
Ini hanyalah sebuah karya fiksi. Nama, tokoh, cerita/peristiwa merupakan unsur fiktif belaka, yang diciptakan oleh "saya" selaku penulis cerita.
Warning! Cerita ini dibuat hanya sebagai sarana hiburan, tidak untuk dipraktikkan atau pun dicontoh beberapa unsur di dalamnya.
Noted: Berdasarkan banyak alasan saya mengubah seluruh isi cerita dari yang pernah diterbitkan sebelumnya. Terima kasih.
...Judul : Sehun Aneh ...
...Catatan: Sesuatu yang enggak biasa :v...
...Selamat membaca.... ...
...ㅡㅡㅡㅡㅡㅡㅡㅡㅡㅡㅡ...
Perjodohan itu bisa merubah segalanya. Bahkan sifat seseorang. Ajaib, ya...
"Apa, lu, liat-liah. Demen?" celetuknya, yang langsung menutup mulut. Sialan, kenapa gue gak bisa diem, sih, rutuk Neyla dalam hati.
Cowok itu tertawa, gemas dengan perkataan ceweknyaㅡeh, apa, iya?ㅡyang enggak bisa disaring itu. Neyla Min, atau yang sekarang menjadi Oh Neyla. Cewek itu memang agak beda. Sehun yang notabe-nya adalah cowok dingin, kaku, saat dihadapkan dengan Neyla entah kenapa jadi sering ketawa.
Menurut Sehun, Neyla itu lucu. Cewek itu sensitif, kalau dilihat sambil senyum Neyla bakalan kesindir terus marah. Itu yang bikin Sehun suka. Neyla cantik kalau lagi marah. Penilaian Oh Sehun.
"Lo itu bikin gue gemes aja," kata Sehun setelah tawanya mereda. Mendekat pada Neyla cowok itu mengangkat tangannya hendak menyentuh pipi Neyla yang memerahㅡentah karena kesal atau apa. Namun segera ditepis kasar oleh si cewek.
"Apaan, sih, lo!" bentaknya galak. "Jauh-jauh, sana." Neyla bergerak ke samping, menghindari Sehun yang mulai kelihatan aneh.
Tersenyum jahil, Oh Sehun berkata, "Ayo, tidur bareng gue. Ngantuk, nih." Sebelum Neyla bisa bersuara, Sehun sudah lebih dulu menariknya ke kamar. Menyeret lebih tepatnya, mengabaikan cercaan sarkas nan dramatis dari Min Neyla yang sekarang menjadi Oh Neyla. Istri dari Oh Sehun. Oh betapa serasinya mereka.
Hal yang Sehun suka dari istrinya.
__ADS_1
- Neyla yang pemarah
- Neyla yang sensitif
- Neyla yang dipenuhi pemikiran negatif
- Neyla yang sebal padanya
- Neyla yang sering cemberut, dan
- Neyla yang jadi istrinya. Neyla.
-o0o-
Sore kelabu, Sehun baru pulang kerja. Jalan kaki, karena mobilnya tiba-tiba mogok di tengah jalan. Beruntungnya Sehun sudah dekat ke rumah, jadi cowok itu enggak perlu naik bus yang jelas-jelas enggak pernah dinaikinya. Sehun sudah memanggil tukang bengkel dari telepon umum.
Menenteng tas kerjanya, Sehun ngerasa kalau jalan kaki enggak seburuk pemikirannya selama ini. Dia jadi lebih santai, enggak lagi dikejar waktu. Terlebih handpone-nya mati karena benturan pas jatuh di tangga siang tadi. Sehun tersenyum riang, cowok itu bersenandung menikmati keadaan, yang dirasanya langka itu. Kesialan demi kesialan melandanya hari ini, tapi entah kenapa Sehun menikmati. Cowok itu enggak kesal sama sekali justru malah merasa, lucu.
Di persimpangan jalan yang sudah dekat ke rumah. Senyum Sehun luntur sudah, saat melihat Neyla, istrinya, jalan berdua sama seorang cowok yang enggak Sehun kenal. Mereka kelihatan akrab. Saling bicara, menatap, tertawa. Benar-benar membuat geram saja, rutuk Sehun. Neyla tidak pernah begitu padanya. Selain kesal, Neyla tidak pernah menatapnya seberbinar itu.
Dan Sehun menyadari sesuatu. Ia cemburu.
Alih-alih berjalan pulang, Oh Sehun malah berbelok ke taman. Tasnya yang semula ingin ia lemparkan, syukurnya masih ia pegang.
Duduk di salah satu ayunan, Oh Sehun mulai memakan eskrim yang ia beli dari minimarket yang dilewatinya tadi. Tas kerja Sehun sudah terongok di pasir, diabaikan begitu saja sementara Sehun melahap nikmat eskrimnya.
Dinginnya malam ia tak acuhkan. Neyla bersama cowok lain. Mereka tertawa bersama. Neyla terlihat bahagia. Pemikiran itu memenuhi kepala Sehun, membuat eskrim yang seharusnya terasa dingin, malah terasa panas. Panas sekali, Sehun bahkan kegerahan.
Siapa, sih, cowok itu?
__ADS_1
Punya tubuh mungil, kulit pucat, rambut blonde ... tingginya bahkan enggak lebih tinggi dari Neyla, batin Sehun semakin panas.
Setelah memakan sebelas stik eskrim yang dibelinua Sehun merasa ia mulai dingin. Cowok itu membuang kantong yang memuat kemasan eskrim dan stiknya ke tempat sampah. Meraih tas kerjanya tanpa membersihkan pasir yang menempel, dan menentengnya.
Menekan bel rumah, pintu dibukakan oleh istrinya, Neyla. Yang sudah memakai piyama tidur cooky, kesukaannya.
"Dari mana?" tanyanya. Yang diabaikan Sehun, tidak seperti biasanya. Cowok itu mendorong tas kerjanya pada Neyla, melepas sepatu dan berjalan masuk begitu saja. Mengabaikan protesan kesal Neyla yang biasa menyenangkan buatnya. Sehun sedang lelah saat ini, dan sakit. Dan perih. Oh, hati, kenapa sesakit ini?
"Oh, Sehun-ahh, apa kabar?" Seseorang berkata dari ruang tamu. Menoleh ke sofa melingkar, Sehun melebarkan matanya terkejut. Itu adalah si cowok berkulit pucat, pendek, berambut blonde yang Sehun lihat tadi. Sehun bingung harus berekspresi seperti apa.
"Hey, ada apa denganmu? Adik ipar?"
Sehun bodoh. Ia lupa pada kakak iparnya sendiri. Matilah saja. Tadi ia bahkan merasa cemburu. Betapa dungunya.
- Bonus -
Neyla mendorong tubuh Sehun ke tempat tidur. Mencegah cowok itu turun.
"Lo sakit. Diem," perintahnya, disertai tatapan tajam.
Sehun yang merasa tubuhnya lemah dengan pandangan berkunang-kunang pun akhirnya menurut. Neyla menaikan selimut Sehun, menutupi hingga sebatas dada. Lalu berceletuk, "Makanya jangan makan eskrim malem-malem. Dasar, bocah."
Yah, pada akhirnya Oh Sehun membuat dirinya sendiri sakit karena cemburu dan kebodohannya. Melupakan kakak iparnya sendiri dan cemburu padanya. Dasar!
Bener kata orang. Cemburu itu membutakan.
......**FIN......
...AKHIRNYA. BISA TIDUR NYENYAK. ...
__ADS_1
...TUES. 31 AUGST 2021**...