
“Lalu siapa anak kecil yang bersamanya?”
“Apakah itu anak kalian? Atau anak Kiran dengan suami barunya?”
“Yaah, …”
“Kalau orang tua bertanya cepat di jawab!”
“Atau setidaknya cepat angkat telepon dari kami!”
Seperti itulah kebanyakan isi pesan yang di kirimkan oleh Papah Ibnu dan Mamah Syifa. Dari pesan yang di kirim, Reksa bisa menyimpulkan bahwa selama ini kedua orang tuanya juga sangat merindukan Kiran. Jika saja, dia tidak mengambil keputusan yang salah mungkin keluarganya saat ini sudah bahagia dengan kehadiran Baby Queen.
Reksa:
“Iya, Pah! Mah!”
“Reksa akhirnya berhasil menemukan Kiran dan anak kami!”
“Namanya Queenesha Reana Damarwangsa! Hari ini adalah ulang tahunnya yang ke empat. Dia sangat menyukai kelinci dan gaun yang indah.”
“Kiran membesarkannya dengan sangat baik, hingga Baby Queen tumbuh menjadi anak yang cantik, pintar dan sangat menggemaskan.”
“Mereka baru saja tidur, maka Reksa tidak bisa menerima telepon dari Papa dan Mama.”
Reksa memberikan balasan pesan kepada orang tuanya. Dia tidak bisa menjelaskan semuanya melalui pesan, sehingga dia hanya menjelaskan secara singkat saja. Papah Ibnu dan Mamah Syifa pun memaklumi perbedaan waktu di antara negara mereka.
Papah Ibnu:
“Tidak apa-apa, Reksa!”
“Biarkan saja mereka beristirahat!”
“Tapi kirimkan alamat tempat tinggal kalian, karena hari ini juga kami akan segera kesana untuk bertemu dengan Kiran dan juga cucu kami.”
“Papah akan mengajak Seno dan calon istrinya sekalian.”
__ADS_1
Membaca pesan balasan dari Papah Ibnu seketika Reksa pun berpikir keras mencoba mengingat wanita seperti apa yang selama ini dekat dengan adiknya. Akan tetapi, tidak ada satu pun wanita yang dekat dengan Seno selama ini.
Lalu adiknya itu akan menikah dengan siapa? Apakah Papah dan Mamahnya telah menjodohkan Seno? Itulah yang Reksa pikirkan, tapi hanya sesaat setelah itu Reksa tidak ingin tahu lebih jauh lagi. Lagipula besok dia bisa langsung melihat siapa calon adik iparnya.
Reksa kemudian mengabaikan pesan dari Seno dan yang lainnya, lalu memposisikan tubuhnya untuk tidur sambil memeluk anak dan istrinya.
Mungkin sepanjang malam ini Reksa akan bermimpi sangat indah, hingga membuatnya bisa tidur dengan nyenyak setelah sekian lama.
...****************...
Ditengah malam, Baby Queen tiba-tiba terbangun dan mengganti posisi tidurnya menjadi berada di sisi kanan Papanya.
Reksa yang menyadari ada pergerakan dari putrinya, dia pun akhirnya ikut terbangun dan membiarkan lengan kanannya di jadikan bantal oleh Baby Queen, sedangkan lengan kirinya di jadikan bantal oleh Kiran.
Sepertinya Baby Queen menuruni kebiasaan tidur Kiran yang selalu menjadikan lengan Reksa sebagai bantalan saat tidur.
Reksa kini akhirnya berbaring di antara istri dan anaknya dan memasrahkan kedua lengannya sebagai bantalan agar tidur mereka tidak terganggu.
Meski lama kelamaan merasa kram, tapi Reksa tetap tersenyum dan tidak bergerak sedikitpun dari posisinya.
...****************...
Hingga sesaat kemudian, Kiran sangat terkejut begitu menyadari bahwa semalam dia tertidur di dalam pelukannya Reksa. Dan entah sejak kapan putrinya yang dia jadikan sebagai pembatas malah pindah di sisi tempat tidur yang lain.
“Mas Reksa, bangun!”
Kiran sedikit menggoyangkan tubuh Reksa agar pria itu cepat membuka kedua matanya.
“Emm, … Hoaam! Ada apa, sayang?” tanya Reksa yang yang belum sadar sepenuhnya dari rasa kantuknya.
