
Gadis mungil yang cantik itu pun langsung berlari dan menghamburkan tubuhnya ke pelukan sang Papa yang selama ini dia rindukan.
Namun Reksa hanya mematung di tempat, ketika melihat wanita yang selama ini dia cari hingga hampir gila. Kini tengah berdiri tepat di hadapannya dan tengah menatapnya balik.
“Kiran!” panggil Reksa lirih dengan perasaan tak percaya.
“Papa!”
Perhatian Reksa seketika teralihkan pada sosok gadis kecil mengenakan gaun berwarna biru, kalung berlian berbentuk kelinci yang dia belikan kemarin.
Gadis kecil itu memeluk kakinya begitu erat dan ketika Reksa ingin meraih gadis kecil itu dalam pelukannya, boneka kelinci besar di tangannya membuatnya kesulitan.
“Biar saya yang bawakan, Tuan!”
Dani yang baru tiba langsung mengambil alih boneka kelinci dari tangannya. Reksa pun hanya bisa terdiam dan membiarkan Dani mengambil alih boneka kelinci tersebut.
Jujur saja, Reksa masih tidak percaya bahwa semua yang terjadi saat ini adalah nyata. Hingga lagi-lagi panggilan dari gadis kecil yang memeluk kakinya kembali menyadarkan dirinya bahwa semua ini nyata.
“Papa! Queen sangat merindukan Papa!” seru Queen yang meminta di gendong oleh Reksa.
Reksa pun langsung meraih tubuh mungil Baby Queen dalam gendongan. Saat itu juga Baby Queen memeluknya sangat erat seolah melampiaskan semua kerinduannya selama ini.
Reksa pun membalasnya sambil sesekali mengecupi wajah cantik putrinya. Dan tanpa terasa air matanya mengalir begitu saja membasahi wajahnya.
“Kenapa Papa menangis? Apa Papa tidak suka bertemu dengan Queen?” tanya Baby Queen dengan wajah polosnya sembari menghapus air mata di kedua pipi Reksa dengan lembut.
“Tidak, Sayang! Papa sangat bahagia Tuhan masih memberikan kesempatan pada Papa untuk bertemu dengan putri secantik dirimu,” jawab Reksa yang segera menggantikan air matanya dengan senyuman penuh kebahagiaan.
“Queenesha Reana Damarwangsa adalah putriku?” tanya Reksa yang ingin mendengar jawabannya secara langsung dari Kiran sendiri.
“Gadis cantik ini putriku?”
Reksa mengulang pertanyaannya melihat Kiran yang hanya diam. Lalu tak lama kemudian, Kiran hanya menganggukkan kepala sebagai jawaban bahwa memang benar Queen adalah anak milik Reksa dengan dirinya.
__ADS_1
Reksa pun tidak dapat menyembunyikan kebahagiaannya lagi melihat putrinya yang tumbuh dengan baik menjadi gadis cantik yang menawan dan pintar.
“Queen, putri kecilnya Papa!” ujar Baby Queen yang membuat Reksa kembali mengecup wajah putri kecilnya itu dengan gemas.
Semua orang terharu melihat pertemuan Ayah dan putrinya itu yang terpisah bertahun-tahun lamanya. Tidak terkecuali dengan Dani dan Dira yang merencanakan pertemuan ini, bahkan Alka pun sudah lama melepas perasaannya kepada Kiran dan hanya melindungi serta membantunya sebatas teman biasa.
“Kiran, _....”
“Kita bicarakan selebihnya nanti! Lebih baik kita focus untuk ulang tahun Queen, karena para tamu sudah datang cukup lama,” potong Kiran yang menunjukan raut wajah yang sulit di artikan oleh Reksa bahkan yang lainnya.
Akhirnya Baby Queen mau melanjutkan acara tiup lilin dan potong kuenya di temani oleh Papa dan Mama. Terlihat jelas bahwa Baby Queen tampak lebih bahagia di bandingkan ulang tahunnya yang sebelumnya.
Bahkan gadis mungil itu sedikitpun tidak mau lepas dari genggaman tangan Papanya. Kemana pun Baby Queen pergi, dia akan selalu menggandeng tangan Reksa tanpa berniat melepaskannya sedikitpun.
Dengan sikapnya yang polos dan menggemaskan, Baby Queen terus memamerkan Papanya yang tampan dan kaya kepada teman-temannya.
