Love Me Again, My Husband!

Love Me Again, My Husband!
Adanya Keraguan


__ADS_3

“Kapan aku memintamu untuk datang ke tempat berbahaya seperti ini seorang diri. Itu tidak mungkin!” jelas Reksa yang memang merasa tidak pernah meminta Kiran bertemu secara diam-diam, apalagi di tempat sepi seperti basement.


“Kau mengirimiku pesan untuk datang kesini!” Namun Kiran juga bersikeras, karena dia memang mendapat pesan tersebut.


“Sebaiknya kita bicarakan lagi semua ini nanti! Kita harus segera membawa Tuan Leo yang terluka ke rumah sakit,” sela Alka yang juga mengkhawatirkan keadaan bayi di dalam kandungan Kiran. Sedangkan Leo sudah di bantu oleh Seno.


“Tunggu, serahkan orang itu dulu pada polisi”


Leo menunjuk pada dua orang yang sudah terkapar karena pukul dia dan Reksa sebelumnya. Tanpa buang waktu, Alka pun segera menghubungi kantor kepolisian setempat dan menyuruh Seno untuk memberikan keterangan tentang apa yang telah terjadi.


...****************...


Sedangkan Reksa dan Alka segera membawa Kiran dan Leo ke rumah sakit. Dimana Leo segera mendapatkan perawatan atas luka yang dia terima.


Sementara Kiran hanya melakukan pemeriksaan biasa terutama tentang kondisi kandungannya tapi tanpa sepengetahuan dari Reksa.


Ketika Reksa tengah mengurus administrasi untuk Leo dan Kiran, diam-diam dan secara Alka meminta Dr. Zara untuk mengecek kondisi kandungan Kiran.


Apalagi setelah mendengar Kiran mengeluh perutnya sakit pada Reksa saat mereka dalam perjalanan ke rumah sakit.


“Bagaimana kondisi bayiku, Dok?” tanya Kiran sembari mengelus perutnya.


“Tidak apa-apa! Ini hanya kram biasa, mungkin karena sang ibu mengalami syok atau ketakutan yang berlebihan sehingga berpengaruh dengan janinnya,” terang Dr. Zara.


“Tolong jaga kandungan anda dengan baik, Nyonya Kiran! Bukankah sebelumnya sudah saya peringatkan bahwa kandungan itu sangat lemah, sehingga anda harus benar-benar menjaganya dengan baik kalau tidak ingin kehilangannya,” imbuh Dr. Zara kembali menegaskan pada Kiran.


“Itu bukan salahnya, Dok! Ada kejadian tidak terduga yang baru saja Kiran alami. Kali ini cukup beruntung tidak terjadi apapun pada Kiran dan bayinya, karena Papah dari bayi ini datang melindungi mereka tepat waktu,” ujar Alka memberitahu sang dokter apa yang terjadi.


“Baiklah, saya mengerti! Lain kali tolong lebih berhati-hati lagi,” pesan Dr. Zara yang tidak ingin terlalu ikut campur urusan pribadi pasiennya.


“Baik, Dok!” sahut Kiran lirih.


...****************...

__ADS_1


Dr. Zara pun meninggalkan ruangan Kiran di rawat sementara setelah pemeriksaannya sudah selesai.


Disaat yang bersamaan dia malah bertemu dengan Dr. Aiden yang kebetulan berniat untuk menyapa istri dari pasien khususnya yaitu Reksa.


“Loh, Dr. Zara? Apa yang anda lakukan di ruangan pasien ini?” tanya Dr. Aiden.


“Tentu saja memeriksa pasien, memangnya apalagi?” ketus Dr. Zara yang memang tidak terlalu menyukai Dr. Aiden yang ternyata merupakan teman masa kecilnya.


“Bukankah yang berada di dalam sini, Nyonya Kiran? Sedangkan Zara adalah dokter spesialis kandungan. Jangan-jangan, _....” gumam Dr. Aiden yang tidak sadar sudah di tinggalkan sendirian oleh Dr. Zara.


“Eeeh, … Tunggu, Dr. Zara! Boleh aku menanyakan sesuatu?” tanya Dr. Aiden begitu berhasil mengejar Dr. Zara.


“Tidak bisa! Itu rahasia pasien dan sebagai seorang Dokter tidak boleh memberitahukan kondisi pasiennya sendiri kepada orang asing sepertimu,” tukas Dr. Zara yang bisa menebak apa yang di inginkan oleh Dr. Aiden.