“Apa semalam kau yang memindahkan Queen ke sisi lain?” Bukannya menjawab Kiran malah balik bertanya pada Reksa dengan tatapan menuduh.
“Tidak, Queen semalam pindah sendiri! Siapa sangka selain wajah cantik yang kau turunkan kepada Queen, kebiasaan tidurmu juga menurun padanya,” jelas Reksa yang kembali menutup mata dan langsung memeluk putri kecilnya yang masih tertidur.
“Aish, … Kenapa kau malah tidur lagi? Seharusnya kau bangunkan anakmu itu agar tidak terlambat ke sekolah!” seru Kiran yang tanpa sadar mengatakan hal seperti itu, hingga berhasil membuat Reksa tersenyum bahagia karena sepertinya Kiran sudah mau menerimanya lagi.
__ADS_1
Tanpa menunggu jawaban dari Reksa, Kiran lalu bergegas turun dari tempat tidurnya untuk menyiapkan keperluan Baby Queen sekolah setelah melihat jam yang sudah menunjukan dia bangun sedikit terlambat dari biasanya.
Mulai dari seragam sekolahnya, sarapan dan keperluan lainnya hingga membuat Kiran menjadi Mama yang super sibuk setiap pagi hari.
Melihat Kiran yang sedang sibuk menyiapkan sarapan, Reksa pun membantu Baby Queen memakai seragamnya bahkan menguncir rambut putri kecilnya itu dengan penuh semangat.
Sedangkan Alka dan Dira sudah tidak menampakan keberadaannya di rumah itu sejak Kiran keluar dari kamarnya. Sepertinya Alka dan Dira sengaja menginap di luar agar Kiran dan Reksa bisa menghabiskan waktu bertiga dengan putri mereka.
...****************...
Untuk pertama kalinya, Baby Queen di antar oleh Papa dan Mamanya pergi ke sekolahnya. Sepanjang perjalanan menuju ke sekolah, Baby Queen selalu menyanyikan berbagai lagu kesukaannya. Bahkan Baby Queen meminta Papa dan Mamanya tetap menunggunya di sekolah sampai pelajaran selesai.
Saking tampannya, Reksa akhirnya di kelilingi oleh ibu-ibu yang juga sedang menunggu anak-anak mereka sampai selesai sekolah. Terlihat jelas bahwa Kiran cemburu melihat para ibu-ibu seksi di sana yang berusaha menarik perhatian Reksa, tapi Kiran tentunya tidak akan mudah mengakuinya.
...****************...
Begitu Baby Queen selesai sekolah, Reksa pun mengajaknya untuk jalan-jalan ke mall terbesar yang berada di tengah kota London. Reksa ingin menghabiskan waktunya bersama istri dan anaknya serta memanjakan keduanya untuk berbelanja sepuasnya.
“Papa! Tadi banyak Guru Queen yang menitipkan salam untuk Papa,” ujar Baby Queen dengan polosnya, tanpa menyadari tatapan membunuh Mamanya yang di arahkan pada Reksa yang tidak tahu kesalahannya hingga harus mendapat tatapan mematikan seperti itu.
“Bukan hanya para guru saja yang menitipkan salam untuk Papamu, Queen! Para Mama muda juga banyak yang mengincar Papamu ini,” bisik Kiran pada putrinya yang saat ini tengah di gendongnya.
“Sayang, kau tahu sendiri ‘kan? Kalau aku tidak menanggapi mereka sedikitpun, karena di dalam hati dan hidupku hanya ada kamu dan Baby Queen,” ujar Reksa yang sadar bahwa Kiran tengah cemburu kepadanya.
“Mama marah sama Papa?” tanya Baby Queen dengan polosnya, tapi dia menyadari kemarahan dari cara bicara Mamanya.
“Iya, sayang! Mama Queen cemburu, karena Papa terlalu tampan hingga membuat banyak wanita tertarik pada Papa. Tapi Papa hanya mencintai Mama Queen saja selamanya.” Reksa menjelaskan pada putrinya.
“Kiran!”
Sebuah suara memanggil namanya membuat Kiran, Baby Queen dan Reksa langsung berbalik menatap kearah sumber suara. Kiran seketika terdiam, berbeda dengan Reksa yang tersenyum bahagia melihat kedatangan keluarganya.
Bersambung, .....
__ADS_1