
“Karena aku tidak sendirian, Seno! Ada Alka dan Dira yang selalu ada di sampingku dan membantuku,” ujar Kiran yang tidak akan pernah melupakan jasa kedua orang tersebut.
“Kita sangat berhutang budi pada mereka, terutama kau Reksa! Karena seharusnya yang ada bersama dengan Kiran ketika dia tengah mengandung anakmu adalah dirimu sendiri.” Kata Papah Ibnu dengan telak yang berhasil membuat Reksa hanya menundukkan wajahnya.
“Kiran, pulanglah bersama kami! Meski Mamah tahu sangat sulit untukmu memaafkan Reksa, tapi pulanglah untuk Mamah dan Papah serta putrimu ini,” pinta Mamah Syifa dengan tatapan penuh memohon sembari menggenggam kedua tangan Kiran dengan erat dan penuh kasih.
“Tempat kalian bukan di sini! kau juga tahu sendiri, bukan? Bahwa apapun yang terjadi Mamah dan Papah akan menjadi orang pertama yang akan selalu melindungi dan mendukungmu,” sambungnya hingga berhasil membuat Kiran terdiam beberapa saat.
“Mama! Apa Queen akan pulang ke rumah Papa? Atau pulang ke rumah Kakek dan Nenek?” Sampai pertanyaan Baby Queen menyadarkan Kiran dari pemikirannya sendiri.
“Lihatlah, Kiran! Putrimu juga ingin memiliki keluarga yang lengkap seperti teman-temanya, _...”
“Sudah cukup Pah, Mah!”
Reksa segera memotong ucapan Mamah Syifa yang terdengar mendesak Kiran dengan menggunakan Baby Queen.
“Jangan terlalu memaksa Kiran seperti itu! Reksa akan pelan-pelan untuk mendapatkan maaf darinya dan membujuknya kembali. Jadi, bisakah kalian berdua tidak ikut campur terlalu jauh tentang ini,” imbuh Reksa menekankan pada kedua orang tuanya.
“Baiklah! Maafkan kami Kiran, kalau perkataan kami barusan membuatmu menjadi tertekan,” ucap Papah Ibnu mewakili istrinya juga, tapi Kiran hanya menundukkan wajahnya tanpa berniat membalas ucapan Papah Ibnu.
“Aaah, … Benar! Bolehkah aku tahu, bagaimana wajah Baby Queen ketika baru lahir?”
Seno yang menyadari situasi sudah tidak nyaman untuk semuanya seketika langsung mengubah topik pembicaraan.
“Ouhya, … Apa yang Baby Queen sukai? Makanan? Minuman? Atau barang apapun yang Baby Queen sukai? Bolehkah Om Seno mengetahuinya?” lanjut Seno ketika pertanyaan pertama tidak mendapat jawaban dari Kiran.
Sehingga Seno memutuskan untuk mengajak Baby Queen bercerita tentang dirinya sendiri.
Mendapat pertanyaan seperti itu, Baby Queen dengan semangat menceritakan segala hal tentang dirinya sendiri.
Sehingga perhatian semua orang langsung tertuju pada celotehan lucu gadis mungil yang baru memasuki usia empat tahun itu. Sedangkan Kiran hanya terdiam masih dengan menundukkan wajahnya.
Lalu Reksa hanya bisa memperhatikan Kiran dalam diam, dia sepertinya tahu yang tengah Kiran pikirkan saat itu.
__ADS_1
...****************...
Sementara di tempat lain, ….
Seorang wanita cantik tengah berusaha melarikan diri dari kejaran beberapa anak buah Leo. Dia adalah Anya yang akhirnya mendapat kesempatan untuk melarikan diri dari Casino dengan penjagaan super ketat itu.
Anya akhirnya bisa melarikan diri ketika berada di rumah sakit, dimana dia dengan nekad memotong nadi tangannya sendiri.
Setelah cukup lama melarikan diri, akhirnya Anya berhasil lolos dengan bersembunyi di dalam sebuah mini market yang saat itu tengah banyak pengunjung.
Setelah merasa sudah aman, Anya segera bergegas pergi untuk mencari tempat persembunyian yang aman dari kejaran orang-orang tersebut.
“Reksa! Bukan aku yang datang dan menghancurkan rumah tanggamu, tapi kau datang untuk menghancurkan hidupku! Jadi, aku juga akan menghancurkan hidupmu seperti kau menghancur hidupku.”
