
Beralih pada Dani yang senyum-senyum sendiri memandangi ponselnya sampai tidak menyadari kedatangan Reksa dan Seno. Dimana Dira kembali mengirimkan foto Baby Queen yang terlihat sangat menggemaskan.
Reksa pun menghentikan langkah kakinya ketika menyadari bahwa dani tidak menyambut kedatangan seperti biasa dan malah terus memandangi layar ponselnya sambil senyam-senyum sendiri seperti orang gila.
“Dan, apa yang sedang kau lihat sampai tidak menyambut boss mu sendiri, Hah?” tanya Seno menyadarkan Dani akan sikapnya.
“Aaah, … Maafkan saya, Tuan! Saya tidak tahu kalau anda sudah tiba,” ucap Dani yang segera membungkuk memberi hormat pada Reksa dan Seno.
“Kau belum menjawab pertanyaanku, Danial!” Seno semakin mempertegas sikapnya.
“Ouh, … Ini Tuan, _...”
“Saya sedang melihat foto Baby Queen! Anak dari wanita yang empat tahun lalu kita tolong di London dan anak yang Tuan Reksa beri nama sendiri,” terang Dani, meski sempat ragu saat ingin mengatakannya.
“Hay, kau memberikan nama pada anak orang lain? Sedangkan anakmu sendiri kau bahkan belum bisa menemukannya,” sindir Seno pada Kakaknya itu.
Namun Reksa lebih memilih diam dan abai akan sindiran tersebut. Karena semakin Reksa membalasnya, maka Seno akan semakin mengungkit semua kesalahan di masa lalunya.
Lalu berakhir membuat Reksa semakin merassa bersalah serta merindukan Kiran dan anak mereka yang mungkin sekarang sudah menjadi anak mungil yang menggemaskan.
“Kau masih berhubungan dengan mereka?” tanya Reksa yang entah mengapa merasa penasaran.
“Iya, Tuan! Mereka sangat baik, bahkan setiap hari selalu mengirimkan foto perkembangan dari Baby Queen yang kini menjadi gadis mungil yang pintar dan menggemaskan,” jawab Dani dengan penuh semangat.
“Apakah Tuan ingin melihatnya juga? Saya memiliki banyak foto Baby Queen semenjak lahir sampai sekarang,” imbuhnya yang semakin antusias ingin memperlihatkan foto-foto Baby Queen pada Ayah kandung dan Paman dari Baby Queen sendiri.
“Coba aku lihat!” ujar Seno yang penasaran dengan anak yang Reksa beri nama sendiri itu.
“Silahkan, Tuan! Kalau anda mau saya juga bisa mengirimkan semua foto itu pada anda.”
__ADS_1
Dani pun menyerahkan ponselnya pada Seno, dimana terdapat satu folder yang khusus berisikan foto-foto menggemaskan Baby Queen. Tanpa sadar Reksa dan Seno ikut tersenyum ketika melihat setiap foto Baby Queen yang sangat menggemaskan dengan segala tingkahnya.
“Entah mengapa anak ini terlihat seperti perpaduan wajahmu dengan Kak Kiran,” ujar Seno memberikan penilaian yang membuat Dani dan Reksa cukup terkejut.
Ilustrasi Berbagai foto Baby Queen, .....
Dani terkejut karena Seno bisa langsung mengenali bahwa Baby Queen memiliki wajah perpaduan Kiran dan Reksa. Sementara Reksa terkejut karena penuturan Seno yang membuatnya sedikit berharap bahwa anak itu adalah anaknya dengan Kiran.
Namun sesaat kemudian Reksa cukup sadar diri bahwa harapannya itu mustahil. Karena jika Baby Queen memang adalah putrinya, lalu kenapa Dani tidak mengatakan apapun padanya tentang keberadaan Kiran.
Terlebih Dani mengakui sendiri bahwa dia sangat dekat dengan keluarga Baby Queen. Dani juga tahu sendiri betapa gilanya Reksa mencari keberadaan Kiran dan anaknya.
“Itu tidak mungkin! Jika dia anakku, maka Dani seharusnya sejak empat tahu yang lalu memberitahuku tentang keberadaan Kiran,” ujar Reksa yang berhasil membuat seluruh tubuh Dani menenggang seketika itu juga.
