
Ini hanyalah sebuah karya fiksi. Nama, tokoh, cerita/peristiwa merupakan unsur fiktif belaka, yang diciptakan oleh "saya" selaku penulis cerita.
Warning! Cerita ini dibuat hanya sebagai sarana hiburan, tidak untuk dipraktikkan atau pun dicontoh beberapa unsur di dalamnya.
Noted: Berdasarkan banyak alasan saya mengubah seluruh isi cerita dari yang pernah diterbitkan sebelumnya. Terima kasih.
..
..
🌸Break
"Putus? Sayang kau pasti bercanda, 'kan?" Keenan menatap gadis di depannya dengan panik.
Putus adalah hal terakhir yang ingin ia lakukan dari sekian juta keinginannya di dunia. Dan hampir tak pernah terpikir olehnya sama sekali.
Menyentuh sisi kiri dan kanan tubuh kekasihnya, tanpa sadar Keenan mencengkeram tangan di sana. Meremas kuat tanpa menyadari kesakitan yang Rachel alami.
Gadis bertubuh mungil itu berusaha mendorong bahu lebar Keenan dengan tenaganya yang tak seberapa, yang tentunya tak menghasilkan apa-apa karena Keenan bahkan tak bergeser se-inchi pun dari tempatnya.
"Kau menyakitiku, Ken." Suaranya lebih terdengar seperti rintihan.
Mendengar itu tubuh Keenan menegang.
Menyakiti? Rachel pasti bercanda, tidak pernah sekalipun ia menyakiti gadis itu. Keenan teramat mencintainya hingga rela menjadi lelaki bodoh yang tak punya harga diri, demi gadis kesayangannya—yang ia cintai begitu dalam, sangat membutakan.
__ADS_1
Suara berat Keenan mengalun tak biasa.
"Sakit?" tanyanya. Terdengar sinis, seperti ejekan.
Melepaskan cengkramannya dan mundur dua langkah. Tawanya pecah. Menarik atensi Rachel yang kini menatap padanya dengan sorot kengerian. Gadis itu hanya mampu memeluk tubuh, sembunyikan rasa takut.
Suasana kian mencekam kala Keenan berhenti tertawa, menyisakan keheningan melingkupi keduanya. Ruangan luas yang diisi oleh dua orang itu mendadak terasa begitu sunyi, terlampau tenang. Mengerikkan.
Bola mata itu kini menyoroti Rachel tajam. Bibir pecah-nya yang terkatup melengkungkan senyum tak biasa.
Rachel mengambil langkah mundur tanpa melepaskan pandangan dari Keenan yang justru melangkah padanya secara perlahan. Masih menatap tajam dengan ekspresi tak terbaca, tetapi dari aura yang melingkupinya Rachel tahu ia harus waspada.
"Aku tahu kau berkencan dengan Adrian di belakangku." Gerakan Keenan yang tak terbaca menyentak Rachel kala tangan lelaki itu meraih ke arahnya.
"Kau juga pergi dengan Joen di akhir pekan." Tatapannya berubah dingin. "Kau gadis nakal!" kecamnya.
"Begitu mencintaimu. Lalu kuputuskan mengabaikan perselingkuhanmu. Kau tau kenapa?" Keenan membelai pipi Rachel lembut dan berucap sedih, "Karena aku mencintaimu."
"Aku tak keberatan kau bermain di belakangku. Selama kau tetap bertahan dengan orang sepertiku. Aku tak masalah," tuturnya, "dan sementara kau 'bermain' aku terus memikirkan kekuranganku dan mencoba memperbaikinya. Aku ingin sempurna untukmu. Hanya kamu!"
Menarik napas berat dan mengembuskannya Keenan tiba-tiba menjadi marah. "Tapi apa yang kau lakukan?!"
"Kau menghancurkan semuanya. Kau ingin berpisah dariku! Kenapa? Apa yang kurang dariku."
"Katakan?! Aku akan memperbaikinya."
__ADS_1
"Katakan, Sayang. Katakan padaku." Ia mengguncang tubuh Rachel kasar, membuat gadis itu meringis namun tak dapat melawan. Keenan terlalu kuat dan Rachel diliputi penyesalan. Ini salahnya. Salahnya ....
"Ma-maafkan aku." Akhirnya hanya kalimat itu yang mampu Rachel ucapkan—yang begitu disadarinya, ia tak pantas mendapat jawaban.
Pengkhianatannya tak dapat dimaafkan.
"Tidak! Kau tak perlu." Keenan tiba-tiba saja melunak. Dibelainya wajah kecil Rachel dengan penuh kehati-hatian.
Keenan menggerakkan jemarinya pada pelipis, wajah, hidung, dagu, dan terhenti di bibir kecil itu. Memusatkan atensi pada bagian yang paling membuatnya candu selama ini.
"Kau sangat berarti bagiku," lirihnya, pedih. Bola matanya menatap Rachel dengan sendu, sarat akan luka dan patah hati—yang Rachel sadari itu semua karenanya. Karena keegoisan dan ketamaknnya.
Keenan adalah lelaki yang baik, penyayang, dan begitu menghargainya. Namun, Rachel malah mengkhianatinya!
"Gadis jahat sepertimu ... yang tidak menghargai kesetiaanku lebih pantas untuk mati!"
..
..
Pernah diikutsertakan dalam event
#Lentera_Hati3
#LH_30Puasa30Menulis_2021
__ADS_1
#LH_Cermin