
Ini hanyalah sebuah karya fiksi. Nama, tokoh, cerita/peristiwa merupakan unsur fiktif belaka, yang diciptakan oleh "saya" selaku penulis cerita.
Warning! Cerita ini dibuat hanya sebagai sarana hiburan, tidak untuk dipraktikkan atau pun dicontoh beberapa unsur di dalamnya.
Noted: Berdasarkan banyak alasan saya mengubah seluruh isi cerita dari yang pernah diterbitkan sebelumnya. Terima kasih
Judul : LOST
- Nama : Min Yoongi
- Karakter : Obsessive, Temperamen
- Ciri fisik : Kurus, berkulit pucat
- Hubungan kerabat : Kakak Laki-laki
- Hal disukai : Min Aalona
- Hal tidak disukai : Ditinggalkan
Profesi : Pengusaha
...
...
Untuk kesekian kalinya lelaki bertubuh kurus dengan kulit pucat itu mendatangi kantor polisi setempat guna mendapat informasi terbaru mengenai laporan yang diajukannya.
Min Yunki, begitulah orang-orang mengenalnya. Seorang pengusaha sukses yang membiarkan pekerjaannya terbengkalai demi mencari adiknya yang hilang.
Terhitung sudah sebulan sejak Yunki membuat laporan hilangnya Aalona. Selain pihak kepolisian, beberapa detektif juga dilibatkan. Namun, hingga kini Aalona belum ditemukan. Gadis itu seolah hilang ditelan bumi, tidak meninggalkan jejak sama sekali.
__ADS_1
Kim Seokjin, seorang detektif swasta yang membantu pencarian Aalona menggeleng penuh penyesalan dengan lembaran kertas yang terisi penuh di genggaman.
"Maaf Yunki."
Dwi manik Yunki mengerjap. Tawa hambar keluar dari bibirnya yang kering.
"Hyung, kau sudah berjanji," lirih Yunki dengan luapan emosi tertahan.
Menepuk bahu ringkih Yunki, Seokjin menatap lelaki yang lebih muda darinya dengan tatapan iba.
"Maafkan kamu. Kami harus berhenti."
Meraih kerah kemeja Seokjin, Yunki murka. Matanya merah menyala dengan raut bengis menakutkan.
"Bajingan! Aku meminta kalian untuk menemukannya!"
Seokjin hanya bisa diam. Menyesal karena tidak bisa membantu banyak untuk teman baiknya. Bagaimana pun, Seokjin mengetahui hanya Aalona yang Yunki miliki. Karena gadis itu satu-satunya keluarga yang ia miliki.
"Min Yunki apa yang kau lakukan?!"
"Apa-apaan, kauㅡ" Omelan Hoseok terhenti saat sosok Yunki keluar dari ruangan panas itu dengan membanting pintu.
Hoseok dan Seokjin hanya dapat mengembuskan napas berat. Menyesal karena tidak bisa membantu banyak.
Mereka sendiri pun bertanya-tanya, ke mana perginya Aalona?
Apa yang terjadi dengan gadis itu?
****
Pulang ke rumah yang megah dengan napas tersengal karena berlari, Yunki pergi ke ruang bawah tanah. Membuka pintu besi di sana dan masuk ke dalam.
__ADS_1
Tangannya meraba dinding, mencari saklar lampu.
Klik!
Cahaya temaram menerangi ruangan gelap itu.
Tersenyum, Yunki berjalan ke sudut. Sebuah tabung kaca transparan berukuran besar berdiri kokoh di sana, masih terisi penuh air dalam keadaan yang sama seperti saat Yunki meninggalkannya.
"Sayang," ucap Yoongi, tangannya meraba permukaan tabung. "Mereka tidak menemukanmu. Itu artinya aku berhasil menyembunyikanmu dengan baik, kan?"
Menatap tabung itu lekat Yunki terduduk, berlutut lemas di bawah tabung kaca yang memenjarakan tubuh seorang gadis yang sudah tiada.
Min Aalona.
Dengan mata terpejam, mengapung di dalam cairan kimiaㅡyang menjadikan tubuhnya utuh meskipun tidak nyawa.
Yunki sangat mencintai Aalona, kekasihnya yang cantik, baik, yang merupakan adiknya sendiri.
Tahu perasaan itu salah, bukan menyerah, Yunki malah memaksakan kehendak. Ia lakukan apa pun agar Aalona menjadi miliknya.
Yunki tidak mau kehilangan Aalona. Tidak seujung jari pun. Bahkan saat Aalona memaksa pergi, Yunki yang berang tidak sengaja mencekiknya.
Panik. Kalap. Takut ditinggalkan, Yunki tidak bermaksud untuk membunuhnya.
Yunki hanya ingin bersama Aalona. Karena itu apa pun dilakukan untuk terus bersama gadis itu.
Ya, apa pun termasuk merendam jasad Aalona dalam tabung berisikan cairan kimia agar tidak membusuk.
Yunki gila?
Tidak! Dia hanya sedang jatuh cinta.
__ADS_1
Cintanya yang salah, tapi tidak bisa disalahkan. Toh, kita tidak bisa memilih ke mana hati kita akan berlabuh, kan?
...Bogor, 31 Juli 2019...