan baik menjadi gadis kecil yang cantik, pintar dan menggemaskan.
Meski pada akhirnya dia harus sendirian membesarkan dan merawatnya sampai sekarang, karena pembahasan tentang anak yang membuat Reksa mengalami kecelakaan dan melupakan dirinya.
“Om Alka! Bagaimana dengan gaun yang ini?”
Belum sempat Kiran menanggapi perkataan Dira. Baby Queen kembali berlari menghampiri mereka dengan mengenakan gaun yang berbeda dari sebelumnya. Gaun perpaduan warna pink yang Alka belikan khusus untuk ulang tahun Baby Queen.
Gaun yang di belikan Om Alka, ...
__ADS_1
“Waaah, … Cantiknya! Ini baru terbaik!”
Alka langsung memberikan pujian sembari menunjukan kedua jempol tangannya yang berhasil membuat Baby Queen tampak semakin bahagia.
Dira pun melakukan hal yang sama, sedangkan Kiran hanya bisa tertawa melihat kelakuan putrinya itu.
“Memang kenapa Baby Queen harus terlihat sangat cantik di ulang tahun kali ini? Bukankah tahun lalu tidak seperti itu?” tanya Alka yang penasaran mengapa Baby Queen lebih antusias menyambut ulang tahunnya kali ini.
“Karena Papa akan datang di ulang tahun Queen kali ini. Jadi, Queen harus terlihat lebih cantik agar Papa menyukai Queen dan tidak meninggalkan Queen dengan Mama lagi,” jawab Baby Queen dengan polosnya yang membuat raut wajah Kiran menjadi terlihat sedih.
“Mama! Papa pasti akan menyukai Queen ‘kan?” tanya Baby Queen yang berlari memeluk Kiran dan bergelayut manja padanya.
“Iya, Sayang!” jawab Kiran setelah beberapa saat terdiam.
“Papa benar-benar akan datang ke ulang tahun Queen ‘kan, Ma?” tanya Baby Queen yang menyadari kesedihan di raut wajah Mamanya.
“Emm, … Mama akan usahakan,” jawab Kiran penuh keraguan.
Baby Queen kembali berseru kegirangan memeluk Dira dan Alka secara bergantian. Alka dan Dira hanya diam menatap kearah Kiran yang tertunduk sedih.
Mereka ingin kembali membujuk Kiran, tetapi rasanya percuma karena kini Kiran yang mereka kenal angat keras kepala.
...****************...
Beralih pada Reksa dan Dani yang tengah dalam perjalanan yang seharusnya menuju ke hotel yang mereka tempati. Akan tetapi, ketika di tengah jalan
Dani malah membelokkan mobilnya masuk ke dalam salah satu Mall yang cukup besar di kota tersebut. Reksa pun sempat terkejut, karena Dani langsung memarkirkan saja mobilnya di depan Mall tanpa meminta ijin lebih dulu darinya.
“Dan, _...”
“Tuan, maaf saya menepikan mobilnya tanpa meminta ijin lebih dulu! Tapi saya lupa belum membeli hadiah untuk ulang tahun Baby Queen. Jadi, bisakah Tuan membantu saya memilihkan hadiah yang tepat untuknya,” pinta Dani.
__ADS_1
Dengan raut wajah memohon dia berhasil membuat Reksa tidak bisa menolaknya, apalagi mobil sudah sudah terparkir sempurna di depan Mall tersebut.
“Ya sudah, tapi jangan terlalu lama! Aku akan menunggumu di mobil saja,” ujar Reksa yang seperti tidak memiliki tenaga untuk bergerak sedikitpun.
“Ayolah, Tuan! Tolong bantu saya memilihkan hadiah tepat untuk Baby Queen. Jika saya pergi sendiri pasti akan membutuhkan waktu lama, karena terlalu bingung memilihnya,” bujuk Dani dengan sedikit merengek.
“Aish, … Kau menyusahkan saja!” gerutu Reksa yang akhirnya keluar dari mobil walau dengan terpaksa.
“Haaah, … Padahal membeli hadiah untuk anaknya sendiri tapi harus di paksa untuk melakukannya. Aku jadi penasaran bagaimana Tuan Reksa memperlakukan Baby Queen setelah dia mengetahui bahwa anak mungil itu adalah anaknya dengan Nyonya Kiran,” batin Dani yang terus mengikuti Reksa masuk ke dalam Mall tersebut.
Reksa langsung berjalan menuju ke area barang-barang untuk anak-anak. Kebetulan sekali di sana ada sebuah boneka kelinci super besar yang di pajang di salah satu toko.
Dani yang teringat dengan pesan Dira yang mengatakan bahwa Baby Queen menginginkan sebuah boneka kelinci besar dan harus di bawa oleh Reksa sendiri.
“Tuan, kita beli yang ini saja!” seru Dani yang berhasil menghentikan langkah Reksa yang sejak tadi berjalan di depannya.
“Kau yakin?” tanya Reksa memastikan ketika Dani menunjuk sebuah boneka kelinci besar yang terpajang di etalase toko.
“Dia anak berusia 4 tahun dan kau ingin membelikan boneka sebesar ini?” Reksa benar-benar tidak habis pikir dengan Dani.
“Baby Queen sendiri yang menginginkannya, Tuan!” ujar Dani yang langsung membayar boneka kelinci putih super besar itu.
Setelah membayarnya, Reksa pun langsung menyuruh Dani untuk segera kembali. Akan tetapi, Reksa malah tiba-tiba berhenti setelah melihat sebuah gaun berwarna biru yang sepertinya sangat pas untuk di kenakan Baby Queen.
“Dan, apakah gaun ini cocok untuk anak itu?” tanya Reksa menanyakan pendapat Dani.
“Anda sepertinya memilih gaun yang tepat, Tuan!” jawab Dani yang tersenyum melihat perhatian Reksa kepada Baby Queen, padahal selama ini sikapnya seolah tidak peduli.
Bersambung, ....
__ADS_1