“Ayolah, Zara! Aku mohon kali ini saja,” bujuk Dr. Aiden.


“Sekali tidak tetap tidak!” tolak Dr. Zara dengan tegas.


...****************...


“Kiran, kapan kau akan memberitahukan kepada Reksa tentang kehamilanmu ini?” tanya Alka yang bisa menebak bahwa sampai sekarang Kiran belum juga mengungkapkan tentang kehamilan itu pada Reksa.


“Aku belum menemukan waktu yang tepat untuk memberitahunya,” jawab Kiran lirih.


Sebab dia sadar bahwa beberapa hari ini Reksa terkesan mencoba menjauhinya. Buktinya Reksa bahkan membiarkan Alka yang selalu ada disisinya, sedangkan Reksa sendiri malah lebih memilih menemani Leo.


Jujur saja hati Kiran sangat sakit, karena di saat seperti ini yang Kiran butuhkan hanya keberadaan seorang suami di sisinya.


“Perlukah aku yang memberitahukannya sekarang juga?” tanya Alka lagi yang tidak tahan melihat Kiran menahan semuanya sendiri.


“Tidak, Alka! Aku ingin memberitahukannya sendiri,” tolak Kiran dengan cepat.


“Kalau begitu beritahu dia hari ini juga! Aku akan memanggilnya sekarang,” ujar Alka yang mendesak Kiran.

__ADS_1


“Jangan sekarang, Alka! Karena aku ragu untuk mengatakannya saat ini.”


Kiran segera menahan Alka yang bersiap pergi untuk mencari Reksa. Alka yang sejak awal terlalu mencintai Kiran, akhirnya tidak tega melihat wanita yang sangat di cintainya itu merasa tertekan dengan ucapannya. Alka kembali duduk dan menunggu apa yang ingin Kiran sampaikan kepadanya.


“Dua hari lagi adalah hari ulang tahun Mas Reksa! Pada hari itu aku akan memberitahu dia tentang keberadaan bayi ini, karena aku ingin bayi ini menjadi hadiah terbaik dan terindah sepanjang ulang tahunnya,” ujar Kiran yang secara tidak langsung meminta waktu pada Alka.


“Baiklah! Aku tidak akan memaksamu lagi,” sahut Alka yang mengerti betapa Kiran sangat mencintai Reksa bahkan sampai membuat perasaannya cintanya sama sekali tidak terlihat di mata Kiran.


Sedangkan Reksa sendiri tengah bersama dengan Leo. Dimana keduanya tengah membicarakan tentang para gangster yang ingin mencelakai Kiran.


Perkataan Kiran yang mengatakan bahwa dirinya yang telah meminta Kiran untuk menemuinya di Basement mengundang rasa penasaran Reksa.


“Aku tahu kau bukan sekadar actor atau model biasa, bukan?” tanya Reksa yang menyadari ada identitas lain yang Leo sembunyikan dari semua orang.


“Apa maksud anda, Tuan Reksa? Saya sama sekali tidak mengerti, apa yang sedang anda bicarakan?” Leo tetap berusaha menyembunyikan identitasnya.


“Melihatmu yang bisa mengetahui bahwa orang-orang yang menyerang istriku bukan orang biasa atau preman pada umumnya. Lalu cara bertarungmu yang sangat professional, aku bisa menebak bahwa kau sama seperti mereka,” ujar Reksa yang tetap pada pendapatnya.


“Tuan Reksa, _....”


“Tenang saja! Aku tahu bukan kau dalang di balik semua ini. Dan terima kasih sudah bersedia melindungi Kiran,” potong Reksa yang tidak lupa mengucapkan rasa terima kasihnya kepada Leo.


Leo tampak menghela napas panjang dan kemudian berkata, “Kau benar, sebenarnya aku sama seperti mereka tapi bukan bagian dari orang-orang bajingan itu! Mereka bukan preman biasa, melainkan para gangster yang cukup berbahaya dan mereka tidak bekerja dengan bayaran yang rendah.”


“Jadi, maksudmu ada seseorang yang telah membayar mereka untuk melukai Kiran?” tanya Reksa memastikan dugaannya sejak tadi.


“Tentu saja!” Leo langsung membenarkan dugaan Reksa.


Bersambung, ......



__ADS_1


__ADS_2