“Kau tunggu saja, Reksa! Akan aku buat seluruh dunia membencimu dan membuatmu menderita seperti yang aku rasakan selama ini,” ujar Anya ketika melihat sebuah koran yang menampilkan foto Reksa dengan segala prestasi bisnisnya.
Sampai sekarang Anya masih mengira bahwa orang yang menahan dan menjadikannya pelacur di Casino selama ini adalah Reksa.
Setelah mencari cukup lama, akhirnya Anya berhasil menemukan sebuah kontrakan kecil di daerah perumahan kumuh. Dimana dia juga menemukan seorang Hacker yang memiliki kemampuan yang cukup tinggi untuk menyebarkan sebuah informasi yang bisa menjatuhkan Reksa.
Dengan bermodalkan uang yang berhasil dia curi selama ini dari orang-orang yang pernah menikmati tubuhnya.
Anya membayar orang tersebut untuk melakukan menyebarkan beberapa foto dirinya yang harus di paksa melayani para pria hidung belang dan siksaan yang tiada kata belas kasih.
“Bisakah kau menyebarkan meretas beberapa perusahaan penerbit untuk menyebarkan tentang ini?” tanya Anya langsung pada tujuannya.
“Ka-kau, …?”
Orang tersebut tampak sangat terkejut melihat kedatangan model favoritnya yang tiba-tiba menghilang di tengah naiknya popularitasnya sebagai artis pendatang baru.
“Kau model terkenal itu, bukan? Anya Priscilia Hadiwijaya yang tiba-tiba di kabarkan menghilang dengan Managernya?” tanyanya lagi untuk memastikan.
“Apakah uang ini cukup untuk membayar mu?”
__ADS_1
Bukannya menjawab Anya malam melemparkan satu tas cukup besar yang berisikan banyak uang di dalamnya. Pria tersebut pun memeriksa isinya dan segera menganggukkan kepalanya.
Meski tidak mendapat jawaban, tapi pria itu sudah tahu pasti bahwa wanita yang kurus dan berantakan itu memang Anya hanya dengan melihat beberapa foto yang Anya lemparkan setelah tas berisi uang tersebut.
“Baiklah! Tapi di tunjukan kepada siapa berita yang akan menghebohkan dunia ini?” tanya Pria tersebut yang sekarang mengerti maksud dan tujuan Anya menemuinya.
“Areksa Reano Damarwangsa! Pastikan hidupnya lebih hancur dariku,” jawab Anya yang dari sorot mata dan nada bicaranya saja sudah bisa memperlihat betapa besar kebenciannya kepada Reksa.
“Aku akan setuju melakukan apapun yang kau mau, … Asalkan malam ini kau juga melayaniku seperti kau melayani para babi ini,” ujar Pria tersebut yang menambahkan syarat kesepakatan.
Mendengar hal itu, Anya benar-benar sangat marah dan membenci siapapun yang berstatus pria. Dimana mereka hanya bisa menyakiti wanita dan memperlakukannya sebagai barang.
Meski begitu Anya tetap menyetujui tambahan syarat tersebut. Lagipula tubuhnya suda rusak seperti dunia dan impiannya selama ini.
...****************...
Beralih pada Reksa yang kini tengah mengantar Kiran dan Baby Queen kembali ke rumahnya setelah puas di manjakan oleh Papah Ibnu, Mamah Syifa dan Seno serta Zara di mall tadi.
Reksa hanya bertiga dengan Kiran dan Baby Queen di dalam mobil. Suasana hening seketika menghilang ketika ponsel milik Reksa berdering dengan sukup keras.
“Ada apa, Dan?” tanya Reksa begitu menerima panggilan telepon yang ternyata dari sekretarisnya itu.
“Tuan, sepertinya kita harus secepatnya kembali!” jawab Dani yang terlihat panik dari cara bicaranya.
“Memang apa yang telah terjadi?” tanya Reksa yang masih belum mengerti akan apapun.
“Saya akan mengirimkan linknya melalui pesan singkat. Sebaiknya anda melihat dan membaca sendiri masalah besar yang terjadi di sana.”
Setelah mengatakan itu, Dani langsung memutuskan sambungan teleponnya dan beberapa saat kemudian sebuah link masuk dari Dani.
Bersambung, .....
__ADS_1