Siapa sangka kebahagiaan Baby Queen tidak dia nikmati sendiri melainkan di bagikan kepada semua orang dengan tingkah menggemaskannya.
“Lihat sudah Queen katakan, bukan? Kalau Papa Queen lebih hebat dari Papa kalian,” ujar Queen pada teman-temannya.
Melihat Baby Queen yang kebingungan karena dia tidak mengetahui apapun tentang Papanya, Reksa pun berbisik, “Papa malah memiliki perusahaan besar!”
“Benarkah?”
Seketika bola mata Baby Queen membulat sempurna dan berbinar takjub dengan Papanya itu dan Reksa dengan pelan menganggukkan kepalanya sambil tersenyum.
“Papa Queen malah memiliki perusahaan yang sangat besar!” ujar Baby Queen menggunakan kedua tangannya untuk menunjukan seberapa besar perusahaan tersebut yang membuat semua orang semakin terkekeh.
“Tidak percaya! Kalau memang punya apa nama perusahaanya coba?” Anak laki-laki gembul itu semakin menantang Baby Queen berdebat.
Baby Queen pun kembali menatap Papanya dengan tatapan sedihnya, tapi malah membuat Reksa semakin gemas dan tidak tahan untuk menciumi wajah putrinya itu.
Reksa lalu merengkuh tubuh putrinya dalam dekapannya, lalu menatap pada teman-teman putrinya itu yang tengah menunggu jawabannya.
__ADS_1
“Apa kalian tahu perusahaan bernama Damarwangsa Group atau yang lebih di kenal di sini sebagai DMG Group? Itu adalah perusahaan miliknya,” ujar Dani yang membuat para orang tua bocah-bocah itu langsung terkejut.
Pasalnya para suami dan kerabat mereka kebetulan bekerja di perusahaan tersebut. Perusahaan yang baru di dirikan beberapa tahun yang lalu, tapi dengan cepat menjadi perusahaan yang sangat sukses di London dan bahkan di katakan menjadi perusahaan terbaik.
Mereka pun langsung menyuruh anak masing-masing untuk bersikap baik dengan Baby Queen mulai detik itu dan bersikap manis pula dengan Reksa sendiri.
Hal itu berhasil membuat Reksa tersipu malu dengan kelakuan putrinya yang menggemaskan.
Bahkan para orang tua yang menemani anak mereka menghadiri ulang tahun Baby Queen hanya bisa tersenyum dan tertawa melihat anak-anak mereka, tanpa ada yang merasa tersinggung dengan perkataan Baby Queen.
Mengingat mereka hanya anak-anak yang akan sering bertengkar akan hal-hal sepele, lalu akan berbaikan lagi seolah tidak terjadi apapun.
Sehingga sebagai orang tua hanya bisa mengawasi saja selama pertengkaran tersebut tidak melewati batas.
...****************...
Sedangkan disisi lain, sikap Kiran masih diam sambil memperhatikan Reksa dan Baby Queen dari kejauhan. Perasaan Kiran benar-benar sulit di artikan begitu kembali bertemu dengan pria yang selama ini masih dia cintai dan selalu dia rindukan.
Namun perasaan kecewa mengingat dulu Reksa selalu mendorongnya untuk pergi membuat Kiran tidak bisa dengan mudah menerima kehadiran Reksa kembali.
“Kenapa kau datang lagi ke dalam kehidupanku, Mas! Bukankah kau sendiri yang mendorongku untuk pergi sejauh mungkin dari hidupmu,”
“Aku sudah melakukan sesuai dengan keinginanmu, tapi kenapa kau kembali lagi dengan membawa harapan yang begitu besar untukku dan juga Queen?”
“Tidakkah kau menduga betapa kerasnya aku berusaha membesarkan dan merawat Queen sampai sekarang tanpa kehadiranmu?”
“Aku dan Queen berhasil menjalani kehidupan dengan baik kami tanpa dirimu, Mas! Lalu kenapa kau tiba-tiba muncul kembali seperti ini?"
Kiran hanya bisa mengatakan semua itu di dalam hatinya, bahkan Kiran harus menahan semua amarah, kesedihan dan semua perasaannya saat itu agar tidak menghancurkan kebahagiaan putrinya.
Bersambung, .....
__ADS_1