“Lihatlah sendiri dengan benar? Apakah penilaianku salah atau memang seperti yang kau lihat sendiri.”
“Dan, selama ini kau tidak menyembunyikan apapun dari aku, bukan?” tanya Reksa dengan tatapan mengintimidasi dan menuntut kejujuran dari Dani.
“Ti-tidak, Tuan!” Dani menjawabnya dengan gugup.
“Tidak salah maksudnya! Tapi saya sungguh minta maaf, Tuan! Karena saya sudah berjanji pada Nyonya Kiran, Nona Dira dan yang lainnya untuk tetap merahasiakan semua ini sampai Nyonya Kiran siap untuk mengatakannya secara langsung kepada anda,” batin Dani yang merasa bersalah karena harus membohongi Tuannya.
“Jika saya menyembunyikan sesuatu, maka untuk apa saya menunjukan foto anak itu pada anda berdua dan bahkan menwarkan untuk kalian simpan foto ini kalau mau,” imbuh Dani agar kebohongannya tidak terbongkar.
“Kalau begitu kirimkan semua fotonya padaku!” perintah Reksa yang entah mengapa dia menginginkan semua foto dari anak yang di panggil Baby Queen itu.
“Aku juga! Kirimkan semuanya fotonya padaku juga,” sahut Seno yang juga menginginkan foto Baby Queen untuk memperlihatkan pada kedua orang tuanya.
__ADS_1
Seno lalu mengembalikan ponsel itu pada pemiliknya dan berjalan pergi mengikuti Reksa ke ruangannya. Dani pun segera menyusul keduanya sambil mengirimkan folder berisikan foto-foto Baby Queen.
Setibanya di ruangan Reksa, Dani kembali mendengar penantian Reksa untuk menemukan Kiran kembali. Sudah berbagai cara Reksa lakukan untuk menemukan istri dan anaknya, tapi semuanya masih berakhir dengan tangan kosong.
“Apa Kakak akan tetap mencari keberadaan Kak Kiran di London?” tanya Seno membuka pembicaraannya, padahal Reksa sudah bersiap melakukan pekerjaannya.
“Yaa, … Sekalian untuk mengurus bisnis yang ada di sana,” jawab Reksa sekenanya.
“Ini sudah hampir lima tahun, Kak! Sepertinya Kak Kiran sudah sangat kecewa denganmu, sehingga dia tidak terpikirkan untuk kembali ke Negaranya. Jika pun pada akhirnya kau menemukan Kak Kiran, apakah dia mau menerima permintaan maaf dari Kakak?”
Seno mengatakan semua itu, karena sekarang dia merasa kasihan dengan nasib Kakaknya. Reksa yang sekarang hanya memikirkan tentang bekerja dan mencari keberadaan Kiran saja.
Reksa sama sekali tidak memperdulikan dengan dirinya sendiri, sehingga sering kali Reksa jatuh sakit karena lupa beristirahat dan selalu melewatkan waktu makannya.
“Bahkan bertemu dengan Kakak pun sepertinya Kak Kiran sudah tidak ingin lagi,” sambung Seno yang takut Reksa terlalu berharap semuanya akan berakhir bahagia.
“Aku tahu bahwa semua perbuatan buruk ku selama ini pada Kiran tidak bisa di maafkan dengan mudah,” ujar Reksa yang ternyata cukup sadar diri dengan kesalahan yang telah dia perbuat.
“Namun setidaknya aku sudah meminta maaf, melihatnya baik-baik saja dan bahagia dengan yang lain itu sudah membuatku cukup untuk berhenti mencarinya. Asalkan aku bisa menemukannya dan melihat dia baik-baik saja,”
Lanjut Reksa yang sejak awal tidak mengharapkan kata maaf dari Kiran, tapi dia hanya ingin memastikan Kiran dan anaknya hidup dengan baik serta bahagia.
“Tuan, andai saja Nyonya Kiran melihat dirimu yang sekarang! Penyesalanmu yang begitu mendalam. Usahamu untuk menemukannya serta betapa anda merindukan dan memikirnya sampai anda tidak memikirkan diri anda sendiri. Mungkin Nyonya Kiran akan perlahan luluh kembali dan memaafkan anda,” batin Dani.
Bersambung, .....
__ADS_1