Madness

Madness
Apa itu cinta


__ADS_3

Ini hanyalah sebuah karya fiksi. Nama, tokoh, cerita/peristiwa merupakan unsur fiktif belaka, yang diciptakan oleh "saya" selaku penulis cerita.


Warning! Cerita ini dibuat hanya sebagai sarana hiburan, tidak untuk dipraktikkan atau pun dicontoh beberapa unsur di dalamnya.


Noted: Berdasarkan banyak alasan saya mengubah seluruh isi cerita dari yang pernah diterbitkan sebelumnya. Terima kasih.


..


..


What is Love


"Minggir!"


"Apa?"


"Minggir dari jalanku."


Merasa bingung Kim Win Ryen bergeser ke kanan, membiarkan orang itu melewatinya. Dasar aneh, ia merutuki dalam hati. Pasalnya jalan di sisi kirinya masih lebar untuk sekadar dilewati orang seperti Min Yoongi.


Sementara itu dengan bibir yang digigit agak keras Min Yoongi mengumpat dalam hati. Sialan sekali, kenapa malah itu yang keluar dari mulutnya. Bakka!


Percobaan pertama ... gagal.

__ADS_1


Duduk di kursinya yang berada di urutan paling ujung di pojokkan paling kelam dan dingin, Min Yoongi menatap horor pada Jung Hoseok yang tampak bebas tertawa lepas dengan anak baru itu, Kim Win Ryen. Keduanya, yang memang duduk sebangku terlihat begitu intim dan akrab.


Kenapa aku tak bisa begitu?


Membenamkan wajah pada lipatan tangan di atas meja, Yoongi langsung tersentak oleh sebuah suara.


"Min Yoongi, keluar dari kelas saya sekarang juga!"


Double ****! Bagaimana bisa kau melupakkan keberadaan guru ter-killer yang baru saja masuk ke kelasmu Min Yoongi?


Dengan malas, tanpa mengucapkan sepatah kata pun Yoongi beranjak dari bangkunya melewati pintu belakang untuk berdiri di koridor depan. Kim Namjoon, yang berdiri di muka kelas berdecak kesal pada anak didiknya yang tak beradab itu.


Duduk di kursinya, ia berseru, "Kumpulkan tugas kalian. Bagi yang tidak mengerjakkan silahkan menyusul Min Yoongi keluar."


-*


Diam-diam Yoongi tersenyum. Hanya ada mereka berdua di koridor sekarang, yang itu berarti kesempatan bagus untuknya.


Berdehem canggung, Min Yoongi berhasil menarik perhatian Win Ryen, gadis itu menoleh ke arah Yoongi, melayangkan tatapan heran untuk beberapa second sebelum akhirnya kembali menatap lurus ke depan.


"Kau tak perlu melakukan itu." Min Yoongi berkata. Win Ryen yang merasa jika kata itu terlontar untuknya kembali mengalihkan pandangan dan ia cukup gugup kala Min Yoongi secara terang-terangan menatapnya. Jadilah mereka saling pandang sebelum akhirnya Win Ryen memilih menatap melewati kepala Yoongi.


"Ayo membolos bersama." Uh-huh itu adalah ajakan paling mengejutkan bagi gadis teladan seperti Win Ryen. Menyesatkan.

__ADS_1


"Ayo, pergi berkencan...." Dan Win Ryen sukses membulatkan matanya. Min Yoongi si aneh yang selalu berkata kasar dan bersikap dingin terhadapnya tiba-tiba saja mengajaknya ... kencan? 


"Aku menyukaimu." Kalimat ajaib lainnya lagi, Win Ryen jadi semakin ternganga. Membasahi bibir yang mendadak kering, Win Ryen berkata, "Apa yang sebenarnya kau katakan?"


"Kim Win Ryen, tidakkah kau dengar? Aku menyukaimu, kau harus jadi kekasihku."


"A-apa?" Win Ryen tak tahu kalimat egois apa itu? Apa yang sebenarnya yang lelaki dingin itu katakan, detik pertama ia membuat jantung berdebar lalu detik berikutnya ... uh, sungguh tak mengejutkan.


"Tsk! Dasar bodoh."


Kemudian ia melangkah pergi, meninggalkan Win Ryen yang masih diam tak mengerti. Menatap punggung sempit Yoongi.


Setelah langkah kelima yang diambil, Min Yoongi berbalik, berjalan cepat ke arah Win Ryen untuk kemudian meraih tangan gadis itu untuk digenggam.


"Ayo pergi. Aku tak menerima penolakkan."


Mengikuti langkah Yoongi, Win Ryen terpaku pada tangan mereka yang saling bertautan. Wajah gadis itu bersemu, dengan debaran abnormal yang hampir memecahkan rongga dada. Perasaan apa ini?


Cinta?


..


  ..

__ADS_1


Tanggal pertama post


181025


__ADS_2